Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Malam Petaka (season 2)


__ADS_3

Dion memanggil petugas resort untuk menyiapkan kamar untuknya dan cindy yang akan menginap karena akan turun hujan dan jelas Dion tidak ingin membahayakan nyawanya jika nekat pulang ke pinginapan yang dari kemarin ia tempati


Dion menuangkan wine ke dalam gelasnya “karena saya gak menyetir, minum sedikit tak masalah kan” Tanya Dion mengangkat gelasnya ke arah Cindy


“tentu saja, silahkan pak” cindy mempersilahkan Dion untuk minum winenya


Awalnya Dion hanya ingin mencicipi wine itu tapi entah kenapa lama kelamaan iya begitu menikamati wine


itu tanpa terasa ia menghabiskan lebih dari setengah botol wine, padahal Cindy satu gelas saja belum habis


Cindy melihat wajah Dion yang sudah memerah “bapak sudah mabuk nih” gumam cindy sadar betul Dion sudah mabuk


Cindy yang tingal di inggris tentu sudah tak asing lagi dengan orang yang sudah mabuk “saya gak mabuk kok cindy” tukas Dion dengan suara yang sudah tidak beraturan karena kesadarannya sudah menghilang sebab wine yang di nikmati Dion memiliki kadar alkohol cukup tinggi


“ayo pak saya antar ke kamar saja” ucap cindy


Cindy memanggil petugas resort untuk menunjukan letak kamar yang akan di tempati Dion dan cindy untuk menginap


“ayo pak”cindy membantu memapah Dion menuju kamarnya walaupun sedikit kepayahan untuk membawa tubuh Dion yang jelas jauh lebih besar dariinya


Awalnya cindy meminta bantuan pria yang ada di sana tapi Dion yang sedang mabuk terus meracau akhirnya Cindy yang harus memapah Dion karena dengan dirinyalah Dion masih mau menerima sentuhan seseorang  “ngerepotin banget sih pak” gumam cindy mulai menggerutu kesal  saat memapah tubuh Dion yang terasa berat


Cindy harus melewati halaman resort yang cukup luas karena jarak antara tempat makan dan tempat penginapan itu cukup jauh “tik tik tik” saat cindy dan Dion melangkah di pertengahan jalan, sialnya hujan turun begitu cepat dan langsung saja deras sehingga tubuh mereka langsung basah karena air yang turun dengan begitu cepat


Cindy tentu kepayahan memapah Dion, untung reflek dion masih bagus saat hujan turun jadi ia ikut berlari agar


segera terhindar dari hujan yang mengguyur dengan begitu cepatnya


Pak Agus mengantar Cindy dan Dion ke kamar yang ada di lantai teratas karena kebanyak kamar di sana masih dalam tahap renovasi dan lantai teratas lah yang sudah sudah rampung mengalami perbaikan


pak Agus menoleh ke arah cindy “kalian kehujanan dan basah gini dan pasti gak bawa baju ganti  kan nona” pak agus menyerahkan sepasang kaos dan celana yang ada dalam paper bag pada Cindy  “ini pakaian seadanya agar kalian tidak kedinginan karena terus memakai pakaian basah “ ucap pak agus lagi


“terima kasih ya pak” cindy menerima paper bag berisi pakaian untuknya dan Dion  dengan senang hati karena tak mungkin juga ia tetap memakai pakaian basah di cuaca dingin seperti itu


Cindy membawa tubuh Dion masuk ke dalam kamar dengan susah payah “berat juga nih orang” cindy membaringkan tubuh dion ke lantai karena tak ingin kasurnya basah, bisa tidak tidur nanti kalau kasurnya basah mana kasurnya Cuma satu, walaupun di sana ada sofa besar sih


Cindy menepuk pelan pipi dion “pak, pak, pak” cindy berusaha membangunkan Dion dengan lembut tapi kunjung ada respon padahal Dion sempat belari tadi walaupun setelah masuk gedung Dion kembali tidak sadar lagi


“bangun dulu ganti baju pak nanti masuk angin” ucap Cindy tapi tak ada jawaban dari Dion lagi


