Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Itu urusanmu, bukan urusanku! (Season 2)


__ADS_3

Vansh begitu fokus dengan kegiatannya yang entah sedang mengetik apa, sebab tangan tak berhenti bergerak sedari tadi tapi tatapannya berulang berganti dari satu layar ke layar lain di sebelahnya


dan tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk "masuk" Seru Vansh saat terdengar pintu di ketuk


Lia mucul dari celah pintu "pak ada pak Albert datang, mau di suruh masuk atau tidak soalnya bapak gak ada janji dnegannya" tanya Lia yang masih berdiri di pintu sambil memegang daun pintu


Vansh mengerutkan keningnya melihat LIa yang sedang berucap "ngapain juga tuh orang" guma Vansh begitu sebal dengan kedatangan Albert "suruh masuk saja" ucap Vansh pada akhirnya


Vansh berjalan ke arah sofa sebelum Albert masuk ke dalam ruangannya. Vansh menatap pintu menunggu kedatangan tunangan mantan kekasihnya sekaligus salah mitra bisnisnya


"ada apa lagi, bukannya aku sudah berucap jelas pada perwakilan yang kau kirimkan" tanya Vansh dengan ketus aat Albert masuk ruangannya


"aku tahu bawahanku bersalah karena datang telat untuk menemuimu" Albert duduk di hadapan Vansh walau belum di persilahkan untuk duduk


"kalau tahu kenapa masih ke sini" ketus Vansh


"karena aku pembisnis Vansh, aku tak mau menyerah tanpa melakukan usaha terakhirku" balas Albert dengan santainya


"Cih" Vansh hanya berdecih kesal karena secara tidak langsung Albert menyindirinya saat dulu lebih memutuskan hubungannya dengan Hasley karena sebuah kesalahpahaman, memutuskan menyerah pada wanita yang sudah lama Vansh cintai akibat kecemburuan dan akhirnya dia yang mendapatkan Hasley


"aku ingin kamu melihat proposal yang aku buat, berikut penawaran yang menguntungkan perusahaanmu jauh lebih banyak sebagai tanda kompensasai atas keteledoran pegawaiku" tukas Albert

__ADS_1


dengan terpaksa Vansh memeriksa proposal yang di bawa Albert, dan benar asja kalau rencana bisnis yang di buat perusahaan Albert cukuplan bagus itulah sebabnya ia masih emnjalin kerjasama dengan perusahaan Albert walaupun dulu Hasley menggunakan Albert sebagai alat menyakitinya tapi menurut Vansh ia harus bisa memisahkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan karena dia seorang lelaki berpikiran rasional


"rencana bisnismu memang bagus" aku Vansh


Senyum albert langsung terbit saat mendengar itu karena artinya proyek perusahaannya akan selamat dan itu tidak akan mengurangi pendapatan perusahaan


"tapi aku tidak mau bekerja dengan Hasley" tegas Vansh menolak bekerja sama dengan Hasley


Albert mengerutkan keningnya heran "apa kau masih menaruh hati pada tunanganku" tanya Albert dengan tatapan tajamnya


"ini bukan masalah masih menaruh hati Albert, tapi masalah profesional dalam bekerja dan aku tidak mendapatkan itu dari Hasley. Dia selalu menganggap bisa berlaku seenaknya padaku hanya karena kita pernah pacaran dan aku tidak suka itu. Kau tahu sendiri bagaimana aku bekerja bukan" jelas Vansh panjang lebar


Albert merasa apa yang di ucapkan Vansh benar, Hasley masihlah labil dan juga tidak tahu tempat masih merasa seperti nona besar dan tidak bisa bersikap sesuai kondisi dan tempat


"oh iya" Albert mengeluarkan sebuah undangan dan menyodorkannya ke arah Vansh "ini adalah undangan pernikahan kami, dan kamu adalah orang pertama yang aku berikan ini" ucap Albert


Vansh menerima undangan dari Albert dan membaca sekilas nama yang tertera di halaman depan undangan itu "ternyata kau sekuat itu menghadapi sifat Hasley" kekeh Vansh meletakan undangan yang di berikan Albert ke atas meja


Albert ikut terkekeh "aku tahu yang kamu pikirkan tentang sifat Hasley" Albert menatap lurus ke arah Vansh "tapi rasa cintaku untuknya jauh lebih besar dan aku tak masalah dengan itu" Albert tersenyum menanggapi keraguan Vansh tentang dirinya


