Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 13 - Deon Edison


__ADS_3

Masuk ke inti acara, Tuan Edison pun langsung mengumumkan putra semata wayangnya pada seluruh rekan-rekan bisnisnya. Dengan bangganya meminta putranya untuk naik keatas podium dan mengesahkan bahwa putranya lah yang akan menggantikan posisinya sebagai pemilik dari Perusahaan Ed Light Company.


Semua bertepuk tangan untuk menyambut Putra Edison itu naik ke atas panggung.


Di antara ratusan tamu yang datang, Hanya Shena yang tidak melakukan tepuk tangan. Saat ini telinganya sedang bergeming, tubuhnya bergetar hebat dan berkeringat meskipun AC cukup dingin di sana. Matanya tak henti memandangi pria itu tanpa berkedip karena syok. Apa yang terjadi pada Shena?


Shena tidak menyangka bahwa pria itu seorang pewaris tunggal dari keluarga Edison.


"Ternyata dia anak Tuan dan Nyonya Edison. Tapi mengapa? Jika tahu begitu aku tidak akan pernah mengenalnya dalam kisah hidup ku.." Batin Shena berkata.


"Mengapa rupanya? Kau tertarik dengan bocah ingusan seperti dia?" Tanya Ash pelan. Karena ia melihat Shena terus memandangi pria itu dan pasti membuah Ash cemburu.


Shena tidak menanggapinya, mata bulatnya terus melihat pria yang saat ini juga tengah menatap ke arahnya dengan senyuman. Sepertinya pria itu pun mengenali Shena sampai Shena memalingkan wajahnya.


"Selamat malam Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya. Perkenalkan, Nama Saya Deon Edison, Putra dari Tuan Edison dari perusahaan Ed Light Company. Senang berkenalan dengan anda semua yang berada di sini.." Ucap Deon mulai memberi kata sambutan dan menundukkan tubuhnya tanda hormat.


Shena terlihat tidak tenang dan beberapa kali ia menelan salivanya kuat-kuat.


Ash hanya melihatnya dengan datar, hatinya benar-benar tengah panas. Pasalnya sejak tadi pria yang tengah berdiri di depan podium itu terus mencuri pandang dengan istrinya.


Karena sudah acara pelantikan telah selesai, Ash membawa istrinya untuk menikmati makanan-makanan yang ada di sana. Ash tidak menyadari jika sejak tadi ada mata yang terus memperhatikan mereka keromantisan mereka berdua. Mata jahat itu menatap istrinya dengan tatapan kemarahan.


"Aku benar-benar tidak habis pikir, wanita kampung itu selalu saja ada di mana- mana.." Gumam seseorang yang berdiri disudut ruangan. Sementara Ash dan Shena sibuk memilih-milih makanan yang ingin mereka makan.


Setelah hanya makan beberapa makanan saja, Kini Shena mulai merasakan sakit perut, mungkin efek terlalu kurang sehat makanan yang tadi dimakannya.


"Paman, Perutku sakit! Aku akan ke toilet sebentar, ya.." Shena sedikit berbisik untuk berbicara dengan Ash agar tidak menggangu yang lainnya yang kebetulan sedang berbicara pada suaminya.

__ADS_1


Namun, tidak semudah itu Shena bisa pergi dari sisi suaminya, Ash langsung bergegas menemani Shena walaupun Shena sudah beberapa kali melarangnya.


Soya, merupakan teman Shena yang menghina gadis malang itu habis-habisan ternyata menghadiri acara pelantikan ini bersama ayahnya yang merupakan CEO juga. Sejak tadi, ia benar-benar kesal karena ternyata Shena datang bersama Ash yang merupakan pria telah disukainya sejak lama ini. Betapa terkejutnya ia melihat mereka begitu sangat dekat.


Soya sangat cemburu dan kesal. Mulai mencari cara agar ia bisa mengambil kesempatan selama mereka berada di tempat ini.


"Kita akan lihat sayang, Seberapa kuat pria itu bertahan untuk tidak menyentuh mu malam ini.." Kata Tuan Gideon Edlewin yang merupakan Ayah dari Soya Geana Edlewin.


Ayah kandung Soya itu memahami perasaan anaknya karena ia tahu sejak dulu Ash adalah pria incarannya. Pria tua itu tersenyum licik ke arah Shena dan Ash yang tengah berjalan kearah toilet. Sedangkan Soya juga ikut tersenyum mengingat rencana yang sudah mereka susun sedemikian rupa.


Soya dan Tuan Gideon baru saja tiba dari Jakarta sore ini, kebetulan mereka mendapatkan undangan yang sama dengan sesama CEO. Datang jauh-jauh ke setelah kembali dari Bali niatnya ingin membuat Ash menyukai putrinya di moment yang tepat karena dihadiri para tamu rekan bisnis lainnya. Namun, sialnya apa yang Soya bayangkan tidak sesuai kenyataan setelah melihat kedekatan Ash dengan mantan temannya Shena.


Flashback~


Kala itu, saat ia dan sang ayah tengah duduk menikmati acara pesta dengan berbagai makanan yang begitu menggugah selera, Soya malah dikejutkan dengan pemandangan yang luar biasa mengejutkan. Mata bulatnya melihat sosok pria yang ingin ia pikat tengah berpose mesra dengan seorang yang sangat ia benci, yaitu Shena. Mereka menjadi pusat perhatian dan banyak sekali para tamu yang meminta foto.


