Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Keluarga Besar Atharazka


__ADS_3

Di hari setelah Rania resmi menjadi wanita seutuhnya karena sudah melayani suami sahnya, mereka tetap menjalani aktifitas seperti biasa. Ke kantor untuk bekerja walaupun Rania agak sedikit kesulitan untuk beraktifitas seperti biasa


"Vansh pulangnya nunggu semua orang pulang kantor ya" Rania mengirim sebuah pesan pada Vansh saat sebentar lagi akan tiba jam pulang kantor


Vansh yang mendapat pesan seperti itu pun jadi bingung "ada apa? apa kamu terlalu banyak pekerjaan, nanti biar aku bilang sama om Brian untuk ngurangin pekerjaan kamu" Vansh mengetik balasan pesan begitu cepat


"bukan itu Vansh, sudahlah pokoknya jemput aku saat keadaan kantor sudah sepi atau aku akan marah padamu dan memotong jatahmu" balas Rania


"kenapa sih" gumam Vansh merasa Rania begitu aneh


***


Vansh menunggu Rania di lobi perusahaan om nya sampai cukup lama "ya ampun istriku itu" Vansh berdecak kesal saat satu jam menunggu Rania tak kunjung keluar


"aku susul saja lah" vansh keluar mobil beeniat menghampiri Rania


dan saat ia sampai di lobi, Vansh berpapasan dengan Rania membuat dia begitub terkejut "kamu kenapa sayang, sakit? kok gak bilang ke aku sih" tanya Vansh beruntung saat melihat langkah kaki Rania yang terlihat begitu tidak nyaman


"plak" Rania langsung memukul lengan Vansh begitu kencang "kita bicara di mobil saja" Rania meminta bantuan Vansh untuk memapahnya ke dalam mobil


di dalam mobil Rania menjelaskan pada Vansh kenapa sampai cara jalannya seperti itu "aku gak tahu kalau karena itu bisa bikin jalanmu seperti itik, sayang" ucap Vansh masih tak menyangka karena dirinya yang mengajak bercinta Rania berkali-kali membuat Rania kesulitan untuk berjalan


"diam Vansh, jangan banyak bicara" Rania menatap tajam ke arah Vansh "nanti bantu aku jalan dan jangan sampai ada yang menyadari cara jalanku" peringat Rania


"gimana mereka gak tahu lah sayang, orang jalanmu kaya gitu" balas Vansh tanpa rasa bersalahnya


"oke kalau kamu gak bantu aku, kamu libur sampai jalanku benar" ancam Rania


"ih kok gitu" protes Vansh tak Terima dengan ancaman Rania


"bodo amat" kesal Rania melipat tangannya sebatas dada


setelah menempuh perjalanan 30 menit, mereka sampai di kediaman utama keluarga Atharazka


saat sampai di sana sambutan hangat di berikan oleh para penghuni dan pekerja di rumah keluarga besar Atharazka


semua anak serta cucu papa bachtiar dan mama sheryl berkumpul sebagai acara sambutan pada Rania yang baru pertama kali memasuki rumah keluarga Atharazka sebagai nyonya Vansh Wafiq Atharazka, penerus keluarga Atharazka sebab semua saudara Vansh adalah permpuan jadi tugas pengampu kekuasaan tertinggi di keluarga Atharazka jatuh ke tangan Vansh

__ADS_1


"Ramai sepertinya" gumam Rania saat melihat ada banyak mobil di halaman rumah papa bachtiar


"tentu saja banyak, keempat anak papahku ngumpul semua termasuk ketiga cucunya dan pasti akan berisik saat Damian dan Prisa yang selalu perang otot" Vansh membantu Rania turun dari mobil


Vansh menggandeng tangan Rania dan harus sabar berjalan pelan sebab tak ingin ada yang sadar kalau cara jalan Rania ada yang berbeda


"malam mah, pah, kak" sapa Vansh menyalami kedua orang tuanya serta kedua kakaknya serta kedua kakak iparnya


"kenapa hanya kakak saja yang di salami, aku enggak" protes prisa berkacak pinggang


"kebiasaan" Vansh langsung menjitak kepala prisa saking sebalnya pada adik bungsunya yang selalu protes


"mamaaaah! " rengek Prisa akan kelakuan kakaknya


"Vansh" tegur mama sheryl dan Vansh hanya menjulurkan lidah ke arah Prissa seakan tak perduli Prisa yang protes padanya


"kamu tuh pantes di gituin tau gak, masih kecil tapi ngeselin " sahut Damian yang selalu mengajak Prisa bertengkar


Prisa berkacak pinggang ke arah Damian "Dasar keponakan gak ada akhlak ya, selalu gak sopan sama tantenya" kesal Prisa


