
Dion memanggil petugas resort untuk menyiapkan kamar untuknya dan cindy yang akan menginap karena akan turun hujan dan jelas Dion tidak ingin membahayakan nyawanya jika nekat pulang ke pinginapan yang dari kemarin ia tempati
Dion menuangkan wine ke dalam gelasnya “karena saya gak menyetir, minum sedikit tak masalah kan” Tanya Dion mengangkat gelasnya ke arah Cindy
“tentu saja, silahkan pak” cindy mempersilahkan Dion untuk minum winenya
Awalnya Dion hanya ingin mencicipi wine itu tapi entah kenapa lama kelamaan iya begitu menikamati wine
itu tanpa terasa ia menghabiskan lebih dari setengah botol wine, padahal Cindy satu gelas saja belum habis
Cindy melihat wajah Dion yang sudah memerah “bapak sudah mabuk nih” gumam cindy sadar betul Dion sudah mabuk
Cindy yang tingal di inggris tentu sudah tak asing lagi dengan orang yang sudah mabuk “saya gak mabuk kok cindy” tukas Dion dengan suara yang sudah tidak beraturan karena kesadarannya sudah menghilang sebab wine yang di nikmati Dion memiliki kadar alkohol cukup tinggi
“ayo pak saya antar ke kamar saja” ucap cindy
Cindy memanggil petugas resort untuk menunjukan letak kamar yang akan di tempati Dion dan cindy untuk menginap
“ayo pak”cindy membantu memapah Dion menuju kamarnya walaupun sedikit kepayahan untuk membawa tubuh Dion yang jelas jauh lebih besar dariinya
Awalnya cindy meminta bantuan pria yang ada di sana tapi Dion yang sedang mabuk terus meracau akhirnya Cindy yang harus memapah Dion karena dengan dirinyalah Dion masih mau menerima sentuhan seseorang “ngerepotin banget sih pak” gumam cindy mulai menggerutu kesal saat memapah tubuh Dion yang terasa berat
Cindy harus melewati halaman resort yang cukup luas karena jarak antara tempat makan dan tempat penginapan itu cukup jauh “tik tik tik” saat cindy dan Dion melangkah di pertengahan jalan, sialnya hujan turun begitu cepat dan langsung saja deras sehingga tubuh mereka langsung basah karena air yang turun dengan begitu cepat
Cindy tentu kepayahan memapah Dion, untung reflek dion masih bagus saat hujan turun jadi ia ikut berlari agar
segera terhindar dari hujan yang mengguyur dengan begitu cepatnya
Pak Agus mengantar Cindy dan Dion ke kamar yang ada di lantai teratas karena kebanyak kamar di sana masih dalam tahap renovasi dan lantai teratas lah yang sudah sudah rampung mengalami perbaikan
pak Agus menoleh ke arah cindy “kalian kehujanan dan basah gini dan pasti gak bawa baju ganti kan nona” pak agus menyerahkan sepasang kaos dan celana yang ada dalam paper bag pada Cindy “ini pakaian seadanya agar kalian tidak kedinginan karena terus memakai pakaian basah “ ucap pak agus lagi
“terima kasih ya pak” cindy menerima paper bag berisi pakaian untuknya dan Dion dengan senang hati karena tak mungkin juga ia tetap memakai pakaian basah di cuaca dingin seperti itu
Cindy membawa tubuh Dion masuk ke dalam kamar dengan susah payah “berat juga nih orang” cindy membaringkan tubuh dion ke lantai karena tak ingin kasurnya basah, bisa tidak tidur nanti kalau kasurnya basah mana kasurnya Cuma satu, walaupun di sana ada sofa besar sih
Cindy menepuk pelan pipi dion “pak, pak, pak” cindy berusaha membangunkan Dion dengan lembut tapi kunjung ada respon padahal Dion sempat belari tadi walaupun setelah masuk gedung Dion kembali tidak sadar lagi
“bangun dulu ganti baju pak nanti masuk angin” ucap Cindy tapi tak ada jawaban dari Dion lagi
