Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Wanita multitalenta (Season 2)


__ADS_3

Cahaya terang mulai menembus di balik gorden tipis mencoba membuka mata yang masih terpejam itu untuk membukanya "pagi sayang"sapa seseorang pria saat melihat wanita di hadapannya membuka mata


wanita itu tersenyum manis ke arah pria tersebut dan mengecup kilas bibir pria itu "selamat pagi kak" balas wanita yang tak lain adalah Cindy


Alvian membawa Cindy ke dalam pelukannya  "nanti siang aku ada janji temu dengan Dion mau ikut atau tidak" tanya Alvian


"aku kan sekertaris kakak tentu harus ikut" balas Cindy


"kamu yakin mau menemuinya" tanya Alvian


Cindy mendongak dan mengerutkan keningnya "kakak masih cemburu dengannya, kan aku sudah bilang ke kakak kalau aku sudah bilang ke mas Dion untuk mengurus hidup masing-masing saja dan tidak boleh ikut campur uusan satu sama lain" balas Cindy


"sepertinya dia marah sama kamu, maaf tadi kakak lihat ponsel kamu karena Dion terus mengirimi pesan dan menelponmu berkali-kali menanyakan keberadaanmu dan menyampaikan ketidaksukaannya dengan sikap kamu semalam" jelas Alvian


"biarkan saja dia marah aku gak peduli lagi" Cindy beranjak dari tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandai dengan santainya padahal ia dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun


Alvian memicingkan matanya ke arah Cindy "kamu menggoda kakak" tanya Alvian


Cindy menoleh ke belakang "kapan aku goda kakak, aku cuma mau mandi" balas Cindy


"itu sama saja" Alvian mengejar Cindy dan ikut mandi bersama di sana


***


Cindy merapihkan pakaian Alvian setelah memasangkan dasi untuknya "nanti setelah pertemuan dengan mas Dion aku izin pulang cepat ya kak" ucap Cindy


"mau kemana" Alvian melingkarkan tangannya di pinggang Cindy dan mengecup bibir yang sudah membuatnya candu itu


"ada janji nemenin Hasley ke toko buku dan membeli pakaian karena minggu depan dia ada acara di sekolahnya dan butuh bantuan untuk memilih pakaian yang cocok" balas Cindy


Alvian tersenyum bahagia melihat kedekatan kekasihnya itu dengan putri satu-satunya "kalian begitu dekat rupanya sampai dia tidak perduli lagi jika aku tak pulang tapi dia akan selalu bertanya padamu jika tidak melihatmu beberapa jam saja" ucap Alvian membuat mimik wajah sedih


Cindy mengalungkan tangannya di leher Alvian "tentu kami dekat, kita kan tinggal serumah selama tiga tahun dan bukankah kita juga dekat karena tinggal serumah" balas Cindy


"cup" Alvian kembali mengecup kilas bibir Cindy "sudah ayo berangkat ada pekerjaan yang harus kakak kerjakan sebelum keluar untuk bertemu dengan Dion" ajak Alvian


"baiklah" Cindy mengalungkan tangannya di lengan Alvian dan berjalan ke luar apartemen layaknya pasangan kekasih yang saling mencintai


Di perusahaan Cindy di kenal sebagai kekasih sekaligus sekertaris pribadi Alvian dan para bawahan Alvian tentu menaruh hormat pada Cindy karena kedekatan Cindy dan Alvian mengarah ke jenjang yang akan lebih serius lagi karena di mana ada Alvian di situ pasti ada Cindy bahkan semua orang yang mengenal Cindy ataupun Alvian tentu tahu mereka tinggal serumah karena Alvian tidak menutupinya sama sekali saat ada orang yang berkunjung ke rumahnya dan melihat keberadaan Cindy di sana


"kak ini berkas yang harus di tandatangani" Cindy menyerahkan berkas yang harus di tandatangani oleh Alvian

__ADS_1


"terima kasihs sayang" Alvian memanggil sayang dengan santainya pada Cindy di kantornya tanpa takut ada yang mendengarnya karena ia tetaplah kekasihnya di mata semua orang


"sama-sama kak" Cindy kembali ke meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang begitu menumpuk


menjadi sekertaris pembisnis yang cukup hebat tentu menjadikan dirinya sekertaris yang harus bekerja cepat apalagi ia bukan hanya mengurus pekerjaan tapi mengurus segala kebutuhan Alvian sampai kebutuhan putri Alvian pun Cindy lah yang mengurusnya


Dulu segala kebutuhan Alvian di urus asistennya yang bernama Riko tapi semenjak kehadiran Cindy dirinya begitu terbantu untuk mengurus keperluan Alvian, ia hanya fokus mengurus pekerjaannya saja sekarang sedang yang lain akan di urus Cindy


"Cin" panggil Riko


Cindy mendongak "iya mas Riko"balas Cindy


"nanti ingetin pacar kamu kalau kita ada janji temu sama adiknya sejam lagi" ucap Riko


Cindy terkekeh dengan ucapan Riko "kalau orang lain yang bilang mungkin wajar sih mas tapi mas kan tahu aku itu istri siapa" kekeh cindy