Vansh mengangguk "baguslah" Vansh mengangkat tangannya mengajak berjabat tangan dengan Albert "selmat atas pernikahnmu tapi maaf jika aku belum punya pasangan aku tidak bisa datang jadi aku akan mengucapkan selamat dari sekarang" ucap Vansh dengan santainya

__ADS_1


Albert terkekeh akan Vansh yang tidak akan jika belum memiliki pasangan "apa kau takut bersedih saat melihat kami menikah nanti" ledek Albert


Vansh menggelengkan kepalanya "bukan itu " Vansh menegakan tubuhnya dan menatap lurus ke arah Albert "aku takut kalau calon istrimu akan kabur ke arahku jika aku tidak membawa pasangan dan pernikahanmu tentu bisa batal" ucap Vansh dengan senyum seringainya


"kurang ajar kau!" umpat Albert  membuat Vansh tertawa lantang


Vansh berusah menetralisir tawanya "kau lebih tahu dariku kalau dia masih sangat mencintaiku Albert cuma ego tingginya yang mengira aku selingkuh saja makanya ia memilih kamu" ucap Vansh dengan percaya dirinya membuat Albert kembang kempis menahan amarah


"tapi jangan khawatir Albert, seorang Vansh Wafiq Atharazaka pantang mengambil apa yang sudah ia buang dan bagiku sudah jelas membuang hatiku untuk seorang Hasley Amber Xander jauh dan tak akan aku ambil kembali" ucap Vansh dengan tegas


bagi Vansh pantang baginya mengambil apa yang sudah ia buang karena dirinya yang emmutuskan hubungannya dengan Hasley saat dulu hasley menghina kesetiaannya dan menuduhnya hanya berbekal sebuah foto tanpa menyelediki masalahnya secara jelas apalagi membalasnya dengan sebuah perselingkuhan. Pembalasan atas kesalahan yang tidak pernah ia perbuat tentu membuatnya tersinggung dan sakit hati


Sebab bagi seorang pria harga diri adalah yang paling di junjung apalagi Vansh memang tidak bersalah dan Vansh juga sudah berusaha menjelaskan tapi bebalnya Hasley membuat Vansh menyerah akan cinta yang ia punya dan memilih menguburnya dalam-dalam tanpa pernah coba ingin ia galih kembali


Vansh tersenyum simpul ke arah Albert "walaupun aku kasihan denganmu yang mungkin harus ekstra sabar seumur hidupmu, tapi itu kan urusanmu " VAnsh mengedikan bahunya "urusanmu sama sekali bukan urusanku" tegas Vansh tentang keputusan menikah yang di jalani Albert


"itu memang urusanku karena ini hidupku" Albert beranjak dari duduknya "tapi aku tetap berharap kau bisa datang untuk mendoakan kebahagiaanku dan kau segera mendapat pasangan" ucap Albert


"semoga saja" balas Vansh


Albert berjalan menjauh dari ruangan Vansh dan bergegas kembali perusahaannya sebab pekerjaanya masih lah menumpuk "sialnya apa yang di katakan Vansh itu benar kalau HAsley masih mencintai Vansh" gumam ALbert

__ADS_1


sebagai pasangan Hasley selama empat tahun di tambah dengan Albert yang memang mengenal Hasley jauh lebih lama dari itu,  tentu menjadi waktu mengenal kekasihnya itu dengan cukup baik. Dan dari situ Albert tahu kalau perasaan Hasley untuknya belumlah sedalam yang Hasley rasakan untuk Vansh sebab Hasley sama sekali tidak pernah cemburu pada Albet padahal albert juga dekat dengan beberapa wanita walaupun jelas itu hanya teman Albert


berbeda dulu saat mereka masih dekat dan belum memiliki status sama sekali, Hasley bisa tidak tidur semalaman jika ada yang mengajak Vansh untuk berbicara atau sekedar berfoto, itulah sebabnya Vansh jarang berfoto dengan sahabat perempuannya tapi sialnya, dulu ia di foto diam-diam entah oleh siapa membuat Hasley cemburu buta pada Vansh dan sampai melakukan hal gila untuk membuat Vansh marah dan sakit hati


__ADS_2