
Pagi-pagi sekali Cindy memilih jalan-jalan di sekitaran penginapan dengan berjalan kaki sambil sesekali mengabadikannya melalui kamera yang sengaja ia bawa dari rumahnya untuk menyimpan memori semasa liburannya di Jogjakarta
“drrrrtttt” ponsel cindy berdering dan cindy bergegas mengangkatnya panggilan dari sepupunya
“ada apa randi” Tanya cindy saat mengangkat panggilan Randi
“dari tadi aku cari kamu karena sat aku ke kamar kamunya gak ada jadi aku telfon kamu" balas Randi
"maaf Randi, aku tadi jalan-jalan sekitar sini, lupa mau ngabarin kamu tadi" balas Cindy
"aku sama teman-temanku mau mendaki gunung sekitar sini dan mungkin pulangnya agak malam, gak papa kan kalau aku tinggal” Tanya randi memastikan apakah cindy tak masalah Jika di tinggal sendiri di penginapan
“gak papa Randi, aku bukan anak kecil jadi jangan khawatir sama aku” balas cindy tak masalah jika di tinggal sendiri di penginapan
“ya sudah, maaf nanti kalau ponselnya gak bisa di hubungi ya soalnya di gunung kadang sinyalnya jelek” tukas Randi
“iya” balas cindy
Cindy kembali melanjutkan perjalanannya saat panggilannya berakhir "di Jakarta gak ada tempat sebagus ini ya" gumam cindy masih begitu takjub akan pemandandangan di sana yang nampak begitu asri dan sejuk
Lama berjalan kaki cindy merasa begitu lelah "capek juga ya” cindy duduk di bangku kayu yang ada di pinggir
jalan sambil memijit kakinya yang terasa begitu lelah
“cindy” panggil seseorang dari balik kaca jendela mobilnya
Cindy mendongak menatap siapa yang memanggilnya “ bapak” gumam cindy melihat Dion yang memanggilnya
"kamu ngapain sing-siang di sini sendiri” Dion turun dari mobilnya dan menghampiri cindy
“habis jalan-jalan gak kerasa kakinya sampai pegal-pegal” balas cindy
Dion memindai sekitar “kata kamu sama sepupu kamu kok malah sendirian di sini” Tanya dion tak mendapati siapapun di dekat cindy
“iya ke sininya sama sepupuku, tapi dia juga sama teman sekampusnya jadi aku males kalau gabung sama mereka ya sudah aku jalan sedniri saja” balas cindy
“kebetulan saya lagi ninjau proyek wisata sekitar sini, mau ikut aja dari pada sendirian” Tanya Dion menawarkan untuk bersama meninjau proyek yang sedang di kerjakan anak buahnya
“gak ngerpeotin pak” Tanya cindy memastikan
__ADS_1
“enggak kok, Cuma ninjau proyek aja jadi gak begitu sibuk banget” balas dion
“ya sudah saya ikut bapak deh” cindy naik mobil dion dan ikut meninjau proyek yang sedang di kerjakan Dion
Lebih ke sibuk lihat-lihat sendiri sih ketimbang ikutin Dion, Dion hanya membiarkan cindy melakuakn apapun
yang dia inginkan selagi itu masih dalam tahap wajar dan cindy tidak pergi terlalu jauh atau mendekati tempat pembangunan yang sedang di kerjakan oleh beberapa pekerja
"kita makan siang dulu ya, nanti kamu bisa jalan sekitar sini dan saya mau lihat kerjaan pegawai bapak" ajak Dion
"iya pak" Cindy dan Dion makan bersama dan setelah makan saing mereka selesai, mereka berpisah masing-masing untuk melakukan kegiatan mereka masing-masing, Cindy memotret banyak tempat sedangkan Dion meninjau kerja para pekerja bangunan
Setelah selesai berbincang dengan mandor proyek, Dion menghampiri Cindy “mau jalan ke arah sana, katanya bagus” tunjuk dion pada lereng gunung
“boleh pak” cindy dan dion berjalan ke arah lereng itu
