Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Ngebet (season 2)


__ADS_3

keluarga besar Rain kini pontang-panting menyiapkan acara pernikahan Rain. Bahkan undangan pernikahan yang biasanya membutuhkan waktu cukup lama, khusus di pernikahan Rain hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja


untung hanya mencetak 300 undangan kalau lebih dari itu mungkin akan sangat kesulitan sekali membuatnya


Adinda melirik kartu undangan pernikahan yang kini sudah ada di tangannya "ini beneran undangan pernikahannya pak" Adinda melirik ke arah Rain dengan tatapan sulit untuk percaya


"iya, sebenernya pengen cepat jadi lah undangannya tapi sempat berdebat soal tempat dulu. Kebetulan semua hotel keluarga lagi sibuk dan ada acara semua, untung kak Roland bisa bantu buat pinjemin hotelnya " balas Rain


"pinjem" beo Adinda


"iya pinjem, mau di bayar katanya gak usah buat kado aja jadi tinggal mikirin dekor sama katering aja" jelas Rain


Adinda kembali menatap Rain "sekaya apa calon suamiku sampai hotel aja di kasih pinjem sama orang" batin Adinda


"nanti kita kasih tahun pas istirahat saja ya, dan jangan lupa kita ngomongnya barengan" ucap Rain yang di balas anggukan kepala oleh Adinda


***


sesuai apa yang di sepakati Adinda dan Rain akan menyebar undangan pernikahannya pada rekan kerja satu sekolah mereka


"permisi semua" Rain bertepuk tangan untuk meminta atensi para rekam kerjanya


"Ada apa ini pak Rain, tumben sekali minta di perhatikan kita" tanya Bela dengan senyumannya saat melihat Rain ada di hadapannya


"ada yang mau saya sampaikan ke bapak dan ibu semua" Rain melambaikan tangannya ke arah Adinda yang masih betah duduk di kursi kerjanya

__ADS_1


"sini Dinda" pinta Rain dengan suara cukup lantang membuat Adinda langsung berdiri "jangan lupa undangannya" Rain memperingati Adinda untuk tidak melupakan kartu undangan yang sudah ada di meja kerja Adinda


Adinda langsung membawa undangan pernikahannya dan berdiri di samping Rain


Bela mengernyitkan dahinya kala melihat Rain meminta Adinda datang dan berdiri di samping Rain, mata Bela terus menyorot ke arah tangan Adinda yang memegang tumpukan kertas berwarna silver bercampur mocca dan terdapat pita berwarna cokelat di sana


Rain menggandengan tangan Adinda membuat semua mata yang ada di ruangan tertuju pada Rain Adinda "Begini bapak dan ibu kami di sini mau mengundang kalian semua acara pernikahan kami berdua.. " belum sempat Rain menyelesaikan ucapannya Bela sudah langsung berdiri saking kagetnya


"apa! menikah! kalian! " tunjuk Bela tak percaya kalau Rain akan menikah dengan Adinda


"kalian kapan pacarannya kok kita semua gak tahu" celetuk salah satu guru


"kalian ngeprank ya" celetuk salah satu guru lainnya


"kapan nikahnya" tanya salah seorang guru lainnya


"stop dulu bapak-ibu, pak Rain ampe bingung mau jawab yang mana dulu" ucap pak Dario menengahi


Rain menghela nafas panjang "kami sama sekali gak pacaran jadi wajar jika dari kalian yang kaget dengan pernikahan kami tapi perkenalan kami selama tiga tahun ini tentu sudah membuat saya yakin untuk menikahi Dinda dan sebagai istri saya jadi saat Dinda setuju menikah dengan saya, saya langsung gerak cepat untuk melamar dia dan pernikahan kami akan di adakan lusa di hotel RR pukul 14.00" jelas Rain


"kok pak Rain setega itu sih ninggalin saya nikah" tangis Bela langsung saja pecah tatkala mendengar Rain akan menikah dengan orang lain padahal ia sudah menaruh harap pada Rain selama bertahun-tahun ia bekerjasama dengan Rain


Rain hanya tersenyum simpul menanggapi tangisan Bela "saya yakin nanti ibu Bela juga akan dapat jodoh yang terbaik dan mungkin jauh lebih baik dari saya" ucap Rain yang tahu betul kalau Bela menaruh hati padanya


"kita gak nyangka banget kalian nikah loh, mana ngasih undangannya sekarang dan lusa nikahnya" sahut pak Jatmiko begitu terkejut Rain dan Adinda akan menikah

__ADS_1


"saya sudah bilang nunggu nanti dulu sebenarnya pak, tapi tau-tau undangannya sudah jadi dan gedung segala macam perintilannya sudah di pesan ya sudah mau gimana lagi. Ya wong saya sudah nerima lamarannya" celetuk Adinda yang biasanya jarang bicara tapi kini bicara cukup banyak karena ulah Rain


terdengar riuh tawa seisi ruang kantor yang luas dan banyak guru yang memang sedang beristirahat di jam istirahat "ngebet nikah ya pak" ledek Pak Dario


"iya pak, takut di ambil orang jadi cepet langsung di nikahin saja biar gak bisa di ambil orang" Rain dengan santainya berucap itu tak perduli jika Adinda menahan malu sekuat tenaga di depan kerabat kerjanya karena kelakuan Rain


"di sini juga kita mau minta izin tiga hari, karena kita kebetulan menikah di hari jumat jadi saya dan Adinda akan mulai izin di hari kamis pak karena kita kan harus mengurus acara pernikahannya. pengennya sih Terima beres tapi saya di marahin mama kalau tetap kerja di saat mau nikah" ucap Rain kepada pak Dario selalu kepala sekolah


"ya ampun Rain, ya iya lah di marahin sama mama kamu orang yang nikah siapa" heran pak Jatmiko akan kelakuan Rain


"ya sudah pak Rain, kami akan udahan datang ke acara perniakahan bapak, semua acaranya lancar dan pernikahan kalian akan membawa kebahagiaan di hidup kalian" ucap pak Dario menepuk punggung Rain


"Terima kasih pak" Rain mulai membagikan undangan yang sudah Adinda tulis namanya saat setelah mengajar tadi


Kabar pernikahan Rain menjadi riuh di sekolah sebab para gadis remaja penggemar Rain patah hati sebab pria pujaan mereka akan menikah dengan orang lain


acara tangis-tangisan pun tak terelakan tapi Rain menanggapinya biasa saja berbeda dengan Adinda yang malah meminta maaf karena menikah dengan Rain tapi mau gimana lagi jika Rain yang memaksa dirinya untuk menikah


Jam pulang sekolah, Rain dengan terang-tetangan menggandeng tangan Adinda untuk memasuki mobil. Beruntung jam pulang sekolah sudah berbunyi sedari tadi jadi tidak terlalu banyak penghuni sekolah yang melihat mereka bergandengan tangan


Rain membukakan pintu mobil untuk Adinda dan dirinya langsung berputar masuk kedalam mobil setelah Adinda sudah duduk


"kita ke butik dulu ya, mama sudah nunggu" ajak Rain


"iya Pak" Adinda pasrah saja saat Rain akan mengajak bertemu mama Rain

__ADS_1


pertemuan pertama mereka secara langsung, pertemuan di mana dirinya langsung menjadi calon istri Rain tanpa embel-embel perkenalan lebih dulu


"nanti ada sepupu aku juga di sana, karena kita kan bikin gaunnya dadakan, mereka mau fitting gaun yang sekiranya warnanya sama walaupun modelnya beda " jelas Rain akan rencana mereka ke butik hari ini


__ADS_2