Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Siapa takut


__ADS_3

om bachtiar bercengkerama dengan cucunya dan juga kayla berserta menantunya yaitu brian, untuk sekedar melepas rindu karena terakhir om bachtiar melihat cucunya yaitu damian hanya pada saat hari kelahirannya saja "sheryl gak ikut pulang yah" tanya brian membuka obrolan


om bachtiar menggelengkan kepalanya "dia masih belum mau pulang ke sini" balas om bachtiar dengan jujur


"apa dia akan menetap di sana" brian menduga sheryl yang ada kemungkinan akan menetap di Inggris, karena ini sudah hampir dua tahun wanita itu tidak pulang untuk bertemu keluarganya yang jelas-jelas selalu memintanya pulang


"entahlah, jawabannya selalu ambigu gitu" om bachtiar mengecup pipi gembul damian dengan sayang


"terus ayah, sudah ngajak mba sheryl nikah" tanya kayla penasaran akan kelangsungan hubungan ayahnya dan juga sepupu suaminya itu saat satu tahun lebih mereka tinggal bersama


om bahtiar terkekeh "anda gampang bicara itu dengannya, pasti ayah akan segera jadikan dia ibu kamu" balas om bachtiar jujur akan kondisi hubungannya dengan sheryl yang memang belum ada kemajuan


"ayah ni aneh, sama wanita lain aja kayanya gampang betul buat naklukinnya, giliran sama mba sheryl susahnya keliwat" sindir kayla akan ayahnya yang terkenal sebagai casanova tapi giliran dengan sheryl, dia semakin mati kutu


brian berdecak akan ucapan istrinya "ngomong emang gampang sayang, tapi lihat tuh" brian menunjuk ke arah mario dengan ekor matanya yang sedang menatap ayah mertuanya dengan tatapan membunuh dan seolah akan melahap ayah mertuanya hidup-hidup


om bachtiar menoleh ke arah mario dan tersenyum  tipis seolah tak takut sama sekali dengan tatapan mario yang seolah akan melahapnya hidup-hidup "dia mungkin bekerja ekstra keras untuk menyaingi ayah tapi ayah tidak pernah takut sama sekali dengannya" om bachtiar kembali menoleh ke arah anak dan menantunya "asal sheryl mau dengan ayah, tak akan sedikitpun ayah takut menghadapai anakan singa macam dia" om bachtiar pamit pada kayla dan brian untuk menyapa keluarga sheryl


om bahtiar melewati mario begitu saja dan berjalan ke arah ayah burhan "hai burhan" sapa om bachtiar memeluk ala persahabatan lelaki itu


"hai, kapan pulang kau bachtiar" tanya ayah burhan menyapa om bahtiar dengan cukup akrab


om bahtiar tersenyum ke arah ayah burhan "baru turun dari pesawat, langsung saja meluncur ke sini" balas om bachtiar


om bahtiar menyapa jemina, kinan dan juga hans bergantian

__ADS_1


"oh ya, kado untuk revano dari sheryl sudah aku kirim ke rumah ya" ucap om bachtiar yang tentu mario dengar dengan baik saat om bachtiar menyebut nama sheryl karena jarak mereka begitu dekat dan mungkin hanya sekitar dua meter saja


ayah burhan mengode om bachtiar dengan lirikan matanya akan mario yang jelas masih ad di sana dan mario sangat ingin bertemu dengan sheryl


mario mencengkeram tangan om bachtiar dan menariknya agar bersitatap dengannya "di mana sheryl" tanya mario dengan nada penuh penuntutan


om bahtiar menautkan kedua alisnya "anda siapa ya? apa harus saya jawab pertanyaan anda " tanya om bachtiar dengan santainya


mario mengeratkan rahangnya dan menatap tak suka ke arah pria matang yang ada di hadapannya itu "jangan kau sembunyikan istriku dariku!" bentak mario tak. suka dengan om bachtiar


om bachtiar menghempas tangan mario dengan kasar dan terkekeh pelan "mantan" om bachtiar menatap tajam mario "jangan lupa kalau anda hanya mantan suaminya dan ayah dari anaknya, tidak lebih dari itu" balas om bachtiar dengan tegas agar mario tidak lupa kalau dirinya dan sheryl sudah bercerai


