
***
setelah hampir seminggu berada di rumah sakit akhirnya Sheryl dan Qiana sudah di bawa pulang ke rumah setelah kondisi Sheryl dan Qiana di nyatakan baik dan tidak ada masalah berarti. Sedangkan sheryl di anjurkan di buat rileks dan selalu di temani keluarga dekatjuga banyak beristitahat
Di rumah sudah ada banyak orang berkumpul, termasuk Hans, romi dan kayla “ayo sayang masuk”ajak ayah burhan mengiringi langkah sheryl masuk ke dalam rumah mereka
Sheryl menggendong baby qiana
dengan erat saat memasuki rumah “duduk dulu ya” ayah burhan mendudukan Sheryl di sofa ruang keluarga
Mbok jum membawakan minum serta camilan untuk Sheryl dan juga untuk yang lainnya “ayo di minum dulu sher” pinta kinan
“iya kak” Sheryl mengambil
minuman itu dan meminumnya hingga tandas
Hans mengguncang lengan kinan
“nan, ambil qiana dulu deh kasihan dia gendong qiana terus gak mau lepas dia” bisik Hans
kinan melirik ke arah sheryl “iya mas” kinan menyerahkan putera pada hans dan menghampiri Sheryl
“sher, qiana sama kakak dulu ya,
kamu makan dulu. kakak sudah siapin makanan buat kamu” pinta kinan menengadahkan tangannya agar baby qiana di serahkan padanya
"gak perlu kak, sheryl masih kuat gendong qiana kok" tolak sheryl. secara halus
hans menghela nafas panjang "kamu kan mau makan sher, kalau sambil gendong qiana terus qiana kejatuhan makanan kamu gimana" Hans ingin membuat sheryl bersantai dan tidak ketakutan saat menggendong qiana
“ah” Sheryl cukup lama melihat
tangan kinan, Sheryl masih ragu memberikan qiana pada orang lain
“gak papa Sheryl, qiana sama
kakak kok, jadi jangan cemas” kinan mencoba menenangkan sheryl agar ia tidak terus ketakutan
“iya kak”akhirnya Sheryl mau
menyerahkan qiana pada kinan
__ADS_1
“ya sudah, ayah ajak makan Sheryl
dulu ya” ayah burhan membawa Sheryl untuk makan di ruang makan
Kinan menoleh ke arah Hans “sudah bawa Sheryl buat konsultasi ke psikolog kan mas” Tanya kinan dengan nada khawatir pada keadaan sheryl yang masih terlihat kurang baik
“sudah, kondisinya memang kurang baik karena penculikan itu jadi kita harus terus menemaninya biar dia cepat pulih” balas Hans menyampaikan hasil pemeriksaan sheryl dengan psikolog di rumah sakit
Hans menoleh ke arah Romi yang ada di sofa sebelah kanannya berdampingan dengan Kayla “kamu sekarang harus ekstra jaga rumah ini ya rom, jangan izinin masuk brian sama Mario demi kesehatan mental kayla dan Sheryl” ucap Hans syarat akan nafa mengaharuskan dan tidak ingin kecolongan
“iya tuan, saya sudah manggil beberapa anak buah daddy buat jaga rumah ini dengan baik, mulai siang nanti mereka sudah jaga di
sekitaran rumah” balas Romi
daddy yang diaksud romi adalah om arkana karena romi adalah anak angkat om arkana dan salah orang terbaik yang om arkana punya maka dari itu dialah yang terpilih menjaga kinan saat itu
“bagus” hans puas dengan cara
kerja romi yang sigap dan cepat
Kini kinan melirik ke arah kayla
“ayah kamu telpon saya semalam, katanya dia akan pulang setelah pekerjaannya di jerman selesai” kinan memberitahu perihal ayah Kayla yang mengabarinya semalam
“apa ayah tahu kehamilanku” Tanya kayla sedikit cemas jika ayahnya sudah tahu perihal dirinya yang sedang hamil
