Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 56 - Suara Aneh


__ADS_3

Ash mengangkat tubuh Shena dan merebahkan badannya di atas kasur dengan masih mengecup bibir seksi milik istrinya itu. Rasanya Ash ingin sekali menggigit dan menelan bibir ada saking gemasnya.


Tangan nakal Ash bergerak mencari sesuatu yang bisa ia mainkan, dan saat ini tangan itu mendapatkan apa yang ia ingin.


"Pamaann..." Shena menutup matanya saat tangan besar suaminya dengan kuat meremas bukit kembar miliknya. Tubuh Shena bergelinjang seketika dibuatnya.


Ujung jari Ash tidak berhenti menggoda pucuk bukit yang ukurannya bisa dikatakan tidak terlalu besar. Shena semakin kehilangan akal sehat dibuatnya. la meremas dan menarik rambut Ash yang terus mengecup leher Shena sampai pada titik sensitifnya.


"Ahhh..." Shena menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan suara-suara aneh yang sejak tadi mengganggu telinganya sendiri.


Ash yang biasa terlihat cuek dan pendiam, Malam ini berubah total. la terlihat seperti seorang predator yang menakutkan. Lihatlah bagaimana Ash terus saja menerkam tubuh Shena seperti predator ikan piranha yang kelaparan.


Bibir Ash menghisap dan ******* bukit aset yang dimiliki Shena hingga memainkan put*ng nya. Sudah berapa kali Shena menarik rambut Ash agar pria itu berhenti melakukannya. Namun, Shena tidak bisa, Ia pun menginginkan hal ini.


Saat tangan Ash bergerak ke bawah sana, Tiba-tiba saja Shena menghentikan kegiatan Ash dengan wajah yang ketakutan. Tadinya memang ia terbuai, tapi saat tangan Ash berhasil menyentuh miliknya, pikiran Shena malah menjadi takut tidak tentu arah.


Ash yang mulanya hampir saja melakukan hubungan yang selayaknya dilakukan oleh pasangan suami istri untuk kedua kalinya setelah mabuk itu baru tersadar, Tidak seharusnya ia melakukan hal seperti ini telalu cepat, Bukan? Meskipun sudah, Tapi dulu ia dalam pengaruh obat yang membuatnya terpaksa melakukan demikian.


Ash memeluk tubuh Shena yang masih berada di bawah tubuhnya, Ia benar-benar kehilangan kendali saat sedang berhadapan dengan Shena.


"Maafkan aku, Tadi aku hilang kendali.." Ash yang melihat wajah Shena ketakutan akhirnya beranjak dari tubuh istrinya. la membantu Shena menutup tubuh bagian atasnya dengan selimut.


"Apa tadi aku menyakiti mu?" Ash menyelimuti tubuh Shena dengan selimut tebal dengan perasaan bersalah. Benar ia ingin memiliki Shena seutuhnya, Tapi tidak dengan seperti ini. la ingin melakukannya ketika istrinya itu sudah dalam keadaan siap.


Ash memeluk tubuh kecil Shena lagi yang masih terlihat gemetaran. Ini memang terlalu cepat bagi seorang Shena yang notabene nya belum mencintai Ash.


Sekilas memang Shena terlihat egois untuk usianya yang sudah bisa dikatakan layak. Namun, Inilah yang terjadi pada dirinya. Dan ini semua terjadi akibat masa lalunya.


"Tidurlah, Jangan takut! Aku tidak akan melakukan hal seperti tadi lagi. Lagipula ini sudah malam. Besok pagi-pagi kita akan berangkat menuju Bali."


Ash beranjak dari atas ranjangnya menuju kamar mandi, Karena malam ini ia terpaksa bermain solo terlebih dahulu untuk melanjutkan apa yang tadi sudah bergejolak dalam tubuhnya, Tapi menggantung tiba-tiba dan ia sendiri tersiksa.

__ADS_1


"Aku berjanji, Kau akan segera menemukan pemilik mu yang sebenarnya." Ucap Ash menyirami tubuhnya dengan air dingin agar mengurangi rasa yang masih bergejolak di dalam tubuhnya.


Shena duduk kembali memakai bajunya dengan benar. Ia teringat saat dirinya tadi mengeluarkan suara aneh yang menurutnya sangat menggelikan. Tapi ingin bagaimana lagi, permainan Ash benar-benar membuat akal sehatnya hilang entah kemana.


Shena mengusap bibir dan tempat yang sudah dibasahi oleh lidah Ash, Ia kembali teringat dengan aksi panas yang dilakukan Ash pada dirinya tadi.


"Apa rasanya senikmat itu? Tapi kenapa kata orang-orang melakukan seperti itu akan terasa sakit? Kejadian malam lalu, Hampir saja terjadi." Shena merasakan di bawah sana sedang berdenyut nikmat.


"Astaga! Apa yang sedang ku pikirkan? Ini tidak boleh. Aku masih belum siap, jika sampai aku hamil bagaimana?" Shena pun dibuat ketat-ketir sendiri.


