Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Hanya ingin menikmati kesendirian (season 2)


__ADS_3

Vansh berjalan dari mobilnya masuk ke dalam rumah dengan keadaan yang cukup lelah karena seharian ini bekerja


Vansh menarik dasinya dan memilih duduk di sofa ruang tamu saking malasnya berjalan ke arah kamarnyan "kamu baru pulang" tanya seseorang menghampiri Vansh


Vansh mendongak "kakak di sini" Vansh melirik ke arah kakaknya dengan tatapan biasa saja


"iya, biasa mama lagi curhat ke kakak tentang kamu" Qian ingin adiknya tahu alasannya berasa di rumah orang tua mereka


Vansh memutar bola matanya malas "terus kakak mau nurutin mamah" tanya Vansh sambil merebahkan tubuhnya di sofa


"buat apa, kamu mau nikah atau enggak itu urusan kamu bukan hak kakak ikut campur" Qiana memang tidak ingin terlalu ikut campur akan pilihan adiknya, dia hanya akan menegur keras jika adiknya melakukan kesalahan


tapi kalau hanya tidak ingin buru-buru menikah tentu saja tidak masalah " lagian mamah itu aneh, papah aja baru nikah usia udah kepala 4 masa aku yang masih 24 tahun di cecar buat nikah" Vansh tidak habis pikir dengan jalan pikiran mamahnya yang terus memaksanya menikah padahal usianya masihlah sangat muda


"mama cuma khawatir sama kamu Vansh" lirih Qiana uang tahu betul alasan mamanya ingin Vansh segera memiliki pasangan


"aku tuh cuma pengen nikmatin kesendirian aku bukan mau membujanh selamanya kak" sahut Vansh


qiana menepuk pelan pundak sang adik "kakak tahu, kakak sudah ingetin mamah kok untuk tidak memaksa kamu, tapi kamu harus lebih pelan lagi saat bicara sama mama ya" pinta Qiana ingin Vansh tidak bersitegang saat menolek keinginan mamah mereka


"iya kak, Vansh coba" balas Vansh


"kakak denger kamu ketemu Hasley tadi" tanya Qiana


Vansh mengerutkan keningnya "kakak tahu dari mana" Vansh heran dari mana kakaknya tahu kalau dirinya habis bertemu Hasley


"tadi Hasley meminta bantuan kakak untuk bicara sama kamu perihal pekerjaannya dengan perusahaan kamu" Qiana menceritakan alasan kenapa dia bisa tahu pertemuan antara Vansh dan Hasley


"terus balasan kakak apa" tanya Vansh dengan muka sebabnya karena Hasley masih saja memanfaatkan keluarganya


"ya kakak bilang kalau uang jadi CEO itu kamu jadi hak kamu untuk buat keputusan, kakak hanya pemegang saham kecil dalam perusahaan dan bukannya penentu setiap keputusan yang di ambil oleh pimpinan perusahaan" jelas Qiana


Vansh bernafas lega, setidaknya kakaknya tidak akan ikut membuatnya pusing "Terima kasih ya kak" ucap Vansh begitu tulus


"kakak gak ngapa-ngapain kok, jadi jangan terus berterima kasih dengan kakak" tukas Qiana

__ADS_1


"dengan tidak mendikte pilihan hidup Vansh itu sudah sangat membantuku kak" Vansh merasa bersyukur kakaknya tidak mengurusi hidupnya terlalu jauh


"ya sudah kakak pamit pulang ya, titip mamah" Qiana memanggil Ghaly dan segera pamit pulang takut suaminya pulang tapi dia belum sampai rumah


***


Cindy sedang membuat susu untuk anak bungsunya uang kini berusia dua tahun


ya walaupun dulu Dion dan Cindy tidak menunda untuk memberikan adik buat Delano tapi nyatanya Tuhan memang menginginkan Delano benar-benar di asuh penuh kedua orang tuanya, jadilah saat Delano berusia 3 tahun dan sudah mulai belajar makan sendiri, Cindy di nyatakan hamil lagi dan itu sangat membuat Dion dan Cindy bahagia apalagi anak kedua mereka berjenis kelamin perempuan jadi makin lengkap saja keluarga kecil mereka


"Delano" panggil Cindy


"iya mah" Delano menghampiri mamanya untuk bertanya ada perlu apa memanggilnya


"kasihin susu Jean ya" pinta Cindy yang saat ini akan membuat kopi untuk suaminya uang sedang bersantai di ruang keluarga


