Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Berkumpul


__ADS_3

sheryl dan kinan melihat qiana dan damian yang berlari menghampiri putera yang sedang bermain di halaman "kak putera" panggil qiana dan damian begitu hebohnya


putera langsung tersenyum sumringah "qiana, damian" mereka bertiga pun berpelukan seperti teletabis sambil berjingkrak-jingkrak saking senangnya bertemu


"ajak main adik-adiknya ya putera" pinta ibu intan


"iya nenek" putera langsung mengajak mereka bermain di taman


"ras minta tolong awasi ya, kalau kamu kesulitan handel tiga anak, panggil pelayan di rumah ini buat bantu kamu" ucap sheryl


"iya nyonya" bik laras langsung menghampiri qiana, damian dan putera yang sedang asyik bermain di taman bermani yang ada di rumah besar Herlambang


"kak kinannya mana tante" tanya sheryl


"lagi malas-malasan di ruang tengah" kekeh ibu intan mengajak sheryl dan kayla masuk ke dalam rumah


sheryl melototkan matanya melihat kinan yang sedang memakai daster dan mencepol rambutnya asal sambil menonton TV "ya ampun kak, ini jam berapa belum mandi" tanya sheryl heboh sendiri melihat tampilan kinan yang masih belum mandi dan seperti belum mandi


kinan terkekeh kala melihat sheryl dan kayla datang "hehehe, lagi malas mandi" balas kinan


"tante juga sudah bilang dari pagi tadi untuk kinan mandi tapi katanya malas" balas ibu intan duduk di samping kinan dan meminta kinan untuk duduk lebih benar


"kinan gak tahu kenapa bawaannya malas mau ngapa-ngapain bu jadi jangan di larang ya" kinan bermanja di lengan ibu mertuanya


"ya ampun kak, kelakuan kakak aneh deh" sheryl baru kali ini melihat kinan yang bermanja-manja dengan orang lain


"rujak kakak mana" tanya kinan menagih apa yang di minta pada sheryl


"lagi di siapin sama pelayan, tadi sudah ibu minta bawa sini kalau sudah di taro wadahnya" sahut ibu intan


kinan melirik kayla "asyik nih ada teman buat makan rujak" kinan melirik sheryl "cepet buatin adik buat qiana ya biar kakak ada teman buat makan rujak" ucap kinan dengan santainya


ibu intan hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan absurd menantunya yang makin aneh semenjak hamil


"perusahaan mas hans gimana, kakak gak urus kantor lagi" tanya sheryl

__ADS_1


"masih urus sih tapi cuma tanda tangan persetujuan aja, kakak sudah nunjuk orang buat ngerjain urusan di kantor tapi kalau penting-penting banget kakak yang tetap handel" balas kinan


"oh gitu" sheryl salut dengan kecakapan kinan sekarang dalam mengelola perusahaan tanpa ia harus setiap saat di perusahaan


"kemarin ayah cerita rumah di sana mau rampung, jadi bentar lagi kamu pisah rumah sama pacar tua kamu itu deh"ledek kinan dengan menaik turunkan sebelah alisnya


"kakak apaan sih" sheryl memukul lengan kinan dengan gerakan pelan


"kalau mau tetap serumah, nikah saja sana" ledek kinan lagi


"nanti lah kak, masih betah menjanda" balas sheryl


"menjanda tapi *** *** tiap hari, paling baru tinggal seminggu di rumah kita kamu pasti langsung minta di nikahin om bachtiar" dengus kinan


"biarin aja kalau mba sheryl minta nikah, jadi kayla kan cepat punya mama" sahut kayla dengan kekehan


kinan melirik ke arah kayla "nanti kalau sheryl jadi nikah sama om bachtiar, kita manggilnya gimana" kinan nampak berpikir "kamu manggil sheryl mama, terus manggil aku tante gitu" kinan jadi bergidik ngeri jika dirinya di panggil tante oleh kayla


"hahaha lucu kayanya kalau nanti damian manggil mba sheryl nenek dan ikut manggil mba kinan nenek juga" ucap kayla dengan kekehan


kinan mengangguk mengiyakan "iya, geli juga kalau manggilnya gitu, yang tua biar ayahnya kayla saja jangan kita" sahut kinan