"Aku harus segera tidur, Jika aku tetap terjaga maka aku akan terus teringat dengan kejadian yang baru saja ku alami. Dan yang paling mungkin terjadi adalah aku yang akan memulai lebih dulu." Shena pun kembali merebahkan tubuhnya untuk menetralisirkan pikiran kotornya saat ini.


Dan saat Ash selesai dengan tugasnya di dalam sana, Shena sudah jauh bermimpi indah. Dengan masih menggunakan sehelai handuk yang melilit di pinggang nya, Ash menatap ke arah Shena.


"Aku bisa gila karena wanita ini. Setiap kali melihatnya, Kejantanan ku tidak bisa diajak kompromi.." Lirih Ash mengelus dadanya sendiri.


"Sudahlah, Setidaknya tadi aku sudah menikmati apa yang seharusnya aku dapatkan. Lagipula Shena tidak menolak sama sekali. Bahkan dia berkali-kali mengeluarkan suara seksinya itu." Ucap Ash tersenyum getir.


...***...


Besok paginya...


Shena terbangun, Ia sudah tidak melihat Ash di sampingnya. Ia baru teringat jika pagi ini ia akan mengikuti Ash perjalanan bisnis menuju Bali.


"Astaga, Aku lupa!" Shena menepuk jidatnya pelan. "Baju-bajunya belum ku masukkan ke dalam koper.."


Shena melompat dari tempat tidur, Namun saat ia sudah memijakkan kaki dengan kokoh, Kopernya sudah tersusun rapi di samping lemarinya.


"Eh, Siapa yang mengemasnya?" Pekik Shena bingung.


"Aku yang mengemasnya! Aku tahu kau pasti sangat lelah tadi malam." Kata Ash yang tiba-tiba berdiri diambang pintu.

__ADS_1


Wajah Shena langsung tersipu malu. Lelah? Apa yang membuatnya lelah? Apa suaminya itu sedang mengungkit apa yang sudah terjadi semalam? Ya ampun! Itu sangat memalukan.


"A-apa yang Paman katakan? Aku tidak lelah sama sekali. Lagi pula aku tidak melakukan apapun semalam." Shena sedikit gugup melihat suaminya pagi ini.


Ash yang sadar dengan kegugupan istrinya itu langsung berjalan dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Aku tahu, Kau pasti lelah akibat ulahku tadi malam. Bahkan kau menjerit..." Bicara sensual Ash membuat Shena merinding.


"Diam!!" Teriak Shena yang tahu arah pembicaraan Ash tak memberinya kesempatan untuk menjelaskan. Shena benar-benar malu dibuatnya.


"Berhentilah bicara omong kosong, Paman! Aku melakukan itu juga karena ulah mu.." Shena berbicara seolah tidak terima dengan perkataan suaminya itu.


"Kau itu kenapa, Sayang? Aku ingin mengatakan jika kau kelelahan akibat ulahku yang meminta ku memijat Kapala ku, kan? Lalu apa?" Goda Ash dengan tersenyum simpul. Senang sekali rasanya melihat wajah Shena yang berubah merah akibat malu.


Shena yang mendengar perkataan Ash langsung malu sendiri. la pikir Ash sedang mengungkit dirinya yang menjerit saat Shaka... Ah entahlah, Shena benar- benar malu.


"Terserah kau saja! Aku harus mandi sekarang.." Shena mengambil handuknya, Lalu pergi menuju kamar mandi. Sedangkan Ash tertawa geli melihat ekspresi wajah istrinya itu.


"Dasar Gadis Kecil..." Batin Ash geli.


Sementara Shena, Di dalam kamar mandi tidak henti-hentinya ia mengomel sendirian. la malu dan tidak tahu harus menaruh wajahnya di mana. Kemarin baru suara aneh, bagaimana jika sampai Ash membuka seluruh pakaiannya bukan dalam keadaan mabuk, melainkan penuh kesadaran melakukannya, Lalu menikmati setiap inci tubuhnya?


"Ah, Aku benar-benar tidak ingin disentuh pria itu lagi!!" Rengek Shena menatap dirinya dipantulkan kaca.


"Tapi aku juga menikmatinya.." Shena mengguyur tubuhnya dengan air agar semua pikirannya hilang.


Setelah selesai membersihkan diri, Shena keluar dengan bathrobenya dan melihat Ash juga sedang tersenyum jahil dengan pakaiannya yang sudah rapi.


"Kau baik-baik saja, kan? Mengapa wajahmu memerah?" Ash ingin menyentuh wajah Shena dengan tangannya, Namun ia menghindar dan segera berlari menuju ruang ganti sambil menyilangkan tangan di dadanya.


Shena menatap kesal Ash yang terus saja menggodanya sedari ia bangun tidur.

__ADS_1


"Aku akan terus mengerjai mu saat kita sampai di Bali nanti. Tunggu saja! Kita lihat, apa yang bisa aku lakukan nanti." Ash tersenyum penuh arti.


__ADS_2