
Ash memimpin Shena menjauh dari tempat bahaya, mencari tempat perlindungan yang lebih aman. Sementara itu, Dayn menghadapi Arsen yang berusaha menghalanginya.
Di tengah kegelapan, Shena masih gemetar dan shock setelah melihat kekejaman Arsen dan sikap nakal Frey. Air matanya terus mengalir, dan ketakutan masih melingkupi pikirannya. Ash mencoba menenangkan Shena, memeluknya erat.
"Aku di sini, Shena. Aku akan melindungi mu," bisik Ash dengan lembut sambil mengusap punggungnya. "Kita akan menyelesaikan ini bersama-sama."
Shena merasakan kehangatan dalam pelukan Ash, dan perlahan-lahan dia mulai meredakan ketakutannya. Dia tahu bahwa Ash akan melindunginya dengan sepenuh hati.
Sementara itu, Dayn melawan Arsen dengan keberanian dan kekuatannya yang sebenarnya. Kedua pria itu saling berhadapan, mempertaruhkan segalanya dalam pertarungan ini.
Dayn menghindari serangan tajam Arsen dengan kecepatan dan ketangkasan yang luar biasa. Dia menggunakan kekuatan fisiknya untuk menyerang balik, mencoba mengalahkan Arsen dan menghentikan kejahatannya.
"Tuan Arsen, berhentilah!" seru Dayn dengan suara lantang. "Ini tidak akan membawa kebaikan bagi siapapun. Biarkan keluarga Tuan Ash hidup dengan damai!"
Arsen hanya tersenyum sinis, merespons tantangan Dayn dengan senjata tersembunyi di dalam lengan bajunya. Dia melancarkan serangan yang lebih berbahaya, memaksa Dayn untuk menggunakan semua kekuatannya untuk bertahan.
Di saat yang sama, Ash dan Shena menemukan tempat perlindungan yang relatif aman. Mereka berdua bersembunyi di dalam ruangan tersembunyi, jauh dari pandangan musuh.
Shena duduk di sampingnya, masih terguncang oleh peristiwa yang baru saja terjadi.
"Apa yang sedang terjadi, Tuan Ash?" tanya Shena dengan suara gemetar. "Mengapa mereka ingin melukai kita?"
Ash menatap Shena dengan penuh kasih sayang. "Aku akan menjelaskannya padamu, Shena. Tapi sekarang, yang terpenting adalah kita aman. Kita harus bertahan dan menghentikan mereka."
Shena mengangguk, mengambil napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya. Dia tahu bahwa dia harus kuat, karena keluarganya dan Ash mengandalkannya.
__ADS_1
Sementara itu, pertarungan antara Dayn dan Arsen mencapai puncaknya. Dayn menggunakan seluruh keahlian dan kekuatannya untuk melawan Arsen yang terampil. Setiap serangan mereka berdampak besar, menciptakan ledakan dan getaran di sekitar mereka.
"Tidak ada tempat untukmu di sini, Tuan Arsen!" teriak Dayn sambil melancarkan serangan terakhirnya. "Kau tidak akan pernah berhasil melukai mereka!"
Dayn menghantamkan tinjunya dengan penuh kekuatan, mengejutkan Arsen yang terkejut. Serangan itu cukup kuat untuk menjatuhkan Arsen ke tanah, membuatnya terluka dan tak berdaya.
Saat Arsen berusaha bangkit, Dayn mengunci tangannya dengan erat. Dia menatap Arsen dengan penuh tekad dan keberanian.
"Ini selesai, Arsen. Kau tidak akan bisa menyakiti siapa pun lagi," kata Dayn dengan suara tegas.
Namun, sebelum mereka dapat menghentikan Arsen sepenuhnya, suara tembakan terdengar dari luar. Ash dan Shena melihat ke arah suara itu dengan khawatir.
"Kita harus cepat, Shena," kata Ash dengan serius. "Kita masih dalam bahaya."
Ash dan Shena berlari menuju tempat pertempuran, meninggalkan Dayn dan Arsen di belakang. Mereka berdua berusaha melindungi orang-orang yang mereka cintai, dan mereka siap menghadapi apapun yang akan datang.
Shena menghentikan langkahnya. Ia melepaskan tangan Ash dan berbalik menghadapi Arsen. Ia pikir semuanya akan hancur jika terus melarikan diri.
"Apa keinginanmu?" Tanya Shena dengan mata berkacanya.