senyum cindy langsung terbit saat dirinya sudah sampai “bagus ya pak” cindy begitu takjub dengan pemandangan yang bisa ia lihat dari situ, terlihat sawah, sungai dan banyak pepohonan besar yang membuat penampakan alam begitu asri dan nyaman untuk di pandang itu dan jangan lupakan suasananya yang begitu sejuk
“di inggris gak bisa lihat beginian ya” Tanya dion
“iya lah pak, di Jakarta aja gak bisa apalagi di Inggris” balas cindy dengan ketus
duduk di samping Dion “bapak sering datang ke tempat-tempat seperti ini” Tanya Cindy
“gak juga sih, tergantung ada kepentingan atau tidak” balas Dion
“oh” cindy hanya mengangguk saja mendengar cerita dion
Saat asyik mengobrol ada yang menghampiri dion dan cindy “maaf pak Dion, kami sudah menyiapkan hidangan untuk pak Dion dan istri pak Dion” ucap pria yang bertugas mengurus resort yang sedang di kerjakan dion bernama pak Agus
“dia bukan....” baru dion akan menyanggah ucapan pak Agus tapi Cindy menggucang lengan dion
“makasih ya pak, nanti kita ke sana kok” timpal cindy menjawab ajakan pak Agus
“baik pak, bu” pak Agus langsung pergi meninggalkan Dion dan juga Cindy
Cindy menoleh ke rah “ enggak usah repot menjelaskan pak, toh saya gak akan sering kesini jadi gak masalah”
sahut cindy
__ADS_1
“terserah kamu saja” balas Dion tak ingin memperpanjang maslah itu, toh Dion tak terlalu akrab dengan pengurus Resort itu jadi ia pikir tak masalah
Pekerja resort memberikan beberapa sajian di meja makan untuk Dion cindy karena Dion merupakan penanam
modal terbesar di resort itu
“silahkan di santap pak makan malamnya, dan ini ada juga Wine yang kebetulan baru datang” seorang pelayan
yang bertugas menyajikan makanan menunjukkan botol wine pada Dion sebagai sajian untuk tamu terhomat mereka
“terima kasih, bisa kita makan berdua saja” pinta Dion pada para pelayan yang masih berdiri di sana dan itu membuat Dion kurang nyaman
“baik pak” pelayan itu permisi pergi meninggalkan Dion dan Cindy
“ayo makan cin” ajak Dion
“iya pak” cindy mulai menyantap makanan yang sudah di hidangkan dengan begitu semangat
“hmmm enak pak” cindy memakan dengan lahap sajian di hadapannya
“makan sebanyak yang kamu mau saja” Dion mulai menyantap makanan yang sudah di sajikan dengan santai tidak seperti cindy yang makan seperti orang kelaparan
Cindy melirik ke arah Dion “bapak gak minum winenya" Cindy melirik ke arah Winw yang hanya diam di sana padahal sudah di buka tutupnya
“saya kan nyetir cin jadi gak mungkin juga say minum itu” balas Dion
“iya juga” cindy menuang wine itu ke dalam gelasnya sendiri “dari pada mubajir saya coba ya pak” cindy dengan santainya mengambil wine dan menenggak secara perlahan untuk menikmati santapan makan malamnya
“gluduk gluduk” terdengar suara Guntur dan merubah warna langit dengan begitu cepatnya
Dion melirik ke arah langit yang terlihat gelap dan tak ada bintang “kayanya mau hujan deh” gumam Dion
Cindy ikut melirik ke arah langit “iya deh pakk ayanya mau hujan” sahut cindy
“kayanya kita gak bisa pulang deh, jalan di sini kalau hujan itu bahaya” Dion melirik kea rah cindy “gak papa
kan kalau kita nginep sini dulu, besok pagi-pagi sekali kita langsung pulang ke penginapan” tanya Dion
Cindy Nampak berpikir “ya sudah deh pak, dari pada bahaya juga di jalan, lebih baik kita menginap saja” balas Cindy
__ADS_1