
Setelah perbincangan anatar keluarga besar Atharazka yang berlangsung cukup malam akhirnya Qiana dan Putera memilih untuk menginap sebab kasihan jika ghaly harus di bangunkan tengah malam, karena Ghaly, Putera mereka sudah tidur semenjak jam 9 tadi saat usai mengobrol di ruang keluarga
"Ghaly, gak papa di biarin tidur sama Damian sweetheart" tanya Putera saat melihat Qiana masuk tanpa membawa Ghaly yang tadi memang tidur di kamar Damian yang ada rumah keluarga Besarnya
"kata Damian gak papa, ya sudah biarin saja kak" Qiana naik ke atas ranjang dan masuk dalam dekapan suaminya yang begitu memberi ketenangan
Putera mengusap lengan Qiana dengan lembut "malah bagus sih kalau Ghaly tidur sama Damian, jadi kita bisa segera otw kasih adik buat Ghaly" tukas Putera dengan senyum simpulnya
"ih kakak" Qiana memukul dada bidang Putera dengan gemasnya "adik melulu yang di bahas" kesal Qiana
"loh kenapa emangnya? Cindy saja punya anak dua jadi kenapa kita enggak, kalau bisa kita punya anak kedua sebelum Vansh malah" timpal Putera dengan santainya
"ya ampun kakak masa gak mau kalah sama pengantin baru " decak Qiana
"loh pengantin lama bukan berarti kita harus kalah dengan pengantin baru dong" Putera menarik dagu Qiana agar bersitatap dengannya "rasa cinta kakak ke kamu itu gak pernah berkurang sedikitpun, yang ada makin banyak untukmu, jadi tentu pernikahan kita gak akan kalah hangatnya dengan dua orang yang baru menikah itu" balas Putera dengan begitu bersungguh-sungguh
"CUP" Qiana langsung mengecup bibir suaminya dengan gerakan cepat "terima kasih sudah cinta sama Qiana ya kak" ucap Qiana
"kakak jauh lebih berterima kasih padamu sweetheart, mendapat cintamu adalah kebahagiaan terindah yang di berikan tuhan untuk kakak" balas Putera sembari ******* bibir ranum milik istrinya
setelah obrolan singkat tentang rasa cinta mereka, mereka pun menyalurkan rasa cinta mereka dengan pergulatan panas di atas ranjang yang tentu tidak bisa di dengar orang lain karena memang kamar mereka adalah kamar kedap suara
***
__ADS_1
Mama Sheryl mengecup pipi putri bungsunya yang baru saja tertidur, tak lupa ia menyelimuti tubuh mungil putrinya dan segera mematikan lampu kamar Prisa dan segera bergegas kembali ke kamarnya
"ceklek" pintu terbuka dan pemandangan yang pertama Mama Sheryl lihat adalah sosok suaminya yang sedang membaca tab miliknya dengan begitu fokus
"sudah malam, apa yang sedang papah lakuin" Mama Sheryl menghampiri Papa Bachtiar dan mengecup pipi Papa Bachtiar dengan lembut
"hanya melihat laporan kerja Vansh saja kok mah" Papa Bachtiar meletakan kembali tab miliknya di atas nakas dan membawa mama Sheryl ke dalam pelukannya
"tinggal percaya saja sama anak pah, papah jangan pikirin perusahaan lagi dong. Mama kan sudah bilang ke papah kalau papah harus santai dan pikirin kesehatan papah, mamah mau papah sehat terus" ungkap Mama Sheryl
mama Sheryl tentu ada kekhawatiran tersendiri dengan kesehatan papah bachtiar yang memang sudah tidak lagi muda, usia suaminya sudah memasuki kepala enam dan tinggal sebentar lagi akan memasuki kepala tujuh. Usia kepala tujuh tentu rawan akan kesehatan yang menurun ya walaupun usianya juga tidak muda lagi dan dia juga sudah memiliki banyak keluhan tapi tetap saja bagi mama Sheryl tetap khawatir dengan kondisi suami tercintanya
