Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Bertanggung jawab (season 2)


__ADS_3

"gimana ini pak" Cindy masih panik saja padahal Dion sudah terus meyakinkannya bahwa ia akan bertanggung jawab bahkan ia juga sudah melakukan video call dengan kakaknya di depan mata Cindy tadi pagi sebelum mereka jalan pulang dari Resort


"ya ampun cin jangan terus panik deh, saya lagi nyetir ini lagian kan tadi saat saya ngobrol sama kakak saya kamu lihat juga. Kakak saya lagi jalan ke sini buat lamar kamu jadi tolong diam dulu cindy jangan buat saya ikut panik dan membuat kita kena bahaya di jalan" Dion ingin konsentrasi dengan jalanan tapi cindy terus menyampaikan kepanikannya


"maaf pak" Cindy menunduk lesu "sumpah saya cemas banget karena kali ini saya melakukan hal yang di larang orang tua saya untuk pertama kali pak" jelas Cindy yang belum pernah melakukan larangan orang tuanya


Dion menghela nafas panjang "dengar ya cin nanti biar saya yang bicara dan kamu diam saja, oke" pinta Dion


"iya pak" cindy hanya nurut saja dengan permintaan Dion


***


Mobil Dion sudah sampai di depan halaman luas sebuah rumah bergaya minimalis "lihat, kakak saya sudah sampai kan" tunjuk Dion pada mobil berwarna hitam di mana saat mobilnya sampai orang yang ada di dalamnya ikut keluar


Cindy melihat seorang Pria dan juga seorang anak keluar dari dalam mobil mewah itu "itu kakak dan keponakan bapak" tanya Cindy


"iya mereka keluarga saya yang tersisa" balas Dion


Dion dan cindy keluar dari mobil berbarengan "ayo ke sana" ajak Dion ingin menghampiri kakaknya


kakak Dion juga berjalan dengan langkah lebar ke arah Dion dan "Buggh" Dion langsung di hadiahi bogeman mentah oleh kakaknya membuat Cindy tak percaya saat kakak Dion itu langsung memukul adiknya tanpa ancang-ancang


pria itu mengibaskan tangannya dan langsung melap dengan sapu tangan yang di berikan oleh anak buah kakak Dion itu "aku tidak pernah mendidikmu untuk meniduri wanita sembarangan Dion" ucap pria berusia matang dan terlihat sangat berwibawa itu


Dion mengusap sudut bibirnya "maaf kak, aku semalam mabuk" Dion hanya bisa menundukan kepalanya tak berani menatap wajah sang kakak yang bernama Alvian Smith Xander, putera sulung keluarga Xander sekaligus pemegang kekuasaan tertinggi di keluarga xander


"apa kau pikir kakak bodoh hah! kakak tahu kadar toleransi alkoholmu itu dan setengah botol Wine tidak akan membuatmu mabuk berat" sentak Alvian


Alvian sudah mencari tahu semua hal tentang semalam dengan begitu cepat karena itu perkara mudah untuknya. Semua kelakuan adiknya terpantau jelas olehnya, tapi ia tidak pernah mau terlalu ikut campur dengan urusan adiknya karena Alvian rasa Dion sudah dewasa dan bisa memilih sesuatu untuk dirinya

__ADS_1


"iya aku salah kak, makanya aku akan bertanggung jawab karena sudah mengambil mahkotanya dengan paksa" balas Dion


mata elang alvian melirik ke arah Cindy, bisa ia lihat bahwa Cindy adalah wanita polos yang SIAL nya bertemu dengan pria bajingan seperti adiknya "menikah bukan permainan Dion, tentu kau tahu betul motto hidup keluarga kita" tukas Alvian dengan suara pelan tapi auranya terlihat begitu mencekam


Dion masih menunduk "iya kak, tak ada perceraian dalam kamus keluarga kita" balas Dion


"kamu harus ingat itu Dion, karena kalau kamu melanggarnya aku akan mendepakmu dari nama besar keluarga Xander" Alvian langsung menggandeng tangan Hasley putri semata wayangnya memasuki rumah minimalis itu


