
semenjak sheryl setuju untuk menikah tentu persiapan untuk acara pernikahan mulai di buat, apakagi terjadi sedikit perdebatan antara sheryl dan bachtiar yang menginginkan acara pernikahan berbeda "aku ingin pernikahan kita di adakan sedrhana saja pah, cukup keluarga dekat gak mau terlalu ramai" ucap sheryl yang ingin pernikahannya lebih sederhana dari acara pernikahannya dulu
"tapi papa pengen semua orang tahu kamu itu istri papa, jadi harus rame dong" balas bachtiar yang masih tetap kekeh menggelar acara pernikahannya dengan mewah dan menundang banyak orang
"tapi mama gak mau terllau ramai, karena mama pengennya kebahagiaan kita benar-benar bisa di rasakan bersama loh pah" sheryl ingin nanti saat acara pernikahannya mereka bisa berbaur lebih intens bersama para tamu undangan
qiana melihat papa dan mamanya yang sedari tadi ngotot dengan cara pikir mereka jadi bingung sendiri "kenapa mama sama papa kaya anak kecil, ribuuuuuut terus dari tadi" tanya qiana mulai lelah dengan perdebatan sheryl dan bachtiar
"gak gitu ah qiana" sheryl merasa dirinya sedang tidak berdebat dengan bachtiar
"gak gimana" qiana melirik ke arah kakeknya dan juga om nya "qiana gak salah lihat kan kakek, om" tanya qiana meminta persetujuan dari ayah burhan dan juga hans serta brian
"gak salah qiana" ayah burhan mengelus kepala cucu perempuannya yang begitu cantik
hans melipat tangannya sebatas dada "biar kakak saja yang kasih jalan tengahnya deh sher" ucap Hans kemudian melirik bachtiar "om juga harus setuju dengan pemikiran saya" ucap hans dengan tegas
hans melirik ke arah sheryl yang duduk di sebelah kiri "kita adakan acara pernikahan kalian di rumah ini dengan di hadiri kerabat dekat saja dan tidak lebih dari 200 undangan, untuk dekor nanti biar kakak yang urus dan nanti soal souvenir dan hidangan biar di urus brian" hans menoleh ke arah bachtiar yang duduk tepat di sebelah sheryl "dan nanti kita bikin acara live streamingnya saja, sheryl kan kalau ada projek tentang tulisannya selalu buat video live streaming, nanti bisa kita pakai sekalian penggemar sheryl biar tahu semua, dan pasti nanti juga banyak yang liput jadi nanti semua orang akan tahu bahwa sheryl anandia adalah istri bachtiar atharazka" seru hans dengan lantang
"beres kan" ucap hans memilih jalan tengah untuk acara pernikahan sheryl dan juga bachtiar yang akan di adakan bulan depan bertepatan dengan ulang tahun qiana
shery tersenyum lebar, setuju dengan usul kakak iparnya "iya kak, sheryl setuju" balas sheryl
hans menunggu jawaban bachtiar "gimana" tanyahans lagi
"iya, saya setuju" balas bachtiar dengan muka datarnya
ayah burhan sedari tadi geleng-geleng kepala melihat perdebatan bachtiar dan sheryl "usia kalian sebenernya gak cocol berdebat untuk acara pernikahan deh, dulu ayah sama mina gak ada tuh recokan buat pesta pernikahan. pernikahan sah dan semua keluarga tahu juga cukup bagus" ucap ayah burhan dengan santainya
__ADS_1
"itu kan kamu burhan, dan jemina juga keliwat cinta sama kamu jadi mah di nikahin kamu juga senang, tapi ini aku beda loh burhan" bachtiar menunjuk ke arah kayla "anakku emang usah segede itu, dan sudah punya cucu yang sudah bisa lari-lari lagi tapi" bachtiar menjeda sesaat kalimat yang selanjutnya akan ia ucapkan "aku belum pernah menikah sama sekali sampai detik ini, jadi gak salah dong aku pengen pernikahanku sedikit waaauuuw gitu" jelas bachtiar
semua orang tertawa terbahak dengan keras, tentu mereka lupa kalau memang bachtiar belum pernah mengadakan acara pernikahan walaupun sudah memiliki kayla yang sudah sebesar itu sebagai anak "soryy bachtiar, saya lupa kalau kamu belum pernah menikah" ayah burhan berusaha menekan tawanya "usia kamu dan kamu yang sudah punya anak jadi buat aku lupa kenyataan yang satu itu" ucap ayah burhan