"jangan coba-coba merebut sheryl dariku" mario menunjuk ke arah om Bachtiar dengan tatapan nyalang


"kalau aku merebutnya, kau mau apa" tantang om bachtiar pada. mario


om bachtiar terkekeh pelan dan dengan secepat kilat merubah ekspresi wajahnya dengan tatapan dingin dan menusuk tajam "kau mengancam ku" om bahtiar berdecak dan meremehkan mario


om bachtiar maju ke arah wajah mario dan menoleh ke arah telinga mario untuk berbisik "hanya karena kau bisa mengambil wanita itu dari pengawasan ku, kau pikir sudah bisa mengalahkan ku" om bachtiar kembali berdecak "jangan mimpi kau!" sentak om bachtiar


om bachtiar memundurkan badannya dan menatap tajam mario "wajar jika sheryl lari darimu, pria yang lagaknya kuat tapi tidak bisa tegas dengan satu wanita gila" ejek om bachtiar akan sikap mario pada Regina yang terbilang tidak tegas, padahal jelas kalau wanita itu coba membunuh istri dan anaknya tepat di depan matanya


"diam kau!" bentak mario menatap nyalang om bachtiar


brian yang merasa pertengkaran mario dan ayah mertuanya mengganggu acara ulang tahun anaknya pun datang menghampiri mereka berdua "kalau kalian mau berantem mending di luar saja deh, ini acara ulang tahun anakku tolong jangan dikacaukan kebahagiaan anakku yang tidak tahu apa-apa" pinta brian dengan nada yang di buat sehalus mungkin tapi tetap terkesan tegas

__ADS_1


"aku pasti akan mengambil apa yang jadi milikku" ucap mario dengan tatapan tajamnya


"siapa takut" balas om bachtiar dengan santainya


***


"aaaaakkkkkhhhhh!" teriak mario melempar semua barang-barang dalam ruangan sampai berhamburan tak jelas


"kenapa aku harus kehilangannya" mario mengacak rambutnya dengan frustasi


mario menggelengkan kepalanya "tidak, aku tidak akan kehilangannya, aku tahu dia sangat mencintaiku dan akan kembali padaku, apalagi sudah ada qiana di antara kita" gumam mario merasa sheryl tidak akan meninggalkannya


"akhhhh!" mario kembali berteriak frustasi "tapi di mana aku harus mencari kamu sayang, aku sangat rindu kamu" gumam mario begitu merindukan sheryl1


mario menoleh ke arah samping dan menatap dengan tatapan membunuh "semua ini gara-gara kamu!" tunjuk mario pada seorang wanita berpakaian serba putih dan tatanan wajah yang cukup berantakan


"kalau kau gak mengganggu hidupku, istriku tidak akan meninggalkanku!" teriak mario frustasi


wanita itu yang memang dalam kondisi duduk pun mundur perlahan dan memeluk kedua lututnya, saat tubuhnya sudah bertabrakan dengan tembok "kalau gitu bunuh saja aku" pinta wanita itu dengan isak tangis


"kau pikir dengan membunuhmu bisa mengembalikannya padaku hah!" teriak mario


"aku gak pernah minta dia cerai sama kamu mario, aku hanya minta dia izinin kita nikah sebentar saja" balas regina menyampaikan niat awalnya sejak dulu


mario mencengkeram rahang regina dengan cukup kuat "aku tidak akan melepaskanmu sampai sheryl mau kembali denganku" mario beranjak dari kamar itu dan membanting pintu dengan kasar

__ADS_1


regina kembali meringkuk dan. memeluk kedua lututnya "apa salahku" gumam regina yang masih belum menyadari apa. kesalahan yang sudah ia perbuat sampai membuat orang-orang berlomba-lomba memberinya pelajaran


__ADS_2