Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra Part 18


__ADS_3

"makan dulu sayang" Rania menyodorkan piring berisi penuh makanan pada Vansh


"terima kasih sayang" Vansh bergidik ngeri melihat banyaknya makanan yang ada di piringnya tapi ia tak bisa komentar apapun


"hahahahaha" Prisa sekuat tenaga menahan perutnya yang begitu sakit karena tertawa "rasain tuh kak Vansh" ledek Prisa saat kakak iparnya memberi makan begitu banyak untuk Vansh


"diam kamu" sentak Vansh menatap tajam ke arah adiknya yang selalu hobi meledeknya


"Vansh" ucap Rania menekankan suaranya


"hehehe, iya sayang" Vansh hanya bisa nyengir kuda di hadapin sang istri


Sedangkan mama Sheryl dan papa Bachtiar tak ikut bicara , sebab Rania sedang memberi hukuman pada Vansh yang melupakan untuk makan bekal makan siang yang sudah susah payah di buatkan oleh Rania


"terusin saja, lupain makan siang kamu jadi aku bisa rangkepin makan siang dan makan malam kamu jadi satu kaya sekarang" ucap Rania dengan nada sinis


"glek" Vansh menelan salivanya dengan susah payah "aku makan deh sayang" Vansh terpaksa memakan hidangan yang di siapkan Rania atau jika tidak dia sendiri yang akan rugi jika di abaikan sang istri


"oh ya Rania, tadi kok  ada laporan kalau Damian masukin wanita di kantor, dan katanya kamu yang interview" tanya mama Sheryl


"iya mah, biasanya juga Damian kalau minta bantuan ke manager tapi ini tumben ke Rania tapi wanita itu kayanya bagus deh, karakternya cocok di bidang yang aku pilih buat dia" ujar Rania


"siapa emang wanita itu, pacarnya" tanya Mama Sheryl lagi


"entahlah" Rania mengedikkan bahunya "katanya sih bukan, tapi gak tahu juga bener atau gak, cuma dia lagi on the proses jadi janda sih" balas Rania


"jadi pengen ketemu deh" sahut Mama Sheryl


"ya sudah ke kantor saja mah, mama kan pemegang saham di sana jadi gak masalah kalau mau datang kapanpun" balas Rania


"boleh deh, nanti kalau mama ada waktu luang ke kantor deh" balas mama Sheryl


***


Sia duduk di kasur kecil yang terbaring di lantai khas kosan  dengan perasaan penuh kelegaan "akhirnya aku punya pekerjaan" Sia melihat sisa tabungannya dan berharap uang nya masih bisa bertahan sampai hari gajiannya


"aku harus berterima kasih sama dokter Damian" Sia mengetik nama Damian guna mencari nomor Damian di ponselnya


Sia langsung saja menghubungi Damian  dan dalam hitungan detik panggilan Sialangsung di jawab oleh Damian "maaf mengganggu waktunya dok" ucap Sia


"iya, gak papa kok kebetulan saya baru selesai operasi dan sedang istirahat di ruangan saya" balas Damian


'maaf ya dok sudah ganggu waktu istirahat dokter" sesal Sia

__ADS_1


"gak masalah kok, ada apa emangya " tanya Damian


"saya mau ngucapin terima kasih karena dokter Damian saya jadi punya pekerjaan, dan untuk memebalasnya saya mau traktir Dokter makan kalau saya sudah gajian" balas Sia


"boleh saja, nanti kalau sudah gajian langsung traktir saya ya" balas Damian


"tentu dokter" balas Sia dengan senyum sumringahnya


"ngomong-ngomong Sia, kenapa kemarin saat suamimu kontrol ke rumah sakit, kamu gak ada di sana" tanya Damian


"ah itu.... " Sia bingung mau menjawab apa


"mungkin kamu lagu sibuk yang lain ya" sahut Damian yang tahu kalau Sia ragu untuk bicara


"iya dok, saya lumayan sibuk" balas Sia memaksakan senyumnya


"ya sudah sia, saya mau pulang ke rumah jadi tutup telponnya ya" ucao Damian


"ah iya dok, sekali lagi Terima kasih ya dok sudah bantu saya dapat pekerjaan" ucap Sia


"Sama-sama" balas Damian


***


Kini Sia sudah mulai bekerja di perusahaan keluarga besar Damian dan menjabat sebagai staff di bagian pemasaran


