
Adinda mencebikkan bibirnya kesal karena kecolongan akibat kelakuan Rain yang memberikan tipu muslihat padanya untuk bisa segera menikahinya
Adinda merasa seolah-olah di jebak oleh Rain agar bisa segera di nikahi oleh Rain
"jangan terus cemberut Dinda" pinta Rain sembari mencubit pelan pipi Adinda
Adinda sedikit menggeaer tubuhnya agar tidak mudah di jangkau Rain yang masih sibuk menyetir "gak usah sok manis dengan manggil dinda" ketus Adinda yang masih sebal dengan kelakuan rain yang langsung bergerak cepat untuk bisa segera menikahinya
Rain langsung menelpon orang tua Rain pagi itu setelah mereka selesai bersiap dan sudah rapih. Rain menghubungi orang tuanya dengan adegan menangis merasa bersalah karena menodai Adinda dan meminta orang tua Rain untuk segera menikahkan dirinya secepatnya dengan Adinda sebab takut merusak nama Adinda
Kalau dirinya saja yang di pecat sebagai guru tentu itu tak jadi masalah sebab ia masih punya keluarga yang cukup kaya untuk bertahan hidup tapi tentu akan berbeda bagi Adinda yang menggantungkan hidupnya dari pekerjaan sebagai seorang guru
tak lupa Rain juga menelpon kakak Adinda tapi tentu dengan isi cerita berbeda. Rain mengatakan kalau dirinya dan Adinda saling mencintai sampai kelepasan melakukan hal di luar batas dan sebagai bentuk rasa tanggung jawabnya Rain akan menikahi Adinda secepatnya sebab Rain sangat mencintai Adinda
"saya gak sok manis, tapi malah kamunya yang manis sampai-sampai pengen terus aku jilatin" kekeh Rain dengan sarkas
Adinda jadi berpikir ke arah tak jelas karena ucapan Rain yang ambigu itu "jangan mesum pak" tukas Adinda kesal dengan pembahasan Rain yang main ke sini makin frontal saja
"sorry dinda sayang" balas Rain dengan santainya
"paaaakkk" rengek Adinda seperti anak kecil karena Rain memanggilnya sayang dengan begitu mudahnya "jangan buru-buru napa pak nikahnya, nunggu beberapa bulan lagi lah pak, masa 3 hari lagi nikah sih pak" keluh Adinda akan rencana pernikahan yang tinggal tiga hari lagi padahal baru semalam Rain mengajaknya menikahp
"sudah saya bilang kelamaanmenikah. Pokoknya besok kita ke sekolah, ngundang semua guru, dan untuk bulan madunya nanti saja nunggu kita libur sekolah " balas Rain yang memutuskan menikahi Adinda dalam tiga hari kedepan
Rain dan Adinda akan Menikah dalam kurun waktu yang begitu singkat dengan usaha akting Rain yang benar-benar bak seorang aktor profesional pemenang piala Oscar saat meyakinkan keluarganya maupun keluarga Adinda
***
__ADS_1
sepulang ia mengantar Adinda pulang, Rain segera pulang ke rumah orang tuanya sebab dia sudah di tunggu oleh anggota keluarga besarnya
"brak" Rain menutup pintu mobilnya dan berjalan ke arah rumahnya sambil bersiul sebagai tanda luapan kebahagiaannya
"wah sudah ngumpul semua nih" gumam Rain menghitung mobil yang sudah terparkir di halaman kediaman orang tuanya
yang itu artinya sang mama sudah menghubungi keluarganya perihal dirinya yang akan segera menikah
"selamat sore semua" sapa Rain dengan senyum lebarnya saat memasuki rumahnya
semua mata menoleh ke arah Rain dengan tatapan yang berbeda-beda "waaaahhhh ini aktor kita " Damian langsung bertepuk tangan sambil mencemooh kelakuan adiknya yang membuat jantung mereka semua tak baik-baik saja
"aktor apa sih kak" Rain tersenyum simpul saja sambil duduk di sebelah mamanya dan menyandarkan tubuhnya di bahu mama Kayla dengan manja
