
setelah tawaran Dahlia yang akan memasak untuk Nazhief kini setiap jam makan Nazhief akan selalu menyempatkan ke apartemen Dahlia. Bahkan kini mereka tahu kode pintu kamar mereka masing-masing agar memudahkan mereka jika ingin mengambil atau mengantar makanan tanpa harus menunggu pemilik apartemen datang apalagi mereka sudah mengenal selama dua tahun jadi mereka pikir tak masalah memberikan kode akses apartemen mereka, toh mereka tidak memiliki pasangan jadi mereka rasa tak masalah
Seperti saat ini Nazhief masuk ke apartemen Dahlia untuk makan siang "Dahlia kamu di rumah gak" tanya Nazhief setengah berteriak
tak mendapati sahutan Dahlia, Nazhief memilih duduk di kursi meja makan Dahlia untuk menyantap makan siangnya
"kamu gak kerja, biasanya jam segini kamu di klinik" tanya Dahlia yang baru saja keluar dari kamar mandi apartemennya yang memang kebetulan tidak menjadi satu dengan kamarnya
"glek" Nazhief menelan salivanya dengan susah payah saat melihat Dahlia hanya memakai handuk yang menutupi dadanya "bisa gak sih kamu kalau pakai handuk yang model kimono jangan yang begini" nazhief menunjuk ke arah tubuh Dahlia yang masih memakai handuk dengan santai
Dahlia melirik penampilannya "ya kenapa sih aku kan habis mandi, wajar dong pakai begini" balas Dahlia dengan santai
"aku tuh laki-laki Dahlia, bisa khilaf aku kalau kamu kasih tontonan begini tiap hari dan ini sudah berlangsung dua tahun dahlia" keluh Nazhief dengan menggeram kesal akan tingkah dahlia yang sungguh tidak tahu tempat
dahlia malah terkekeh akan peringatan Nazhief "aku yakin kamu gak gitu kok Nazhief, buktinya dua tahun kamu lihat aku kaya gini kamu gak ngapa-ngapain aku" kilah Dahlia dengan kekehan
Dahlia berjalan ke arah kamarnya masih dalam kondisi tertawa membuat Nazhief begitu kesal. Nazhief melangkah mengejar Dahlia dengan gerakan cepat
"brugh" Nazhief menarik tubuh Dahlia dan merapatkannya ke dinding "kamu pikir aku lelaki tidak normal hah" tanya Nazhief
"glek" Dalia menelan salivanya dengan susah payah saat jarak mereka begitu dekat dan Nazhief yang menariknya dengan begitu tiba-tiba membuat ia tak ada persiapan sama sekali
"aku gak maksud gitu, cuma aku pikir kamu gak tertarik sama aku karena kamu sering lihat aku seperti ini walau gak setiap hari tapi kan kamu pernah lihat aku dalam kondisi ini selama dua tahun dan terjadi apa-apa di antara kita jadi aku pikir kamu gak tertarik denganku" kilah Dahlia membenarkan semua prilakunya
"kata siapa aku gak tertarik" Nazhief memajukan wajahnya mendekat ke wajah Dahlia
"CUP" Nazhief langsung menyambar bibir ranum Dahlia membuat mata Dahlia membelalak lebar mendapat perlakuan tiba-tiba dari Nazhief
__ADS_1
Nazhief menyudahi pertemuan bibir selama 2 menit itu "kamu pikir saya pria tidak normal yang jika di beri pemandangan seperti hari ini setiap hari saya tidak akan tergoda" bisik Nazhief di telinga Dahlia
"maaf Nazhief" gumam Dahlia menyilangkan tangannya di depan dada
Nazhief menghela nafas berat "sudah masuk sana dan segera pakai baju atau aku akan melakukan lebih dari ini" Nazhief memundurkan tubuhnya dan meminta Dahlia segera memakai pakaiannya
Dahlia langsung menutup pintu kamarnya dengan kasar, tak lupa ia kunci agar Nazhief tak bisa masuk kamarnya dan melakukan hal lebih dari ini
