
Regina menatap nanar baby qiana yang ada di hadapannya "ibu kamu pasti lagi nangis darah karena tahu kamu gak ada" kekeh regina
baby qiana terus menangis tapi di abaikan oleh regina, dalam benak regina tangis baby qiana adalah musik untuk mengiringi tawanya agar lebih lantang
di luar kontrakan regina orang-orang terus bertanya-tanya kenapa ada suara tangis bayi di sana "kita laporin saja lah dia, jangan-jangan dia sudah gila dan nyulik anak orang" ucap salah satu penghuni kontrakan yang bersebelahan dengan kontrakan regina
"iya, jangan-jangan dia gila, kita kan sering dengar ia tertawa aneh " sahut penghuni kontrakan yang lain
***
sheryl masih menangis sesenggukan karena memikirkan anaknya yang sudah 10 jam di kabarkan menghilang, membuat ia tak bisa tidur walaupun sudah jam 1 dini hari
"sabar sayang" ayah burhan terus mengusap kepala sheryl dan menghapus air mata sheryl yang terus saja mengalir
"anakku pasti kelaparan yah, dan pasti menangis seharian karena lapar" gunung kembarnya sudah basah karena air ASI baby qiana keluar begitu saja dan tentu saja dada sheryl serasa begitu sakit karena baby qiana tak meminumnya
"om kamu pasti nemuin kamu, mario dan Hans juga lagu nyari kan, jadi bentar lagi pasti ketemu" balas ayah burhan kembali menenagkan sheryl
pintu kamar rawat sheryl terbuka dan sheryl melihat ke arah pintu "om" tangis sheryl kembali pecah saat melihat Arkana abraham, om sheryl datang ke kamar rawatnya
om arkana menghampiri sheryl dan memeluk sheryl erat "jangan nangis lagi, om sudah menemukan anak kamu, kita jemput dia sekarang ya" ucap om arkana
sheryl mendongak ke arah om arkana "beneran om" tanya sheryl memastikan kebenaran yang ia dengar
"tentu saja, kapan om pernah bohong sama kamu" balas om arkana
"apa gak sebaiknya, kamu sendiri yang jemput anak sheryl, sheryl kan baru lahiran masa dia ke sana sekarang " sela ayah burhan
om arkana menatap tajam ayah burhan, masih jelas di ingatannya, bagaimana sakit hati kakaknya saat ayah burhan memilih menikahi mama kinan hanya dengan alasan ingin melindungi kinan "siapa yang minta pendapatmu hah" ketus om arkana
ayah burhan menelan salivanya dengan susah payah "aku hanya khawatir dengan keadaan anakku" ucap ayah burhan yang memang menghawatirkan sheryl
sheryl menatap iba pada ayahnya "aku harus menemuinya yah, anakku pasti butuh aku di sana" balas sheryl meyakinkan ayahnya agar bisa ikut bersama om arkana untuk menyelamatkan baby qiana
***
__ADS_1
om arkana dan sheryl menuju ke arah kontrakan regina yang terletak di pinggiran kota jakarta itu.