mama kayla mendorong tubuh Rain begitu saja membuat Rain terpental "kamu nipu anak gadis siapa Rain" tanya mama Kayla menuntut anaknya untuk bicara perihal pembicaraan mereka tadi pagi di telpon yang rasanya masih mengejutkan dan bukanlah suatu kenyataan
Damian sang kakak menatap tajam ke arah Rain kenapa jadi bawa-bawa kakak sih Rain" kesal Damian saat namanya di sangkut pautkan dengan masalahnya saat ini
"nanti ayah ngomong apa sama orang tua pacar kamu itu kalau kamu ngajak nikah dalam waktu yang sangat singkat seperti itu" tanya ayah brian tak percaya akan kelakuan anak bungsungnya yang meminta agar dirinya menikahkan Rain dengan Adinda sebab tak ingin merusak nama Adinda
"gak perlu mikirin orang tua Adinda yah, Dinda anak yatim piatu dan hanya ada kakaknya. Dan Rain sudah urus kakaknya Adinda, kakaknya lagi jalan pulang kok besok mungkin mereka sampai dan acara pernikahannya bisa langsung di mulai" jelas Rain dengan santainya
" plak" Qiana yang kesal akan kelakuan sepupunya pun memukul dengan majalah yang ada di hadapannya
"gila kamu Rain, justru kalau dia gak punya orang tua gak sepantasnya kamu kaya gitu nikahi nnya " protes Qiana yang merasa cara Rain salah untuk menikahi Adinda
"tenang saja sih kak, aku akan tetap kasih pernikahan megah utuk mereka kok, untuk itu aku perlu bantuan kalian semua buat itu" Rain melirik ke arah keluarganya
__ADS_1
Vansh menatap sinis ke arah sepupu sekaligus keponakannya itu "kenapa berasa kita di jebak juga buat nurutin dia" pikir Vansh
Putera mengangguk mengiyakan " bukan perasaan lagi tapi emang ia kalau dia manfaatin kita semua buat menikahi wanita itu tanpa membuat wanita itu malu nantinya karena nikahannya dadakan" sahut putera membenarkan anggapan Vansh
"Cih" Damian sang kakak berdecih sebal akan kelakuan adiknya "lihat kelakuan anak mama ini" tunjuk Damian ke arah Rain
"Damian sering di salahin karena berkali-kali ganti pacar dan di bilang gak ngajarin adiknya buat nyari pacar tapi ini mah dia lebih parah, langsung ngajak orang nikah dalam waktu singkat" Damian menunjuk ke arah kepalanya "Jangan-jangan otaknya ada masalah mah" tukas Damian
"gak ada masalah kok kak, aku cuma sudah yakin untuk menikahinya jadi aku harus gerak cepat dong biar gak keduluan" kekeh Rain
Qiana menghela nafas kasar, kali ini pasti ia akan di buat pusing untuk mengurus acara pernikahan Rain yang tinggal tiga hari lagi
Mama Kayla tidak mungkin bisa mengurusnya seorang diri sebab ia masih sangat shock akan tingkah Rain
"ya sudah karena sudah kepalang tanggung juga langsung saja kita bagi tugas untuk urus pernikahan Rain ya" Qiana mulai membagi tugas pada keluarganya mulai dari mengurus gedung, katering dan pernak-pernik pernikahan lainnya
sedangkan surat-surat pernikahan akan di urus ayah brian nantinya "ini semua kelengkapan syarat nikahnya yah" Rain menyerahkan semua dokumen yang di butuhkan untuk menikah
ayah Brian langsung membuka map yang di sodorkan Rain, di situ sudah ada berkas-berkas penting milik Rain dan Adinda yang akan di pelukan untuk mengurus berkas pernikahan
"kamu itu kaya niat dari lama tahu gak Rain ketimbang yang baru berencana menikah semalam" tukas Ayah Brian terkejut akan hal yang sudah dia pikirkan di hari pernikahannya
"Aku emang rencana nikahnya gak dari semalam tahu yah" sahut Rain
"sejak kapan emangnya" tanya mama Kayla penasaran
"tiga hari lalu" balas Rain dengan santainya
__ADS_1
"Plak! " Rain langsung di hadiahi bantalan sofa dengan serempak "gila! " umpat semua orang dengan serempaknya