"ih kaka juga jangan manggil pacarku tua ya, dia kuat kok" sahut sheryl tak suka dengan ledekan kakaknya


"iya sih, yang masih kuat di ranjang walau sudah tua" kekeh kinan


"hussst kinan jangan ngomong kaya gitu, inget lagi hamil harus menjaga tutur kata yang baik" nasehat ibu intan


kinan langsung kicep diam "iya bu" balas kinan


"rasain kakak di marahin tante" ejek sheryl


"oh ya kak, kemarin aku ketemu sama om jordan katanya mamanya kakak nikah lagi " ucap sheryl yang sempat bertemu jordan di restoran


"iya mba, aku juga dengar itu soalnya kita ketemu pas makan bareng di restoran" sahut kayla

__ADS_1


kinan mengedikkan bahunya "gak tahu ah, malas musingin mama. sudah di bilangin kalau pria itu gak baik tapi ngeyel nikah, ya biarin saja. nanti kalau sudah nyerah juga dia nangis-nangis sama om jordan atau sama aku" balas kinan dengan santainya


"kok kakak doain gitu sih" tanya sheryl


"bukan doain sheryl, tapi kakak itu dengar rumor pria itu yang suka morotin harta orang, tapi mama tuh ngeyel sama aku ya sudah biarin saja biar dia lihat sendiri apa kaka benar apa engga" balas kinan


"ya sudah jangan bicarain yang jelek-jelek mendingan makan rujaknya" ajak ibu intan setelah pelayannya membawa rujak yang tadi di bawa sheryl


saat jam makan siang tiba, rumah keluarga herlambang begitu ramai dan itu membuat sheryl dan kayla menganga lebar "pantas pelayan di rumah masak buat makan orang sekampung, ternyata anak-anak tante kalau makan siang kumpul semua gini ya" tanya sheryl takjub melihat hans dan kedua adiknya pulang untuk makan siang


"iya, lumayan lah buat hemat uang makan siang" sahut jovan


"makanan ibu enak jadi mending pulang ek sini ketimbang makan di restoran" tambah jenny


sheryl mengangguk "iya sih makanan tante intan enak" sheryl membernarkan bahwa makanan ibu intan itu enak


ibu intan melirik ke arah Jovan "nanti sekalian bawa pulang makanan buat lisa ya biar dia pulang bisa langsung makan gak beli dulu" ucap ibu intan


"iya bu, makasih" balas jovan


sheryl mengacungkan kedua jempolnya pada kinan "kakakku memang is the best deh bisa bikin dua adik yang dulu ngeselin minta ampun, nurut banget sekarang, anda kedua jempol kaki sheryl sopan kalau di angkat ek atas akan sheryl angkat juga buat kakak" ucap sheryl dengan bangga akan prestasi kakaknya membuat kedua adik hans dekat dengan hans dan ibu intan


"kakak mah gak ngapa-ngapain sheryl, emang dasarnya ibu itu baik dan mas hans sayang adik-adiknya" balas kinan


"tapi emang benar yang di omongin sheryl, kalau bukan karena bantuan kamu mungkin kedua anak itu masih benci sama ibu" ibu intan membenarkan ucapan sheryl


"iya sih bu, emang dulu mata kita ketutup dan kak kinan bantu buat buka mata kita" sahut jenny mencebikkan bibirnya membuat tawa di ruang makan itu menggelegar


"oh ya sher, lusa kamu mulai beberes pindahan ke rumah pokok, kemarin kakak sudah percepat bangunan rumah yang pokok yang rumah samping biar nyusul sekalian buat gelar acara ulang tahun qiana. ayah sudah wanti-wanti kakak buat kamu pindah cepat ke rumah utama" ucap Hans menyampaikan bahwa renovasi rumah sudah selesai jadi sheryl bisa kembali ke rumah utama


"iya sih kak" balas sheryl mencebikkan bibirnya


"cieee yang sedih mau pisah sama kekasih hati" ledek kinan


"kakak" rengek sheryl

__ADS_1


untung saja ketiga anak kecil di rumah itu makan terpisah jadi mereka tidak akan mendengar omongan absurd orang yang lebih tua dari mereka bertiga


__ADS_2