
"eeugghhh" suara lenguhan terdengar dari seorang wanita
"kamu sudah bangun sayang" suara pria mengalun membuat kesadaran wanita makin semrawut
"mas Andreas" gumam Sia membetulkan posisinya
matanya mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan "dimana ini mas" sia panik saat ia berada di tempat yang tidak ia kenali
Andreas naik keranjang dan merangkak ke arah Sia "apa yang kamu lakuin mas" panik Sia memundurkan tubuhnya ke belakang
"ini akan jadi tempat saksi malam pertama kita ya g tertunda" balas Andreas dengan seringainya
"jangan gila kamu mas! " teriak Sia makin panik sampai posisinya membentur kepala ranjang
"baiklah" Andreas memundurkan tubuhnya dan melangkah ke arah sofa "akan aku tunggu sampai kamu memohon kepadaku" ucap Andreas dengan seringainya
"apa yang kamu lakuin mas" heran Sia
"tunggu saja" balas Andreas
Sia mulai merasa kepanasan dan terus mengibas-ngibaskan tangannya ke arah tubuhnya yang teras begitu panas
"sebentar lagu pasti kamu memohon padaku " ucap Andreas dengan yakinnya
Sia menyadari ada yang salah "kamu memberiku apa mas" tanya Sia memicingkan matanya ke arah Andreas
"hanya memberimu sesuatu yang akan membuatmu menyerahkan diri pada mas tanpa paksaan " balas Andreas dengan santainya
"gila kamu mas" Sia langsung berlari ke arah kamar mandi saat Andreas lengah dan langsung menguncinya
Andreas menghampiri Sia dan berdiri di depan pintu "mas bisa nolongin kamu loh" teriak Andreas dari bali pintu
"gak akan" teriak Sia
__ADS_1
Sia mengisi air di bath up dan memilih untuk berendam di sana untuk mengurangi rasa panas si tubuhnya yang serasa membakarnya
"buka sayang, ini akan lebih mudah jika mas uang bantu kamu" rayu Andreas
Andreas terus mengeluarkan rayuan demi rayuan pada Sia tapi tak ada tanda-tanda Sia akan keluar padahal sudah dua jam lamanya Andreas terus mengeluarkan kata rayuan "sia" Andreas terus mengetuk pintu "kamu gak papa kan" Andreas jadi cemas karena Sia hanya diam saja
sedangkan di dalam kamar mandi Sia berendam air dingin yang sedingin air kulkas, sebab hotel yang di pilih Andreas adlah hotel di bandung di kawasan pegunungan jadi air di sana sangat dingin, air di sana bisa hangat jika mengunakan pemanas yang tersedia di kamar hotel tapi ini tidak di pakai oleh Sia sebab tak ingin sampai gairahnya menguasai akal sehatnya
Andreas tersadar kalau air di hotel tempat ia menginap bisa sangat dingin apalagi ini sudah pukul 10 malam "keluar Sia, kamu bisa mati kedinginan kalau terus berendam di situ" bujuk Andreas yang tak kunjung mendapat tanggapan oleh Sia
"aku dobrak saja ya Sia" teriak Andreas yang makin panik
"brugh" pintu terbuka lebar membuat Andreas terkejut
tapi bukan karena ia sudah membuka pintu kamar mandi tapi karena ia melihat wajah pria yang tak ia sangka sama sekali "berani sekali kau Andreas! " teriak seorang pria dengan tatapan nyalangnya
pria itu langsung menghampiri Andreas dan menghajarnya dengan membabi buta "sudah ku peringatkan jangan mengganggu wanitaku tapi kau sungguh bebal ya" ucap pria yang tak lain adalah Damian dengan amarah yang begitu meluap
ya Damian yang datang, dia sudah mendapat kabar dari anak buahnya yang di minta menjaga Sia dari jauh sebab ia ingin Sia selamat sampai hari pernikahan mereka apalagi ia merasa kurang nyaman dengan tatapan Andreas pada Sia semenjak mereka resmi bercerai dan sempat bertemu untuk mengambil akta cerai mereka bersamaan