Damian ikut berkacak pinggang ke arah Prisa "tante tapi masih bocil" balas Damian tak mau mengalah sama sekali dengan Prisa


"alah, drama drama aja terus, nangis biar di belain" ledek Damian


"Damian" Mama Kayla yang sudah kesal akan kelakuan putra sulungnya hanya bisa menjewer kuping Damian "jangan terus mengangganggu adik mama" ucap Mama Kayla mengingatkan


"aaaakhhh sakit mah" Damian mengaduh kesakitan saat daun telinganya di tarik keras mama Kayla


Prisa yang melihat itu tertawa puas "rasain tuh" umpat Prisa


"sudah jangan ribut terus, kita kumpul karena mau nyambut Rania bukan mau dengerin perdebatan kalian" tegur papa bachtiar


"iya pah" semua anak papa bachtiar ikut menyahut termasuk Qiana saat papa bachtiar sudah memperingati


"ayok makan dulu" ajak mama sheryl menggandeng lengan Rania menuju ruang makan


Mama sheryl bisa melihat cara jalan Rania yang kurang nyaman "kalau anak mama nakal, jewer saja kupingnya, jangan mau di tindas sama pria yang gak mau kalah itu" ucap Mama sheryl

__ADS_1


"Vansh baik sama Rania kok mah, gak pernah nindas Rania" balas Rania


mama sheryl terkekeh" kamu pasti capek banget, abis di garap Vansh tapi paginya tetap kerja" ucap Mama sheryl mengusap lengan sang menantu dengan gerakan lembut


"kok mamah tahu" tanya Rania tak menyangka mamahnya bisa tahu


mama sheryl hanya tertawa dan menuntun Rania duduk di kursi sebelah Vansh


Mama sheryl duduk di sebelah kanan papah bachtiar, tepat di sebelah Qiana dan putera serta Ghaly, sedangkan di hadapannya duduk mama Kayla sebagai anak tertua papa bachtiar beserta pasangannya serta kedua anak serta menantunya


Vansh duduk di bagian paling ujung bersama Rania dan juga Prisa sebagai anak termuda


"selamat datang di keluarga besar Atharazka, Rania. Semoga kamu betah tinggal di sini dan maaf kalau kami tak mengizinkan Vansh tinggal di luar rumah ini sebab dia adalah anak lelaki papah satu-satunya, penerus keluarga Atharazka jadi papah ingin dia tetap tinggal di sini" ucap Papa Bachtiar membuka obrolan


"kita sudah pernah membahas hal ini kok pah, dan Rania gak masalah untuk tinggal bersama kalian. Orang tua Vansh adalah orang tuaku juga jadi tinggal bersama orang tua bukanlah suatu masalah tapi suatu kebahagiaan " balas Rania dengan sebuah senyuman tulus


Mama sheryl begitu bahagia dengan jawaban Rania "awalnya mamah takut Vansh tidak akan menikah karena patah hati, tapi ternyata dia menunggumu selama itu dan kali ini mamah bangga atas konsistensinya untuk menunggu kamu Rania" ungkap Mama Sheryl


"kamu emang harus berbangga sama aku sayang, kamu gak tahu aja seberapa banyak usaha mamah buat maksa aku untuk di jodohkan, untung kak Qiana selalu bantu aku buat menghadapi mama yang lagi mode nyebelin" sahut Vansh


"emang dasar anak satu ini, gak bisa di puji dikit" Mama sheryl langsung melempar sendok ke arah Vansh tapi dengan mudah Vansh tangkap


"dan jangan heran kalau ada perkakas rumah yang sering terlempar ke arahku ya sayang" tambah Vansh masih dengan memegang sendok di tangannya


Mama sheryl menatap kesal Vansh "dasar kamu ya" kesal Mama sheryl


"sudah mah" Qiana mengusap lengan mama Sheryl saat mamanya terlihat begitu kesal pada Vansh


"cukup Vansh" tegur Putera ingin adik iparnya berhenti membuat kesal mama mertuanya


"iya sih kak, cuma bercanda kok" wajah Vansh langsung menunduk


Rania menyunggingkan senyumnya, setelah melihat interaksi keluarga Vansh, ia makin paham urutan posisi di keluarga besar suaminya


"Rania sangat senang bisa bergabung di tengah keluarga yang hangat dan saling menyayangi seperti kalian, selalu tegur Rania jika ada tingkah Rania yang kurang pantas dan semoga Rania bisa berbaur dengan baik di tengah keluarga kita" ungkap Rania


"tentu saja Rania, kalau adik kakak buat kamu marah laporin saja ke kak kayla, biar kakak kasih perhitungan dia" sahut mama Kayla

__ADS_1


"iya kak" balas Rania


__ADS_2