Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Jodoh mana ada yang tahu (Seasons 2)


__ADS_3

Novel "Menikah karena Perjodohan" akan segera berakhir tinggal beberapa episode lagi


semoga menikmati episode-episode terakhir cerita Nerissa


***


Vansh mengajak Rania menuju hotel tempat mereka akan menginap "di hotel mana kakak Siapin kamar kita" tanya Vansh saat akan melajukan mobilnya


"di hotel papah yang di *****" balas Rania


"ya sudah, kita ke sana sekarang" Vansh langsung melajukan mobilnya menuju salah satu hotel papahnya yang berada di Jakarta Selatan


"tadi bicara apa sama Hasley di dalam" tanya Vansh


"hanya obrolan antar teman saja" balas Rania dengan santainya


"maafin aku ya Rania, gara-gara aku kamu di rendahkan oleh Hasley" ucap Vansh yang merasa tidak enak pada Rania


"tidak masalah Vansh, aku sudah biasa mendapat perlakuan seperti itu, walaupun sudah agak lama tidak lagi tapi bukan sepenuh aku lupa saat sebelum kuliah dulu aku di rendahkan orang-orang karena berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja" Rania sama sekali tak mau ambil pusing perlakuan Hasley sebab ia pernah mendapatkan perlakuan yang lebih buruk saat masih kecil jadi tindakan Hasley sama sekali tidak berpengaruh di hidup Rania


"tetap saja aku merasa bersalah padamu" lanjut Vansh


"sudahlah Vansh, dia seperti itu karena dia hidup dengan kurang perhatian apalagi ibunya meninggal sejak lahir dan ayahnya tidak menikah lagi dan hanya sibuk bekerja tanpa meluangkan banyak waktu dengannya, di tambah ada penghianatan yang ia lihat secara langsung jadi mungkin itu akibat rasa trauma yang tidak di sadarinya" Rania tahun cerita perselingkuhan Daddy Hasley dan istri adik Daddy nya Hasley sebab Rania pernah tidak sengaja mendengar itu dari mulut Hasley yang begitu bersedih saat selingkuhan Daddy Hasley memilih kembali kepada suami sahnya ketimbang Daddy Hasley


Vansh mengerutkan keningnya " perselingkuhan siapa" tanya Vansh

__ADS_1


Vansh tidak tahu kisah perselingkuhan Alvian, ayah dari Hasley dengan Cindy, istri Dion yang notabenenya adalah adik Alvian sebab yang tahu hal itu tentu menutup rapat perselingkuhan itu sebab menghargai privasi Cindy dan Dion apalagi Cindy dan Dion kembali bersama


"maaf Vansh, untuk itu aku tidak bisa menceritakannya karena itu adalah privasi yang tak bisa aku langkahi" Rania tentu tidak ingin mengumbar aib seseorang yang sama sekali tidak bersinggungan dengannya


"baiklah" Vansh cukup paham untuk tidak ikut tahu terlalu dalam masalah seseorang apalagi itu hanya urusan mantan kekasihnya


setelah 1 jam perjalan yang terasa begitu lama karena jalanan jakarta yang begitu macet akhirnya Vansh dan Rania sampai juga ke hotel yang di siapkan Qiana untuk acara Malam pertama Vansh dan juga Rania


"kita ke kamar yang mana" tanya Vansh


"kata kakak minta kuncinya sama resepsionis, entar ya" Rania berjalan ke arah Resepsionis untuk mengambil kunci kamar yang akan mereka tempati


"yuk Vansh, di lantai paling atas katanya" Rania menggandeng tangan Vansh menuju lift dan menekan lantai nomor 37


"tring" pintu lift terbuka dan nampak hanya satu pintu di sana


hotel yang mereka tempati memang milik papa bachtiar tapi Vansh baru pertama kali datang ke hotel ini sebab ia tidak terlalu mengurusi masalah hotel, dan ada bagian sendiri orang yang mengurua perhotelan


"gak usah lebay deh Vansh, mau di lantai yang lain pun gak masalah juga kan biasanya hotel ada penyedap suara jadi mau teriak juga gak masalah" balas Rania dengan santainya


