
Rania begitu menikmati momen berkumpul bersama keluarga besarnya yang jarang terjadi sebab ia memang tinggal jauh apalagi kebanyakan saudara mamanya tinggal di Sumatera sedangkan keluarga ayahnya hanya tinggal sepupu ayahnya saja karena ayahnya adalah anak tunggal dan kebetulan kedua orang tua ayahnya sudah tidak ada lagi
"sudah siap sayang" tanya mama Indah saat memasuki kamar Rania
Rania yang sudah selesai di rias menoleh ke arah mama Indah "sudah mah, baru saja Rania selesai di Rias" Rania beranjak dari duduknya dan menunjukan penampilannya pada sang mama "gimana mah, cantik gak" tanya Rania
"cantik tentu saja cantik karena anak mama yang tercantik" tukas mama Indah
"ya sudah ayo, pihak keluarga Vansh sudah pada datang" ajak Mama Indah
Rania berjalan berdampingan dengan sang mama menuju tempat acara di langsungkan
di kursi yang sudah di sediakan sudah ada ayahnya duduk berhadapan dengan keluarga Vansh "Vansh boyong semua keluarganya ke sini mah" ucap Rania saat mmelihat seluruh anggota keluarga Vansh hadir bahkan Neo dan Nazhief yang menempuh pendidikan di luar negeri menyempatkan pulang untuk mengikuti prosesi lamaran Vansh
"iya sayang, kata mama mertuamu seluruh keluarga besarnya memang di bopong untuk datang kemari" balas Mama Indah
Rania dan mama Indah duduk di samping ayah Andika di mana sekarang ia bisa melihat Vansh tepat ada di hadapannya "karena yang di tunggu sudah datang, kita bisa langsung mulai acaranya" ucap Ayah Andika agar prosesi lamaran segera di laksanakan
Acara Lamaran di pandu oleh Damian yang lagi-lagi kena sasaran sebagai MC sebab kemarin ia menjadi MC di acara pernikahan adiknya dan itu berlangsung cukup baik
acara prosesi lamaran berlangsung cukup khidmat dan tangis haru di antara dua keluarga terutama orang tua Rania yang akan melepas anak semata wayang padanya calon suaminya nanti
__ADS_1
setelah acara pemberian sasarahan dan penyematan cincin yang di wakili oleh Mama Sheryl menyempatkan cincin serta kalung berlian pada Rania tibalah acara sambutan serta balasan pesan. Setelah Ayah Andika menyampaikan kata sambutan yang begitu hangat dan ucapan terima kasih karena sudah melamar putrinya dan memberikan yang terbaik untuk Rania tibalah acara balasan sambutan dari keluarga Vansh
"silahkan untuk Putera selaku kakak dari calon mempelai pria untuk memberi sambutan" ucap Damian mempersilhakan Putera untuk memberikan sambutan sebagai penutup acara
Putera berdiri dan akan meraih MIC yang di sodorkan Damian tapi langsung di rebut Vansh "maaf kak Putera kali ini ada hal yang ingin aku ucapkan sendiri" Vansh meminta Putera untuk duduk dan Putera pasrah saja
Vansh berdiri menatap calon istrinya dan kedua orang tua calon istrinya dengan tatapan dalam "terima kasih sudah mau menerima lamaran saya ayah dan mamah, terima kasih juga sudah mau mempercayakan putri tercinta kalian untuk saya" Vansh membungkuk ke arah kedua orang tua Rania karena sudah mau menerima lamarannya
Vansh kembali berdiri dan menatapa Rania dengan lekat "dan untukmu Rania yang sebentar lagi akan menyandang status sebagai nyonya Vansh Wafiq Atharazka" ucap Vansh menatap dalam-dalam ke manik mata Rania "terima kasih sudah hadir dalam hidupku dan menjadi penyemangat di hidupku, di mata orang lain selama ini taka da yang tahu bahwa kau yang paling berjasa besar di hidupku" Vansh terkekeh ringan "kau ingat saat SMA aku paling malas untuk sekolah dan belajar walaupun orang tuaku terus bereriak tapi aku tak mau mendengarkanmu, tapi hanya dengan satu kalimat darimu aku mau belajar dan segera menyusulmu menjadi peringkat dua di sekolah padahal sebelumnya aku hanya menjadi peringkat 200 dari 638 siswa, apa kau masih ingat kalimat itu" tanya Vansh