“iya dia tahu, tapi saya sudah
minta untuk jangan cepat pulang agar lebih mengontrol emosinya, saat bertemu dengan kamu” balas kinan
Kayla jadi gemetar ketakutan “pasti
ayah akan bawa aku pulang ke rumah itu, aku gak mau nona" kayla terus menggelengkan
kepalanya tidak mau di minta pulang ke rumah yang selalu membuatnya ketakutan
Romi menoleh ke arah kayla dan
memeluknya “tenang kay, kakak sudah minta daddy untuk bicara sama ayah kamu, mereka kan sahabat baik jadi ayah kamu pasti dengerin daddy” ucap romi
menenangkan kayla agar tidak takut lagi
__ADS_1
***
Ayah burhan membenarkan posisi selimut Sheryl dan juga posisi selimut baby qiana yang ada dalam boks bayi. Setelah itu ayah burhan berjalan ke luar kamar dan menutup pelan pintu kamar sheryl “gimana yah, Sheryl sudah tidur “ Tanya kinan yang saat berdiri di depan kamar sheryl
“sudah” balas ayah burhan dengan
menghela nafas
ayah burhan berjalan ke arah sofa ruang keluarga yang di sana masih ada hans
"kalian pasti capek hari ini" tanya ayah burhan dengan muka kusut nya
"capek sih iya yah, tapi gak masalah buat kita karena sheryl lagi butuh kita" balas kinan
Ayah burhan memandangi kiman dan Hans dengan rasa bersalah yang besar
“maaf kalau kalian jadi nikah di catatan sipil saja gara-gara kondisi Sheryl” ucap ayah burhan merasa bersalah dengan pernikahan kinan yang di gelar dengan tergesa-gesa agar memudahkan Hans membantu mengurus urusan sheryl
“gak masalah yah, ini juga agar
memudahkan saya mmeriksa kondisi Sheryl, kalau saya belum menikahi kinan pasti ada batasan saat saya ada di sini, kalau sekarang kan gak masalah kalau saya nginep di sini karena kami sudah menikah” balas hans dengan senyuman
"iya yah, pesta pernikahan bisa nyusul kok" sahut kinan
"terus gimana dengan mario" tanya ayah burhan
"kali ini dia terbang ke Belanda urusan pekerjaan, katanya kalau di Imdonesia, dia pasti akan berusaha menemui sheryl" balas Hans
"apa harus sampai bercerai" tanya ayah burhan menyayangkan keputusan sheryl yang ingin tetap berpisah
Hans mengedikan bahunya "entah lah yah, sberyl tetap kekeh ngajuin gugatan cerai" balas Hans
"sudah lah yah, biarkan saja jika sheryl ingin berpisah dari mario kalau dia memang jadi jodoh sheryl pasti mereka akan kembali tapi jika tidak ya sudah, biarin saja" balas kinan
ayah burhan menghela nafas panjang "berarti ayah harus kembali terjun ke perusahaan, kasihan jordan kalau harus handle seorang diri" ucap ayah burhan
"iya yah, gak papa kok kalau ayah balik ke kantor, di rumah kan ada kinan dan Kayla yang nemenin sheryl" balas kinan
"Terima kasih ya nak, ayah selalu ngerepotin kamu" ucap ayah burhan penuh sesal
"jangan ngomong gitu yah, kita kan keluarga gak ada kata saling merepotkan di dalam keluarga" kinan tak ingin ayahnya terus merasa bersalah padanya karena seperti sheryl yang selalu ada untuknya dulu, kinan juga ingin selalu ada untuk adiknya
__ADS_1
"ya sudah kalian istirahat saja ya, ayah juga mau istirahat" ayah burhan berjaln memasuki kamarnya begitupun pula dengan kinan dan Hans yang berjalan ke lantai atas, di mana kamar mereka berada