Sia yang memang orangnya supel dan mudah bergaul bisa langsung akrab dengan para rekan kerjanya bahkan dengan Rania terkadang mereka mengobrol bersama dan terlihat begitu akrab padahal jabatan Rania jauh di atas Sia yang hanya karyawan biasa, sedangkan Rania adalah Direktur Utama


"nih gajian pertama kamu Sia" ucap Karina, salah satu karyawan yang mengurus pembagian gaji


"Terima kasih" Sia menatap bahagia hasil kerja pertamanya


Sia terus memandangi amplop berisi gajih pertamanya "ah, dokter Damian" Sia mengingat Damian yang akan ia ajak makan di hari pertama ia gajian


Buku-buku Sia menyimpan amplopnya dan menghubungi Dokter Damian


"Dokter" sapa Sia saat panggilannya tersambung


"iya " balas Damian


"saya hari ini gajian dok, jadi mau ajak dokter makan, kapan dokter ada waktu" tanya Sia dengan senyum sumringahnya


"emmm, mungkin hari minggu saya ada waktu luang, beberapa hari ini saya banyak operasi soalnya" balas Damian

__ADS_1


"ya sudah, nanti pas minggu saya telfon dokter lagi ya" balas Sia


"iya" Damian langsung meletakan ponselnya sebab Sia sudah mematikan panggilannya


seorang wanita memicingkan matanya ke arah Damian "aku pikir kamu taubat Damian, karena sebulanan ini gak ada jalan dengan wanita" ucap wanita dengan tatapan tajamnya


Damian terkekeh "aku mau taubat Qiana" balas Damian dengan santainya saat menyantap makan siangnya bersama qiana saat ini yang kebetulan mereka bertemu di jam makan siang


"kesambet apa kamu, taubat si buaya belang" rasanya Qiana sulit percaya akan ucapan Damian


"beneran Qiana, aku sudah bertemu belahan jiwaku jadi aku akan fokus mengejarnya" balas Damian


"coba kenalin dulu ke aku biar aku tahu orangnya gimana" pinta Qiana


"nanti ya Qiana, aku gak mau di kabur gara-gara ketemu kamu" balas Damian


Qiana mengerutkan keningnya "kalian sudah pacaran kan" tanya Qiana memastikan


"belum lah, baru juga mau mulai" kesal Damian


"tumben, biasanya kamu main sat set" ucao Qiana tak percaya


"dia tuh beda, lagian dia juga masih proses bercerai jadi biar nanti saja aku pepet dianya" jelas Damian


Mata Qiana membelalak lebar "jangan aneh-aneh ya Damian, jangan bilang kamu jadi pembinor" tuduh Qiana


"jangan ngawur ya qiana, aku gak segitunya" elak Damian


"atau dia itu pemain laki-laki hah" tuduh Qiana lagi


"dasar ya wanita ini" Damian bedecak kesal karena terus di tuduh Qiana


"wajar dong kalau pikiranku jelek, orang kamu kan playboy mana pacar kamu itu kebanyakan wanita gak bener dan yang suka ngumbar tubuhnya" ucap Qiana dengan jujur


Damian memutar bola matanya malas dan tak sengaja ekor matanya melihat sesuatu "lihat tuh alasan wanita yang aku suka memutuskan bercerai " tunjuk Damian dengan ujung matanya


Qiana melirik ke arah lirikan mata Damian membuat ia melebarkan matanya saking terkejutnya "kamu suka sama istri pasien kamu" Qiana tak menyangka kalau Damian menyukai istri dari pasiennya


Qiana dan Andreas saling mengenal sebab mereka adalah teman semasa SMA di mana Damian juga bersekolah di sana. Untuk itu Qiana mengenal Andreas dan ia juga tahu kalau Andreas punya penyakit jantung bawaan sejak lahir


"kamu kenal istrinya Andreas sejak kapan?, stahuku waktu Andreas nikah kamu gak datang geh" tanya Qiana heran


"waktu dia operasi kemarin" balas Damian dengan begitu santainya

__ADS_1


"gila! " umpat Qiana


"biarin, toh mereka mau bercerai lagian liat noh siap yang mulai" Damian melirik ke arah Andreas yang tengah bermesraan dengan wanita yang entah itu siapa


__ADS_2