Cindy mulai lelah membangunkan Dion “ah capek juga, mendingan mandi dulu lah nanti aku yang sakit lagi” cindy memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu karena dirinya sendiri juga sedang kebasahan sebab kehujanan bersama Dion tadi

__ADS_1


Tak menunggu waktu lama cindy selesai membersihkan diri dan berganti pakaian “untung warna kaosnya gelap”


cindy melirik pakaian yang sedang ia pakai "tapi gak bisa pakai celana karena kebesaran" gumam Cindy merutuki dirinya yang hanya pakai kaos oblong tanpa memakai celana


Semua pakaian cindy basah dan terpaksa ia tidak memakai dalaman Karena pakaiannya basah sampai ke


dalaman-dalaman bajunya jadi tubuhnya hanya memakai kaos berukuran oversize itu


“di jemur dulu” cindy membuka balkon untuk menjemur pakaiannya yang basah


"hujannya lama kali ya” melirik kondisi langit yang gelap cindy jadi teringat dengan Randi


“eh kabarin Randi dulu kali ya” cindy mengambil ponselnya dan menghubungi Randi


“tut tut tut” panggilannya tak kunjung tersambung “sinyalnya susah kali ya” cindy meletakan ponselnya kembali


dan melirik Dion yang masih terbaring di lantai


“kasihan juga kalau gak ganti baju ya nanti kalau sakit di kira aku yang gak punya perasaan” gumam cindy


Cindy sempat ragu bagaimana caranya membantu Dion untuk mengganti pakaiannya dan setelah lama berpikir akhirnya Cindy memberanikan diri membuka pakaian Dion perlahan karena kasihan pada Dion jika tidur dalam posisi pakainnya yang basah


Cindysudah meloloskan pakaian atas milik Dion, dirinya sampai menelan salivanya susah payah saat melihat tubuh berotot milik Dion itu "pinter jaga tubuh ini pak Dion" batin CIndy


Cindy begitu gugup saat matanya beradu pandang dengan manik mata milik Dion “ah maaf pak, saya Cuma kasihan sama bapak kalau tidur dalam keadaan basah kaya gini” cindy jadi gugup karena  harus menghadapi posisi seperti ini di mana terlihat bahwa cindy adalah wanita nakal karena membuka pakaian dion tanpa izin terlebih dahulu


Dion menyunggingkan senyumnya  “kau pasti tertarik dengan ini” Dion mengarahkan tangannya ke arah dadanya yang bak roti sobek itu


Hati cindy begitu berdebar saat tangannya menyentuh dada kotak-kotak milik Dion, bisa cindy akui tubuh dion


memanglah sangat bagus “gak kok pak”cindy menarik tangannya dengan gerakan cepat karena ia langsung sadar ini perbuatan salah


Cindy berjalan ke arah di mana ia meletakan paper bag berisi kaos yang di berikan pak agus tadi. Mata Dion tak hentinya terus mengamati tubuh Cindy tanpa berkedip dan membuat jiwa kelakiannya bangkit dengan begitu cepat  “tadi pak agus kasih ini buat ganti bapak, karena tadi kita kan kebasahan karena kehujanan” cindy menyerahkan paper bag itu pada Dion


Entah sadar atau tidak Dion tak hentinya memandangi tubuh cindy yang terlihat begitu indah karena ia hanya memakai kaos oblongnya saja dan body cindy sungguh tercetak jelas bahwa ia tak memakai dalaman karena kaos itu begitu tipis


Terlihat lekukan tubuh cindy yang sudah terbentuk sempurna di usianya yang menginjak usia 19 tahun itum beberapa bagian yang harusnya membesar itu tumbuh dengan baik membuat Dion menelan salivanya dengan susah payah karena  melihat tampilan cindy yang masih dalam keadaan rambut basah dan hanya memakai kaos ukuran oversize itu saja yang jelas sekali di tarik oleh Dion maka tubuh Cindy langsung terlihat semua


Cindy bisa melihat tatapan aneh Dion dan merasa harus berhati-hati karena biar bagaimanapun mereka pria dan wanita yang ada dalam satu ruangan dan bisa menimbulkan adanya bujuk rayuan 'setan' “cepat ganti pak” cindy langsung berlari ke atas ranjang dan masuk dalam selimut dan menutup seluruh tubuhnya