Cindy mulai lelah membangunkan Dion “ah capek juga, mendingan mandi dulu lah nanti aku yang sakit lagi” cindy memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu karena dirinya sendiri juga sedang kebasahan sebab kehujanan bersama Dion tadi
__ADS_1
Tak menunggu waktu lama cindy selesai membersihkan diri dan berganti pakaian “untung warna kaosnya gelap”
cindy melirik pakaian yang sedang ia pakai "tapi gak bisa pakai celana karena kebesaran" gumam Cindy merutuki dirinya yang hanya pakai kaos oblong tanpa memakai celana
Semua pakaian cindy basah dan terpaksa ia tidak memakai dalaman Karena pakaiannya basah sampai ke
dalaman-dalaman bajunya jadi tubuhnya hanya memakai kaos berukuran oversize itu
“di jemur dulu” cindy membuka balkon untuk menjemur pakaiannya yang basah
"hujannya lama kali ya” melirik kondisi langit yang gelap cindy jadi teringat dengan Randi
“eh kabarin Randi dulu kali ya” cindy mengambil ponselnya dan menghubungi Randi
“tut tut tut” panggilannya tak kunjung tersambung “sinyalnya susah kali ya” cindy meletakan ponselnya kembali
dan melirik Dion yang masih terbaring di lantai
“kasihan juga kalau gak ganti baju ya nanti kalau sakit di kira aku yang gak punya perasaan” gumam cindy
Cindy sempat ragu bagaimana caranya membantu Dion untuk mengganti pakaiannya dan setelah lama berpikir akhirnya Cindy memberanikan diri membuka pakaian Dion perlahan karena kasihan pada Dion jika tidur dalam posisi pakainnya yang basah
Cindysudah meloloskan pakaian atas milik Dion, dirinya sampai menelan salivanya susah payah saat melihat tubuh berotot milik Dion itu "pinter jaga tubuh ini pak Dion" batin CIndy
Cindy begitu gugup saat matanya beradu pandang dengan manik mata milik Dion “ah maaf pak, saya Cuma kasihan sama bapak kalau tidur dalam keadaan basah kaya gini” cindy jadi gugup karena harus menghadapi posisi seperti ini di mana terlihat bahwa cindy adalah wanita nakal karena membuka pakaian dion tanpa izin terlebih dahulu
Dion menyunggingkan senyumnya “kau pasti tertarik dengan ini” Dion mengarahkan tangannya ke arah dadanya yang bak roti sobek itu
Hati cindy begitu berdebar saat tangannya menyentuh dada kotak-kotak milik Dion, bisa cindy akui tubuh dion
memanglah sangat bagus “gak kok pak”cindy menarik tangannya dengan gerakan cepat karena ia langsung sadar ini perbuatan salah
Cindy berjalan ke arah di mana ia meletakan paper bag berisi kaos yang di berikan pak agus tadi. Mata Dion tak hentinya terus mengamati tubuh Cindy tanpa berkedip dan membuat jiwa kelakiannya bangkit dengan begitu cepat “tadi pak agus kasih ini buat ganti bapak, karena tadi kita kan kebasahan karena kehujanan” cindy menyerahkan paper bag itu pada Dion
Entah sadar atau tidak Dion tak hentinya memandangi tubuh cindy yang terlihat begitu indah karena ia hanya memakai kaos oblongnya saja dan body cindy sungguh tercetak jelas bahwa ia tak memakai dalaman karena kaos itu begitu tipis
Terlihat lekukan tubuh cindy yang sudah terbentuk sempurna di usianya yang menginjak usia 19 tahun itum beberapa bagian yang harusnya membesar itu tumbuh dengan baik membuat Dion menelan salivanya dengan susah payah karena melihat tampilan cindy yang masih dalam keadaan rambut basah dan hanya memakai kaos ukuran oversize itu saja yang jelas sekali di tarik oleh Dion maka tubuh Cindy langsung terlihat semua
Cindy bisa melihat tatapan aneh Dion dan merasa harus berhati-hati karena biar bagaimanapun mereka pria dan wanita yang ada dalam satu ruangan dan bisa menimbulkan adanya bujuk rayuan 'setan' “cepat ganti pak” cindy langsung berlari ke atas ranjang dan masuk dalam selimut dan menutup seluruh tubuhnya
