
Mendengar suara keributan di luar ruangannya, Edzar segera bergegas keluar ruangan untuk memeriksanya "ceklek" edzar membuka pintunya perlahan, indera pendengarannya menyadari. suara siapa yang yang jadi biang keributan
Edzar menahan pintu agar tidak terbuka lebar dan seketika matanya memicing tajam saat Lea mengaku-ngaku sebagai calon istrinya tapi beruntungnya Salma bisa melawan Lea dengan percaya dirinya walaupun harus memberikan sedikit bumbu kebohongan di sana
"istri sah" gumam Edzar saat mendengar Salma berucap kalau Salma adalah istri sah pada Lea walaupun jelas maksud Salma di sana untuk mengingatkan Lea agar tidak sembarangan bicara
Lagian Edzar benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran Lea yang ngotot ingin kembali bersama dengannya setelah bercerai dari mantan suaminya
Bahkan dengan percaya dirinya ia percaya kalau Edzar masih menaruh hati padanya setelah hampir 9 tahun putus hubungan
di sini memang sedikit ada kesalahan Edzar sih karena Edzar waktu itu membela Lea saat mantan suami Lea menghina Lea dan anaknya di depan umum saat tak sengaja mereka berpapasan di acara pesta salah satu klien bisnis Edzar di Bandung bertepatan dengan mantan suami Lea yang hadir
maksud hati hanya ingin menolong sebab ada anak berusia 2 tahun di sana dan rasanya tidak cocok mempertontonkan pertengkaran di depan seorang anak tapi lagi-lagi niat baik yang di berikan pada orang tidak baik malah di salah artikan orang itu dan berakhir menjadi tidak baik
Lea menganggap pertolongan Edzar yang membelanya di depan umum, ia anggap sebagai tanda bahwa Edzar masih mencintainya dan ingin kembali padanya
sungguh tidak tahu malu memang wanita bernama Lea Askiya itu, sebaik apa memang dia sampai berpikir wanita macam Lea masih bersarang di hati Edzar
Edzar memilih menutup kembali pintu dan membiarkan Salma saja yang mengurus Lea sebab dia malas sekali bertemu Lea
Lea menatap tajam ke arah Salma " mending kamu enyah deh, atau aku bisa minta Edzar memecat kamu" kesal Lea
"silahkan saja minta itu" Salma mempersilahkan Lea untuk melakukannya "tapi silahkan anda bertemu di luar kantor atau kalau tidak sabar telpon saja, karena saya tidak akan mengizinkan masuk ke dalam" ucap Salma dengan tegas
Lea langsung mencoba menghubungi Edzar tapi lagi-lagi ponsel pria itu mati dan membuat Lea begitu kesal karena tidak bisa menghubungi Edzar kembali sejak kemarin
__ADS_1
Salma melihat itu dan menangkap jelas gelagat kesal Lea "gak di gubris kan, itu tandanya Anda gak penting jadi silahkan anda keluar sekarang atau saya panggil satpam" Salma menunjuk ke arah lift berniat mengusir Lea dari sana
"liat kamu ya... pasti aku ingat baik-baik siapa kamu dan aku pastikan kamu di pecat saat aku sudah bertemu Edzar" ancam Lea
"silahkan saja" Salma hanya menanggapi santai akan kelakuan Lea yang aneh bin ajaib itu
beruntung saat kepergian Lea bertepatan dengan datangnya makanan yang ia pesan untuk makan siang "ah syukur deh laper banget ini" Salma menyambut bahagia pelayanan cafetaria kantornya yang mengantarkan makan siang untuknya dan juga Edzar
Salma segera mengantar makan siang untuk Edzar agar ia bisa segera makan siang juga " tuan" Salma langsung membuka pintu sambil membawa nampan di tangannya "maaf Pak gak ketuk pintu keburu pegal tangannya" Salma meletakan kotak makan pesanan Edzar di depan Edzar "nih tuan makan" ucap Salma segera ingin keluar dari ruangan Edzar
