Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Pengalaman hidup (Season 2)


__ADS_3

"wah keponakan om ganteng banget sih" cicit Nazhief begitu gemas pada keponakannya yang baru berusia tiga bulan tapi sudah begitu bulat dan sangan membuat gemas


"bilangin bunda makasih banget buat makananya ya" Qiana menyerahkan rantang makanan yang tadi sempat di bawa nazhief ke rumah atas permintaan bundanya yang ingin memberikan makanan pada Qiana


"iya kak" balas Nazhief masih begitu fokus pada keponakannya yang masih sibuk berceloteh dengan bahasa bayinya


"sudah mutusin mau kuliah di mana " tanya Qiana


"sudah kak, kemarin sudah ajuin proposal buat kuliah di sana" balas Nazhief


Qiana mengerutkan keningnya "bukannya kalau kuliah S! tinggal daftar saja ya, kalau buat proposal yang sudah S2" tanya Qiana baru tahu kalau kuliah S1 bisa memakai proposal untuk mendaftar " Qiana menggaruk tengkuknya yang tak gatal tak paham maksud Nazhief


"proposal itu untuk pengajuan Beasiswa kak, Nazhief pengen daftar kuliah jalur prestasi jadi nanti kakak tinggal bayarin apartemen sama biaya hidup di sana saja" jelas Nazhief


"emang tujuannya di mana" tanya Qiana memperjelas pilihan kuliah Nazhief


"pengen di Jerman kak" balas Nazhief


"emang pengen ambil jurusan apa" tanya Qiana lagi


"pengen ambil psikiater, tadi harus ambil kuliah kedokteran dulu di sana" jelas Nazhief akan rencana studinya


"berati lama dong, bunda kasih izin gak" balas Qiana


"hehehehe" Nazhief nyengir kuda di depan Qiana "itulah gunanya punya kakak" kekeh Nazhief


Qiana memutar bola matanya malas "kena lagi deh kakak" Qiana sadar bahwa dirinya lah yang di minta Nazhief untuk merayu bundanya agar mengizinkan Nazhief kuliah di Jeeman dan mungkin itu dalam jangka waktu yang cukup lama


"ayolah kak bantuan Nazhief, cuma kakak yang bisa nasehati bunda buat kasih izin Nazhief ambil jurusan itu" pinta Nazhief dengan nada memohon

__ADS_1


Qiana menghela nafas panjang "emang motivasi kamu ambil jurusan psikiater itu apa? keluarga kita gak ada yang dekat-dekat situ loh" tanya Qiana ingin tahu alasan adiknya mengambil jurusan itu agar saat bicara dengan bundanya ia bisa menanggapi dengan baik segala kekhawatiran bundanya


"ingin saja, Nazhief sudah lama tertarik buat mempelajarinya dan Nazhief benar-benar berniat mengambil profesi itu, lagian kita punya rumah sakit besar kalau butuh kerjaan kan gampang nyarinya"kekeh Nazhief


"ya sudah nanti kakak bicara sama bunda" Qiana akan membantu adinya selagi apa yang adiknya ambil adalah hal yang baik


"terima kasih kak" Nazhief menciup pipi Qiana dengan sayang


"ngomong-ngomong gimana kabar kakak kamu" tany Qiana yang ingin tahu bagaimana kabar Edzar


"ya gitu deh, sekarang dia naik bus tahu kak, soalnya katanya nunggu sopir kelamaan karena harus antar jemput Nazhief dulu sih" ungkap Nazhief


"di protes atau marah-marah enggak" Qiana ingin tahu kelanjutannya


"enggak sih kak, dia mah santai saja, bawa bekal terus sekarang kak dan gak minder lagi saat di bawain bekal sama bunda malah katanya lumayan buat nambah uang jajan soalnya banyak temannya kak edzar yang suka makanan bunda dan kasih uang ke kak Edzar kalau Edzar kasih makanannya"kekeh NAzhief mengingat cerita kakaknya yang beberapa kali mendapatkan uang karena bekal dari bunda Laras


"sih siapa namanya..."Qiana namoak berpikir sebab agak lupa siapa nama wanita yang membuatnya kesal kala itu


