
“mih” cindy berlarian ke arah mami sarah yang ada di dapur
cindy memeluk mami sarah dari belakang dan menolehkan kepalanya ke samping mami sarah “koper cindy sudah di rapihin mami ya” Tanya cindy
Mami sarah yang sedang sibuk memasukan beberapa makanan di kotak makan menoleh ke arah cindy “iya dong mami yang siapin dan beresin semua kalau nunggu kamu, pasti lama dan yang ada nanti kamu ketinggalan pesawat “ mami sarah menggusar rambut cindy dengan gemas
Cindy langsung mecium pipi mami sarah dengan sayang “mami emang paling the best deh” ucap cindy begitu senang saat maminya begitu memperhatikan kebutuhannya padahal usia cindy sudah menginjak 19 tahun dan sudah belajar mengurus keperluannya sendiri saat berada di Inggris
Mami sarah memberikan kotak bekal yang sudah ia rapihkan pada cindy “ini bekal untuk kamu di jalan takut kamu lapar saat lagi nunggu” ucap mami sarah
Cindy menerima bekal buatan maminya dengan mencebikkan bibirnya “ya ampun mih, penerbangan dari Jakarta ke jogjakarta itu cuma sejam doang kali mih, dan dari sini ke bandara Cuma setengah jaman yang agak lama perjalanan dari bandara sana ke rumah nenek dan kakek kalau di totalin” cindy nampak menghitung waktu yang ia habiskan saat perjalanan ke rumah kakek dan neneknya “hanya tiga jam saja mih” cindy masih merasa tidak perlu membawa bekal segala karena itu tidak terlalu lama
“yakan takut kamu nunggu penerbangannya lama terus kalau om kamu jemputnya telat gimana, kamu kan gak kuat nahan lapar sayang, buat jaga-jaga kan gak masalah ” sahut mami sarah tahu betul kalau anak perempuannya paling tidak bisa menahan lapar dalam waktu lama
”iya deh mih, nurut aja dari pada mami ngomel terus sama cindy” cindy membawa bekal yang sudah di siapkan oleh maminya untuk di bawa perjalanan menuju jogjakarta di mana kakek dan neneknya tinggal
cindy akan terbang ke sana untuk mengisi liburannya kali ini sebab, papinya akan ada pekerjaan di tempat kelahiran maminya untuk kurun waktu cukup lama jadi kedua orang tua cindy memutuskan untuk membawa cindy turut serta karena tak ingin cindy tinggal di jakarta sendirian
"kamu nanti ke bandaranya di antar sopir ya cin, mami dan papi akan nyusul setelah pekerjaan papi yang di sini beres" ucap mami sarah
"iya mih, santai saja di sana juga aku bisa main sama sepupuku yang lucu-lucu itu" balas cindy
__ADS_1
sekitar pukul 9 pagi cindy ke bandara di antar oleh sopir keluarganya karena penerbangannya akan berangkat sekitar jam 10 pagi
Setelah menempuh rute perjalanan melalui udara antara jogjakarta menuju Jakarta akhirnya cindy sampai juga di bandara Internasional Jogjakarta tanpa kurang suatu apapun
cindy berjalan ke arah kursi tunggu karena belum melihat ada yang datang menjemputnya . Cindy diam menunggu jemputan keluarganya di kursi tunggu bandara “untung tadi nurut mami ya” gumam cindy mulai memakan bekal yang di siapkan mami sarah untuknya saat akan berangkat Ke Jogjakarta
Cindy melirik jam di pergelangan tangannya setelah sekian lama cindy duduk seperti hilang saja karena ia terus melihat orang yang berlalu lalang, tidak sepertinya yang ajeg duduk di tempat yang sama “satu jam, buset “ cindy merasa jemputannya begitu lama sehingga ia memutuskan untuk menelpon kakek dan neneknya agar tahu apakah jemputannya sudah berangkat atau belum