"iya sih, emang usiaku sudah tua tapi jiwaku ini masih muda ya bahkan aku masih bisa memberikan kamu cucu 5" ucap bachtiar dengan asal
tawa mereka semua kembali renyah karena sosok bachtiar yang terkenal garang dan galak juga punya jaringan mafia itu bisa saja menjadi lelaki yang terus di pojokkan
tawa yang terus tersembur dari anggota keluarga sheryl yang sedang berkumpul pun sampai terdengar ke dekat gerbang karena memang mereka sedang mengobrol di gazebo besar di taman yang berdekatan dengan gerbang rumah keluarga sheryl
mario melangkah makin pelan melihat kebahagiaan keluarga putrinya dan mantan istrinya. mario tentu sudah tahu rencana sheryl yang akan menikah dengan bachtiar bulan depan, bertepatan dengan ulang tahun qiana yang kedua. sungguh mario sebenarnya tak ingin datang ke rumah ini untuk semakin terluka melihat wanita yang masih bertahta di hatinya akan merajut mahligai pernikahan dengan pria lain
"huuuuuuuhhh" mario menghela nafas panjang berusaha kuat untuk memasuki rumah keluarga sheryl karena dia akan menjemput qiana, kebetulan hari ini adalah hari jumat yang artinya besok adalah akhir pekan jadi ini adalah jadwal qiana bersama mario sebagai ayahnya
"sore semuanya" sapa mario pada keluarga besar sheryl
anggota keluarga sheryl pun menoleh "sore mario" balas semua orang
"duduk dulu mario" ayah burhan mempersilahkan mario untuk duduk
sheryl menoleh ke arah bik laras "bik siapin barang qiana sama sekalian kamu tambahin keperluannya soalnya ayahnya qiana mau ngajak qiana liburan di puncak" ucap sheryl memberitahukan pada pengasuh anaknya kalau tujuan akhir pekannya adalah di puncak karena sudah di beritahu oleh mario sebelumnya
"wah kamu mau ajak qiana ke villa baru kamu itu ya" tanya kinan yang tahu kalau mario baru saja membeli villa yang kebetulan bersebelahan dengan villa miliknya
"iya, baru selesai di renovasi dari saat setelah aku beli jadi pengen ajak qiana liburan ke sana" balas mario
"tapi di sana emang udaranya bagus dan wahana permainannya banyak, pasti qiana senang" sahut hans
__ADS_1
"iya" balas mario
bachtiar menoleh ke arah mario "jangan lupa hadir di pernikahan kami ya" ucap bachtiar dengan suara pelan takut menyinggung mario karena tentu bachtiar tahu mario masih menyimpan rasa untuk sheryl
mario memaksakan senyumnya "aku pasti datang, lagian acara nikahan kalian kan bareng sama ulang tahun qiana" balas mario
"makasih ya mas" balas sheryl yang sebenarnya masih tak enak dengan mario karena menikah lebih dulu dari mario
mario hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan terima kasih sheryl "sudah siap semua tuan" ucap bik laras menenteng bawaan qiana yang juga di bantu oleh pelayan sheryl yang lain
"ya sudah saya pamit bawa qiana ya" ucap mario
"iya mario" balas ayah burhan dan hans
qiana berpamitan pada sheryl dan bachtiar terlebih dahulu sebelum pergi bersama mario "dadah papa" qiana mengecup pipi bachtiar sebelum pergi
brian melirik punggung mario yang makin menjauh "sebenarnya aku kasihan lah sama mario, tapi mau gimana lagi" gumam brian yang masih bisa di dengar sheryl
"ya mau gimana lagi kak, semua sudah takdirnya" sahut sheryl
***
laras memangku qiana yang sudah tertidur karena memang perjalanan mereka akan memakan waktu yang cukup lama. laras melihat wajah mario yang terlihat datar tapi entah kenapa laras bisa tahu kalau hati mario sedang sedih
"apa tuan ikhlas melihat nyonya menikah dengan tuan bachtiar" tanya laras
mario tersenyum miris "mau saya ikhlas atau tidak tidak akan memberikan dampak apapun untuk rencana mereka" jelas mario
__ADS_1
"iya sih tuan, tapi setidaknya hati anda akan lebih terasa damai jika ikhlas" balas laras
mario tersenyum simpul ke arah laras "saya akan berusaha merelakan walaupun sungguh itu menahan sesak yang saya rasakan " balas mario masih tersenyum walaupun hatinya sungguh terluka