"iya mah" Delano mengambil botol susu Jean dan berlari ke arah adiknya


"Jean susu" ucap Delano menyerahkan botol minum Jean


"yeeeaaaay" Jean berteriak hirang saat susunya datang dan langsung meminumnya sambil menyandarkan kepalanya di pangkuan sang ayah


"makasih ya sayang" Dion menerima kopi buatan istrinya dan menueruputnya sedikit lalaumeletakan kembali di meja


"yah, besok temani Delano ke tuku buku boleh" tanya Delano


Dion menoleh ke arah Delano "tentu saja boleh sayang" balas Dion mengusap kepala Delano


Cindy memicingkan matanya "loh bukannya kamu kemarin pergi sama Daddy beli buku juga ya" Cindy heran kenapa Delano meminta membeli buku lagi padahal baru kemaren pergi dengan Alvian


Delano memang memanggil Alvian dengan sebutan Daddy dengan alasan membahasakan agar panggilannya sama dengan Hasley sang kakak


"kemarin lupa beli buku gambar yang Delano mau, Daddy lebih suka ajak beli mainansih jadi Delano lupa " balas Delano dengan jujurnya


"ihhh dasar kak Alvian " Cindy jadi gemas sendiri dengan kelakuan Alvian yang selalu membelikan mainan untuk Delano padahal dia sudah sering mengingatkan untuk tidak membelikan makanan terlalu sering takut Delano menjadi anak yang manja dan membuang uang dengan percuma

__ADS_1


Dion yang tahu istrinya kesal pun mengelus punggung Cindy "sabar sayang" Dion mencoba menenangkan Cindy


"gimana bisa tenang coba" Cindy makin kesal jadinya saat di bujuk untuk tenang


Cindy menoleh ke arah Delano "inget semua ucapan mama ya Delano, di larang beli mainan lebih dari 3 kali dalam sebulan" tukas Cindy dengan nada penuh peringatan


"iya mah" Delano hanya mengangguk saja karena takut mamahnya kembali marah


"aunty" terdengar suara cempreng seseorang saat memasuki rumah yang sudah mereka semua hafal milik siapa suara itu


"apalagi tuh gadis satu" keluh Dion yang merasa sebal setiap keponakannya datang dan merajuk pada Cindy


"aunty" Cindy langsung mendorong tubuh Dion menjauh dengan kasar


dengan terpaksa Dion dan Jean hanya menggeser tubuh mereka menjauh. Untung saja sofa itu cukup panjang jadi masih buat jika di duduki oleh empat orang


"ada apa lagi Hasley" tanya Cindy dengan sabar menghadapi kelakuan keponakan suaminya


"masa aku di marahin sama albert aunty" adu Hasley


Cindy menghela nafas pendek, tahu betul kalau Albert bukanlah orang yang pemarah jika tindakan Hasley tidak keterlaluan " apa. lagi yang kamu lakuin" tanya Cindy


"aku tuh tadi telat ketemu klien gara-gara nemenin mama Risma ke butik" balas Hasley


"ya ampun Hasley" Cindy masih tak mengerti jalan pikiran Hasley "kan Albert sudah ingetin kamu berkali-kali jaga jarak dari mamanya, kok kamu ngeyel sih" Cindy juga kadang kesal setiap Hasley tidak mau mendengar nasehat orang lain


"tapi mama risma yang maksa terus aunty, aku kan gak enak sama mamanya Albert" balas Hasley


"ya Tuhan" Cindy menepuk jidatnya, pusing dengan kelakuan Hasley


"mamanya tuh mau mlorotin kamu doang Hasley, dan Albert gak mau hal itu. Dia mau menjaga harga dirinya dan kalau kamu terus melakukan hal itu sama aja kamu melukai harga diri Albert" jelas Cindy panjang lebar


"tapi aku gak enak aunty" sahut Hasley


"kalau keponakanmu itu masih ngeyel, biarin saja gak usah di urusin saja" sahut Dion yang mulai kesal dengan tingkah Hasley

__ADS_1


Hasley menoleh dan menatap tajam ke arah Dion " kok om ngomong gitu sih" kesal Hasley


"karena kamu tuh bebal, dan maunya di mengerti tapi gak mau ngertiin orang lain. Om aja sampai heran sih Albert bisa betah empat tahun sama kamu, dan mau nikahin kamu. kalau om yang jadi pacar kamu sudah om buang jauh-jauh" timpal Dion begitu kesal dengan Hasley yang susah di beri arahan


__ADS_2