Entah 'setan 'apa yang masuk ke dalam otak Dion saat itu, tiba-tiba saja Dion melepaskan celana yang tadi belum sempat di buka cindy dan menyisakan boksernya saja. Dion berjalan ke arah cindy dengan gerakan
__ADS_1
begitu pelan “kamu tinggal di Inggris kan jadi pasti tidak asing dengan ini” dion menarik selimut cindy dan
menampakan cindy yang memasang wajah takut dan ngerinya
“bapak mau ngapain” Tanya cindy dengan wajah gugup dan jelas ia begitu panik karena Dion terus mendekatinya
“menghilangkan dingin yang sekarang kita berdua alami” balas dion dengan santainya
memang tidak waras Dion ini, bagaiman ia bisa melakukan hal itu pada wanita yang pernah jadi muridnya dan dia juga cukup mengenal Cindy dan tak pernah dekat dengan pria manapun selama sekolah karena orang tuanya sangat menjaga Cindy. otaknya yang sedang konselet itu hanya berpikir pasti Cindy sudah pernah melakukannya karena cindy tinggal di Inggris yang jelas pergaulannya jauh lebih bebas dan Cindy yang jauh dari pengawasan orang tua
“bapak jangan aneh-aneh ya” cindy beranjak dari tidurnya dan segera bangkit dari sana agar bisa lari dari Dion
“mau kemana” dion mencekal tangan cindy dengan sekali gerakan tubuh Cindy langsung jatuh di pangkuan DIon
“jangan gila ya pak” mata cindy membelalak lebar tatkala baru sadar kalau Dion hanya memakai bokser saja dan ia sekarang menduduki balok keras tepat di bawah pantatnya
“saya gak gila” Dion menarik tubuh cindy dengan sekali gerakan dan “brugh”cindy langsung jatuh dalam pelukan
Dion
“jangan keterlaluan ya pak” cindy berusah melepas tangan yang mencengkeram lengannya tapi percuma saja karena tenaga dion tentu jauh lebih besar darinya
“ini juga bukan pertama untukmu kan” Dion langsung membungkam mulut cindy dengan bibirnya yang menutup mulut Cindy dengan gerakan brutalnya
Cindy terus berontak tapi dion sama sekali tak melepaskannya, tangan dion terus bergerilya di tubuh indah
milik cindy tanpa permisi walaupun cindy terus saja berontak
Dan entah sejak kapan kini tubuh keduanya sudah sama-sama polos dan posisi tubuh cindy ada di bawah kungkungan Dion “saya mohon pak jangan lakukan ini sama saya, saya gak ada salah juga sama bapak” mohon cindy dengan suara isak tangis tapi dion seolah menulikan pendengarannya
Tubuh cindy sudah ternodai dengan banyaknya tanda kepemilikan di tubuhnya yang tercetak jelas akibat perbuatan Dion di sekujur tubuh cindy sampai di bagian tertutupi sekalipun
“tidak usah munafik cindy, saya tahu pergaulan di sana jadi kamu pasti sudah pernah kan” ucap dion dengan
yakinnya bahwa Cindy sudah mencicipi gaya pergaulan di sana
“tidak pak!” tentu cindy menolak tegas itu semua karena memang dia tidak pernah melakukan itu
walaupun Cindy ringgal jauh dari orang tuanya tentu orang tuanya masih mengawasi pergaulan Cindy dan memastikan cindy pulang ke asramanya setiap hari
Dion menyunggingkan senyumnya “ayo kita buktikan” ucapan kamu" dion menerobos paksa inti mahkota milik cindy dengan sekali gerakan karena tadi ia sudah membuat yang ada di bawah sana basah dengan gerakan jarinya yang terus memberikan umpan untuk Cindy membuat cindy mengalami pelepasan sampai dua kali walaupun hanya menggunakan jari saja
__ADS_1
“akkkkkkhhhhh!” cindy menjerit kesakitan karena dion menjebol paksa mahkota yang cindy jaga selama 19 tahun
hidupnya