Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Lamaran (Season 2)


__ADS_3

Rania duduk di sofa ruang tamu apartemennya, menunggu kehadiran Vansh yang sudah janji akan datang menemuinya setelah ia meminta bertemu melalui pesan singkat


Rania melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukan pukul 8 malam tapi Vansh masih saja belum datang "apa dia terlalu sibuk ya" gumam Rania merasa tidak enak hati pada Vansh mengajak bertemu di tengah kesibukan Vansh yang begitu banyak


"lebih baik batalkan saja, dia pasti sangat lelah nanti kalau harus bolak-balik ke sini, apartemenku dengan rumah Vansh kan cukup jauh" Rania mengambil ponselnya yang ia letakan di meja untuk mengetik pesan pada Vansh agar tidak perlu datang, cukup bicara melalui ponsel saja saat Vansh sudah selesai bekerja


baru selesai Rania mengirim pesan dan akan menyimpan kembali ponselnya terdengar suara bel pintu, Rania beranjak dari duduknya untuk membukakan pintu "Vansh" sapa Rania saat melihat ternyata Vansh yang datang


Vansh mengangkat ponselnya "aku membaca pesanmu saat keluar lift jadi sekalian mampir dulu saja" ucap Vansh


"masuk dulu" Rania mempersilahkan Vansh untuk masuk apartemennya


"iya" Vansh berjalan masuk ke dalam apartemen lalu duduk di sofa ruang tamu Rania


"mau bicara apa sayang" tanya Vansh dengan santainya


Rania menatap heran ke arah Vansh "sayang" gumam Rania mengulang panggilan Vansh untuknya yang baru pertama kali ia dengar membuat ia cukup risih


Vansh terkekeh melihat Rania yang terkejut akan panggilan yang baru pertama kali Rania dengar "kenapa terkejut begitu, kita kan akan menikah jadi panggilan sayang tentu tidak masalah kan" ungkap vansh


"terserah kamu saja, aku memintamu datang untuk bertanya tentang rencanamu melamar ku" Rania membenarkan posisi duduknya dan menatap lekat ke arah Vansh "apa benar jumat nanti kamu mau melamar aku" tanya Rania ingin mendengar secara langsung dari mulut Vansh walaupun ia yakin Ayah Brian tidak mungkin berbohong padanya

__ADS_1


Vansh menghela nafas kasar "sebenarnya aku masih kesal sama mama karena terlalu lama melamar kamu, tapi setelah mendengar penjelasan mamah kalau aku itu harus menghargai anak orang lain yang di besarkan dengan penuh kasih sayang  dan harus memberikan lamaran serta pernikahan yang berkesan akhirnya aku gak jadi marah sama mama karena nunda sampai dua minggu buat lamar kamu" balas Vansh


"aku pikir dengan karakter mama kamu itu akan makan waktu paling enggak dua sampai tiga bulan loh buat nurutin rencana kamu " ucap Rania menyampaikan apa yang jadi ganjalannya setelah pembicaraannya dengan ayah Brian selesai tadi siang


"kata mama emang iya harus banyak yang di siapin tapi setelah aku merengek tidak mau sampai kecolongan dan takut kamu berubah pikiran jadi mama mau deh mempercepat acara lamarannya dan untung kak Qiana banyak bantu jadi mamah gak banyak protes lagi" balas Vansh


"kamu nih ada-ada aja Vansh, aku tuh belum siapin baju loh mana kamu bilangnya dadakan gini, aku sampai tahunya dari pak Brian dan bukan dari kamu" kesal Rania


"kata mamah semuanya sudah beres, gaun pengantin juga sudah di kirim ke rumah kamu yang di Bandung, kalau untuk acara lamaran katanya mama kamu yang sudah siapin jadi tentu mamah menghargai usaha mama kamu yang ingin kasih gaun hasil jahitannya ke kamu" jelas Vansh akan apa yang ia dengar dari mama sheryl


