
DamianĀ Seth Abraham sang Cassanova
(Kali in Nerissa akan meceritakan kisah hidup Damian)
Pria yang di juluki sebagai casanova abadi oleh banyak orang, kini menginjak usia 32 tahun, usia di mana kebanyakan sudah memiliki pasangan resmi bahkan tak jarang sudah banyak memiliki anak
Adiknya Rain saja sudah memiliki satu orang anak dan sebentar lagi akan memiliki anak kedua tapi sepertinya, Damian masih betah melajang
Damian selalu akan menjawab hal yang sama jika di tanya kapan akan menikah "hidupku masih begitu panjang, dan begitu banyak wanita yang masih ingin merajut cinta denganku jadi tunggu nanti Saja menikah, takut banyak yang patah hati jika aku menikah terlalu. cepat" jawaban itu saja yang di berikan Damian pada orang yang bertanya
mama Kaila sebenarnya begitu khawatir dengan anaknya sebab begitu menuruni sifat ayahnya yang dulunya adalah playboy ulung bahkan tak jarang Mama Kaila yang melampiaskan pada ayah Brian
"anak ayah yang satu ini begitu meniru sifat ayah, bagaimana bisa dia jadi playboy dan tidak sadar-sadar" kesal mama Kaila pada ayah Brian
ayah Brian hanya harus bisa menahan kemarahan serta menyimpan stok kesabaran ekstra untuk istrinya yang sudah terlanjur begitu ia cintai dan tak sanggup untuk berpaling hanya bisa membalas ucapan yang sa setiap istrinya mengungkit masa lalunya yang sempat menjadi playboy "jangan lupa Damian itu juga anak mamah, mama juga sih dulu benci banget sama Ayah saat hamil Damian jadi niru ayah pas muda kan" balas ayah Damian dengan santainya setiap mama Kaila merajuk kesal akan kelakuan anak sulungnya yang selalu membuat ulah dan membuat mama Kaila rasanya naik darah setiap hari
Cap playboy begitu melekat di diri Damian, sampai tidak hanya sekali wanita datang meminta pertanggung jawaban padanya bagaimana kamu hamil anakku sedang aku gak pernah bercinta tanpa pengaman" hal itu yang selalu Damian ucapkan saat para wanita datang untuk meminta di nikahi sehingga mematahkan harapan si wanita
padahal yang orang-orang tidak tahu bahwa Damian tidak pernah bercinta dengan begitu intim dengan sembarang wanita, hanya sebatas saling memuaskan saja tanpa pernah melakukan lebih dari sekedar foreplay.
Separah-parahnya Damian, ia tak pernah menyentuh wanita dengan sembarangan, seumur hidupnya ia hanya pernah memasukan rudalnya pada satu wanita, tetapi sayangnya wanita itu lebih memilih pria lain ketimbang dirinya yang benar-benar jatuh dengan wanita itu
di usia Damian yang menginjak 31 tahun, ia sudah menjadi dokter spesialis Jantung dan menjabat sebagai Direktur bagian Bedah di Rumah sakit milik keluarga Putera dan Qiana
__ADS_1
walaupun Damian yang terkenal playboy itu tapi tak menurunkan kredibilitas sebagai Dokter bedah jantung terbaik yang ada di Jakarta dan termasuk 2 orang dokter bedah Jantung terbaik yang ada di Indonesia
mungkin itu adalah salah satu hal yang membuat mama Kaila dan ayah Brian bangga di tengah cap playboy yang di sandang putera mereka selama ini
"Damian" panggil Mama Kaila
Damian menoleh ke belakang " iya mah ada apa? " tanya Damian
mama Kaila menyerahkan kotak bekal pada Damian "jangan lupa di makan" pinta mama Kaila
"ya ampun mah, aku tuh bukan anak kecil lagi loh, masih saja di bawain bekal kaya gini" protes Damian
"diam dan turuti saja" Mama Kaila memaksa Damian membawanya dan segera mendorong tubuh Damian menjauh keluar rumah untuk bersiap berangkat kerja