"kamu belum makan kan Salma" pertanyaan Edzar menghentikan langkah Salma
Salma menoleh ke arah Edzar "belum lah pak, kan pesanannya baru datang" balas Salma
"makanan kamu bawa masuk saja, kita makan bareng" pinta Edzar membuat kening Salma mengerut heran
"oh ya sudah saya ambil dulu makanannya tuan" Salma segera pamit keluar untuk mengambil. makannya dan makan bersama Edzar
Edzar dan Salma makan dengan begitu santai dan begitu menikmati hidangan yang tersaji "oh ya tuan, tadi perempuan yang tuan minta buat usir sudah Salma usir tuan" lapor Salma
"tadi saya dengar kok saat kalian ribut-ribut" balas Edzar
"maaf ya pak kalah ribut abis wanita itu gak punya urat malu masa ngaku-ngaku istri tuan" kesal Salma
"dia itu emang bebal Salma, padahal sudah berkali-kali saya tegaskan tidak tertarik dengannya tapi dia selalu bilang kalau jangan takut dan ragu mengatakan saya cinta dia padahal gak pernah terbesit di pikiran saya untuk kembali padanya setelah melihat dia menikah " jelas Edzar
__ADS_1
"tenang saja pokoknya tuan, wanita itu biar jadi urusan saya" ucap salma dengan bangganya
"iya saya percaya kok sama kamu, dan kalau kamu mau pakai gelar sebagai istri saya pun boleh" kekeh Edzar
Salma menyadari kesalahan yang tak sengaja ia buat " duh maaf ya tuan kalau saya ngaku-ngaku istri tuan, abisnya kesal banget sih sama wanita itu yang ngaku-ngaku calon istri tuan dan bos saya nantinya" Salma tentu tidak enak membawa status palsu untuk mengatasi permasalahan Lea yang terus mengusik Edzar
"gak masalah kok buat saya, kamu boleh pakai status itu jika mau lagian kan memang saya tidak ada pasangan jadi tidak akan yang salah paham" balas Edzar
"makasih ya pak" ungkap Salma yang begitu bahagia Edzar tidak marah dengannya
"saya yang harusnya berterima kasih karena membantu saya mengatur wanita aneh itu, dia begitu bebal dan sulit di ajak bicara dengan bahasa manusia " ungkap Edzar dengan kesal setiap mengingat tingkah laku Lea yang terus mengusiknya
"iya tuan" balas Salma
Edzar dan Salma kembali melanjutkan makannya dalam diam karena sebentar lagi waktu makan siang akan habis dan mereka harus segera kembali bekerja
sepeninggal Salma dari ruangannya, Edzar tersenyum simpul sambil memikirkan banyak hal
"apa aku jadikan ini sebagai sarana buat maksa dia nikah sama aku ya" gumam Edzar dengan segala pikiran liciknya
bukan tanpa alasan sebenarnya kenapa Edzar masih betah sendiri. Ia memang sulit untuk jatuh hati pada seorang wanita semenjak putus hubungan dengan Lea tapi bukan berarti tidak ada wanita yang mampu menggetarkan hatinya
Edzar sebenarnya menaruh hati pada Salma sejak pertama ki Salma mendaftar kerja di perusahaannya bahkan Edzar lah yang meminta Salam untuk di Terima pada pihak HRD yang melakukan wawancara padahal dulu jelas kalau Salma tidak lulus
bahkan posisi sebagai sekertaris pribadinya sengaja di minta oleh Edzar agar bisa makin dekat dengan Salma
__ADS_1
dua tahun bekerja bersama bukan sekali dua kali Edzar mencoba mendekati Salma tapi lagi-lagis slalu gagal karena Edzar yang kurang percaya diri, di tambah lagi soal salma yang ingin membantu orang tuanya untuk menyekolah kedua adiknya walaupun jelas di larang sang ibu tapi tetap saja itu menyurutkan keberaniannya untuk. mendekati Salma
alhasil ia hanya mendekati Salma sebagai status bos yang baik dan begitu perhatian dengan pegawainya