“cindy” teriak randi dengan suara terengah-engah karena berlari
Cindy yang sudah melihat keberadaan randi menyimpan kembali ponselnya dan melirik tajam ke arah sepupunya yang membuatnya menunggu begitu lama sedari tadi padahal neneknya sudah bilang tidak akan membuat cindy menunggu terlalu lama di bandara
“huuuuuuhhhh” randi menarik nafas dalam-dalam berusaha kuat mengatur nafasnya yang berat karena berlari itu agar bisa bicara lancar dengan cindy dan cindy dapat mengerti dengan suaranya yang seolah habis karena berlari
“tadi ada kecelakaan di jalan jadi telat deh jemput kamu, maaf ya cin” ucap randi merasa bersalah pada sepupunya yang pasti sudah lama menunggunya
Randi memang terjebak macat di perjalanannya menuju bandara hampir dua jam jadi pastilah cindy sudah menunggunya dari lama
cindy sebenarnya kesal dengan randi tapi melihat randi yang begitu kelelaha, ia jadi tidak tega denagn sepupunya itu “bosen sih nunggu, tapi ya sudah mau gimana lagi” balas cindy tak ingin memperpanjang perihal randi yang telat menjemputnya
Randi menarik koper cindy “ya sudah yuk” ajak Randi membantu cindy menarik koper, sedangkan cindy hanya membawa tas ranselnya saja
__ADS_1
Cindy mengikuti langkah kaki randi keluar area bandara “kamu mau menginap di sini berapa lama “ Tanya randi ingin tahu rencana liburan cindy di Jogjakarta
“kayanya lama deh, soalnya mami sama papi kan ada kerjaan di sini jadi pasti mami nyuruh ikut tinggal di sini,
gak mungkin juga mami dan papi biarin aku tinggal di Jakarta seorang diri” balas cindy
"emang kamu balik ke Inggrisnya kapan" tanya Randi
"kayanya minggu akhir di bulan depan, karena awal bulan berikutnya aku sudah mulai kuliah lagi" balas Cindy
Randi mencebikkan bibirnya "awalnya aku mau samaan kaya kamu kuliah di luar negeri tapi sayangnya papaku keberatan karena masih harus membiayai keempat adikku itu" randi masih kesal saat ia ingin kluaiah di luar negeri juga tapi terhalang biaya karena kuliah di luar negeri tentu lebih banyak menghabiskan baiaya ketimbang kuliah di dalam negeri
sebenarnya orang tua cindy menawarkan bantuan untuk menguliahkan randi bersama cindy tapi tentu keluarga randi menolaknya sebab orang tua cindy sudah sangat membantu keluarga orang tua Randi dengan bekrja di perusahaan milik cindy untuk menunjang kehidupan adik-adik Randi yang memang memerlukan banyak biaya
“iya juga sih mulai kuliah, aku juga tanggal segitu mulai kuliah lagi” balas Randy
Randi mengantarkan cindy ke rumah kakek dan nenek mereka "cindy aku antarnya sampai sini ya, nanti minta pelayan di rumah buat bantu bawa koper kamu, aku mau pulang dulu kebelet mau ke WC ini" ucap Randi" Randi langsung saja menuju rumahnya yang letaknya tepat di sebelah rumah sang nenek
Biasa kalau di kampung-kampung kebanyakan dari mereka memiliki tanah yang cukup luas dan anak-anak mereka di anjurkan membuat rumah tak jauh dari rumah orang tua mereka, jadilah keluarga randi membangun rumah tepat di sebelah rumah nenek rita dan kakek damar
Kebetulan saja mami sarah menikah dengan papi mirza yang sudah memiliki rumah di Jakarta dan memiliki usaha di Jakarta pula jadi mau tak mau mami sarah mengikuti kemana suaminya tinggal jadi mami sarah harus tinggal berjauhan dari orang tuanya
__ADS_1