"kayanya enggak deh kak, aku sempat dengar kalau si Lea Lea itu punya pacar lagi dan temen sekampus kak Edzar lagi" Nazhie jadi ingat cerita saat main ke kampus kakaknya dan mendengar cerita heboh Lea yang pacaran dengan salah satu teman Edzar dan Edzar hanya menanggapi dengan santai saja


"benar kan kakak bilang, wanita itu cuma mau uang kakak kamu saja jadi saat kakak kamu gak ada uang di tinggalin deh" tukas Qiana dengan yakinnya bahwa wanita bernama Lea itu akan mundur teratur dengan sendirinya tanpa banyak bertindak saat Edzar di batasi keuangannya


Nazhief mengerutkan keningnya "kakak tahu dari mana coba kalau Lea akan mundur terarur saat kakak di ambil fasilitasnya" heran Nazhief


"pengalaman hidup..... pengalaman hidup mengajarkan kita banyak hal Nazhief dan dari pengalaman hidup kakak kalau Lea itu sejenis sama mama yang melahirkananya, wanita yang gila harta jadi saat pria incarannya tidak berharta akan ia depak begitu saja "jelas Qiana


"oh" Nazhief mengangguk paham akan ucapan kakaknya walaupun sebenarnya ia bekum sepenuhnya pahan


"ya sudah kak, Nazhief pulang dulu ya takut di tunggu mama" pamit Nazhief memeluk kakaknya

__ADS_1


***


"bosen banget" gumam Mama sheryl begitu bosan karena terkurung di rumah sendirian, dua anaknya begitu jauh dan tidak bisa seenaknya datang, Vansh di Inggris sedangkan Qiana baru saja melahirkan dan pasti tidak di izinkan bepergian terlalu sering sedangkan dirinya tidak di izinkan keluar rumah tanpa izin suami sebab usia kehamilan yang sudah memasuki usia 7 bulan di usianya saat ini benar-benar harus di jaga ekstra hati-hati


Mama Sheryl mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya "pah" sapa mama Sheryl saat panggilannya sudah tersambung


"ada apa mah" balas Papa Bachtiar


"bosan pah, pengen main" keluah Mama sheryl begitu bosan di rumah


"jangan dulu mah, kemarin sempet flek loh mah, papa agak mau mama ada apa-apa" tolak papa bachtiar


"terus mama harus apa dong, dua anak mama sibuk semua, papa juga sibuk" Mama Sheryl mencebikkan bibirnya saking kesalnya terkurung di rumah


"setelah rapat papa pulang deh" rayu papa bachtiar


"ah papa bohong, keseringan bohong jadi mama gak percaya" balas mama Sheryl yang sudah lelah akan kebohongan papa bachtiar yang bilang ingin menemaninya tapi nyatanya malah sibuk bekerja


"ih kalau gini papa jadi sebel sama Vansh yang gak kelar-kelar kuliahnya" gerutu papa Bachtiar keal setiap mengingat anak lelakinya belumlah menyelesaikan pendidikannya


"kenapa jadi bawa-bawa Vansh"kesal Mama Sheryl karcena nama anal lelakinya di bawa-bawa


"gimana gak bawa nama dia mah, harusnya papa kan pensiun buat nemenin mama di rumah tapi karena Vans yang gak eklar-kelar kuliahnya jadi ketunda deh" tukas Papa Bachtiar yang merasa kalau anaknya menghalangi waktu bersama sang istri


"terus gimana nih buat ngurangin kebosanan mamah" tanya mama SHeryl


"nanti papa pulang cepat deh" balas Papa bachtiar


di kehamilannya ini, mama Sheryl memang benar-benar tersiksa sebab tak di izinkan kemanapun oleh papa Bachtiar sebab berkali-kali mengalami pendarahan padahal waktu hamil Vansh tidak tapi entah kenapa kehamilan ketiganya sama dengan kehamilan pertamanya saat hamil Qiana

__ADS_1


"malas benget nunggu" keluh mama Sheryl menopang dagunya dengan kedua tangan menunggu kepulangan papa bachtiar


__ADS_2