
***
Nenek Rita menoleh ke arah cindy yang sedang menikmati sarapannya “kamu yakin mau ikut liburan Randi nduk” Tanya nenek Rita
cindy menoleh ke arah neneknya yang duduk tak jauh dari ia duduk “iya nek, lagian bosen juga di rumah terus mending ikut Randi nanti aku juga bisa main sendiri nek gak harus ngintilin Randi terus, Cuma Randi kan masih bisa ngawasin aku kalau kita mainnya deketan, tau sendiri kan kalau mami sama papi suka khawatir kalau cindy main sendiri tanpa ada yang ngawasin” balas cindy
“ya sudah, tapi kalau randi sibuk main sama temennya jangan main jauh-jauh ya nduk, kamu tuh anak gadis mana ini kan tempat asing buat kamu jadi kamu harus hati-hati” nasehat nenek rita
“iya nek” cindy menurut saja ucapan neneknya karena ia tahu kalau neneknya khawatir dengannya
“cindy ayok” teriak randi dari balik pintu
Cindy menoleh ke arah neneknya “aku berangkat ya nek, nanti sampaikan ke kakek kalau kakek sudah pulang dari ladang cindy sudah berangkat sama randi” pamit cindy mencium pipi nenek Rita
“iya nduk” balas nenek Rita
Cindy langsung mengambil tas ranselnya dan berlari ke arah randi yang sudah masuk dalam mobil yang terparkir di halaman luas milik kakek ndan neneknya
Cindy masuk ke dalam mobil dan langsung memasang sabuk pengamannya ” ayok berangkat” ucap cindy
“yakin gak ada yang ketinggalan” Tanya randi memastikan tak ada yang ketinggalan
“gak ada” balas cindy
Randi melajukan mobilnya membelah jalanan menuju tempat penginapan dekat tempat wisata yang ingin ia kunjungi bersama teman-teman satu kampusnya “yakin kamu nanti mau jalan terpisah gak bareng sama aku dan teman-temanku aja” Tanya randi
“enggak lah, aku kan gak kenal sama teman-teman kamu” balas cindy
“ya kenalan lah” timpal Randi
“males ah, nantiyang ada mereka gak nyaman dengan kehadiran aku, lagian kita di sana kan Cuma tiga hari saja
__ADS_1
jadi gak masalah lah kalau aku main sendiri nanti kalau mami sama papi sudah datang mana boleh aku main sendiri” jelas cindy pada Randi ingin berlibur tanpa pengawasan ketat dari kedua orang tuanya
“oke deh” Randi setuju saja dengan keinginan cindy yang ingin jalan-jalan sendiri, toh Cindy juga sudah besar dan bisa menjaga dirinya sendiri
Yang terpenting bagi randi cindy masih jalan di sekitarannya jadi ia masih bisa mengawasinya nanti dan tetap
bisa menjaga sepupunya itu
Sesampainya di penginapan Randi mengantarkan cindy ke kamar yang akan di tempatinya selama tiga hari ini “kamu istirahat dulu ya, nanti kalau lapar ada restoran di bawah, aku mau ketemu sama teman-temanku dulu” pamit randi
“iya ran, santi saja aku makannya, aku bisa sendiri kok jadi jangan terlalu khawatir” balas cindy
“oke” Randi langsung bergegas ke kamar teman-temannya yang memang semuanya adalah pria, sedangkaan teman wanita yang akan ikut kumpul baru besok datangnya jadi Randi tidak ingin mengajak cindy karena takut teman-temannya akan menggoda cindy
Cindy memutuskan untuk membersihkan diri dan tidur sebentar untuk mengistirahtkan tubuhnyayang terasa begitu lelah karena perjalananya tadi cukup sulit untuk di lalui karena tempat penginapan itu terbilang di daerah pelosok dan akses jalan yang sedikit mengguncangkan tubuh tapi memiliki pemandangan yang cukup indah
“eugghhhh” tiara membuka mata dan melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 7 malam “wah gila aku ketiduran lama” Cindy tidur jam 12 siang tadi dan sekarang sudah jam 7 malam saja itu tandanya ia tidur begitu lama
Cindy langsung mengabari randi bahwa tadi dirinya ketiduran dan meminta Randi untuk tidak khawatir dengannya karena ia bisa mengurus dirinya sendiri
Cindy berjalan keluar kamarnya untuk membeli makanan di restoran dekat penginapan karena memang dirinya sudah merasa begitu lapar sebab melewatkan makan siangnya karena keasyikan tidur tadi
“makan apa ya” gumam cindy mulai memasuki restoran itu dan melihat menu-menu yang ada di dinding rerstoran
Cindy membuka buku menu dan mulai memilih menu yang di rasa pas di lidahnya “mbak” cindy memanggil pelayan untuk memesan makanan
Suara cindy menyita atensi seseorang yang ternyata mengenali suara cindy “cindy” gumam seorang pria muda
Untuk memastikan penglihatnnya pria itu datang mendekati cindy “cindy bukan” Tanya pria itu
Cindy mendongak dan mulai memindai tubuh pria di hadapannya “pak Dion” cindy sempat tak mengenali Dion
__ADS_1
karena Dion memakai pakaian santai tidak seperti biasanya yang memakai pakaian formal dengan setelah kemeja dan celana bahan sebagai seorang guru dan juga pengusaha
Tampilan Dion benar-benar membuat pangling Cindy karena Dion terlihat lebih muda dengan penampilan santainya tidak seperti saat sedang memakai pakaian formal membuatnya terlihat begitu dewasa dan matang
“kamu beneran cindy” Dion menyunggingkan senyumnya melihat salah satu muridnya saat masih mengajar di SMA ada di tempat yang kebetulan sedang ia kunjungi untuk meninjau proyek yang akan ia kerjakan tak
jauh dari penginapan yang ia tempati sekaraang
“iya pak saya cindy, kok bapak ada di sini” Tanya cindy
"ada kerjaan disini, kamu ngapain di sini” balas dion
“lagi liburan pak”balas cindy
“boleh bapak duduk di sini” tunjuk dion pada kursi di depan cindy
“boleh aja sih pak” cindy mempersilahkan dion untuk duduk
Dion langsung duduk dengan santai “bukannya kamu kuliah di Inggris cin” Tanya Dion masih ingat pilihan kampus yang di pilih oleh Qiana dan teman-teman dekat Qiana
“iya pak, lagi liburan di sini mumpung libur semester” balas cindy
“oh” Dion hanya mengangguk saja
Akhirnya dion dan cindy makan malam bersama sambil mengobrol seputar sekolahnya dulu dan pendidikannya di Inggris. Sungguh tak ada pembicaraan tentang Qiana di sana karena memang tak ada yang memulainya.
Dion yang memang tak ingin membahas qiana karena sedang menyiapkan rencana besar untuk mendapatkan Qiana dan Cindy yang tak ingin membahas itu karena menurutnya itu kurang sopan saat membahas masalh pribadi orang lain, terlebih mereka tidak dekat
Cindy melirik jam tangannya lalu menoleh ke arah Dion “sudah malam pak, saya masuk dulu ya, nanti sepupuku khawatir lagi sama aku karena belum balik ke kamar jam segini ” pamit cindy
“silahkan cin” Dion mempersilahkan Cindy untuk kembali masuk kamarnya untuk beristirahat karena waktu mengobrol mereka cukuplah lama, 3 jam lamanya karena sekarang sudah jam 10 malam dan mereka mulai mengobrol sejak jam 7 malam tadi
__ADS_1