Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 65 - Kebahagiaan Ash


__ADS_3

Sudah dua hari Shena dan Ash berada di Bali, Hari ini hari terakhir mereka tapi sebelum itu Ash ingin membawa Shena ke Pantai Seminyak. Pantai Seminyak adalah sebuah pantai yang terletak di kawasan Desa Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Pantai ini memiliki pasir yang sangat lembut dan landai


Berbanding terbalik dengan Pantai Kelingking, Pantai Seminyak sangat mudah dicapai. Terletak di utara Pantai Kuta dan Pantai Legian yang dapat ditempuh sekitar 15 menit dari sana, Pantai di Bali yang satu ini dekat dengan area Seminyak yang sensasional sekali. Pantainya juga penuh dengan resort, kafe dan bar, serta beach club, seperti Sunset on Seminyak.


Shena sedang berjalan jalan di atas pasir di sana, suasana yang sangat tenang dan tidak ramai membuat mereka merasa tenang.


"Apa kau tidak lelah sedari tadi kau terus berjalan??" Tanya Ash.


"Tidak, Aku sangat menikmati berjalan di atas pasir saat ini." Jawab Shena tersenyum.


"Pantai ini sangat indah dan tenang Paman, Aku merasa benar-benar nyaman." Ungkap Shena.


Kerena memang benar pantai ini tidak akan ramai ketika berkunjung di pagi hari.


"Aku akan mengajak mu ke tempat-tempat yang lebih indah." Kata Ash.


"Benarkah??" Tanya Shena dengan mata berbinar


"Iya, Aku serius. Aku akan membawamu ke tempat yang bahkan jauh lebih indah dari ini." Jawab Ash.


Shena selalu dibuat tersenyum dengan perkataan Ash, ucapannya memang terdengar sederhana tapi bagi Shena itu sudah sangat lebih membuatnya dilema dengan perasaan yang dia rasakan saat ini.


"Paman memang yang terbaik." Celetuk Shena. Sembari mengangkat jempolnya, Membuat senyum Ash mengembang.


"Teruslah seperti ini. Aku senang bisa melihat mu senang." Batin Ash.


Mereka melanjutkan berjalan jalan di atas pasir, kadang-kadang mereka saling kejar-kejaran ditepi pantai.


Tawa Shena terdengar riang, wajahnya saat ini benar-benar sangat bahagia.


"Paman, Ayo kejar Aku!" Kata Shena berlari dengan riang.


"Baiklah. Bersiap-siap, ya. Sejauh apapun kau berlari, Aku akan tetap bisa menangkap mu."


Ash mengejar Shena dan berhasil menangkapnya, Membuat bibir Shena mengerecut karena berhasil ditangkap dengan mudah.


"Paman curang!" Pekik Shena masam.


"Aku tidak curang, Kenapa bisa kau katakan Aku curang?"


"Seharusnya Paman berjalan saja, Tidak perlu berlari." Jawab Shena dengan bibir mengerecut, sebab lari Ash begitu cepat dari dirinya.


"Hahaha... Meskipun Aku berjalan tetap akan bisa menangkap mu." Jawab Ash tersenyum.


"Terserah Paman saja, Aku lelah."


Mereka mencari tempat untuk berteduh dan beristirahat sejenak.


Shena mengibas-ngibaskan tanganya untuk menghilangkan keringat di wajahnya.


Ash menghampiri Shena yang saat ini sedang mengubur kakinya dengan pasir pantai.


"Apa kau senang?" Tanya Ash


"Tentu saja. Apalagi di sini sangat indah. Apa Paman tidak ingin mengubur dirimu di sini??" Jawab dan Tanya Shena.


"Tidak, Aku hanya ingin melihat mu saja."


Sebuah keheningan yang cukup lama pun terjadi diantara mereka.

__ADS_1


"Paman, Aku jadi berpikir, Apa kau memiliki mantan kekasih??" Celetuk Shena bertanya tiba-tiba.


Wajah Ash seketika memerah.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Ash balik.


"Aku hanya penasaran saja. Sangat mustahil rasanya jika Paman tidak memiliki kekasih di masa lalu." Tutur Shena.


"Aku tidak memiliki kekasih." Jawab Ash dingin.


