
"qiana" suara teriakan menggema ke penjuru ruangan
sang pemilik nama membuka matanya dengan paksa dan muka acak-acakan tak jelas, matanya begitu sulit untuk terbuka seakan ada lem di matanya
"qianaaaa" teriakan itu makin melengking seiring dengan sang pemilik nama yang tak kunjung menyahut
"iya bunda... gak usah teriak terus" sahut qiana yang sudah lelah saat bundanya berteriak
"ceklek" pintu terbuka dan munculah orang yang terus berteriak sedari tadi "sudah jam berapa qiana masih belum sipa juga, adik-adik kamu saja sudah rapih semua" ucap laras berkacak pinggang ke arah qiana yang kini sudah jadi anak sambungnya
tak lama dari pernikahan sheryl dan bachtiar, mario dan laras pun menikah karena laras yang waktu itu hamil anak mario. awal pernikahan mereka mungkin belum ada cinta tapi dengan seiring waktu dan mereka yang saling memahami dengan baik, laras dan mario pun menjadi pasangan yang saling mencintai
pernikahan mario dan laras di karunia dua orang anak berjenis kelamin laki-laki, yang paling tua bernama Edzard ithar kennedy yang memiliki jarak usia empat tahun dengan qiana sedangkan anak bungsu mario bernama nazhief ithar kennedy yang memiliki jarak usia 7 tahun dengan qiana
qiana kini sudah tumbuh besar sebagai siswa kelas 3, tahun dia bersekolah di bangku SMA dan usianya kini sudahlah 17 tahun. usia di mana ia sedang berkembang dengan indahnya
qiana yang masih acak-acakan menatap bundanya "qiana mandi bunda, jangan marah-marah terus" qiana turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi
"gimana bunda gak marah, kamu sudah usia berapa tapi masih susah di bangunin, kamu lupa sudah kels tiga bentar lagi sudah mau selesai sekolah dan kamu masih kaya gini aja" oceh bunda laras dari balik pintu kamar mandi
qiana hanya santai saja saat membersihkan diri seolah omelan bundanya hanyalah angin lalu yang tidak perlu di pedulikan
bunda laras yang marah tetap menyiapkan pakaian qiana dan turun ke bawah kembali untuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya
ayah mario melirik istrinya yang sedang menuruni tangga sambil mengomel "kenapa lagi sih sayang" mario mengecup pipi bunda laras dengan sayang
"itu loh qiana, jam segini masih belum siap juga, nanti bisa terlambat lagi dia kalau bangun saja harus bunda yang teriak-teriak yah" balas bunda laras
mario tersenyum menanggapi istrinya yang sedang mengomel "kenapa setiap kamu marah-marah ayah namabha cinta ya sama bunda" ucap mario dengan senyum tipisnya
"gak usah ngerayu deh" bunda laras beralih membantu anak-anaknya mengambil sarapan untuk keluarganya, tapi senyum itu masih tersungging samar atas perlakuan suaminya yang selalu bersikap manis padanya
mario yang masih bisa melihat senyum istrinya pun ikut menarik sudut bibirnya ke atas "ayah sama bunda kerjaannya pamer kemersraan terus"keluh edzard, anak kedua mario sekaligus anak pertama laras
"biarin dong, kan ayah cinta sama bunda sangat-sangat" balas mario sambil membuat tanda love dengan kedua tangannya ke arah bunda laras
"gak di sana, gak di sini kerjaannya lihat orang pamer kemesraan melulu" ucap qiana mencebikkan bibirnya
__ADS_1
qiana melangkah ke arah meja makan dan menarik kursi tepat di sebelah kiri ayahnya "yah, lusa qiana tinggal di rumah mama sama papa, soalnya vans bentar lagi ada acara di sekolahannya tapi papa sama mama mesti ke luar negeri buat acara perusahaannya, entah apa lah itu" ucap qiana