"asyik, tahu juga kamu hal ini" ledek Vansh


muka Rania langsung memerah "apaan sih Vansh" Rania begitu malu dan berjalan lebih dulu untuk membuka pintu


saat membuka pintu terlihat hiasan khas bulan madu di mana kamar luas dengan dekorasi berwarna merah, ada balon serta ranjang yang tertata kelopak bunga mawar

__ADS_1


"hemm harum banget" Rania bisa menciun aroma wangi di penjuru ruangan


"mandi dulu yuk" ajak Vansh


"entar aku ambilin pakaian dulu di lemari, kata kakak sudah di siapin kok" Rania berjalan ke arah lemari besar yang ada dalam kamar tapi Vansh langsung menahannya


"buat apa ambil pakaian kalau ujung-ujungnya di lepas lagi" Vansh menarik tangan Rania tanpa memperdulikan protes Rania


***


"uuuuuhhhhh" Rania mengatur seru Nafasnya sehabis pergelutan panas antara dirinya dan Vansh


"cup" Vansh langsung mengecup kening Rania "Terima kasih menjadikanku satu-satunya pria pertama di hidupmu" ucap Vansh begitu bahagia karena di saat sesi bercintanya Rania selalu bilang tidak bisa karena belum pernah melakukannya


Bagi Vansh ini juga adalah yang pertama sebab, saat pacaran dengan Hasley dulu, ia hanya sebatas berpelukan dan berciuman saja belum pernah lebih dari itu jadi berdua sama-sama minim pengalaman


Alhasil mereka sampai melihat Video intim agar tahu apa yang harus di lakukan walaupun pada kenyataannya tetap insting mereka lah yang bekerja dan video yang mereka tintin hanya jadi sebuah gambaran saja


"akun tidak menyangka bahwa kamu benar-benar berpegang teguh pada yang kau yakini bahwa hanya akan melakukan hubungan yang lebih saat sudah menikah" Rania masih sulit percaya saat Vansh bilang pernah melakukannya jadi ia tidak tahu caranya


Vansh merubah posisi tidurnya menjadi telungkup menghadap Rania "lalu kenapa kamu juga memegang teguh hal yang pernah kita bicarakan sewaktu kita masih SMA padahal kita sama-sama tinggal di luar negeri yang melegalkan hubungan badan" Vansh balik bertanya Pada Rania tanpa menjawab pertanyaan Rania


"emmm" Rania berpikir sejenak "setiap aku melangkah dalam mengambil keputusan, aku teringat perjuangan orang tuaku untuk memilikiku, 17 mereka baru memiliki aku, dan harus terus membayar hutang karena usaha mereka miliki. Mereka melimpahkan kasih sayang yang begitu besar padaku walau kasih sayang itu sebuah ranjang di bagi tiga dan nasi sepiring terbagi tiga setiap harinya" Rania selalu mengingat bagaimana orang tuanya menyayangi dirinya walaupun ia harus hidup dalam kemiskinan


"mereka tidak pernah memintaku berhenti sekolah walaupun untuk sekolah kadang harus mengeluarkan cukup banyak uang hanya sekedar membeli buku dan peralatan sekolah bahkan uang beasiswaku tak pernah mereka ambil walau kadang kita harus makan nasi kemaren dan lauk kemarin" Rania menatap manik mata Vansh dengan lekat

__ADS_1


"aku selalu berusaha ingin membahagiakan orang tuaku secepatnya, jadi bagaimana bisa aku melakukan hal yang akan menyakiti hati mereka. Tinggal di luar negeri bukan berarti orang tuaku yang tinggal di Indonesia akan merubah cara pandangnya tentang berhubungan" Rania mengusap pipi Vansh "dan aku bersyukur bisa kuat menjalaninya, terutama aku sangat berterima kasih padamu yang tidak pernah memaksakan untuk berpacaran denganku saat aku kuliah dulu" ungkap Rania begitu tulus


Vansh mengecup telapak tangan Rania "menunggu memang melelahkan dan menyebalkan tapi penantianku untukmu tidak sia-sia, kamu adalah paket lengkap yang di berikan Tuhan untukku" jelas Vansh dengan begitu bersyukur pada karunia Tuhan untuknya karena di beri istri seperti Rania, Cantik, baik, pintar dan sangat memahami dirinya


__ADS_2