
1 Minggu Kemudian...
Selesai dengan acara makan siangnya, Ash membawa Shena ke pusat perbelanjaan untuk membeli perlengkapan yang Shena butuhkan tanpa sepengatahuan Shena.
Selama diperjalanan Ash disibukan dengan ponselnya untuk melihat semua laporan tentang pekerjaannya. Untung saja hari ini Ash membawa Willie dan menjadikannya supir. Shena yang tidak ambil pusing, Ia lebih memilih menatap jendela luar untuk melihat pemandangan sekitarnya.
Mobil yang ditumpangi pasutri itu memasuki pusat perbelanjaan elit, yang mana Ash sendiri merupakan pemilik dari Mall terbesar itu. Shena bingung mengapa Ash mengajaknya ke Mall.
"Apa kau ingin membeli sesuatu?" Tanya Shena.
"Iya!" Ash menggenggam tangan istrinya dan membawanya masuk, Namun Shena menghentikannya.
"Aku tunggu di sini saja, Paman! Kau pergilah."
Shena berniat untuk masuk kembali ke mobil. Namun, belum saja kakinya melangkah Ash langsung menarik tangan Shena dan merengkuh pinggangnya.
"Ikut aku!" Ash menarik tangan Shena dan memaksanya. Walaupun Shena tidak ingin.
"Kau menyebalkan sekali!"
Dengan wajah kesal, ingin tidak ingin Shena ikut dengan suaminya. Namun, yang membuat Shena bingung mengapa suaminya masuk ke tempat pakaian wanita! Bahkan toko itu merupakan toko dengan harga barang yang sangat mahal. Ya walaupun Ayah Shena merupakan orang konglomerat dan mampu dulu, Tapi Shena tidak pernah memakai barang yang mahal dan membuang uang untuk membeli barang branded. Ia lebih suka memakai barang-barang yang dijual dengan harga pasaran.
"Selamat datang di toko kami, Tuan muda!" Beberapa pekerja wanita menyambut kedatangan Ash sebagai pemilik mall tersebut. Mereka dibuat terpesona dengan penampilan dan ketampanan Ash. Ini kali kedua Ash menginjakkan kakinya di mall nya, padahal mall ini merupakan mutlak usahanya sendiri dan tidak membeli sesuatu kebutuhan di sana.
Ash mempercayakan Willie sebagai tangan kanannya untuk mengurus bisnis pudar perbelanjaannya sendiri. Karena ini bukan bisnis pertamanya dalam bidang perdagangan, sebelumnya saat ia masih kuliah di luar negeri, ia sudah menjajal berbagai usaha, salah satunya berbisnis. Jadi, sebelum ia memegang alih semua perusahaan Ayahnya Ash sudah memiliki usaha sendiri.
"Tuan!" Panggil Willie mendekat dan membisikkan sesuatu pada Ash.
Shena bingung, ia memperhatikan suami dan anak buah yang berbisik-bisik seperti ada sesuatu hal yang penting.
"Baiklah, atur sekarang!" Ucap Ash dengan wajah datar, ia memerintahkan para penjaga toko untuk mencarikan kebutuhan istrinya, Namun Shena menolak. la tidak ingin karena para pegawai menatapnya dengan sinis.
"Kau pilihlah sesuatu di sini! Aku ada sesuatu yang harus ku urus sebentar." Ucap Ash.
"Aku akan carikan ditempat lain! Kau pergi saja!" Jawab Shena.
__ADS_1
"Baiklah. Jika kau tidak ingin, lebih baik kau ikut saja dengan ku!"
Shena langsung menolak. la juga tidak ingin menjadi pusat perhatian karena saat ini semua orang sedang menatap tidak suka padanya yang datang bersama Ash.
"Aku akan cari sesuatu yang aku butuhkan, tapi tidak di sini. Kau pergi saja aku akan menunggu mu!"
"Baiklah. Kau akan selalu dalam pengawasan ku!"
Shena hanya menjawabnya dengan anggukan. Setelah Ash meninggalkannya, Shena yang berniat pergi langsung dipanggil oleh wanita-wanita pelayan toko tadi.
"Hei! Boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya wanita itu tidak ramah.
Shena menganggukkan kepalanya.
"Silakan!"
"Siapa kau sebenarnya? Apa hubungan mu dengan Tuan Muda Ash?" Tanya pegawai itu.
"Iya, Kau siapa? Apa kau wanita simpanan Tuan Muda? Karena jika ku lihat usiamu masih sangat muda!"
"Apa itu perlu aku jawab?" Tanya Shena balik.