"Keinginan ku?" Arsen menyeringai. "Theo Corp menerima hukuman seperti apa yang dialami Ars Company dulu." Lanjut bicara Arsen.
Shena mengernyitkan dahinya. Ia sendiri bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada perusahaan Ayah dan perusahaan warisan keluarga mantan kekasihnya dahulu.
"Kau juga pasti tahu, itu tidak sepenuhnya kesalahan Theo Corp." Timpal Ash yang mengambil alih. Ash tahu bahwa Shena tidak mengetahui apa-apa sebagai anak tentang permasalahan perusahaan ayahnya.
__ADS_1
Arsen hanya menyeringai dan menghampiri keduanya. Ash sampai membawa Shena ke belakang tubuhnya. Sementara Shena, mencengkeram erat jas Ash.
Arsen menatap Shena yang menunduk takut di belakang Ash.
"Kau tahu sayang, itu adalah panggilan ku padamu dulu. Aku mengingatmu karena aku takut kau sudah lupa. Kau tahu, kenapa aku meninggalkanmu?! Itu bukan tanpa alasan, Setelah aku tahu perusahaan Ayahku hancur karna perusahaan Ayah mu. Ayahmu lah penyebab hancurnya perusahaan dan keluargaku." Ungkap Arsen.
Shena menggeleng menolaknya. Tangisnya luntur, genggaman pada jas Ash semakin erat. Ash dengan segera menggenggam tangan Shena yang sudah keringat dingin.
"Karena Ayahmu, kedua orang tuaku meninggal. Ayahmu membunuh orang tuaku, Shena. Kau harus ingat itu. Ayahmu harus menerima balasannya!! Pembunuh harus menerima hukumannya!!! Ayahmu itu pembunuh!!" Kenyataan itu Arsen lontarkan secara bertubi-tubi. Dan ia tersenyum puas setelah menghancurkan mental kepercayaan seorang anak pada ayahnya.
Selain Shena yang terkejut dan tidak bisa menerima kenyataan, Rupanya Ash pun ikut shock. Ia bahkan baru mengetahui kenyataan yang sama sekali di luar prediksinya.
"Dan kau tahu Ash Vinson, Kau begitu diagungkan oleh semua orang, Tapi kau sendiri bodoh dalam memahami setiap musuhmu. Selama ini kau hanya dijadikan budak dan tempat perlindungan oleh mertuamu sendiri. Apa kau lupa bahwa pria pembunuh itu lebih hebat darimu? Dia sudah bertahun-tahun hidup dan memiliki banyak pengalaman yang terampil. Apakah tidak mudah baginya mengelabui dirimu? Bahkan wanita yang menjadi istrimu sekarang dijadikan tumbalnya!" Cerca Arsen berhasil membuat Ash terdiam dan raut wajahnya penuh kekecewaan.
Arsen melanjutkan, "Lihat, kau terdiam sekarang, bukan? Apa yang kau sesali? Kau baru menyadarinya? Penyesalan terlambat karena kau bodoh! Aku sangat ingin mendengar darimu, apa yang membuatmu percaya dan membantu pria tua pembunuh itu? Secara tidak sadar, selama ini kau bersekongkol dan menampung orang penjahat!"
"STOPPP!!" Teriak histeris Shena. "Ayahku bukan pembunuh!! Jaga bicaramu, Arsen !! Kau boleh menyakitiku ribuan kali sesukamu. Tapi jangan fitnah Ayah ku atas tuduhan palsu mu. Ayahku orang baik. Dia tidak akan membunuh orang lain, apalagi orang tuamu." Ucap Shena dengan deraian air matanya.
"Cih. Haha... Bagaimana bisa seorang pembunuh dikatakan baik?! Pembunuh tetaplah pembunuh. Bahkan kau, Shena, tidak jauh berbeda dengan Ayahmu. Bermulut ular!! Kau-"
Bugh!!!
Hilang sudah kesabaran Ash. Amarah yang dipendamnya dari tadi terlampiaskan, satu pukulan tepat dilayangkan ke rahang Arsen, membuat Arsen terjatuh karena belum siap menerima serangan mendadak Ash.
"Urusanmu hanya dengan pemilik Theo Corp, kan?! Akulah pemiliknya sekarang. Urusanmu dengan ku!! Jangan melibatkan Ayah mertua dan istriku ke dalamnya." Tegas Ash.
__ADS_1
Arsen terkekeh begitu keras.
"Hanya segitu kemampuanmu, Ash Vinson!!" Ucap Arsen menantang.