dengan terpaksa Damian akan membawa bekal buatan mamanya karena percuma saja ia berdebat dengan sang mamah yang jelas-jelas akan ia yang berakhir dengan kekalahan mutlak
tak sampai 30 menit, Damian sudah sampai di Rumah sakit, Damian memarkirkan mobilnya di tempat khusus dokter, dan segera turun dari mobil dan berjalan menuju ruangannya yang berada di lantai tiga
"pagi Dokter Damian" suara sapaan terdengar di sepanjang jalan Damian menuju Ruangannya
"pagi" balas Damian dengan senyum ramahnya
Damian memilih berjalan menaiki anak tangga menuju ruangan kantornya sebab ingin sedikit berolahraga agar tidak membuat dirinya kaku karena terlalu sering duduk dan berdiri saat melakukan operasi
__ADS_1
"Jadwal saya apa saja hari ini" tanya Damian saat sudah sampai di depan ruangannya, di mana meja asisten perawatnya duduk
"Dokter ada Jadwal operasi nanti jam 9 dan jam 5 sore nanti, terus jadwal untuk berobat jalan di jam 11 sampai jam 2 dok" balas Irma, Asisten perawat Damian
"oh ya sudah" Damian melangkah masuk ke dalam ruangannya dan mulai membaca data pasien yang akan ia operasi hari ini
sudah berapa kali sebenarnya Damian membaca rekam medik pasien tapi untuk kroscek kembali, Damian selalu kembali memeriksa rekam medik pasiennya saat akan melakukan operasi
melihat jam yang sudah menunjukkan jadwal operasinya, Damian langsung bergegas menuju Ruang operasi dengan di ikuti asisten perawatnya "semua sudah selesai kan di sana, saya tinggal melakukan intinya" tanya Damian
"sudah dok, tadi saya sudah di kabari kalau sudah di lakukan anastesi, dan akan di lakukan pembukaan di bagian dada setelah anastesinya sudah mulai bereaksi, jadi anda tinggal mengerjakan tindakan dok" balas Irma
"oke kalau begitu" Damian langsung mengganti pakaian yang steril, tak lupa ia mencuci tangannya dan meminta pada perawat juga untuk memasangkan baju steril yang biasa di pakai di ruangan operasi
di saat seperti ini Damian terlihat begitu bersinar. Ia bekerja dengan begitu fokus dan cekatan saat mengatasi permasalahan jantung seseorang "Suction" titah Damian yang langsung di jalankan oleh asistennya selama di ruang operasi
saat melakukan operasi, Damian di kenal sebagai dokter yang tegas dan tidak suka jika ada kesalahan daripara asistennya di ruang operasi sebab satu kesalahan saja bisa mengantarkan pasiennya ke alam baka, untuk itu Damian selalu menerapkan disiplin dan fokus saat di meja operasi
"kerja bagus semuanya, sillahkan di lanjutkan untuk bagian akhirnya saya akan menemui pasien" Damian melangkah meninggalkan ruang operasi saat bagiannya sudah selesai dan sekarang yang harus ia lakukan adalah menemui wali pasien untuk menjelaskan kondisi pasiennya saat ini
"keluarga pasien tuan Andreas" panggil Damian pada keluarga pasien yang baru saja selesai ia operasi
"saya dok" seorang wanita berparas cantik dengan gaya anggunnya berjalan ke arah Damian "saya istrinya, Bagaimana kondisi suami saya" tanya perempuan bernama Lucinda Karensia, istri dari pasien Damian yang baru saja selesai melaksanakan operasi bernama Andreas Pradipta Murtada
__ADS_1
Damian sempat tertegun melihat aura kecantikan yang begitu terpancar di hadapannya tapi segera ia tepis "kondisi suami anda masih dalam pengawasan kami tapi proses operasi berjalan dengan lancar, pasien akan di pindahkan ke ruang rawat setelah menjalani observasi pasca operasi" jelas Damian
"terima kasih dok atas kerja kerasnya" ucap Lucinda Karensia, yang biasa di panggil Sia dengan seutas senyum tipisnya