
Damian berjalan masuk ke dalam rumah dengan bersenandung ria membuat mama Kaila dan Ayah Brian menatap heran tingkah anaknya "kesambet kamu Brian" tuduh mama Kaila
Damian mencebikkan bibirnya "apaan sih mah" Damian berjalan ke arah mamanya dan bersandar di bahu sebelah kiri mama Kaila
"kalau gak kesambet kenapa girang banget gitu" heran ayah Brian
"apa kamu sudah jadian sama wanita itu" tanya mama Kaila semangat
"belum lah mah, mana mau dia nerima Damian kalau langsung Damian ajak nikah atau pacaran secara dia masih dalam proses perceraian" Damian langsung menyadari kesalahannya dan menutup mulutnya rapat
mama Kaila dan ayah Brian menatap tajam ke arah anak sulungnya itu "kamu gak jadi pembinor kan" tanya Mama Kaila
"enggak lah mah, aku awalnya cuma kagum sama dia tapi setelah tahu dia akan berpisah baru Damian mau dekatin dia, ini aja Damian cuma berani jadiin dia sahabat dulu" jelas Damian
Ayah Damian memicingkan matanya "jangan bilang kalau itu pegawai baru di perusahaan yang kerja atas rekomendasi dari kamu" tanya Ayah Brian
"iya yah" Damian menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"dia itu mantu kesayangan Kevin loh, emang kevin setuju anaknya bercerai" tanya Damian
Damian mengedikkan bahunya "gak tahu, gak pernah tanya karena gak enak, Sia orangnya menutup rapat masalah pribadinya . tadi saja dia gak sengaja cerita kalau Orang tuanya belum tahu perceraiannya tapi Andreas setuju sih cerai sama Sia" balas Damian
"sejauh yang ayah tahu, orangnya baik sih tapi jangan buru-buru sampai kamu deketin dia sebelum resmi ya, ayah gak enak sama kevin kalau kamu nikung menantunya sebelum sahabat pisah secara kevin teman semasa kuliah Ayah bahkan dia juga teman sekampua tante sheryl juga loh" ucap ayah Brian memperingati
"ayah tahu wanita itu' tanya mama Kaila
" tahu mah, dia pegawai baru di perusahaan, tuh di bantu anak kamu buat masuk " balas Damian sembari meliril Damian
"kasihan dia yah, kalau dia gak ada kerjaan dia gak makan nanti" sahut Damian
"emang dia gak ada orang tua" tanya Mama Kaila
__ADS_1
"ada lah mah, cuma ayahnya dulu yang maksa nikah dan gak ngebolehin cerai jadi mana berani dia pulang ke rumah" balas Damian
"katanya kamu gak tahu banyak karena wanita itu tertutup, nah kok ini tahu" heran mama Kaila
Damian menggaruk tengkuknya yang tak gatal " minta bantuan om Bachtiar buat selidikin" kekeh Damian
"dasar anak ini, niat sekali rupanya" decak ayah Brian
"kalau kali ini berhasil dengan Sia, Damian janji gak akan ada wanita lain di hidup Damian" Damian mengangkat tangannya membentuk huruf V
"mama pegang janji kamu ya Damian" tuntut Mama Kaila
"iya mah" balas Damian kembali memeluk mamanya
***
Andreas kini duduk sendirian di meja makan "kenapa aku merasa begitu sepi, padahal dulu aku benci sekali melihat wajahnya saat makan" gumam Andreas yang makan hanya seorang diri
Andreas menghela nafas panjang "ini yang kamu inginkan Andreas, jadi pria bebas apalagi kini kamu sudah resmi bercerai dengannya jadi tak ada kata kembali" ujar Andreas berucap untuk dirinya sendiri
jika Di rumah Andreas, ia hanya merenung sepi berbeda dengan sia yang sedang mengatur hati untuk memberitahukan orang tuanya kalau ia sudah resmi bercerai
"huuuuh " sia menghela nafas panjang, melangkah memasuki rumah sederhana milik kedua orang tuanya
"Mama" panggil sia
yang di panggil pun segera berlari keluar rumah "Sia" mama Hanum memeluk sia dengan erat "kamu gak bilang mau ke sini, kalau bilang kan mama bakal masak semua makanan kesukaan kamu" tanya mama Hanum masih memeluk putrinya begitu erat