"permisi" ucap Alvian di depan pintu rumah nenek dan kakek Cindy yang pintunya sdah terbuka lebar


terlihatlah wanita paruh baya keluar dari rumah itu "siapa ya" tante arum menelisik ke arah Alvian dan Hasley


Alvian tersenyum ramah pada tante arum "boleh kami masuk dulu, agar lebih nyaman bicara" tanya Alvian dengan sopan


"tentu saja" tante arum mempersilahkan Alvian untuk masuk


tante arum langsung memeluk Cindy "kemana aja semalaman hah, kami panik waktu gak tahu kabar kamu, kami sampai lapor polisi tahu gak dan bisa di proses karena belum 24 jam" ucap tante arum begitu panik


"maaf tante" balas Cindy


mendengar teriakan tante arum, keluarga besar Cindy menghambur keluar untuk melihat keadaan Cindy


"Cindy" tangis mami sarah langsung pecah saat melihat puterinya baik-baik saja "mami hampir jantungan saat tidak kabar dari kamu nak" ucap mami sarah dengan sesenggukan


seluruh anggota keluarga Cindy ikut menangis saat melihat Cindy baik-baik saja bahkan papi Mirza ikut menangis tidak memperdulikan lagi imagenya sebagai pria, yang jelas dia bahagia putrinya masih sehat-sehat saja


Alvian yang masih berdiri di dekat Dion karena belum di persilahkan duduk berbisik ke arah Dion "seberharga itu putri mereka Dion jadi jangan main-main" tukas Alvian penuh nada tersirat


Kakek Damar yang tadi sempat ikut menangis mengusap pipinya yang basah dan melirik ke arah alvian dan Dion "maaf, kalian siapa ya" tanya kakek Damar

__ADS_1


papi Mirza dan mami Sarah melirik ke arah orang yang di maksud oleh kakek Damar "Alvian" papi mirza sungguh terkejut dengan kehadiran kawan lamanya


Alvian tersenyum simpul ke arah papi Mirza "hai kak, apa kabar" sapa alvian


papi mirza langsung menghampiri Alvian dan memeluknya "sudah lama sekali kita tidak ketemu" ucap papi Mirza


"iya kak sudah lama, 13  tahun kita tidak ketemu. Aku ingat terakhir kita bertemu adalah setelah pemakaman ibu Hasley" balas Alvian sama sekali tak ingin mengucap nama ibu kandung Hasley karena kadang ia masih merasa begitu sedih di tinggalkan wanita yang begitu ia cintai setelah melahirkan putri mereka


papi mirza mengurai pelukannya "gak kerasa ya cukup lama crystal pergi meninggalkan kita" ucap papi Mirza


Alvian tersenyum tipis ke arah papi Mirza "iya lama, tapi aku masih merasa baru kemarin" balas Alvian mengungkapkan perasaan kehilangannya dengan tersirat


"ajak duduk dulu pih" ucap mami sarah


"ya ampun bener, ayok duduk alvian" papi Mirza meminta aslvian dan Dion untuk duduk


"ngomong-ngomong untuk apa kamu ke sini alvian kayanya gak mungkin kamu ke sini untuk nemuin saya" tanya papi Mirza


"memang bukan kak, tapi aku ke sini untuk mewakili adik saya untuk bertanggung jawab pada anak gadis kakak" ucap Alvian


papi mirza memicingkan matanya "apa maksudmu dengan bertanggung jawab?" muka papi Mirza langsung berubah Dingin dan tatapannya berubah langsung tajam ke arah pria yang ada di sebelah alvian yang bisa papi mirza tebak adalah adik dari alvian


"brughhh" Dion langsung berlutut di depan papi Mirza "saya salah om sama Cindy jadi saya akan menikahinya" ucap Dion dengan wajah tertunduk


"apa maksudnya ini" papi mirza menoleh ke arah Cindy meminta penjelasan putrinya tapi putrinya malah menangis


"saya sudah mengambil mahkota Cindy semalam om" ucap Dion memejamkan matanya


"apa!" papi Mirza langsung berdiri dan menatap nyalang ke arah Dion

__ADS_1


__ADS_2