
mario kali ini diam membisu, otak yang biasanya begitu encer untuk membuat projek miliaran, kini seolah bagai cangkang kosong yang tak mampu menemukan jawaban padahal jawaban itu sangat gampang
"sudahlah" sheryl beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kamarnya
mario terdiam, raganya seolah di cabut dari tubuhnya membuat pikirannya kosong
om bachtiar menghela nafas menghampiri mario "masuk kamar dan istirahatlah" om bachtiar menepuk pundak mario
"ah iya" bagai robot mario hanya menurut tanpa banyak berkata, langkah kakinya langsung tertuju pada kamar yang akan ia tinggali malam ini
om bachtiar masuk dalam kamar dan melihat sheryl yang meringkuk di atas ranjang sambil terisak dengan bantak yang menutupi wajahnya untuk meredam tangisannya itu agar tidak terlalu kentara
om bachtiar mengunci pintu kamarnya dan berjalan ke arah ranjang sheryl yang bertepatan dengan ranjang miliknya. perlahan om bachtiar naik ke atas ranjang sheryl dan merebahkan tubuhnya tepat di hadapan sheryl. perlahan om bachtiar mengambil bantal itu dari wajah sheryl membuat sheryl mendongak ke arah om bachtiar "om" sheryl langsung memeluk om bachtiar dan menangis di dalam dada bidang om bahtiar
"menangis saja, luapkan semuanya, om ada di sini buat kamu" om bachtiar memeluk sheryl dan terus mengusap punggung sheryl
sheryl pun menangis meraung dalam pelukan om bachtiar, mencoba meluapkan sakit yang selama ini ia tahan "menangislah sepuasmu sheryl, tapi kali ini jangan menangis lagi dan menikahlah dengan om" ucap om bachtiar
sheryl mendongakan kepalanya, menatap lekat wajah om bachtiar "mari besarkan qiana bersama-sama sebagai pasangan sungguhan, dan jadilah ibu sambung untuk kayla" ucap om bachtiar
"hiks hiks hiks" bukannya menjawab sheryl malah makin menulusupkan wajahnya di dada bidang om bachtiar dan menangis dalam pelukan pria matang itu
***
mario termenung dalam lamunannya, memikirkan apa yang di ucapkan sheryl "apa iya yang di ucapkan sheryl" gumam mario mulai meragukan hatinya saat bicara dengan sheryl
mario merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan menghadapa ke arah jendela kamarnya "bagaimana bisa kau meregukan rasa cintaku untukmu" mario terisak lirih dalam kamarnya memikirkan ucapan demi ucapan yang terlontar dari bibir sheryl
__ADS_1
awal kedekatan mario dengan regina memang karena regina yang pernah menyelamatkan mario dengan bermodalkan berteriak hbahwa mario tenggelam. bukan karena regina tak ingin menyelamatkan mario secara langsung tapi saat itu regina hanyalah anak usia 10 tahun sedangkan mario anak berusia 12 tahun jadi bagaimana bisa regina menyelamatkan mario yang sedang tenggelam
alhasil regina berteriak kencang bahwa mario tenggelam, dan karena kondi kolam renang yang memang cukup ramai, mario langsung tertolong karena ada yang posisinya dekat dengan mario saat itu
semenjak saat itu mario dan regina bersahabat dekat, dan mario yang selalu menuruti dan menutamakan regina di atas apapun. tapi walaupun dekat mereka tetap bersahabat saja selama ini, bahkan mario dan regina berganti-ganti pasangan yang mereka ketahui satu sama lain, dan tak ada kata cemburu di antara mereka maka persahabatna itu masih ada sampai kejadian calon suami regina yang kabur dan meminta mario menikahinya agar keluarga regina tak merasa malu
mario memeluk lututnya dan terisak di sana "aku hanya mencintaimu sheryl" gumam mario di setiap tangisannya
***
om bachtiar terus mengusap punggung sheryl padahal sheryl sudah berhenti menangis sedari tadi "kenapa om mau menikahi sheryl" tanya sheryl setelah keterdiaman itu terjadi cukup lama
om bachtiar mengeratkan pelukannya "harusnya kamu tahu alasannya " balas om bachtiar
"mana sheryl tahu, kan gak pernah bilang alasanya sama sheryl" balas sheryl mencebikkan bibirnya
