Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Bagaimana (Season 2)


__ADS_3

Tiara dan Qiana masih di buat tercengang akan kenyataan yang baru di ungkapkan Cindy pada mereka "aku sangat merindukannya tapi tidak bisa menemuinya bahkan sekedar ingin menelpon untuk mendengar suaranya aku tidak berdaya" ungkap Cindy yang sudah tidak bisa menyimpan sesak di dadanya menahan kerinduan pada pria yang selalu ada di samingnya selama tiga tahun tapi tidak bisa ia temui selama hampir tiga minggu ini


"kalau kamu sebegitu dalam sama kak Alvian kenapa malah mempertahankan pernikahan dengan pak Dion" tanya Tiara


cairan bening itu sudah tidak bisa di tampung lagi sehingga jatuh dengan bebasnya "aku gak punya pilihan lain Tiara" kemudian Cindy melirik ke arah Qiana yang masih diam saja sedari tadi "aku gak berdaya" ungkap Cindy lagi


"emang kamu sudah pernah minta sama pak DIon untuk berpisah" Qiana akhirnya mengeluarkan kata yang sedari tadi ia tahan


Cindy kembali mengangguk "sudah tapi mas Dion gak mau" Cindy mengusap pipinya yang basah "mas Dion mencoba bunuh diri waktu itu jadi bagaimana aku sanggup kembali melangkah" jelas Cindy


"terus kak Alviannya gimana" tanya Tiara penasaran akan apa yang di lakukan Alvian


"kau pikir bagaimana lagi, tentu dia akan menyerah, mas Dion adiknya" balas Tiara


"kamunya gimana? kata kamu cinta sama pak Dion" tanya tiara lagi


"entahlah" Cindy menangkupkan wajahnya dengan kedua telapak tangannya "aku memang mencintai seuamiku dulu, tapi tiga tahun aku berjuang dan memutuskan untuk menyerah tapi di saat aku menyerah malah ada kejadian seperti ini jadi aku juga bingung sendiri dengan perasaanku" jelas Cindy tentang bagaimana perasaannya saat ini


sebelum menikah dengan Dion Cindy memang terbilang masih sangat muda, sebab usianya masihlah 19 tahun. Ia juga belum pernah dekat dengan lawan jenis sebelumnya atau menjalin hubungan dengan siapapun jadi tentu CIndy belum tahu betul apa cinta yang sebenarnya

__ADS_1


cintanya pada Dion lebih ke hubungannya dengan Dion yang berstatus sebagai suaminya, pria yang harus ia sayangi dan juga hormati tapi lagi nyatanya pernikahan itu tak berjalan dengan mulus seperti jalanan tol, sempat di abaikan dan di lempar pada seseorang tapi saat hati sudah mulai menerima dengan jalan hidup kembali harus di tarik ke dalama jangkauan peria yang masih bertstatus suami sahnya


Tiara dan Qiana memeluk tubuh Cindy dengan begitu erat "kami juga bingung harus apa Cin, kami hanya bisa ada di samping kamu untuk terus menguatkan kamu" ucap Qiana yang tidak tahu harus apa


"terima kasih" Cindy mengeratkan pelukannya dengan kedua sahabatnya "dengan ada kalian yang terus di dekatku itu sudah sangat berarti hidupku" CIndy mengurao pelukannya dan menatap kedua sahabatnya "sepertinya aku harus belajar menerima keadaan, bahkan jika kemungkinan terburuknya aku harus kehilangan keduanya" ungkap Cindy dengan seutas senyuman


***


Dion mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumah orang tua Cindy seusai bekerja seharian ini "ah mungkin Cindy akan senang saat aku membawakan ini" Dion melirik ke arah paper bag berisi makanan pesanan Cindy saat Dion menelponnya sore tadi


Saat berada di belokan gang perumahan mertuanya Dion melihat ada mobil yang cukup di kenalinya "kakak" gumam Dion tahu betul kalau mobil yang ada di dekat perumahan mertuanya adalah milik kakaknya


