
Jika di negara lain, Nazhief tengah berbahagia mendapatkan seorang kekasih maka berbeda dengan Di negara Indonesia, dimana keadaan sang kakak yaitu Edzar Ithar Kennedy
Edzar Ithar Kennedy adalah Anak ke dua Mario Kennedy, sekaligus adik Qiana. Saat ini Edzar menginjak usia 28 tahun. Di usia yang cukup matang dan cukup dalam membina rumah tangga, ia memilih masih tetap sendiri dan konsen di perusahaan keluarga ayahnya yang sejak 3 tahun lalu sudah resmi di bawah kekuasaannya sebab Ayah Mario memilih pensiun agar bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan sang istri
Edzar masih sendiri tentu memiliki alasan, tidak terjadi begitu saja atau karena ia tidak laku. Bagaimana mungkin seorang pria tampan, pintar, kaya dan penerus perusahaan besar seperti dirinya tidak ada yang suka, tentu banyak sekali yang menginginkannya. Tapi kembali lagi ke diri Edzar yang belum ingin membuka dirinya dan hanya konsen dengan perusahaannya saja
Jika di tanya apa alasannya, mungkin paling banyak menyebabkan hal itu adalah kisah percintaannya bersa Lea Askia dulu, dimana kisah percintaannya membuat hati ibunya terluka karena harus mengenang masa menyakitkan dalam hidup ibunya, apalagi setelah beberapa saat berlalu kenyataan wanita seperti apa yang sudah pernah ada di hatinya
"tok tok tok" terdengar suara ketukan pintu
"masuk" seru Edzar yang sedang sibuk membaca dokumen
"ceklek" pintu terbuka dan menampilkan seorang pria berparas blasteran masuk keruangan Edzar "maaf tuan kita ada meeting setengah jam lagi" ucap pria bernama James yang berprofesi sebagai Asisten Edzar
Edzar menghentikan sesaat kegiatannya yang masih membaca dokumen tadi "apa semua berkas meeting kita sudah di siapkan" tanya Edzar
"sudah sama sekertaris tuan kok, kita tinggal berangkat saja" balas James
"ya sudah, setelah menyelesaikan ini sebentar kita, kita langsung berangkat. Kamu dan Salma bersiap saja" balas Edzar
"baik tuan" James langsung keluar ruangan Edzar untuk memberi instruksi pada Salma Askia, sekertaris pribadi Edzar
James melangkahkan kakiknya ke mja Salma yang tepat di depan ruangan Edzar "Salma" panggil James
"iya pak, ada apa" tanya Salma dengan sopan
"sudah booking tempat untuk meeting kita kan" tanya James memastikan pekerjaan Salma
"sudah dong, tadi juga aku sudah memesan makananan apa saja yang kita makan nanti jadi setelah meeting kita bisa langsung makan" balas Salma dengan senyum tipisnya
"kalau soal makanan aku mah gak akan meragukanmu, secara di otak kamu yang paling utama adalah makanan
__ADS_1
"loh makanan kan penting buat hidup kita, gak makan gak hidup kan" Salma mengangkat kedua bahunya dengan ekspresi yang begitu serius saat menjelaskan soal makanan
"iya,ya" James memilih kembali ke ruangannya saja dari pada berdebat dengan salma yang jelas tidak ada akhirnya nanti
***
Edzar bersama asisten beserta Sekertarisnya melakukan meeting di salah satu restoran besar di Jakarta Selatan. 2 Jam mereka melaksanakan pembahasan seputar pekerjaan yang akan mereka lakukan bersama
"terima kasih atas kerjasamanya pak Edzar" lawan bicaranya yang bernama pak John, salah satu mitra bisnis Edzar menjabat tangan Edzar tanda terjalinnya kerja sama mereka yang baru
"sama-sama pak Jhon, semoga kerjasama kita berjalan lancar dan bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan kita berdua" balas Edzar
"tentu saja" balas Pak Jhon
"Kalau gitu, ayo makan siang dulu pak Jhon, sekertaris saya sudah memesankan makanan untuk kita" ajak Edzar
