Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra part 13


__ADS_3

Demi ketenangan keluarga besarnya , putera memutuskan untuk melangsungkan pernikahan kedua adik iparnya secara bersamaan sebab saat satunya ingin cepat menikah dan satunya lagi takut keburu perut pasangannya membesar dan kesulitan menggelar resepsi pernikahan nantinya


"kalau sudah capek, ngomong ya Dahlia jangan takut ngomong sama mas, karena mas gak mau kamu dan anak kita kenapa-napa. Kita sudah ada pengganti buat nyalamin para tamu undangan jadi tenang saja" ucap Nazhief pada Dahlia yang kini sudah resmi jadi istrinya


Edzar yang memang duduk di sebelah Nazhief bisa mendengar segala ucapan Nazhief "kenapa rasanya aku yang jadi tumbal di sini" kelakar edzar begitu kesal dengan sang adik


"hussst gak boleh ngomong gitu, kalau gitu kan tandanya kak Edzar gak ikhlas nikahin Kak Salma" balas Nazhief melirik ke arah Salma


Edzar menoleh sekilas ke arah Salma takut Salma akan menganggap serius ucapan Nazhief "jangan sembarangan ya" Edzar jadi gugup melihat tatapan mata Salma padanya yang seolah-olah akan menelannya hidup-hidup


"ya sudah gak boleh terus ngeluh" sahut Nazhief dengan santainya


Dahlia menatap  Edzar dengan raut wajah bersalahnya "maafin Nazhief ya kak, Nazhief emang kadang suka gak mau kalah" ucap Dahlia merasa tak enak pada kakak iparnya


"jangan kamu yang minta maaf Dahlia, emang dasarnya suami kamu itu emang selalu buat kakak naik darah, jadi ini bukan karena kamu" jelas Edzar


pesta pernikahan kedua adik Qiana berjalan cukup lancar tanpa ada hambtan berarti dan Qiana syukuri itu


"syukur ya kak, semuanya lancar" Qiana bergelanyut manja di lengan putera ketika mengawasi para pegawai mulai beberes sisa pesta pernikahan Edzar  dengan Salma dan pernikahan Nazhief yang di gelar secara bersamaan


"iya, rasanya sungguh melelahkan karena kita mengurus dua pernikahan dalam satu waktu, tapi ada untungnya kita gak akan di pusingkan lagi dengan pernikahan adik kamu yang benar-benar menguras tenaga"  balas Putera


Qiana mencubit pinggang Putera "jangan lupa masih ada pernikahan Dilan sama Neo kak, emang kakak pikir saat mereka menikah kita gak kena lagi" sungut Qiana


"iya juga sih" kekeh Putera menyadari bahwa kedua adiknya saja belum menikah, dan kedua adiknya sudah pada usia menikah apalagi Dilan yang berpacaran dengan kekasihnya sejak SMA jadi menikah, mungkin tinggal menunggu waktu saja

__ADS_1


Sedangkan untuk Neo, masih belum jelas akan kapan dirinya menikah, sebab ia terlalu fokus dengan kuliahnya yang mengambil spesialis mata, bahkan Neo adik bungsu putera itu jarang sekali pulang ke rumah. Contohnya saat ini di acara pernikahan Edzar dan Nazhief saja ia tak datang hanya mengantarkan kado untuk keduanya


"Ghaly sama siapa sweetheart" Putera baru sadar anaknya tidak bersama dirinya cukup lama dan ia tak tahu anaknya itu ada di mana


"sama kakek buyutnya, katanya kakek Burhan kangen sama Ghaly, mungkin tidur di kamarnya kali" balas Qiana


keluarga besar Qiana memang memutuskan untuk menginap di hotel sebab acara resepsi berlangsung sampai malam jadi mereka memilih mengosongkan hotel untuk para kerabat serta tamu jauh untuk beristirahat


"ghaly tidur sama kakek buyutnya "mata Putera berbinar dengan cerahnya, seperti mentari yang baru saja terbit dari peraduannya


Qiana memicingkan matanya "apa arti mata itu..." Qiana bergidik ngeri akan apa yang ada dalam otak Putera


"kamu pasti tau apa yang kakak mau" Putera menaik turunkan alisnya dengan senyum smirknya