Wanita-wanita tersebut dibuat sangat kesal dengan jawaban Shena, karena mereka sudah sangat penasaran.
"Kau sombong sekali, apa sulitnya menjawab pertanyaan kita!" Ucap wanita itu dengan wajah sinis.
"Iya. Kau tau Nona! Kekasih dari pemilik tempat ini sangat cantik, bahkan dia sangat terkenal dan seksi. Bahkan kami pernah mendengar rumor bahwa Tuan Ash menyetujui perjodohannya dengan seseorang." Timpal yang satunya lagi.
Shena dibuat bingung dengan para wanita itu, Siapa pemilik tempat ini? Lalu, apa hubungannya dengan dirinya? Batin Shena tidak paham. Apakah itu Ash? Pikirnya.
Shena pergi begitu saja dari hadapan wanita-wanita itu, dia sudah sangat malas menghadapinya.
"Liar sekali mulut mereka! Aku yang cantik seperti ini dikatai selingkuhan. Dasar aneh! Ketakutan ku sudah terjadi mengenai pendapat mereka. Semua ini gara-gara paman tua." Gerutu Shena kesal.
Shena melenggangkan kakinya mencari menyusuri toko barang-barang yang ia butuhkan karena saat ia pindah hanya sedikit membawa pakaian selain dirinya dan juga boneka kesayangannya.
__ADS_1
Shena melihat beberapa baju yang terpajang di depan toko, dan ia melihat ada beberapa baju yang cocok dengan seleranya. Sebuah dress yang menawan.
"Permisi. Aku ingin lihat dress yang dipajang di depan, ada dua dress dan aku ingin melihat yang sebelah kiri!" Ucap Shena pada penjaga toko tersebut.
Leni si penjaga toko yang ramah tersebut tersenyum dan mengambilkannya.
"Ini Nona dressnya, Anda bisa mencoba nya Di sana." Tunjuknya ke arah ruang ganti.
"Terima kasih!" Shena tersenyum dan langsung mencoba bajunya. Ia sangat suka dengan model pakaian tersebut. Setelah melepasnya ia kembali mencari barang yang lain. Kebetulan tempat itu dilengkapi dengan semua kebutuhan wanita.
Sedangkan Ash, Ia sedang berada di ruangan manager mall tersebut. Terdapat beberapa file dan berkas yang harus ia bahas dan tanda tangani. Ia memantau istrinya melalui kamera cctv yang ada di semua tempat dan tertuju pada tempat yang sedang istrinya kunjungi dan ia terlihat sedang sibuk memilih.
"Tuan! Ini berkasnya." Willie meletakkan berkas yang harus ditandatangani Tuannya saat kebetulan datang ke Mall. Mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membahas beberapa persoalan tersebut hingga fokus Ash teralihkan ke istrinya.
"Aku ingin sepatu sandal yang haknya tidak terlalu tinggi. Karena ini terlalu tinggi untuk ku." Ucap Shena pada pelayan tersebut. Karena Shena ingin menguji kekayaan suaminya dengan berbelanja begitu banyak barang, ya walaupun ia tahu jika suami dan Almarhum ayah mertuanya itu merupakan orang sangat kaya.
Shena berjalan mencari sepatu yang ia inginkan diantar penjaga toko itu dan ia menemukannya. Pada saat ia memegang sepatunya, ada seseorang yang juga memegang sepatu tersebut.
"Hei. Ini milik ku!" Bentak wanita yang juga bersamaan memegang sepatu tersebut.
Shena melihat siapa wanita itu dan tap!
Ternyata wanita itu adalah orang paling bermuka dua di muka bumi ini, yaitu Soya.
"Hei! Wanita tidak tahu diri, Apa yang kau lakukan di sini? Lepaskan ini!" Soya menarik paksa sepatu tersebut dari tangan Shena.
"Aku yang menemukannya lebih dulu!" Shena kembali menarik sepatunya.
"Jangan sentuh, Ini milik ku!" Soya tidak ingin kalah, Ia kembali menarik sepatu tersebut. Perdebatan mereka membuat pelayan toko tersebut bingung. Karena dua wanita itu tidak ingin mengalah.
"Nona, Nona, Tolong jangan membuat keributan di sini! Kalian bisa ribut di luar saja!" Ucap pelayan toko tersebut.
Soya menatap pelayan tersebut dengan tajam.
"Kau jangan ikut campur! Kau tidak tahu jika wanita tidak tau diri ini ingin mengambil barang pilihan ku!" Bentak Soya dengan nada tinggi.
__ADS_1