"Apa Paman tidak pernah berkencan secara diam-diam? Saat menikah saja, Paman bisa menutupi pernikahan kita. Mana mungkin Paman pun tidak bisa menyembunyikan masa lalu yang tertutup rapat hingga sekarang. Paman begitu privasi dalam hidup. Semua orang bahkan tidak pernah diberi kesempatan celah untuk mengetahui sifat paman itu bagaimana." Kata Shena penasaran.


"Aku benar-benar tidak pernah melakukannya!" Jawab Ash dengan wajah sedih.


"Kenapa?? Apa Paman sedang berbohong?"


Ash hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.


"Agh baiklah, Lupakan mengenai pertanyaan ku." Ucap Shena tersenyum.


Ash pun membalas senyuman istrinya. Tapi dalam benaknya ia kembali berpikir bahwa ia sudah merasa bersalah pada Shena.


"Kau ingin berjalan-jalan kemana lagi??" Tanya Ash.


"Aku tidak tahu ingin kemana, Kira-kira menurut Paman kita kemana??" Tanya Shena balik.


"Baiklah, Ikut Aku." Ajak Ash.


Setelah sampai di tempat selanjutnya Shena melongo melihat pulau tersebut yang sangat indah.


"Wah sangat indah." Ucap Shena.


"Paman ini namanya pulau apa?" Tanya Shena.


"Apa?? Telur Emas? Kenapa dijuluki seperti itu? Apa pulau ini menghasilkan telur?" Celetuk Shena membuat Ash tertawa puas.


"Hahaha... Bukan, Jika dilihat di peta, bentuk Pulau Bali memang menyerupai ayam dengan kaki di Bali bagian selatan. Nusa Penida tepat di sisi tenggara serupa telur pulau ini. Analogi lain, Bali sebagai daerah pariwisata utama di Indonesia adalah emas. Adapun Nusa Penida adalah telur emas tersebut." Jelas Ash terperinci dan sesuai fakta.


"Ouh begitu. Wah... Paman hebat sekali. Pasti saat sekolah nilai geografi Paman tinggi sekali." Puji Shena. Selain tampan dan hebat dalam berbisnis, Ternyata Ash memiliki banyak sekali ilmu pengetahuan.


Ash hanya tersenyum semringah saja mendengar istrinya memuji dirinya.


"Kita juga bisa menyewa kapal. Kebetulan Aku sudah memesannya jauh-jauh hari. Apa kau ingin tour pulau ini?" Tanya Ash.


"Benarkah?? Wahh... Tentu saja ingin." Celoteh Shena bersemangat.


Mereka benar-benar menikmati keindahan alam, dengan menjelajahi pulau tersebut dengan Tour Kapal untuk berkeliling di sekitar perairan Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Satu kapal wisata ini dapat dinaiki oleh 20 orang wisatawan, Tapi Ash hanya menaikinya khusus berdua bersama Shena. Biaya yang harus dibayarkan memang mahal, tetapi dapat tergantikan oleh pemandangan luar biasa yang ditawarkan dari atas kapal.


"Apa kau senang?" Tanya Ash.


"Paman selalu saja bertanya seperti itu, Tentu saja Aku sangat senang, Paman." Jawab Shena tersenyum.


"Shena, Apa kau merasakan sesuatu di hatimu ketika bersama ku?" Tanya Ash tiba-tiba.


"Maksud Paman??"


"Apa ada perasaan berbeda yang kau rasakan ketika bersama ku??" Tanya Ash lagi.


"Ada!" Jawab Shena baru mengerti.

__ADS_1


"Benarkah?" Ucap Ash berbinar.


"Iya. Aku merasakan perasaan senang dan bahagia." Jawab Shena. Membuat wajah Ash seketika muram. Shena yang menyadari perubahan wajah Ash merasa bersalah.


"Maksudku, Aku merasakan perasaan yang sulit untuk Aku jelaskan, Karena Aku juga masih tidak mengerti dengan perasaan yang Aku rasakan saat ini. Tapi Aku senang, Karena saat dengan mu selalu ada perlindungan darimu." Tutur Shena.


"Suatu saat kau akan mengerti dengan apa yang kau rasakan." Timpal Ash tersenyum. Ia cukup senang, Meskipun bukan jawaban seperti itu yang ingin dia dengar.


Ash memeluk Shena dari belakang, dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Biarkan seperti ini. Anggap aja kita adalah sepasang kekasih yang dipertemukan pertama kali sebelum memiliki mantan kekasih dalam hidup." Bisik Ash. Membuat Shena menegang dan menganggukkan kepalanya tanpa sadar.