"tunggu sweetheart" putera mengejar Qiana yang berjalan lebih dulu dengan langkah cepat


Putera setengah berlari ke arah Qiana "grab" Putera menahan tangan Qiana "menolak keinginan suami itu dosa Qiana " tegur Putera


"ya sudah deh, ayuk" Qiana mencebikkan bibirnya kesal karena dia tidak akan bisa menang melawan Putera


Putera melingkarkan tangannya di pinggang Qiana "jangan seolah-olah kakak itu maksa kamu Qiana, biasanya kamu yang paling semangat saat kita bercinta apa lagi saat kamu selalu bilang 'ayo kak, terus.... lebih dalam, ayok kak... jangan melambat... cepat....dan masuk lebih dalam'" Putera menoleh ke arah Qiana "gak lupa kan Sweetheart" bisik Putera di telinga Qiana


muka Qiana sudah memerah seperti kepiting rebus "jangan ngomong gitu dong kak, kan Qiana jadi malu" rengek Qiana


Putera membuka pintu kamarnya dan langsung menghimpit Qiana di dinding kamarnya "kenapa harus malu, kan kita sudah nikah lama Qiana, sudah hampir 10 tahun masa masih malu saja" ledek Putera

__ADS_1


"ya tetep saja Qiana masih malu lah kak" balas Qiana


"ayo kita buat adik Ghaly lagi malam ini" ajak Putera


Qiana menahan tangan Putera yang akan mengajaknya naik ke atas ranjang "maafin aku ya kak, gak bisa segera memberikan anak lagi untukmu" ucap Qiana dengan wajah tertunduk


Putera mengernyitkan dahinya "loh kok kamu ngomong gitu sweetheart" tanya Putera keheranan


"ini sudah hampir 5 tahun kita mencoba untuk memberikan adik untuk ghaly dan bahkan aku juga sudah rutin memnium vitamin dari dokter tapi nyatanya tuhan masih belum mau memberikannya pada kita" balas Qiana


"ya ampun sweetheart" putera memeluk Qiana dengan begitu erat, ia baru sadar kalau ucapannya telath menyakiti hati istrinya


Putera dan Qiana memang tidak menunda kehamilanya yang kedua ini, bahkan ia dan putera menantikan kehamilan keduanya selama lima tahun belakangan tapi sepertinya tuhan berkata lain dan masih belum mau memberikan Qiana dan putera momongan baru


"maafin kakak ya sweetheart kalau ucapan kakak menyakitimu, kakak emang gak peka" Putera mengurai pelukannya dan menangkup wajah Qiana "kakak memang mengharapkan anak lagi dari kamu tapi jika tuhan tidak memberikannya kembali, kakak tak masalah dengan itu lagian kita sudah punya ghaly" putera mengecup kening Qiana dalam-dalam "yang kakak nantikan adalah hidup bersama kamu Qiana, walaupun tuhan tidak memberikan kita anak pun asal bisa hidup denganmu sampai ajal menjemput adalah ekbahagiaan terbesar tuhan yang di berikan kakak buat kakak" jelas Putera panjang lebar


Qiana terisak dalam pelukan Putera "Qiana sempat ketakutan gak bisa ngasih kakak anak lagi dan kakak bakal ninggalin Qiana buat cari wanita lain" adu Qiana menyampaikan ketakutannya yang selama ini ia pendam sendiri


"ya ampun Sweetheart" Putera makin merasa bersalah pada Qiana  "kakak itu cinta banget sama kamu jadi gak mungkin kakak akan berpaling pada wanita lain apalagi hanya karena kamu tidak hamil lagi" Putera mengecup bibir Qiana dengan penuh kehangatan "jiak ada yang harus di salahkan karena kamu tidak kunjung hamil itu harusnya kakak, kesalahan kakak karena kecebong kakak tidak kuat untuk nempus dinding rahim kamu" tukas Putera


"gak ada yang salah kok kak, ini memang tuhan yang masih ingin kita ngasih kasih sayang peuh buat Ghaly" sahut Qiana


"iya benar itu sweetheart, jadi jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri ya" pinta Putera


"iya kak" balas Qiana

__ADS_1


__ADS_2