
"Ohh... Shenaa!! Kau juga di sini?!"
Seorang wanita bersama 2 temannya menghampiri Shena. Ia adalah Soya yang terlihat sedang bersama teman-temannya. Mereka adalah Belinda dan Emily.
Soya yang merupakan ketua pertemanannya kali ini melirik pria tampan di samping Shena. Bagaimana bisa Shena selalu bersama Ash? Tentu saja hal itu membuatnya cemburu.
"Jadi, Ini pekerjaan barumu?" Ketus Emily menimpali dengan wajah sombongnya.
Kening Shena dan Ash berkerut tidak mengerti maksud ucapan Emily. Kemudian, kini giliran Soya temannya (mantan temannya) mendekati Shena.
"Bagaimana caranya kau bisa dapatkan pelanggan CEO muda ternama dan tampan seperti ini? Godaan apa yang kau berikan pada Tuan Ash sampai kau bisa bersamanya?" Hardik Soya mencela.
"Iya Shena. Beritahu kita semua, di mana kau bisa dapatkan pelanggan seperti dia? Kau tarik tarif berapa semalam?" Ejek Belinda kemudian.
Shena sekarang tahu kemana arah bicara teman-temannya tidak tahu diri itu.
"Shena, Kita akan ke club langganan kita. Apa kau ingin ikut dengan kami?!" Ucap Emily.
"Hey kalian... Shena sedang bekerja. Bagaimana dia bisa ikut dengan kita malam ini. Dia kan harus melayani Tuan Ash. Benarkan, Shena?!" Lontar Belinda tidak tahu malu.
"Tuan Ash, Kenapa anda sendiri ingin dibohongi olehnya?! Dia itu wanita pelacur. Dan aku kenal dekat dengannya dulu. Bagaimana jika berita ini bisa merusak reputasi mu?" Ujar wanita ular itu yang kini menghampiri Ash dan berdiri di sampingnya dengan bergelayut manja.
Lalu, Kembali berkata...
"Hai, Tuan Ash. Senang bertemu dengan mu di sini." Ucap Soya dengan senyum yang membuat Ash bukannya menggoda malah menjijikan menurutnya.
"Aku tidak sedang bekerja." Shena menggandeng tangan Ash. Terpaksa! Sekaligus untuk menarik suaminya dari Soya yang sedang menggoda.
"Aku baru saja selesai makan siang dengan suami ku, dan sekarang kami akan pergi karena dia memintaku untuk menemaninya menghadiri pertemuan dengan klien bisnisnya, dan setelah pulang akan melanjutkan malam produktif kami sebagai suami istri. Jadwal ku dengan suamiku sangat padat. Benar kan, Sayang?!" Pungkas Shena dengan bangganya.
"Tentu. Apa mereka teman-teman mu, Sayang?"
"Iya, mereka temanku. Tapi dulu. Dan sekarang tidak, Karena mereka menjadi mantan teman ku. Sepertinya di sini tidak cocok untuk kita berdua karena suasananya begitu kelas rendah. Kita membutuhkan tempat mewah agar kulit kita tidak iritasi, bukan? Sepertinya klien mu juga sudah menunggu. Kita pergi dulu, ya!! Ayo, sayang..."
Teman-teman Shena menatap jengkel kepergian Shena dengan tangan Ash yang memeluk pinggangnya.
__ADS_1
Soya masih terdiam. Di kepalanya terngiang-ngiang Shena memanggil Ash dengan suami. Suami? Sayang? Bagaimana mungkin? Sebenarnya apa yang terjadi? Batinnya kelimpungan.
Shena dan Ash sudah keluar dari restaurant itu. Sedangkan, Soya dengan teman-temannya masih bertanya-tanya.
"Soya, Apa kau dengar itu tadi? Shena memanggil Tuan Ash dengan sebutan suami? Apakah mereka berdua menikah?" Tanya Emily.
Raut wajah Soya sudah memerah padam. Sepertinya ia menahan amarahnya sejak dari tadi.
"DIAM!! Kalian percaya begitu saja pada wanita yang sudah Gila itu?! Mulutnya hanya penuh dengan omong kosong. Mana mungkin Tuan Ash ingin memperistri wanita gila itu!" Marah Soya sampai menyentak kedua temannya.
Di sisi lain...
Tiba-tiba Ash berucap di sela perjalanan mereka.
"Aku sudah putuskan!!" Bicara Ash tiba-tiba.
"Apa?!"
"Malam ini kita akan menginap."
"Kenapa?!! Kau mengatakan kita akan segera pulang setelah bertemu dengan klien mu itu selesai."
"Tapi-..."
Ash memotong ucapan Shena yang membuat Shena bungkam seketika.
"Kau sendiri tadi yang mengatakan."