"Duh maaf ya Pak Edzar, kebetulan saya janji untuk makan siang di rumah jadi saya sepertinya tidak bisa ikut makan dengan anda" tolak Pak Jhon
Edzar tersenyum simpul ke arah Pak Jhon "saya dengar tentang kehamilan istri anda, selamat ya pak" Edzar memberikan selamat untuk rekan bisnisnya itu
"wah anak anda sudah mau dua" kaget Edzar yang baru mengetahui rekan bisnisnya akan memiliki anak ke dua
Pak Jhon terkekeh "pasti anda heran ya, usia 27 tapi saya sudah mau punya anak dua padahal saya baru menikah 2 tahun lalu " ucap Pak Jhon
"iya pak, seingat saya baru dua tahun lalu anda menikah karena bapak menikah sebelum ke Amerika untuk melanjutkan study" balas Edzar
Pak Jhon makin terkekeh "ini juga gak masuk dalam rencana saya sih pak, tapi mau gimana kalau istri saya begitu cantik jadi, istri saya kebobolan deh. Anak pertama saya juga baru 6 bulan pak" balas Pak Jhon masih dengan kekehan
"sekali lagi selamat ya pak" ucap Edzar
"terima kasih, dan semoga segera menyusul" setelah mengatakn itu , pak Jhon langsung pamit pulang
__ADS_1
tak lama pak Jhon pergi, pesanan makanan Salma datang dan peara pelayan mulai menata meja "kamu gak bosen apa Salma pesan makanan itu setiap keluar makan" Edzar melihat ada makanan yang sering kali ia makan saat keluar makan bersama sekertaris pribadinya
Salma terkekeh karena ketahuan sang bos memesan makanan yang ia suka "makanan ini cuma bisa saya makan kalau ada yang bayarin tuan, jadi mumpung tuan itu kaya, tidak pelit dan sangat baik hati jadi saya sekalian saja pesan ini" balas Salma
Makanan berupa Kepiting besar nampak di hadapan mereka bertiga yang sedang menikmati makan siangnya "terserah kamu saja salma, yang penting jangan ngeluh kolesterol kalau kamu keseringan makan seafood seperti ini" timpal Edzar
"jangan khawatir tuan, saya langsung minum obat kolesterol dan banyak makan nanas" balas Salma dengan santainya
Edzar hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah sang sekertaris
"oh ya tuan, tadi pagi nyonya nelpon saya buat minta di temenin belanja sore nanti, boleh enggak kalau izin pulang duluan" tanya Salma
Edzar mengerutkan keningnya "belanja" beo Edzar "bukannya bunda kalau pengen belanja di temenin kak Qiana ya" balas Salma
"kata nyonya sih, biar banyak yang kasih pendapat soalnya nyonya mau belanja buat keperluan lamaran tuan Nazhief" balas Salma
"ya ampun bunda, Nazhief mau langsungin pertunangannya saja masih nunggu liburan kuliah dan itu masih 4 bulan lagi, udah heboh aja " heran Edzar
"namannya mau punya mantu wanita pertama pasti heboh lah tuan, beda kali mau dapat mantu perempuan sama mantu laki" balas Salma
"bedanya apa" tanya Edzar
"nyonya kan bisa punya teman ngobrol lah gak cuma sama non Qiana saja, kalau mantu laki-laki kan gak enak di ajak ngerumpi" kekeh Salma
"ya ampun salma salma, kamu tuh sok tahu banget sama bunda" Edzar menggelengkan kepalanya akan tingkah Salma
"bukan sok tahu kali tuan" Salma tidak terima jika di katai sok tahu "tuan lupa ya kalau selain jadi sekertaris pribadi tuan, saya juga merangkap sebagai teman ghibah nyonya" kekeh Salma
James hanya bisa berdecak akan tingkah salma yang tidak ada segan-segannya sama sekali dengan atasannya "awas lama-lama terlalu akrab sama nyonya, bisa di angkat jadi menantu loh" ucap James berniat meledek Salma
"ogah ah jadi istri tuan, saya masih sibuk nabung buat beli rumah gak pengen buru-buru nikah" bantah Salma
__ADS_1
"kamu aneh sih Salma, kalau nikah sama Tuan, beli rumah ya gampang lah" James tak habis pikir dengan pola pikir Salma
"tetep ogah" balas Salma yang hanya di tanggapi kekehan oleh Edzar