Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Bertemu Keluarga Aneh


__ADS_3

Hans berjalan memasuki rumah keluarga Kinan dengan membawa beberapa paper bag besar "mbok, non kinannya ada" tanya hans


"ada tuan, lagi mandi kayanya. kalau tuan muda ada di halaman belakang sama tuan burhan" balas mbok Jum


"ya sudah saya samperin putera saja dulu mbok" hans meletakan paper bag di atas meja ruang keluarga dan berjalan ke halaman belakang


"wah, anak papa lagi berjemur ya" hans menghampiri putera yang sedang berjemur dengan ayah burhan


Hans mengecup pipi putera dengan gemas "kamu baru sampai hans" tanya ayah burhan


"iya om, barusan saya sampai. mau ketemu kinan tapi kata mbik jum lagi mandi" hans duduk tak jauh dari ayah burhan


"iya kinan baru masuk untuk mandi, mungkin agak lama kali dia mandinya" balas ayah burhan


"oh ya om, saya mau izin bawa kinan dan putera untuk datang ke acara ulang tahun kakek saya yang ke 78 tahun" ucap hans


"itu mah langsung bilang ke kinan saja, kalau dia mau datang, om gak akan ngelarang" balas ayah burhan


"iya om, nanti saya bicara sama kinan. saya bawa putera jalan-jalan sekitar sini ya om" hans mengambil putera dan menggendong putera untuk berjalan-jalan di sekitar taman belakang


***


kinan keluar kamarnya menuju halaman belakang untuk menyusul putera, dan saat dia melewati ruang keluarga, kinan melihat beberapa paper bag di ats meja "punya siapa itu" gumam kinan


"mbok" panggil kinan saat melihat mbok jum melintas "punya siapa itu" tanya kinan menunjuk papaer bag di atas meja


"itu tadi di bawa sama tuan hans non" balas mbok jum


"oh gitu, makasih mbok" kinan segera ke halaman belakang karena tahu pasti ada Hans di sana


"ayah" sapa kinan pada sang ayah


"eh sudah selesai mandinya" ayah burhan melirik hans yang sedang menggendong putera "itu hans lagi ngajak putera berjemur" ucap ayah burhan


"biarin aja dulu yah" balas kinan


"karena sudah ada kamu, ayah masuk dulu ya" pamit ayah burhan menepuk pelan bahu kinan


setelah di rasa cukup berjemur, hans membawa putera kembali ke strollernya "sudah selesai mandi" hans meletakkan putera ke dalam stroller

__ADS_1


"sudah mas" balas kinan


"ya sudah yuk masuk, dedek sudah cukup berjemurnya " hans membawa putera masuk dan di ikuti kinan


"mas bawa apa kok banyak gitu" tanya kinan melirik  paper bag yang ada di atas meja


"pakaian kamu dan putera" balas hans


"buat apa" bingung kinan


"pengen ngajak kamu ke pesta ulang tahun kakek" hans meletakan bobot tubuhnya di atas sofa


kinan mengernyitkan keningnya "buat apa kinan ke sana" tanya kinan


"kakek ngundang kamu, karena kata kakek kamu yang nyebabin mas pulang" balas hans dengan jujur


"tapi mas" kinan sedikit ragu untuk datang


hans menggenggam tangan kinan "mas ajak ke sana bukan mau ajak kamu langsung nikah kinan, mas cuma mau ngenalin kamu dan " hans mengusap pelan pipi putera "anak mas" ungkap hans yang tahu isi pikiran kinan


"memang siapa saja yang datang, apa orang banyak" tanya kinan


"maksud mas, keluarga brian" balas kinan


"iya, mario juga di undang sih, tapi gak tahu mau datang atau gak, kan sheryl belum bisa bebas keluar rumah" tambah hans


"ya sudah, aku mau datang deh mas" balas kinan


"terima kasih" hans begitu bahagia mendengar jawaban kinan


***


Hans mendorong stroller putera dengan satu tangan, dan satu tangannya yang lain menggandeng tangan kinan


"wah rumah keluarga mas, klasik ya" kinan takjub dengan desain rumah keluarga Hans


"iya, ini dulu desain nenek loh" balas hans


hans membawa kinan dan putera ke arah kakek ramon dan ibu Intan "selamat ulang tahun kakek" kinan mencium punggung tangan kakek ramon "dan maaf kalau kado kinan gak sesuai seleran kakek" kinan menyerahkan kotak sedang pada kakek

__ADS_1


"terima kasih loh "kakek ramon meminta ibu intan untuk mengambil kado dari kinan "harusnya gak perlu repot, dengan kamu datang ke sini kakek sudah senang sekali" kakek ramon mengusap kepala kinan "senang bisa melihat wanita yang bisa meluluhkan hati cucu kakek" ucap kakek ramon


kinan tersenyum bahagia "terima kasih kakek" balas kinan


kakek ramon melirik putera yanga da dalam stroller "ini anak kamu" tanya kakek ramon


"iya kek" balas kinan


"3 bulan ya usianya, gimana masih ASI" tanya kakek ramon


"masih kok kek, lagian kinan gak kerja juga jadi harus ASI eksklusif dong" balas kinan


"emang benar harusnya wanita itu gak kerja dan mengurus suami serta anak mereka di rumah" balas kakek ramon


"wanita kerja juga masih bisa mengurus suami dan anak kek, kinan juga terkadang kerja tapi kinan masih bisa kasih asi eksklusif dan ngurus ayah juga karena kinan gak ada suami yang harus di urus" kekeh kinan


"kalau gitu segera nikah saja dengan hans biar hans ada yang urus" balas kakek ramon


"kakek" sahut hans tak ingin kakeknya membahas pernikahan dengan kinan


"mohon maaf kek, bukan saya menolak untuk segera menikah tapi saya baru gagal dalam pernikahan  jadi saya masih ingin fokus untuk menata hidup saya dan mas hans juga mau ambil alih rumah sakit kan jadi dia pasti sedang begitu fokus untuk itu" balas kinan dengan wajah tenang


kakek ramon mengangguk mengiyakan "iya, menikah juga gak harus terburu-buru, tunggu benar-benar yakin saja" kakek ramon belajar pengalaman bahwa pernikahan yang terburu-biru kadang berakhir tak baik


ibu intan begitu takjub pada kinan yang bisa bicara bebas dengan kakek ramon tapi tak membuat kakek ramon tersinggung akan ucapannya " ya sudah ajak kinan nyicipin hidangan dulu hans" ucap kakek ramon


"iya kek" hans mengajak kinan untuk mengambik minuman dan duduk di kursi yang sudah di sediakan


"banyak juga ya mas undangannya" tanya kinan takjub akan tamu undangan ulang tahun kakek ramon


"iya lumayan" balas Hans


saat tengah mengobrol ada serombongan orang yang masuk dalam ruagan di mana kakek ramon berada


kinan mengenali salah satu orang di sana "apa mereka keluarga ayah mas" tanya kinan melirik ke arah ayah Adrian dan juga kelaurganya


hans melirik sekilas "iya" hans kembali fokus bermain dengan putera


kinan dengan jelas mendengar bisikan orang-orang tentang keanehan keluarga Hans. ibu hans yang menikah selama 33 tahun tapi hanya serumah dengan ayah adrian selama beberapa bulan saja karena menikah dengan cinta pertamanya dan sampai memiliki dua anak, tapi ibu intan masih tetap tinggal di rumah kakek ramon

__ADS_1


__ADS_2