"di kirim ke Bandung" Rania menatap Vansh penuh selidik "kita nikah di Bandung" tanya Rania yang memang tidak tahu sama sekali perihal rencana pernikahannya dengan Vansh akan seperti apa


"kata mama iya, yang atur semuanya mama sama mama kamu, aku sih tahunya tinggal nikah saja" Vansh mengedikan bahunya acuh dan tak mau terlalu ambil pusing tentang bagaimana ia menikah yang penting ia bisa menikah dengan Rania saja


"ya sudahlah Rania, acara lamarannya belum tapi bukan berarti mama gak ke sana lebih dulu buat bicara sama orang tua kamu kali" tegas Vansh


"plak ...plak...plak..." Rania memukul lengan Vansh saking kesalnya "kok gak kasih tahu aku apapun sih vansh" kesal Rania mencebikkan bibirnya karena berasa di anggap tak ada karena tidak di ikut libatkan


"aku aja gak tahu apa-apa, tahunya semalam mama bilang, semuanya sudah beres dan jumat siang kita berangkat ke Bandung biar kita gak telat pas acara tunangan kita yang di adain malam. Mama cuma bilang kalau semua sudah di urus sama mama dan mama kamu, itu aja" balas Vansh yang memang tidak tahu apa-apa soal pernikahannya karena semua di urus mamanya dan baru semalam ia di beritahu


"tapi aku gak mau mewah ya Vansh, cuma mau kerabat dekat saja" tuntut Rania akan apa yang sudah mereka sepakati sebelumnya

__ADS_1


"soal itu aku beneran gak tahu Rania, mama cuma bilang kalau acara pernikahan kita di adakan di rumah kamu jadi semua keluarga besar kamu pasti kumpul" jelas Vansh


Rania memicingkan matanya ke arah Vansh "berasa ada yang ngeganjal deh" Rania menyorot tajam ke arah Vansh menuntut penjelasan lebih


"beneran aku gak tahu apapun Rania, gaun pernikahan kamu dan jas aku aja yang urus kakak, aku tahunya datang, nanti geh kamu bahas sama mama kamu langsung pas pulang besok, kata mama aku mereka yang mutusin semua dan kita tinggal terima beresnya. Aku cuma bilang kamu gak mau terlalu ramai dan aku maunya cepat nikah, gitu doang" ungkap Vansh dengan jujur


***


Jumat pagi Rania pulang ke rumahnya yang ada di Bandung dengan di antar sopir suruhan keluarga Vansh


awalnya Rania menolak tapi tentu mama sheryl kekeh Rania harus di antar sopir untuk pulang jadi terpaksa menerima saja karena tidak enak hati pada calon mertuanya


setelah menempuh perjalanan tiga jam, Rania sampai di rumahnya yang ternyata sudah di sulap menjadi begitu megahnya


awalnya rumah Rania hanya bangunan kecil dan memiliki tiga kamar saja, rumah dengan diameter 9x12 meter tetapi memiliki halaman cukup luas sebab perumahan Rania termasuk masih di daerah pedesaan di mana kebanyakan halaman rumah mereka cukup Luas


halaman Rumah Rania sekarang sudah ada tenda besar yang sudah di sulap dengan segala dekorasi yang begitu indah dan begitu cantik


tidak terlalu besar memang tapi tentu dekorasi yang di siapkan keluarga besar Vans bukanlah dari vendor kaleng-kalengan


"semua sudah selesai" gumam Rania saat melangkah memasuki rumahnya dengan melewati tenda untuk prosesi acara lamarannya nanti malam

__ADS_1


dekorasinya begitu indah, di dominasi dengan warna putih dan biru laut seperti warna kesukaannya, dekorasi yang sederhana tapi tak menghilangkan kesan mewahnya sebab hampir seluruh hiasan terbuat dari bunga asli dan bukannya bunga palsu


senyum langsung terukir jelas di wajah cantik Rania saat keluarga Vansh menuruti keinginannya tanpa menghilangkan jati diri keluarga Vansh sebagai keluarga berada yang tetap ingin prosesi pernikahan anak mereka berlangsung mewah


__ADS_2