Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Kumpul keluarga (season 2)


__ADS_3

putera dan qiana menyempatkan mampir ke toko kue milik jemina untuk mengambil kue-kue pesanan neneknya untuk acara kumpul keluarga besar  kakek burhan


"mba" qiana berjalan ke arah kasir "kata nenek suruh ambil kue buat di bawa ke rumah" ucap qiana


petugas kasir yang sudah mengenali qiana tersenyum ramah "oh iya nona, semuanya sudah siap kok, nanti saya minta pelayan buat taro di mobil tuan putera" balas petugas kasir


"iya mba" qiana melihat para pelayan toko yang meletakan kue pesanan neneknya di bagasi mobil putera


"sudah selesai ya mba" tanya qiana


"sudah nona" balas petugas kasir


"makasih ya mba, qiana pulang dulu takut di cari nenek" pamit qiana


qiana berlari kecil ke arah putera "ayok kak" ajak qiana


"tunggu" putera berjalan ke arah penjual bunga di sebelah toko kue nenek jemina


qiana hanya memandangi putera yang sedang membeli bunga "buat apa bunganya, nenek pesan jugatah" gumam qiana


putera berjalan dengan membawa seiikat bunga "ini buat kamu" putera menyerahkan karang bunga mawar berwarna merah muda dan putih itu pada qiana


qiana mengernyitkan dahinya " buat apa kak" tanya qiana bingung kenapa tiba-tiba di berikan bunga


"kamu kan sekarang pacar kakak jadi ingin saja kasih bunga buat wanita tercantik di hidup kakak" ucap putera


"apaan sih kak" pipi qiana langsung merona mendengar gombalan receh dari putera


"ayok pulang, nanti di marahin nenek kalau lama" ajak putera


qiana dan putera mengobrol banyak hal dan saling melempar tawa "ngomong-ngomong kak" qiana mencoba mengontrol tawanya


"ngomong-ngomong kakak kan anak kakek Bimo yang artinya, nenek jemina itu kakaknya kak putera terus" qiana membuat pola abstrak dengan tangannya saat sedang bercerita "kalau nenek jadi kakaknya kak putera, terus apa qiana manggil kakak jadi kakek" tanya qiana menggerlingkan matanya ke arah putera


"jangan ngada-ngada ya qiana" kesal putera


qiana sungguh membangitkan ingatan yang selalu membuatnya kesal saat mengingat siapa ayah kandungnya yang kemarin sempat membuatnya kesal akan panggilannya nanti kalau semua orang sudah tahu kalau dia anak kakek Bimo


qiana makin terkekeh "maaf deh pacarku yang ganteng" qiana menyandarkan kepalanya di lengan putera agar putera tak marah dengannya


putera menghela nafas " tolong jangan ingatkan kakak hal itu ya, kita manggil seperti ini saja, jangan bingin bingung dengan circle keluarga kita yang terlalu pusing dengan sebutan antara satu orang dengan orang lainnya" pinta putera

__ADS_1


"oke deh" qiana bermanja di lengan putera seolah itu sudah biasa ia lakukan, dirinya sungguh lupa kalau mereka sudah berpacaran dan bukan hanya sebatas kakak dan adik


 20 menit perjalanan, putera dan qiana sudah sampai di halaman rumah kakek burhan dan nenek jemina


"panggilin pelayan buat bawain kue ya" pinta putera pada qiana yang akan turun


"iya kak" qiana berjalan ke arah belakang untuk memanggil pelayan di rumah kakeknya agar bisa membawakan kue yang sempat ia ambil dari toko kue neneknya


"nenek" qiana berlari ke arah nenek jemina dan memeluknya erat


"kenapa hanya nenek kamu yang di peluk, mama engga" tanya mama sheryl mencebikkan bibirnya


"iya sih mah" qiana beralih memeluk mamanya "tadikan masih meluk nenek, nanti juga mama dapat giliran" qiana berlaih ke arah bundanya


"bunda" sapa qiana


qiana beralih memeluk papa dan ayahnya, lalu kakeknya "om brian sama tante kayla mana " tanya qiana