Damian tahu rencana busuk Andreas saat ia di beri tahu anak buahnya kalau Andreas datang ke acara perpisahan Sia tapi Damian tak bisa langsung menyusulnya karena ada operasi. sampai pada saat ia baru menyelesaikan dua operasi, ia mendapatkan kabar kalau Andreas membawa tubuh Sia yang tidak sadarkan diri ke dalam mobil menuju ke hotel di kawasan pegunungan
Damian tentu merasa tak karuan, ia langsung menyusul Sia dengan kecepatan penuh, tak perduli ia masih lelah karena baru selesai melaksanakan operasi, yang ada dalam pikirannya hanya Sia saja
"mas Damian" terdengar suara Sia yang begitu lirih
" mas Damian, itu kamu kan" tanah Sia kembali dengan sisa-sisa tenaganya
"tuan" Pria berpakaian serba hitam menepuk bahu Damian "itu sepertinya suara nona Sia" ucap pria tersebut
Damian menghentikan gerakannya dan menajamkan pendengarannya "mas Damian" panggil Sia dengan isak tangis
Damian langsung melangkah ke dekat kamar mandi "iya, ini mas Damian" balas Damian
__ADS_1
"mas" Sia beranjak dari tempatnya dengan Sisa tenaga yang ia punya untuk membuka pintu
"ceklek" pintu terbuka dan Sia langsung memeluk tubuh Damian erat "aku takut banget mas" adu Sia dengan isak tangis
"tenang yang, ada mas di sini" Damian mengusap punggung Sia dengan lembut "ada mas Sayang" ucap Damian menenangkan Sia yang terus menangis
Damian menoleh ke arah dua anak buah yang ia bawa "salah satu pesanan kamar untuk saya, dan nanti kalian langsung bawa Andreas untuk kakek urus" titah Damian
"iya tuan" balas Anak buah Damian dan langsung bergerak melaksanakan titah tuan mudanya
"hiks hiks hiks" Sia terus saja menangis dalam pelukan Damian dan Damian terus mengusap punggung Sia
"kita pindah kamar buat kamu ganti pakaian ya, ini basah " ajak Damian
sia yang tak mau melepaskan pelukannya membuat Damian terpaksa membopong tubuh Sia untuk pindah kamar
Setelah sampai di kamar yang sudah di pesankan anak buahnya, Damian masuk dan mengunci pintu kamar masih sambil menggendong tubuh Sia yang tak mau lepas darinya
"ayo ganti baju dulu, kamu basah sayang nanti masuk angin loh" pinta Damian
Sia menggelengkan kepalanya "gak mau, mas hangat banget soalnya" balas Sia
"itu karena kamu yang basah-basahan dari tadi, lihat deh sampai biru gitu tangan kamu" balas Damian
Sia terus menggeleng dan malah mengendus-endus leher Damian bahkan sampai menjilatinya "Sia! " Damian menahan gelanyar aneh saat Sia menjilat lehernya
"mas begitu hangat" bisik Sia bermain di leher Damian bahkan kini tangannya dengan nakal menyusup di balik kemeja cokelat milik Damian
"nanti mas Damian khilaf loh Sia" ucap Damian dengan mati-matian menahan gejolak yang kini makin membuat dirinya tak karuan
Damian menurunkan tubuh Sia secara paksa dan memberikan paper bag yang sudah ia minta pelayan hotel untuk siapkan "segera ganti maka kamu gak kedinginan" ucap Damian mendorong tubuh Sia agar masuk kamar mandi
tapi bukannya masuk ke kamar mandi, Sia malah kembali memeluk Damian bahkan melompat ke arah Damian dan melingkarkan kakinya di lengan Damian "Sia kepanasan mas, dan mas bikin Sia hangat" bisik Sia kembali menggerayangi tubuh Damian dengan begitu nakalnya
__ADS_1
"Sia**n kamu Andreas, sudah buat calon istriku jadi binal gini" umpat Damian masih sibuk menahan kelakuan Sia yang makin menjadi saja