"Apa-apaan ini! Mengapa wanita itu ada di sini juga?" Geram Soya mengepal tangannya kuat-kuat.


"Kau kenapa Soya? Apa sesuatu mengganggu pikiranmu?" Tanya Gideon mengikuti arah pandang Soya. la mengerutkan keningnya menatap pria yang tengah bermesraan dengan wanita lain.


"Bukannya itu Tuan Ash? Siapa wanita yang bersamanya?" Gideon yang memang tidak mengenal Shena mengerutkan keningnya.


Soya bangkit dan berniat untuk melabrak Shena yang masih saja berani mendekati pria yang ia sukai. Soya kesal dengan sikap Shena yang so baik jika di depan semua teman-temannya. Padahal menurut Soya, Shena itu hanya seorang wanita yang tidak tahu diri merebut pria yang disukainya. Ia juga mencap Shena sebagai wanita yang mudah dipakai pria-pria hidung belang.


"Ayah, itu dia wanita yang selama ini aku benci. Dia adalah putri dari Tuan Theo yang sekarang sudah bangkrut." Adu Soya pada Ayahnya. Padahal dulu mereka adalah teman baik.


"Apa dia mengenal Ash dengan baik? Atau bahkan mereka menjalin hubungan?"

__ADS_1


Gideon sendiri melihat hubungan mereka sangat dekat, bahkan sikap Ash berbeda dari biasanya. Pria yang dingin dan cuek itu berubah begitu hangat kepada wanita yang bersamanya.


"Aku tidak tahu apa hubungan dia dengan Tuan Ash. Tapi bagaimana pun kita harus secepatnya menyelesaikan wanita itu. Aku tidak ingin sampai rencana ku gagal semuanya.." Soya tentu tidak akan menerima kalah dengan Shena. Apalagi menurutnya ia lebih dulu mengenal Tuan Ash daripada Shena. Dan tuan Ash pun sudah menerima perjodohan yang dibuat oleh Ayahnya Gideon. Hanya karena mereka tidak pernah bertemu, mungkin Ash melupakan perjodohan itu.


"Kita tidak memiliki cara lain selain membuat Tuan Ash tidak bisa berpaling lagi dari mu. Karena jika kau masih melakukan hal konyol seperti yang sering kau lakukan selama ini, pastinya kau akan kalah dari temanmu itu."


Gideon juga tidak bisa membiarkan mangsanya yang sudah di depan mata hilang dalam sekejap mata. Apalagi Ash ini konglomerat yang kekayaannya tidak akan habis 12 tanjakan dan turunan. Dan mana ada orang yang membuang-buang berlian mereka.


Apalagi saat ini sudah paling tepat menurutnya. Jika ia bisa membuat anak gadisnya menjadi istri dari pewaris Keluarga Vinson, maka hidupnya akan selamat dari kehancuran yang tidak akan pernah diambang kemiskinan. Anak dan cucunya pasti akan hidup terjamin.


Soya pun setuju dengan apa yang Gideon katakan, hanya saja ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan agar Ash tidak bisa berkutik lagi.


"Bagaimana caranya agar Tuan Ash tergila-gila pada ku, Ayah? Aku tidak ikhlas sampai wanita kurang ajar yang menjadi kekasihnya.."


Gideon tersenyum sinis menatap dua orang yang masih menikmati pesta itu. Ia mengusap rambut Soya dan menatap mata Soya dengan penuh keyakinan.


"Kau tenang saja sayang! Aku jamin dia tidak akan bisa menolak mu malam ini.." Gideon tertawa membayangkan apa yang akan ia lakukan pada Ash malam ini.


Di sisi lain...


Ash menunggu Shena di depan toilet wanita, Ia menyenderkan punggung di dinding dengan tangan yang ia masukkan ke dalam sakunya. Sungguh, penampilan Ash malam ini sangat menghipnotis mata setiap wanita yang melihatnya.


Jika orang tampan berada di toilet wanita sekalipun, tidak akan diteriaki mesum atau sampai dipukuli. Bahkan mungkin mereka akan rela diperkosa olehnya di toilet. Ckckck!


Sejak tadi orang yang berlalu lalang tanpa hentinya melihat ke arah Ash hingga membuatnya risih. Bagaimana tidak! Semua yang melintas rata-rata wanita malam dengan pakaian yang begitu seksi. Ash yang melihatnya bukannya nafsu malam ingin muntah.


Bahkan mereka tidak bisa membuat tubuhnya panas dingin seperti saat dirinya melihat tubuh Shena selama ini. Sungguh, tubuh Shena lebih menggairahkan walau bagaimanapun ia belum sepenuhnya melihat bagaimana bentuknya.

__ADS_1


Setelah Shena selesai dengan aktivitas pribadinya, Ia langsung mengajak Ash kembali ke pesta. Ada beberapa makanan yang belum ia cicipi karena perutnya sudah kembali lapar dan terasa lebih enak.


"Paman tunggu sebentar, aku ingin ambil makanan diujung sana." Shena menunjukkan tangannya ke arah tempat makanan yang memang terlihat lebih menggoda. Ash membiarkannya dan memberikan kode pada Dayn dan Arthur yang berpenampilan menyamar seolah tamu yang diundang untuk mengawasi istrinya itu.


__ADS_2