"ada di belakang, sama tante kamu lagi bikin es buah" sahut nenek jemina


"oh" qiana berlari menghampiri saudara-saudaranya


"brother brother, jangan lupa kalau om revano itu om kamu" celetuk om revano


qiana melirik ke arah putera dan tersenyum sendiri "kalau om revano tahu kalau kak putera itu adik ibunya dan harusnya dia yang manggil om gimana ya" batin qiana bahagia membayangkan om nya nanti yang begitu kesal saat tahu putera itu anak siapa


putera jelas tahu apa isi pikiran kekasih kecilnya itu "jangan mikir aneh-aneh princess" ucap putera memberi peringatan


"iya maaf kak" qiana menghampiri  adiknya yang paling kecil


"nazhief sayang" qiana memeluk nazhief gemas


"kakak" nazhief balas memeluk qiana dengan sayang


"ayo makan" ajak nenek jemina, melihat mama kinan dan mama kayla membawa es buah yang sudah di buat


"asyik" teriak girang anak-anak


vansh menyenggol lengan kakaknya "kenapa kemarin kakak gak pulang ke rumah, gak kasihan apa saat aku jadi bulan-bulanan mamah" adu vansh


qiana terkekeh "sesekali di ajak ribut mama kan gak papa, dari pada kakak yang setiap saat di ajak ribut sama mama" balas qiana

__ADS_1


"yang ngajak ribut siapa qiana, mama kan cuma minta kamu untuk mikirin lamaran dion, itu aja" sahut mama sheryl


"biarin dia milih pasangan yang dia mau sheryl, jangan menekannya" sahut ayah mario


"aku gak maksa mas, cuma kasih arahan aja" balas mama sheryl


"sudah sheryl, qiana itu masih muda jadi biarkan dia lakuin apa yang di mau" ucap papa bachtiar membuat mama sheryl langsung terdiam


qiana berlari mencium pipi ayahnya lalu beralih memeluk papanya "papa dan ayah emang yang terbaik" puji qiana pada ayah mario dan papa bachtiar


"gitu ya kamu qiana, mama sama bunda kamu yang lebih banyak habisin waktu untuk kamu saat kecil tapi kenapa sekarang kamu lebih sayang sama papa dan ayah kamu" kesal mama sheryl


"jangan iri gitu sheryl, anak perempuan emang lebih dekat dengan ayah ataupun papanya, coba kamu lihat vansh" kakek burhan meilirik vansh "bukankah dia lebih dekat denganmu ketimbang bachtiar" sahut kakek burhan


"iya sih yah" mama sheryl membenarkan ucapan ayahnya


"oh ya, kali ini kakek ngumpulin semuanya di sini mau kasih pengumuman untuk kalian" ucap kakek burhan


semua orang yang ada di sana melihat kakek burhan dengan sekasama untuk mendengar apa yanga kan di sampaikan kakek burhan


"seperti yang kalian tahu kalau putera itu tetap bagian keluarga Hendrawan padahal brian sudah mengganti nama belakangnya jadi abraham sebagai penerus keluarga abraham" ucap kakek burhan sambil memandangi setiap anggota keluarganya


"agar tidak terjadi kebingungan nantinya, kakek mau bilang kalau putra itu sebenarnya adalah anak dari ayah nenek jemina, kakek Bimo jadi otomatis putera itu adalah adik ipar kakek" jelas kakek burhan


"hah" mulut semua anak menganga lebar kecuali putera dan qiana yang sudah tahu lebih dulu hal itu


"jangan tanya gimana bisa itu terjadi, nanti saat kalian sudah dewasa pasti akan paham hal ini. kakek menyampaikan ini agar kalian tidak terkejut saat putera di perkenalkan sebagai penerus kerajaan bisnis hendrawan di sepan semua orang" jelas kakek burhan


"haaaa!" revano berteriak histeris "jadi sekarang revano yang harus panggil putera om, bukannya putera yang manggil revano om" teriak revano histeris akan panggilannya yang berubah drastis


"hahahaha rasain" sahut kesemua anggota keluarga yang masih kategori remaja itu


"gak usah selebay itu revano, putera emang adik mama jadi kamu yang harus manggil putera om bukan sebaliknya" celetuk  nenek jemina


putera terkekeh meilhat raut wajah revano "mau tetap di panggil om" tanya putera


revano mengangguk" mau" balas revano


"nanti kalau aku nikah sama keponakan om revano, baru panggilan itu gak akan berubah" balas putera dengan santai


revano melirik ke arah dua ponakannya dan hanya ada satu perempuan "ya sudah qiana nikah sana sama putera" sahut revano dengan cepat

__ADS_1


__ADS_2