Setelah puas berkeliling, Mereka kembali ke penginapan untuk beristirahat sejenak sebelum kembali ke Jakarta.


Ash menyuruh Shena untuk mengurus kepulangan mereka. Sebab pekerjaan perjalanan bisnisnya di Bali sudah selesai. Dan Shena pun tidak bisa berlama-lama sebab khawatir dengan Ayahnya dan merindukannya juga.


"Kau bersiap-siaplah, Karena sebentar lagi kita akan berangkat." Ucap Ash.


Shena dan Ash membereskan barang-barang mereka, dan memastikan tidak ada yang tertinggal.


Setelah dirasa semua sudah selesai Ash mengajak Shena ke Bandara. Jet pribadi Ash sudah menunggu di sana. Mereka pulang berbeda dengan saat pergi menggunakan pesawat terbang umum.


"Selamat datang, Tuan Muda!" Ucap Paman Jim yang menjemput Ash dan Shena.


Ash hanya menanggapi dengan anggukan kepala.


Tanpa berlama lama, Jet pribadi pun mengudara meninggalkan Bali. Shena memandang pemandangan kota Bali di sela-sela jendela di sana.


"Lain kali kita akan kesini, Tapi dengan status berbeda." Ucap Ash tersenyum penuh arti.


"Maksud Paman??" Tanya Shena.


Shena kebingungan status apa yang ia maksud. Status mereka saat ini sudah jelas sepasang suami istri, Lalu status apa yang akan tersemat? Apakah mantan suami istri?


"Status baru sebagai orang tua. Kau akan menjadi Ibu, dan Aku Ayah. Kita akan mengajak anak-anak kita nanti kemari." Jawab Ash. Rupanya demikian, Shena awalnya sudah berpikir negatif dan dibuat takut.


Shena hanya mengangguk dan tersenyum dengan perkataan Ash, Walaupun ia belum yakin akan memiliki anak bersama Ash.


Sedangkan, Di sisi lain tepatnya di Jakarta di kediaman Ash.


"Shena hari ini akan pulang, Pasti dia sangat menikmati perjalanannya di sana." Ucap Tuan Theo tersenyum.


"Pulang nanti, Mungkin Nona Shena akan membawa oleh-oleh kabar mengenai kehamilannya." Celetuk Dayn. Membuat Arthur dan Tuan Theo tertawa dan semakin berharap.


Butuh waktu sekitar 2 jam mengudara, Akhirnya mereka sampai di ibu kota.


Kedatangan mereka disambut oleh anak buah Ash yang sudah menunggu kedatangan mereka. Mereka dan Paman Jim segera mengantarkan Ash dan Shena ke Mansionnya, Karena hari sudah malam.


25 menit kemudian, Mobil Ash sudah sampai di kediamannya.


Tuan Theo sangat senang melihat Shena yang kembali dengan wajah bahagia. Ia menyuruh Shena untuk membersihkan tubuhnya dan makan malam sebelum tidur.


Setelah selesai makan, Shena melangkah menuju kamarnya dan merebahkan dirinya di atas ranjang karena merasakan lelah diperjalanan. Tidak lama kemudian, Shena tertidur dengan lelapnya.


Sedangkan Ash, Ia masih berada dikamar mandi. Setelah dirasa cukup Ash melangkah keluar dan segera memakai pakaiannya.


Setelah berpakaian Ash segera merebahkan dirinya. Sambil menatap langit-langit yang berada dalam kamarnya.


"Aku sangat bahagia hari ini, Andaikan saja saat kita kesana kita sudah memiliki anak pasti akan jauh lebih indah melihat ia begitu girang bermain pasir." Ucap Ash tersenyum sangat dalam menatap wajah Shena yang tengah tertidur.

__ADS_1


"Tadi kau mengatakan memiliki perasaan yang tidak bisa kau jelaskan ketika bersama ku, Apa itu artinya sudah ada sedikit rasa cinta dihatinya untukku?" Sambung Ash.


"Semoga saja itu benar." Ash mencium kening Shena sekilas. Lalu, menutup matanya dan terlelap sembari memeluk tubuh istrinya, Menyusul Shena ke bunga mimpi. Berharap di sana mereka bisa bertemu dan bahagia. Walaupun hanya mimpi itu sudah cukup bagi Ash asalkan ada Shena di dalamnya.


__ADS_2