Dion memtuskan berjalan perlahan ke arah mobil Alvian agar tidak di ketahui keberadaannya. Dion berjalan ke sisi sebelah kanan mobil Alvian sebab fokus Alvian ada di sebelah kiri yang sedang mengamati kamar Cindy dalam diam


Dion kembali melangkah ke dalam mobilnya dan berhenti sejenak baru kembali melajukan mobilnya setelah kepergian Alvian dari sana. Dion pulang dengan berjuta pikiran di benaknya


"apa aku sebegitu menyakiti kakakku" Dion diam cukup lama di halaman mengingat kembali tatapan kakaknya yang menyimpan begitu banyak luka di sana


orang tuan Dion dan Alvian berpulang saat usia DionĀ  masihlah sangat kecil, 8 tahun saat itu usianya dan Alvian masih lah17 tahun. Di usia remajanya ia harus berubah peran menjadi seorang ibu, ayah dan merangkap kakak di tambah ia juga harus mengurus kerajaan bisnis keluarga Xander yang tentu saja tidaklah mudah di mana itu membuat Alvian mengorbankan masa mudanya yang harusnya masih bermain tapi merangkap menempuh pendidikan sekaligus mengurus perusahaan

__ADS_1


masih segar di ingatan Dion saat Alvian tidak pernah pacaran, dan akhirnya memutuskan menikah dengan ibu kandung Hasley karena dulu ibu kandung Hasley lah yang mengejarnya, awal pernikahan memang Dion bisa melihat kekakuan kakaknya tapi lama kelamaan kakaknya bisa jatuh hati pada sosok ibu kandung Hasley yang memang begitu baik dan sangatlah mengerti kakaknya


tapi sayangnya usia istri kakakknya itu tidak bertahan lama sebab ia harus di paksa menutup mata saat melahirkan Hasley mengalami pendarahan begitu hebat membuat ibu kandung Hasley tidak tertolong lagi.


Alvian benar-benar menutup diri kala itu, mungkin ada rasa trauma saat pertama jatuh hati tapi harus kehilangan karena alasan maut, dan kali ini kakaknya harus kembali kehilangan karena dirinya


Dion membuka pintu kamarnya perlahan dan menatap punggung CIndy yang sedang menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dalam kamarnya sambil memikirkan entah apa yang jelas Dion tak tahu itu apa "aku benar-benar mencintaimu sayang, apa aku begitu egois mempertahanku di dekatku walaupun aku tahu itu melukai pria yang berjasa besar di hidupku" batin Dion mempertanyakan keputusan yang di buatnya untuk memaksa Cindy tetap berada di dekatnya


Dion menghela nafas panjang dan berjalan ke arah Cindy "sayang" Dion mengusap pelan bahu Cindy


Cindy tersenyum simpul ke arah Dion "mas sudah pulang" Cindy beranjak dari duduknya dan memeluk Dion


"mas baru saja pulang" Dion mengusap lembut punggung Cindy mencoba meresapi hangatnya pelukan sang istri yang selama ini ia abaikan dan membuatnya hampir kehilangan


"mas bawa pesanan kamu" Dion mengangkat tangan sebelah kanannya menunjukan paper bag berisi kue jajajan pasar yang sedang di inginkan Cindy


Cindy mengambil paper bag itu dan segera membukanya "makasih ya mas" Cindy langsung saja menyantap makanan ringan itu dengan begitu lahap


"pelan-pelan sayang" Dion mengusap sudut bibir Cindy yang belepotan karena makannya terlalu cepat jadi membuat makannya tak beraturan

__ADS_1


"maaf mas, soalnya lagi pengen banget" Cindy berusaha memelankan kunyahannya agar tidak tersedak dan tidak di bilang terlalu cepat dalam makan


Dion tersenyum melihat tingkah istrinya yang begitu menggemaskan menurutnya "maafkan aku kak Alvian, kalau lagi-lagi aku jadi adik yang terlalu jahat" batin Dion mengusap lembut rambut Cindy dan memberikan kecupan di kening Cindy dengan cukup lama


__ADS_2