sheryl mengernyitkan dahinya melihat kontrakan yang di tempati regina terlihat kumuh dan lusuh "ini beneran tempat regina om" tanya sheryl tak percaya bahwa itu kontrakan regina
"kamu ngeraguin om" tanya om arkana
"bukannya gitu om, aku hanya ragu saja secara dia kan dari keluarga berada tapi ini dia tinggal di tempat seperti ini" balas sheryl
"tentu dia memlih tempat seperti ini untuk menghindari kejaran kamu dan suami gak gentle kamu itu"sahut om arkana yang tak suka dengan sikap mario yang di rasa lembek dan kurang tegas
sheryl dan om arkana turun ke arah kontrakan regina yang ternyata di depan kamarnya sudah banyak orang berkumpul
"maaf ada apa ya" tanya sheryl pada salah satu tetangga kontrakan regina
"itu ada wanita gila di sini, yang dari tadi ketawa padahal ada anak bayi yang nangis di dalam" balas tetangga tersebut
'kayanya nyulik anak orang deh"sahut tetangga yang lain
"anakku" sheryl tentu begitu khawatir mendengar suara tangis bayi apalagi yang ia dngar bahwa bayi itu menangis sedari tadi
"bragh" mata sheryl langsung melihat keadaan anaknya yang menangis tapi baby qiana seperti anak yang kehabisan nafas mungkin karena terlalu lama menangis
"qiana" sheryl langsung berteriak memanggil anaknya
regina langsung mengambil baby qiana saat melihat kedatangan sheryl "bagaimana bisa kamu nemuin aku" tanya regina yang terlihat begitu panik
bisa sheryl lihat bahwa rupa regina seperti orang yang tidak waras dan itu bisa melukai anaknya "anakku haus regina, berikan padaku ya" pinta sheryl dengan nada memohon
"tidak" regina menggendong baby qiana dengan asal untuk menjauhkannya dari sheryl
sheryl tentu panik, anaknya di bawa dengan cara seperti itu "jangan seperti ini regina" sheryl mencoba menenangkan regina
"apa yang kamu inginkan regina, akan aku berikan jika kau mengembalikan anakku" tanya sheryl dengan nada memohon
regina tersenyum kecut "kau tahu apa yang aku inginkan" balas regina
__ADS_1
"aku sudah bilang regina kalau aku tak menghalagi kau menikah dengan mas mario asal mario menceraikanku, tapi dia sendiri yang tidak mau untuk menceraikan ku" balas sheryl
"itu lah sebabnya dia tak mau menikahiku" teriak regina
sheryl menatap sendu regina "sebenarnya apa yang kau inginkan dengan menikahi mas mario, mas mario jelas tidak mencintaimu dia hanya menganggapmu sebagai sahabat tidak lebih" tanya sheryl
"dia dulu selalu menuruti apa yang aku inginkan, dan selalu mengutamakan aku di banding apapun tapi apa ini sekarang, kau mengambil posisiku di hati mario" ucap regina dengan tatapan nyalang
"aku gak pernah minta itu " sheryl menengadahkan tangannya "berikan anakku, maka aku akan minta cerai dari mas mario "ucap sheryl pada akhirnya
sheryl begitu prustasi akan keselamatannya saat di pegang regina yang terlihat kurang waras itu
"benarkan" tanya regina memastikan
"iya" balas sheryl
"sheryl!" bentak mario saat ia mendengar sheryl akan meminta cerai darinya "bagaimana bisa kau akan meminta cerai dariku" tanya mario
sheryl menatap nyalang mario bagaimana bisa suami bodohnya itu ikut berucap padahal keselamatan anaknya sedang terancam "anakku jauh lebih penting" bentak sheryl agar mario bisa paham
regina terlihat panik kembali "lihat kan, dia gak mau menikahiku" regina makin tidak benar memegang baby qiana karena tangannya yang mulai gemetar
sheryl kembali menoleh ke arah regina "tenang regina, aku pasti minta cerai dari mas mario, jadi tolong serahkan anakku ya" mohon sheryl
mario masih menatap kesal sheryl "aku gak akan berpisah darimu" ucap mario dengan tegas
"diam kamu mario!" bentak sheryl yang sudah tak memakai embel-embel mas lagi karena saking kesalnya dengan mario yang tidak bisa membaca situasi
"ah dia tidak mau menikahiku" regina jadi mulai panik kembali dan baby qiana sudah makin menangis dan sungguh terlihat kehabisan nafas dan itu sangat membahayakan baby qiana
"lepaskan anakku regina" mohon sheryl lagi
"tidak, kalau dia mati pasti mario akan menikahiku" regina melempar tubuh baby qiana ke atas dan itu membuat mata semua orang membelalak lebar
senua orang berlomba-lomba menangkap baby qiana "dapat" om arkana berhasil menagkap tubuh baby qiana membuat sheryl jatuh lemas di buatnya
__ADS_1