Papa Bachtiar mengecup kening mama Sheryl cukup dalam "Papa akan berusaha sehat sampai mengantar anak bungsu kita menikah mah, tapi kembali lagi ke tuhan mau kasih izin papah buat saksikan itu apa gak" balas papa bachtiar
mama Sheryl mengeratkan pelukannya pada papa bachtiar "jangan ngomong gitu dong pah, papah harus sehat terus" protes mama Sheryl tak ingin mendengar hal berkaitan dengan kematian dari mulut papa bachtiar
Mama Sheryl mengerucutkan bibirnya sebal "tentu mamah cinta sama papah, kalau gak cinta papah, gak mungkin dong mama menikah sama papah dan punya dua anak dari papah" ketus Mama Sheryl
papa Bachtiar membawa mama Sheryl makin dalam ke dekapannya "papa masih ingat bagaimana perjuangan papah untuk dapat cinta dari mamah, dan bagaimana sakit hatinya papa saat papah dengar kabar pernikahan kamu dengan Mario dulu" ungkap Papa bachtiar mengingat masa lalunya yang pernah patah hati begitu besar saat tahu kabar pernikahan Mama Sheryl saat Mama Sheryl tengah hamil Qiana dulu
"jangan di ingat dong pah" protes mama Sheryl merasa dulu ia begitu bodoh saat menikah dengan ayah Mario
"tapi walaupun papah harus sempat patah hati terlebih dahulu, setidaknya papa bisa mendapatkan cinta mama yang begitu besar buat papah, kia juga mendapatkan anak yang begitu cantik yang memberi begitu banyak kebahagiaan di hidup kita" lanjut papa Bachtiar
__ADS_1
"iya pah, Qiana adalah karunia Tuhan buat kehidupan kita" Mama Sheryl setuju akan ucapan Papa Bachtiar
"tanpa Qiana mungkin, papa harus bersitegang dulu dengan Mario untuk bisa tetap bersama kamu" kekeh Papa Bachtiar saat mengingat dulu ia sempat bersitegang dengan Ayah Mario saat akan bersama mama sheryl
"itu mah bukan sepenuhnya karena Qiana pah, itu karena ada Kak Laras yang bisa membuat Mas Mario melupakan aku" sahut Mama Sheryl
"iya juga sih" Papa Bachtiar mengiyakan anggapan mama Sheryl tentang itu karena itu memang benar adanya
"ada Laras buat ngalihin hati Mario, ada juga Kayla anak papah yang bisa bikin Brian ikhlasin Kinan jadi kinan bisa hidup dengan Hans dulu" lanjut papa Bachtiar
"iya pah, ayah juga bisa mendapat istri yang baik setelah ia harus menebus kesalahannya untuk menikahi mama dari kak kinan" tambah Mama sheryl
"kita harus bersyukur dengan kebahagiaan yang kita miliki mah walaupun begitu banyak rintangan dan cobaan tapi kita masih bisa melaluinya, melalui dengan kekuatan cinta yang kita miliki" ucap Papa bachtiar begitu bersyukur bisa hidup di tengah cinta yang begitu besar di tengah keluarganya
"iya pah, mama juga begitu bersyukur untuk itu, mana lagi anak-anak kita juga mendapatkan pasangan hidup yang saling mencintai dan menyayangi" timpal mama Sheryl penuh rasa syukur untuk hal itu
papa bachtiar makin memeluk erat Mama Sheryl "papah cinta banget sama mamah" ucap Papa Bachtiar dengan bersungguh-sungguh
"mamah juga cinta banget sama papah" Mama Sheryl dan papa bachtiar berpangutan meluapkan besarnya rasa cinta yang mereka miliki
THE END
Cerita novel "menikah karena perjodohan" akhirnya selesai juga, terima kasih sudah setia membaca karya Nerissa Ningrum ya. Tapi jangan khawatir untuk cerita yang lain masih ada part tambahan sebagai bonus cerita
__ADS_1
setelah novel ini selesai, novel Nerissa "You Are My Regret" rencananya akan selesai di awal bulan depan karena awal bulan depan Nerissa akan mengeluarkan Novel baru yang tak kalah menarik
Semoga terhibur dengan tulisan Nerissa ya.... dan Happy reading