"di tinggal lagi si vans" tanya mario
"iya, sih papa gak bisa sih kalau gak ada mama maklum sudah tua" kekeh qiana
"husst gak boleh gitu" bunda laras memukul angin ke arah qiana "dia itu papa kamu, jangan sampai papa kamu denger nanti sedih dia" ucap bunda laras memperingati
"iya bunda, maaf" balas qiana
"nanti mau sekolah di antar ayah atau di jemput kakak kamu lagi " tanya ayah mario di sela makannya
"biasa yah, sama kak putera dong" balas qiana dengan girang
"oh ya qiana, nanti pulangnya mampir ke tempat kakek kamu ya, katanya nenek kangen sama kamu" ucap bunda laras
"alah, paling qiana di suruh ngomongin om revano lagi biar gak pacar-pacaran" tebak qiana
"emang masih om kamu pacaran sama banyak cewek" tanya mario
"iya yah, pernah malah qiana jewer om revano di depan kelas saat lagi gombalin anak kelas 1" balas qiana
"iya, tapi biasanya dia goda anak kelas 2, temen-temennya damian sudah kena semua kayanya sama om revano" balas qiana
qiana, damian abraham dan revano aranda memang bersekolah di satu tempat, qiana duduk dikelas 3, damian duduk di kelas 2 sedangkan revano duduk di bangku kelas 1
"pagi om tante"sapa putera menghampiri keluarga besar kennedy dan duduk di samping si bungsu nazhief dengan santainya
"pagi putera, makan dulu yuk" ajak bunda laras
"sudah sarapan tadi di rumah, bisa di marah sama mama dan papa kalau putera gak sarapan dulu" balas putera
"kamu sekarang semester berapa sih" tanya bunda laras
"masuk semester 4 tan" balas putera
"wah, gak kerasa ya sudah semester 4 aja, nanti nyusun skripsi, lulus, kerja, nikah dan punya anak" seru bunda laras dengan semangat
__ADS_1
"gak gitu prinsipnya bunda, kerja dulu baru nikah dan punya anak" qiana menoleh ke arah putera "iya kan kaka" ucap qiana meminta persetujuan
"iya" balas puter dengan senyum tipisnya
"ya sudah, berangkat yuk kak" ajak qiana
"ayok" balas putera
qiana mencium pipi bunda dan ayahnya, tak lupa adik-adiknya "nanti nitip beli kue yang dekat sekolah kakak ya" pinta nazhief
"oke " balas qiana
qiana dan putera berjalan beriringan menuju mobil putera yang sudah terparkir rapih di halaman rumah orang tua qiana "silahkan princess" putera membukakan pintu dan mempersilahkan qiana masuk ke dalam mobil
"terima kasih prince" kekeh qiana
putera menggelengkan kepalanya dan berjalan ke arah kursi kemudi "gak ada yang tertinggal kan" tanya putera sebelum melajukan kendaraanya
"sepertinya enggak, kalau ada yang ketinggalan juga gak papa" balas qiana dengan santainya
putera menggusar rambut qiana dengan kasar "kebiasaan buruh emang princess satu ini" ledek putera
qiana membenarakn rambutnya "kebiasaan ngerusak rambut orang " keluh qiana
putera melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah kediaman keluarga kennedy "nanti mau di jemput gak" tanya putera
"kakak sibuk enggak, aklau sibuk nanti minta di jemput sopir nenek mina aja" balas qiana
"kamu mau ke rumah kakek" tanya putera
"iya kak, nenek kangen katanya" balas qiana
putera terkekeh "paling kamu di suruh marahin om revano lagi" tebak putera yang memang tepat sasaran
qiana menoleh ke arah putera "boleh gak sih aku ngarep ayah bunda atau mama sama papa punya anak lagi, atau tante dan om punya anak lagi gitu" tanya qiana
putera mengerutkan keningnya "kenapa" tanya putera
__ADS_1
"pengen ada teman perempuan di keluarga kita biar gak sepi" balas qiana yang membuat putera tertawa renyah di buatnya