Rania mengangguk sebab ia masih mengingat kalimat itu "jangan merasa dunia hanya seputar dirimu karena masih banyak yang lebih darimu" ulang Rania kembali mengingat ucapan itu yang di berikan Rania untuk Vansh
"tapi bagiku kamu juga hebat bahkan lebih hebat dariku apalagi..." sahut Rania
"untuk itu aku cinta padamu Rania" sela Vansh menunda ucapan Rania "kamu selalu bisa membuatku nyaman dan selalu percaya pada kemampuanku tapi kau juga akan selalu menegurku setiap aku melakukan kesalahan, dan itu terjadi saat kau bilang padaku bahwa' orang yang tidak bisa percaya denganmu berarti orang itu tidak sepenuhnya mencintaimu dan menghargaimu jadi jangan berpaku pada orang yang tidak menghargai dirimu'" Vansh menghela nafas panjang untuk menguatkan hatinya agar bisa kembali bicara
"empat tahun yang orang lihat aku sendiri karena tidak bisa move on dari seseorang, padahal dalam empat tahun itu aku gunakan untuk menunggumu, menunggumu yakin bahwa aku bisa menjadi pasanganmu dengan mempertaruhkan ini pada takdir kita. Kita memang tidak pernah pacaran dan tak pernah ada kata cinta di antara kita atau larangan untuk dengan orang lain tapi kita tetap selalu menguatkan dan saling mendukung untuk hal apapun yang kita pilih" ucap Vansh panjang kali lebar
Vansh melirik ke arah mama Sheryl yang ada di sebelah mamanya "kamu tahu Rania hal pertama yang paling membuat aku kesal dengan mama setelah dia terus menjodohkan aku dulu" tanya Vansh masih menatap mamanya
Rania menggelengkan kepalanya "tidak" balas Rania
__ADS_1
'itu karena mama terlalu lama melamar kamu untukku dan di tahu betul karaktermu yang tak akan menerima lamaranku jika bukan mama dan papa yang datang melamar, dan aku kesal karena kalah dengan hal itu" ungkap Vansh membuat riuh tawa dari para tamu undangan yang hadir
Rania menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Vans yang tak bisa menjaga image nya sama sekali "tentu aku tidak akan mau jika bukan orang tuamu yang melamarku karena restu orang tua adalah yang utama dalam membina rumah tangga" balas Rania
"tapi itu tetap membuatku sangat kesal Rani" protes Vansh
"mama kan sudah mempercepat semuanya dan melamar Rania secepat yang mama bisa Vansh, kamu juga tinggal terima beres" kesal Mama Sheryl
"tapi aku nikahnya makin lama mah" rengek Vansh
"terus mau kamu apa Vansh" tanya papa Bachtiar dengan suara lembutnya
Vansh menyunggingkan senyumnya ke arah papa Bachtiar "kalau nikahnya bulan depan kelamaan pah, mending nikah besok aja" balas Vansh masih menggunakan MIC sehingga suaranya terdengar begitu keras
"jangan ngada-ngada deh Vansh, tadi kan sudah di bahas kalau acara pernikahannya bulan depan dan bulan depan di tanggal itu gak sampai dua minggu lagi Vansh" sungut mama Sheryl
VAnsh mencebikkan bibirnya "ya sudah mundur lusa deh, dan mentok gak boleh di undur lagi" balas Vansh masih berdebat dengan sang mama
"Vansh!" teriak mama Sheryl kesal akan kelakuan puteranya tapi pihak keluarga Rania hanya tertawa keras akibat perdebatan Vansh yang ingin cepat menikah dengan Rania
"pokoknya lusa, Vansh nikah sama Rania titik!" tegas Vansh tak ingin di bantah sama sekali
__ADS_1