
Soya tersenyum lebar melihat Shena yang sudah menjauh dari Ash, Jadi ia bisa menjalankan rencananya untuk mendekati pria yang sudah beristri itu meski belum banyak yang tahu.
Shena masih sibuk memilih beberapa makanan yang ia inginkan, tapi masih dengan porsi normal. Pasalnya ia tidak ingin tiba-tiba saja sakitnya kambuh lagi dan membuat pesta ini berantakan.
Seorang pria datang dengan segelas air minum ditangannya, dia adalah pria yan sejak tadi menatap Shena dengan sangat intens.
"Selamat malam, Nona Cantik." Sapa Deon putra yang baru dilantik itu dengan senyumannya yang menawan. Pria itu kini menghampiri Shena yang sibuk sendiri.
Shena cukup terkejut, tapi ia sebisa mungkin mengontrol dirinya. Shena yang dihampiri malah melihat ke sekeliling takutnya ia salah sangka dengan sapaan itu. Apalagi di sana juga begitu banyak orang-orang.
"Nona sendirian?" Tanya Deon memberikan minuman ditangannya kepada Shena. Deon masih belum tahu jika sebenarnya Shena adalah istri dari orang yang sangat terpandang. Bahkan mungkin ia tidak akan bisa menyentuh istri dari seorang pria yang begitu posesif.
"Anda lihat bagaimana Tuan? Suatu kehormatan bagi saya bisa berjumpa dengan Anda." Jawab Shena dingin.
Deon mengulurkan tangannya ke arah Shena.
"Aku ingin memperkenalkan diri. Siapa tahu kau sudah lupa padaku. Bicara mu kali ini berbeda dari biasanya. Dulu Ka-..." Ucap Deon terpotong.
"Anda Tuan Deon Edison, Pewaris Perusahaan Ed Light Company. Saya sudah tahu. Dan saya harap hanya itu saja yang saya ketahui. Oh ya, selamat untuk Anda!" Shena pun tersenyum kecut, menganggurkan uluran tangan pria itu.
Deon terkesima melihat Shena yang terlihat begitu cantik. Sejak melihat Shena hari ini Deon tambah terkagum dengan penampilannya yang selalu bertambah cantik, Perasaan tertarik itu kembali pada Shena yang semakin menerka-nerka. Memangnya kapan mereka bertemu? Entahlah. Apalagi wanita itu terlihat berbeda dari gadis-gadis yang selama ini ia kenal.
"Kau sendirian? Bisa kita berbicara sebentar?"
Deon mengajak Shena untuk duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Namun, Shena menolaknya halus, Ia tidak ingin mengikuti Deon karena merasa terganggu. Ia tidak akan bisa menikmati begitu banyaknya makanan jika sedang berhadapan dengan si pemilik acara.
__ADS_1
"Maaf Tuan, Saya tidak bisa. Saya akan segera menyusul su..." ucapan Shena menggantung saat ia tidak bisa menemukan keberadaan suaminya.
Deon yang ikut melihat arah pandangan Shena tidak melihat apa-apa, apalagi pria yang sejak tadi berada di sampingnya sekarang tidak ada. Apa mungkin Shena mencari pria itu?!
"Ayolah! Aku tidak akan menggangu kegiatan Nona, Silakan makan apapun yang ingin Nona makan.." Ucapnya manis sekali.
Deon berusaha mengajak Shena untuk berbicara padanya sebentar saja, Toh hitung-hitungan sebagai tanda perkenalan mereka berdua. Atau pertemuan mereka berdua setelah sekian lama? ... Entahlah. Deon sama sekali tidak ada niat lebih padanya.
Karena tidak ada pilihan lain akhirnya Shena mengikuti permintaan Deon. la membawa semua makanannya menuju meja yang dipilih oleh Deon. Pria itu terus tersenyum ke arah Shena sampai membuat malu sendiri dengan pipinya yang memerah.
"Dia pasti sedang mengejek ku! Lihat caranya menatap ku.." Batin Shena menatap Deon dengan sinis. Deon mengangkat kedua tangannya dan mengisyaratkan ia tidak akan bersuara sama sekali.
Shena yang sudah tidak tahan langsung memakan makanannya tanpa mempedulikan tatapan Deon padanya. Namun, itu juga tidak terlalu lama hingga dua irang pria berbadan tegap datang menghampirinya dan memerintahkan pada Shena untuk mengikuti mereka berdua.