Sia membalas pelukan mamanya dengan tak kalah erat " mah, Sia sudah resmi bercerai dari mas Andreas" ucap lirih Sia pada sang mama
Hanum tersenyum tipis "syukurlah sayang" Hanum mengusap punggung putrinya dengan lembut
__ADS_1
"mamah gak marah" tanya Sia
"kenapa mamah mesti marah, kalau kamu bahagia dengan pilihan kamu pasti mamah gak akan marah" balas Hanum
Sia mengurai pelukannya "tapi orang tua mas Andreas akan hentiin bantuannya ke perusahaan ayah dan mungkin ayah akan bangkrut" ucap Sia
"kalau sampai ayah kamu bangkrut, berarti itu ayah kamu yang gak mampu urus perusahaan, mama sama sekali gak masalah kok jika harus kembali hidup sederhana seprti saat kamu kecil" ungkap Hanum mengusap lembut pipi Sia yang sudah basah akan air mata
"ayo kita smasuk, dan ceritain semua ke mama ya" Hanum mengajak Sia masuk untuk bercerita perihal percerainnya bersama Andreas dari awal sampai akhir
"jadi kamu sekarang sudah kerja" tanya Hanum masih mengusap kepala Sia yang tidur di pangkuannya
"iya mah, gajinya lumayan kok mah, kalau kerjaan sia bagus terus, sia bisa naik jabatan jadi saat ayah kevin tahu dan narik semua bantuannyadi perusahaan ayah, Sia bisa hidupin ayah dan mama" balas Sia
"iya nak, mama akan selalu do'ain yang terbaik buat kamu" ucap hanum
"jadi kamu sudah bercerai dari Andreas" tanya Beni dengan tatapan yang sulit di artikan
Sia menunduk takut "maaf ayah, aku sudah gak sanggup lagi hidup dengan mas Andreas, aku sama sekali tak di anggap selama lima tahun ini ayah" Sia menatap lekat ayahnya "lima tahun aku tak pernah protes, dia tak menafkahiki lahir dan batin, kuliahku pun aku biayai sendiri karena mertuaku selalu mengintai uang yang keluar dari rekening yang di berikan mas Andreas padahal aku berbakti penuh mengurus suamiku bahkan aku tak pernah mempermaslahkan mas Andreas yang selalu membawa wanita itu pulang, dan aku yang harus melayani mereka seperti pembantu selama lima tahun yah, tapi kesabaranku ada batasannya yah, pernikahan ini sudah gak sehat jadi aku gak. mau melanjutkannya kembali, jadi maaf kalau ayah harus bangkrut tapi aku janji yah, akan bekerja keras menafkahi keluarga jika sampai hal itu terjadi " jelas Sia
Beni menghela nafas "kalau sudah bercerai ya sudah, mau gimana lagi" Beni menatap wajah istrinya "gak papa kan mah kalau kita di tinggal di kampung saja jika perusahaan ayah gulung tikar" tanya Beni
Hanum tersenyum simpul "kemanapun ayah pergi mama pasti akan selalu menemani ayah" balas Hanum
Sia menatap heran ayahnya "ayah gak marah" tanya sia
Beni menggelengkan kepalanya "enggak Sia, malahan ayah lega sekali kamu bisa bercerai. sebenarnya ayah juga ingin membantumu bercerai tapi ayah merasa hutang budi sama kevin jadi ayah gak bisa berbuat banyak, tapi sungguh ayah bersyukur kamu bisa bercerai" balas Beni
Sia langsung memeluk erat tubuh ayahnya "Terima kasih ayah, Terima kasih sudah mengerti Sia" ucap Sia dengan linangan air mata
Beni mengusap kepala Sia dengan lembut "harusnya ayah yang minta maaf sama kamu karena maksa kamu nikah dan kamu harus jalanin hidup seperti ini, untung saja kalian tidak punya anak jadi semuanya tidak terlalu rumit" balas Beni
__ADS_1
"iya, Sia juga bersyukur kami tidak memiliki anak jadi tidak ada yang memberatkan, dan menurutku menjadi istri anak om kevin sudah cukup membalas budi atas bantuannya dulu pada ayah" balas Sia
"iya nak, kalau memang dia marah ayah akan Terima apapun kemarahannya dan gak akan ayah biarkan dia membuat kamu kembali masuk di kehidupan Andreas lagi" balas Beni