Nazhief terkekeh akan tingkah Dahlia yang begitu terkejut akan tindakan refleksnya "jangan khawatir aku akan melakukan lebih dari ini Dahlia, aku bukan pria kurang ajar yang asal menyentuh wanita tanpa izin jadi jangan khawatir aku akan menyentuhmu tapi tentu beda jika kamu mengizinkannya" ucap Nazhief dengan santainya yang tentu masih bisa di dengar oleh Dahlia
Nazhief berjalan ke arah meja makan untuk melanjutkan makannya kembali sebab memang tujuan awalnya datang untuk makan siang
Jika di luar Nazhief menyantap makannya dengan santai berbeda dengan Dahlia yang kini seperti terbakar "apa tadi" gumam Dahlia menepuk kedua pipinya yang sudah memerah seperti buah ceri matang
Dahlia melirik ke arah pintu "kenapa ada pria yang bisa berbuat seperti itu" rutuk Dahlia
***
Setelah kejadian itu Dahlia selalu menghindari pertemuannya dengan Nazhief sebisa mungkin tapi Dahlia tetap memasak untuk Nazhief setiap harinya. Hanya saja Dahlia akan berangkat sebelum jam tujuh dan akan pulang di jam 9 malam sekedar menghindari pertemuan dirinya dan Nazhief yang nantinya akan membuatnya canggung
Nazhief melirik jam tangannya " jam 7 rupanya" gumam Nazhief
"apa Dahlia masih ingin menghindari ku ya, padahal ini sudah 3 minggu setelah kejadian itu" gumam Nazhief
Nazhief kini berjalan cukup santai agar tidak terlalu cepat sampai ke apartemennya. Entah kenapa semenjak Dahlia menghindarinya, hari-harinya begitu sepi padahal biasanya ia akan menghabiskan banyak waktu bersama Dahlia walau kadang hanya sekedar menonton acara TV bersama dan mengobrol seputar tugas kuliah Dahlia yang masih belum Dahlia pahami
"kenapa jadi kangen anak itu ya" gumam Nazhief mulai merindukan Dahlia
__ADS_1
tanpa terasa di tengah pikirannya yang jauh melayang ke arah Dahlia, Nazhief sudah sampai di kawasan apartemennya tapi saat ia menyadari hal itu langkahnya terhenti begitu saja saat melihat pemandangan yang membuatnya kesal
Nazhief melihat Dahlia di antar seorang pria padahal sebelumnya Dahlia tidak pernah dekat dengan pria manapun . Langkah Nazhief makin cepat saat pria yang mengantar Dahlia menggenggam tangan Dahlia
"tolong lepasin tanganku Mark" tukas Dahlia merasa tidak nyaman dengan kelakuan Mark yang menarik kasar tangannya
"ayolah Dahlia, kita sudah mengenal selama 2 tahun kenapa aku tidak boleh mampir ke apartemen kamu " tanya Mark dengan tidak tahu malunya
"mengenal lama bukan berarti kamu bisa seenaknya masuk ke apartemenku" balas Dahlia yang mulai kesal dengan teman satu angkatannya bernama Mark
"kenapa kamu begitu dingin sama aku Dahlia, padahal aku ingin dekat denganmu loh" tukas Mark dengan percaya dirinya
"maaf ya Mark, aku sudah punya kekasih jadi gak ada kesempatan kamu buat mendekatiku" tukas Dahlia
"bohong!" Mark tidak percaya dengan penuturan Dahlia "kalau kamu punya pacar gak mungkin kamu selalu ke kampus seorang diri dan paca kamu gak pernah jemput kamu ke kampus, atau setidaknya jika kalian LDR tentu dia bisa mengunjungimu saat liburan" ungkap Mark
"aku kekasihnya" teriak Nazhief mendekat ke arah Dahlia dan langsung merapatkan tubuhnya ke dadanya
Mark memicingkan matanya ke arah Nazhief "kalau kamu pacarnya kenapa kamu gak pernah bareng sama dia" tanya Mark masih tidak percaya
"kami tinggal di apartemen yang sama dan kampus kita sama jadi kamu saja yang buta kalau tidak tahu kalau Dahlia itu kekasihku" balas Nazhief
Mark menoleh ke arah Dahlia "benar itu Dahlia" tanya Mark memastikan
"be benar" balas Dahlia dengan gugup
Mendengar itu Mark langsung meninggalkan lobi apartemen Dahlia dengan raut wajah kesal
__ADS_1