"Tuan sudah menunggu Anda, Tolong Nyonya ikutlah bersama kami.."
"Maaf Tuan, Kami harus segera membawa Nona Shena pergi bersama kami." Ucap Arthur yang sepertinya jengah menatap Deon bersama Sepupu iparnya.
Dayn dan Arthur pun membawa pergi Shena. Deon masih bergulat dengan pikirannya sendiri bahwa kedua pria tadi mungkin bodyguardnya Shena.
Shena kembali dan mencari Ash yang entah di mana keberadaannya.
Deon yang ingin menghentikan Shena tidak bisa berkutik saat dua Bodyguard menurutnya itu menghentikan dirinya. Deon hanya bisa menatap Shena dengan helaan nafas yang panjang.
Shena berjalan tergesa-gesa diiringi Dayn dan Arthur di sampingnya. Shena bersungut-sungut merasa kesal, kenapa mereka tidak memberitahu lebih awal jika Ash sedang menunggunya.
__ADS_1
"Kalian berdua itu sama saja seperti Tuan kalian! Tidak bisa membantu ku lebih awal? Aku terpaksa harus duduk dengan pria itu." Shena menunjuk-nunjuk Dayn dan Arthur kesal.
Sementara Dayn dan Arthur tidak bereaksi sama sekali. Bahkan mereka berdua hanya diam tidak menanggapi apapun yang Shena katakan.
"Seharusnya kalian itu mengatakan lebih awal, Jika Tuan sedang menunggu dan acara sudah selesai.." Komplain Shena lagi.
"Tadi dia sendiri yang mengajakku pergi ke pesta rekannya, setelah aku ingin mengambil makanan, Eh dia malah pergi begitu saja. Aku benar-benar kesal dibuatnya.." Dengan langkahnya yang cepat Shena terus bersungut-sungut.
"Maafkan kami Nyonya, Kami hanya menjalankan perintah saja. Kami sudah berjaga melihat Nyonya bersama Pria itu. Tadi kami hanya alasan dan bahkan kami tidak tahu di mana Tuan." Ucap Dayn menjelaskan.
Saat sudah sampai di luar ballroom acara, Shena menghentikan kakinya karena terkejut di mana keberadaan suaminya yang ia pikir sudah menunggu di dalam mobil. Dan saat itu, Shena seketika membidik matanya tidak sengaja melihat satu sosok wanita yang sangat ia kenal. Wanita yang selama ini tiba-tiba bersikap aneh dengannya.
"Eh, bukannya itu Soya? Kenapa dia bisa ada di sini? Tapi wajar saja mungkin karena dia dan ayahnya diundang." Gumam Shena. Ia menajamkan pengelihatannya agar ia tidak salah lihat. Namun semakin ia melihat, semakin ia yakin jika wanita itu benar-benar Soya.
Soya terlihat berantakan pakaiannya dan berjalan dengan sangat kesalnya.
"Nona, Mungkin Tuan benar-benar ingin menginap di hotel ini dan dia sudah lebih dulu ada di kamarnya.." Dayn dan Arthur menghentikan langkah Shena yang ingin menghampiri Soya dan segera membawa Shena menuju unit kamar mereka.
"Baiklah, ayo!"
Shena kembali melangkahkan kakinya menuju unit kamarnya yang lumayan jauh. Dan sesampainya di kamar, Dayn dan Arthur langsung membiarkan Shena masuk dan meninggalkan kamar mereka yang sudah tertutup rapat.
"Akhhh.." Shena tersentak kaget saat tubuhnya ditarik paksa oleh seseorang dari dalam kala dirinya baru setengah masuk. Shena begitu terkejut saat tiba-tiba saja Ash memeluknya begitu erat.
"Paman, Kau itu kenapa? Lepaskan aku.." Shena menahan dada Ash yang sudah menempel di tubuhnya. Pelukan yang Ash berikan semakin membuat Shena merasa sesak.
__ADS_1
Shena melihat wajah Ash yang penuh dengan keringat, wajahnya memerah seperti sedang menahan sesuatu.
"Ada apa lagi dengan paman beruang kutub ini? Mengapa wajahnya jadi aneh seperti ini.." Batin Shena bertanya-tanya.