Entah 'setan 'apa yang masuk ke dalam otak Dion saat itu, tiba-tiba saja Dion melepaskan celana yang tadi belum sempat di buka cindy dan menyisakan boksernya saja. Dion berjalan ke arah cindy dengan gerakan

__ADS_1


begitu pelan  “kamu tinggal di Inggris kan jadi pasti tidak asing dengan ini” dion menarik selimut cindy dan


menampakan cindy yang memasang wajah takut dan ngerinya


“bapak mau ngapain” Tanya cindy dengan wajah gugup dan jelas ia begitu panik karena Dion terus mendekatinya


“menghilangkan dingin yang sekarang kita berdua alami” balas dion dengan santainya


memang tidak waras Dion ini, bagaiman ia bisa melakukan hal itu pada wanita yang pernah jadi muridnya dan dia juga cukup mengenal Cindy dan tak pernah dekat dengan pria manapun selama sekolah karena orang tuanya sangat menjaga Cindy. otaknya yang sedang konselet itu hanya berpikir pasti Cindy sudah pernah melakukannya karena cindy tinggal di Inggris yang jelas pergaulannya jauh lebih bebas dan Cindy yang jauh dari pengawasan orang tua


“bapak jangan aneh-aneh ya” cindy beranjak dari tidurnya dan segera bangkit dari sana agar bisa lari dari Dion


“mau kemana” dion mencekal tangan cindy dengan sekali gerakan tubuh Cindy langsung jatuh di pangkuan DIon


“jangan gila ya pak” mata cindy membelalak lebar tatkala baru sadar kalau Dion hanya memakai bokser saja dan ia sekarang menduduki balok keras tepat di bawah pantatnya


“saya gak gila” Dion menarik tubuh cindy dengan sekali gerakan dan “brugh”cindy langsung jatuh dalam pelukan


Dion


“jangan keterlaluan ya pak” cindy berusah melepas tangan yang mencengkeram lengannya tapi percuma saja karena tenaga dion tentu jauh lebih besar darinya


“ini juga bukan pertama untukmu kan” Dion langsung membungkam mulut cindy dengan bibirnya yang menutup mulut Cindy dengan gerakan brutalnya


Cindy terus berontak tapi dion sama sekali tak melepaskannya, tangan dion terus bergerilya di tubuh indah


milik cindy tanpa permisi walaupun cindy terus saja berontak


Dan entah sejak kapan kini tubuh keduanya sudah sama-sama polos dan posisi tubuh cindy ada di bawah kungkungan Dion “saya mohon pak jangan lakukan ini sama saya, saya gak ada salah juga sama bapak” mohon cindy dengan suara isak tangis tapi dion seolah menulikan pendengarannya


Tubuh cindy sudah ternodai dengan banyaknya tanda kepemilikan di tubuhnya yang tercetak jelas akibat perbuatan Dion di sekujur tubuh cindy sampai di bagian tertutupi sekalipun


“tidak usah munafik cindy, saya tahu pergaulan di sana jadi kamu pasti sudah pernah kan” ucap dion dengan


yakinnya bahwa Cindy sudah mencicipi gaya pergaulan di sana


“tidak pak!” tentu cindy menolak tegas itu semua karena memang dia tidak pernah melakukan itu


walaupun Cindy ringgal jauh dari orang tuanya tentu orang tuanya masih mengawasi pergaulan Cindy dan memastikan cindy pulang ke asramanya setiap hari


Dion menyunggingkan senyumnya “ayo kita buktikan” ucapan kamu" dion menerobos paksa inti mahkota milik cindy dengan sekali gerakan karena tadi ia sudah membuat yang ada di bawah sana basah dengan gerakan jarinya yang terus memberikan umpan untuk Cindy membuat cindy mengalami pelepasan sampai dua kali walaupun hanya menggunakan jari saja

__ADS_1


“akkkkkkhhhhh!” cindy menjerit kesakitan karena dion menjebol paksa mahkota yang cindy jaga selama 19 tahun


hidupnya


__ADS_2