"tapi aku juga tahu hubungan seperti apa yang terjalin antara kamu dan Alvian" Riko melengos meninggalkan Cindy setelah menyampaikan hal berkaitan dengan pertemuannya


Riko dan Alvian memanglah Asisten dan atasan tapi di luar itu mereka adalah sahabat, bahkan Riko juga mengenal baik papi Cindy, cuma Riko berusia jauh di bawah Alvian jadilah Cindy memanggilnya mas Riko agar jauh lebih sopan


Cindy berjalan masuk ke ruangan Alvian dengan mengetuk pintu terlebih dahulu "kak" Cindy berjalan menghampiri Alvian "kita siap-siap ya, pertemuannya bentar lagi, semua berkas sudah di atas meja aku tadi mas Riko ngingetin juga" ucap Cindy


Cindy tersenyum simpul "cup" Cindy ******* bibir Alvian dengan lembut


Alvian mengusap sudut bibir Cindy yang basah "harus benerin riasan kamu deh kayanya " ucap Alvian


"iya kak" Cindy berjalan kembali ke meja kerjanya dan membenarkan riasannya seperti yang di minta Alvian


Alvian berjalan keluar berbarengan dengan Riko yang keluar ruangannya "sudah siap Alvian" tanya Riko


"sudah, ayok" Alvian menoleh ke arah Cindy


"ayok sayang" ajak Alvian


Cindy berjalan sambil menenteng tas berisi berkas-berkas yang akan mereka gunakan saat pertemuannya dengan Dion kaena kali ini mereka bertemu untuk membahas Bisnis


Riko berjalan di belakang Alvian dan Cindy yang berjalan berdampingan "aku pakai mobil sendiri atau bareng kalian" tanya Riko


"harusnya kamu tahu tanpa bertanya " balas Alvian datar


"iya aku tahu kalau harus bawa mobil sendiri, aku juga gak mau jadi obat nyamuk" balas Riko tak kalah datar

__ADS_1


Cindy terkekeh mendengar obrolan Alvian dan juga Riko "entah kenapa aku selalu merasa lucu tiap kali kalian bicara saat saling meledek dengan nada datar kalian" ucap Cindy


"kamunya aja yang terlalu aneh bisa ketawa dengan obrolan kita padahal orang-orang pada takut saat lihat kita bicara" balas Riko


"jangan katain wanitaku" tukas Alvian tidak terima Cindy di katai aneh


"iya sih yang sudah bucin tingkat akut" Riko hanya berdecak kesal dengan Alvian yang terlalu mencintai Cindy padahal dulu ia begitu mencintai ibu kandung Hasley sampai bilang tidak akan menikah lagi padahal dulu Alvian masih sangatlah muda saat di tinggal meninggal oleh mendiang ibu kandung Hasley


***


Alvian, Riko dan Cindy memasuki ruangan yang sudah ada tiga orang duduk dengan rapih di sana "maaf jika telat" ucap Alvian


Alvian menarik kursi untuk Cindy duduk "duduk sini saja" ucap Alvian


"terima kasih kak" Cindy langsung menghempaskan bokongnya di kursi yang sudah di tarik Alvian


Alvian menarik kursi dan duduk di samping Cindy "kakak mau pesan seperti biasa" tanya Cindy


"ganti menu lain ya" balas Alvian


"oke" Cindy langsung memesankan makanan Alvian tanpa bertanya lebih lanjut


Cindy menoleh ke arah Riko "mas Riko gimana" tanya Cindy


"samain aja, biasanya kamu kan tahu betul selera Alvian dan mas seleranya gak jauh beda dengan Alvian" balas Riko


"oke deh" Cindy langsung mencatat pesanan kedua atasannya dan memberikan pada pelayan


Dion memicingkan matanya ke arah Cindy yang sama sekali tidak menyapanya sedari tadi "kenapa kamu gak angkat telponku" tanya Dion


Cindy pura-pura tak mendengar padahal dia tahu kalau hal itu di tanyakan untuknya "apa kamu tuli cindy!" teriak Dion


"jaga ucapan kamu Dion" bentak Alvian tak suka saat Dion membentak Cindy


Cindy hanya tersenyum tipis ke arah Dion "saya hanya sekertaris tuan Alvian jadi saya gak ada kewajiban untuk membalas pesan anda atau mengangkat panggilan anda di luar jam kerja saya" balas Cindy dengan sopan


"jangan lupa kalau aku ini masih.." ucapan Dion langsung di potong Cindy


"kita di sini untuk bekerja pak Dion, dan di sini ada dua bawahan anda dan dua atasan saya jadi tolong tidak membahas apapun di luar pekerjaan" tukas Cindy dengan tegas


Dion menoleh ke arah Sekertaris pribadinya yang ada tepat di sebelahnya, sadar kalau Indah sekertarisnya tidak tahu perihal hubungannya dengan Cindy dan hanya asistennya Zian lah tang tahu bahwa Cindy adalah istrinya

__ADS_1


__ADS_2