"Sialan!! Jangan bercanda. Aku tidak percaya menelan ludah ku sendiri. Senjata makan Tuan. Dia selalu saja mengambil kesempatan dalam kesempitan." Dalam hati Shena yang menyesal akan ucapannya sendiri.
"Tunggu! Panggilan alam datang tiba-tiba. Pertemuan mu itu masih lama, kan? Bisakah aku pergi ke toilet sebentar?" Ucap Shena yang menahan sesuatu.
"Ya, Pergilah! Tapi hati-hati. Sedangkan, Aku akan menerima telepon." Jawab Ash yang sibuk hendak menerima sebuah panggilan suara.
Shena kembali masuk ke restaurant itu untuk menyelesaikan panggilan alamnya dengan sedikit berlari menuju toilet.
__ADS_1
Tak lama kegiatan pribadinya selesai, Sekarang ia sedang berada di toilet sedang merapikan sedikit make up dan dressnya. Saat keluar, Tiba-tiba suara gadis berseru di sampingnya.
"Aku tahu kau gadis yang tidak bisa berbohong." Ucapnya tiba-tiba.
"Apa maksudmu?" Tanya Shena yang terpaksa berhenti untuk meladeni pencari ulah.
"Shena Myles!! Kau menikah?! Apa itu nyata?!" Tanya Soya yang mempermasalahkan status Shena sekarang sampai membuatnya penasaran.
"Ouh.. Maaf, Aku tidak mengantarkan undangan untukmu. Tapi kau tidak perlu repot-repot mencampuri urusan hidupku." Jawab Shena dengan menyilangkan kedua tangannya di dada dan berlagak angkuh.
"Omong kosong Shena!! Aku tahu siapa dirimu."
"Terima kasih Soya. Kau begitu memperhatikan hidup ku sampai kau sepertinya tahu semua asal-usul, bibir dan bobot mengenai banyak hal tentang ku. Maaf, Sepertinya aku harus pergi karena suami ku sedang menunggu ku terlalu lama."
Shena melangkah hendak meninggalkan Soya, Namun jalannya di hadang kembali.
"Kau tahu siapa dia?"
Langkah Shena terhenti, menatap tajam menghadap Soya.
"Sepertinya kau mengerti. Jika dia bukan siapa-siapa di muka bumi ini, Aku tidak akan menikahinya." Gertak Shena menjawab.
Cihh...
Soya mendecih.
"Aku tahu Shena, Kau pasti masih terpukul atas Deon mengencani Kayra di belakang mu. Dan aku kasihan padamu Shena sayang, semua orang sudah tahu bahwa ayahmu telah kabur meninggalkan negara ini dan menghilang entah kemana. Dan lihatlah kondisi mu sekarang, Kau menikah?! Hahaa, Apa Ayahmu sedang membutuhkan uang sehingga menjual mu kepada Tuan Ash yang tampan dan kaya raya. Siapa di dunia ini yang tidak kenal dengannya, bukan?"
"Cukup Soya!! Aku tahu sekarang kau iri padaku karena Tuan Ash sudah menikah dengan ku. Aku tahu kau menyukai dia dan saat kita berteman, kau selalu menceritakan dia padaku. Bukankah kau mengagumi pria itu sejak dulu?! Dulu kau selalu menceritakan dia dihadapan ku bagaimana kau menyukainya dan berharap kau berjodoh dengannya. Tapi sekarang jangan membicarakan dia dihadapan Istrinya. Dan kau benar, orang yang lebih dewasa dari kita memiliki daya tarik yang berbeda. Aku sangat menikmati pernikahan ini. Dan yang paling indah adalah, Aku bisa menyebut namanya di atas ranjang." Ucap Shena menyeringai setelahnya.
Lalu, Kembali berkata...
"Aku kira kau benar-benar tahu tentang ku. Aku kecewa, Kau salah jika mengira aku di nikahkan hanya karena Ayah ku membutuhkan uang. Kami menikah atas dasar cinta, Apa kau tahu?!"
"Benarkah?! Lalu, Kapan kalian berkencan? Apa kau pernah berkencan dengan pria yang tidak ku ketahui? Wah... Rupanya benar dugaanku, Kau menjadi halu, Shena. Apa kau depresi karena Deon?! Kalian juga kemarin bertemu, bukan? Kenapa tidak saling menyapa? Ckckck.."
__ADS_1
"Apa kau sedang merajuk karena aku menyimpan rahasia yang tidak kau ketahui, Soya?! Apa begitu pentingnya kah mengetahui segalanya tentang ku di hidupmu?! Apa kau tidak ada kerjaan lain yang bisa membuat hidupmu lebih bermanfaat, hum?!"
"Jika begitu tunjukkan arti saling mencintai. Kiss him, and prove that he loves you. Itu pun jika kau memang benar-benar bukan pembohong dan tukang berimajinasi." Tantang Soya tersenyum devil.