"gak usah bohong deh om, jelas dulu om suka main celap-celup sana sini" kesal sheryl
om bachtiar terkekeh "om begitu dulu karena gak bisa mengendalikan perasaan om buat kamu jadi om yang laki-laki normal tentu harus menyalurkan hasrat om, gak mungkin kan dulu om mau makan kamu saat kamu masih 14 tahun, di kira pedofil nanti" balas om bachtiar
sheryl mendorong tubuh om bahtiar dan menatap lekat om bachtiar "om suka sheryl dari saat sheryl masih 14 tahun" tanya sheryl tak percaya
om bachtiar menggaruk tengkuknya yang tak gatal "gila mungkin om dulu, langsung jatuh hati pada anak kecil" om bachtiar menangkup wajah sheryl "kamu wanita pertama dan terakhir yang singgah di hati saya" ucap om bachtiar
"gak usah nambah ngada-ngada deh om" kesal sheryl dengan pernyataan om bachtiar
sheryl duduk menghadap om bachtiar yang masih tertidur "kalau gak pernah jatuh cinta, kok bisa kayla ada" tanya sheryl
__ADS_1
"dulu ibu kandungnya kayla menjebak saya untuk tidur dengannya, agar saya setuju menikah dengannya" om bachtiar tersenyum simpul "tapi saya juga bukan pria bodoh yang mau saja menikah hanya karena di jebak untuk tidur bersama, bisa penuh rumah saya karena banyak istri nanti" jelas om bachtiar
"berarti om banyak tidur sama banyak wanita ya" tunjuk sheryl pada om bachtiar
om bachtiar menangkap tangan sheryl dan mengecup telapak tangannya "jujur, dulu memang ia tapi itu hanya sekedar melampiaskan hasrat saya saja, tapi setelah saya kembali untuk pernikahan kayla dan bersama denganmu tidak pernah sekalipun" balas om bachtiar
"jangan bohong deh om, om pasti tetap celap-celup sembarangan, setidaknya saat om keluar negeri atau keluar kota" ucap sheryl tidak percaya
"tidak pernah sheryl" om bachtiar menggelengkan kepalanya "kau tahu sendiri saya tidak suka bohong hanya demi baik di mata orang lain. walaupun tidak bisa menyentuhmu setidaknya bisa melihatmu tidur setiap malam di dekat saya itu sudah cukup buat saya" ungkap om bachtiar
"bohong" ucap sheryl dengan lantang
"gak bohong kok, kamu lihat sendiri selama ini kan, kalau saya gak pernah ngapa-ngapain kamu" balas om bachtiar meyakinkan sheryl
"beneran" tanya sheryl
"bener" balas om bachtiar mengangguk
sheryl beranjak dari tidur "yakin ya om gak akan ngapa-ngapain sheryl" sheryl yang tadi saat masuk kamar sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur bergaun pendek yang tertutup bathrobe itu mulai membuka bagian luarnya menampakan pundak mulus sheryl yang terpampang nyata itu
om bachtiar menelan salivanya kasar akan kelakuan sheryl "bener ya om" sheryl mulai sedikit menurunkan tali yang ada di pundak sheryl satu persatu dengan gerakan perlahan "yakin bisa menahan kalau kaya gini" sheryl melaskan pegangannya pada tali yang sempat berada di pundaknya itu sehingga terpampang lah tubuh sheryl yang putuh mulus itu dan hanya tersisa benda berkacamata dan segetiga berenda itu yang masih menutup aset berharga sheryl
om bachtiar membelalakan matanya lebar dan menelan salivanya dengan susah payah "saya laki-laki normal sheryl, jangan goda saya nanti kamu yang nyesel kalau saya gak tahan" ucap om bachtiar dengan sekuat tenaga menahan benda yang sudah meronta-ronta ingin keluar untuk mencari sarangnya
"yang bilang kalau om laki-laki gak normal siapa" sheryl menggingit bibir bawanya dan itu terlihat sangat sekdi di mata om bachtiar
"ah sudahlah, kau yang mancing saya" om bachtiar langsung menghampiri sheryl dan melahap benda ranum itu dengan sangat rakusnya
__ADS_1
dan entah setan apa yang merasuki sheryl, sheryl membalas semua perlakuan om bachtiar padanya. mereka berdua saling bertukar peluh sampai berkali-kali di atas ranjang yang awalnya terpisah jarak tapi om bachtiar satukan agar memudahkan pergerakannya dalam memakan sheryl malam ini