Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Berasa obat nyamuk (season 2)


__ADS_3

makanan sudah tertata di meja dengan rapih, sedangkan anggota geng langgas menghabiskan waktu sambil bercengkerama di ruang tamu apartemen qiana  "kamu sudah telpon kak putera belum, mau bareng makan malamnya apa gimana" tanya Roland


"katanya bareng, ini lagi jalan pulang" qiana baru saja membaca pesan singkat dari putera yang sudah jalan untuk pulang


"ya sudah, aku mau nebeng mandi di apartemen kak putera dulu lah, lagian aku punya pakaian santai di kamarnya kak putera" ucap roland


"ya sudah sana" balas tiara


tiara melirik qiana "pantas kamu akhirnya milih pacaran princess, pasti kamu bosen jadi obat nyamuk roland dan tiara ya" ucap cindy


"dulu mah aku selalu ngehindar kalau di ajak keumpul bareng karena malas jadi obat nyamuk mereka, tapi semenjak sudah sama kak putera sih jadi sering bareng karena kita sibuk masing-masing cuma ya kalau lagi bareng kan ada pengingat biar keblabasan" balas qiana di akhiri dengan kekehan


"iya bener itu, jangan sampai kelabasan buat keponakan aku ya" kekeh cindy


tawa cindy tak ia sadari malah jadi bumerang di hidupnya nanti, yang tak pernah orang duga akan menimpa dirinya yang begitu polos dan naif


"ting tong" suara bel apartemen qiana kembali berbunyi "itu pasti kak putera" qiana langsung saja berlari untuk membukakan pintu


"kakak" qiana langsung menghambur memeluk putera "lama banget sih" rengek qiana dengan manja


putera mengusap kepala qiana "maaf sayang, tadi kakak lama urus skripsi kakak jadi urusan perusahaan agak terhambat makanya kakak baru pulang" jelas putera


qiana mendongak ke arah putera "terus sudah di ACC belum skripsi kakak" tanya Qiana


"sudah, tadi kakak juga sudah daftar untuk sidang" balas putera


"pinternya pacarku" qiana makin mengeratkan pelukannya


"ekhem ekhem" terdengar deheman keras dari belakang punggung putera


qiana buru-buru melepas pelukannya karena malu ketahuan sedang berpelukan "jangan pelukan di pintu" Roland menggeser tubuh putera dan berjalan masuk menghampiri kekasihnya

__ADS_1


"sayang" roland mengguncang lengan tiara "qiana tadi sama putera pelukan di pintu" adu Roland


"apaan sih" putera langsung menghadiahi Roland dengan bantalan sofa dengan kencang


roland mengusap kepala belakangnya "tuh sayang, aku di intimidasi sama pacarnya qiana" rengek Roland


"dasar" putera ingin kembali memukul roland tapi di hadiahi tatapan tajam oleh tiara "mau kakak di suruh pulang ke rumah utama hah" ancam tiara


seketika itu nyali putera langsung menciut " jangan dong tiara" pinta putera dengan muka memelas


"makanya jangan ganggu pacarku" balas tiara


"aku gak akan memukulnya kalau dia gak mulai duluan" balas putera


Cindy berkacak pinggang ke arah dua pasangan di hadapannya "kenapa aku jadi nyesel nginep di sini ketimbang di rumah disini aku dia abaikan kalau di rumah aku pasti jadi yang utama" ucap cindy merasa kesal karena pertengkaran mereka seolah menganggap dirinya tak ada


"jangan gitu dong cindy" tiara dan qiana langsung mengalungkan tangannya di lengan cindy "jangan marah ya, dua orang itu kita abaikan deh" tiara mendorong roland menjauh


"gak bisa gitu dong" jawab putera dan roland dengan kompak


Benar saja kalau Roland dan putera di abaikan kekasih mereka karena adanya cindy, kali ini bukan cindy yang jadi obat nyamuk dan di abaikan tapi lebih ke putera dan Roland yang jadi obat nyamuk karena mereka hanya diam saja saat tiga wanita itu sedang mengobrol tentang perihal wanita yang jelas putera dan Roland tidak tahu


"eh kak" panggil Roland


"iya" balas putera


"kita bicara di pantry aja yuk"ajak Roland


putera mengerutkan keningnya "ngapain di sana"tanya putera


"sudah yuk" Roland menarik tangan putera untuk duduk di kursi pantry

__ADS_1


"ada apaan sih" tanya putera


"aku tadi sempat dengar orang lagi bahas perusahaan kakak dan perusahaan kedua orang tua qiana waktu aku nemenin papi ketemu kliennya di salah satu restoran" ucap Roland


putera menyipitkan matanya "lah emangnya kenapa, perusahaan keluarga kamu kan banyak kerjasama bareng, jadi apa masalahnya" tanya putera


"feeling ku rada gak enak aja kak, soalnya perusahaan om brian dan rumah sakit om hans juga di bahas juga, bahkan yang sedikit menarik perhatianku dan papi, perusahaanku, tiara dan juga cindy di sangkut-sangkutin" balas Roland


"masa sih" putera masih tak yakin dengan ucapan Roland


"awalnya aku mau samperin orang-orang itu, tapi papilarang aku dan minta untuk dengerin aja, sepanjang obrolan itu hanya seputar informasi tentang sejarah perusahaan saja sih kak, tapi aneh aja kok semua perusahaan yang di bahas ada kaitannya sama qiana, padahal jelas perusahaan kita bergerak di bidang berbeda, walaupun perusahaanku dan kak putera punya banyak kesamaan tapi perusahaan om brian lebih ke fashion kan jauh banget, toko kue nenek jemina aja ikut di bahas juga, apa coba itu kak" jelas Roland merasa aneh dengan obrolan tiga orang yang kebetulan makan tidak jauh dari tempat roland dan papinya bertemu klien


"iya juga sih, aneh deh" putera nampak berpikir keras


"kata papi, aku suruh kasih tahu kak putera, bilang ke keluarga kakak untuk jaga-jaga mungkin ada musuh keluarga kakak yang lagi incar kakak atau qiana atau mungkin anggota keluarga lainnya gitu" ucap roland


"terima kasih atas informasinya, nanti aku akan bahas ini dengan keluarga besarku" balas putera


"iya kak" Roland melirik ke arah jam dinding di apartemen qiana "kak aku pamit pulang dulu ya, nanti di gorok mami kalau gak cepat pulang" ucap roland


"bareng saja, kakak juga mau pulang" putera dan roland berdiri berbarengan dan menghampiri kekasih mereka untuk berpamitan pulang


sesampainya di apartemen, putera langsung berendam untuk merilekskan tubuhnya yang hari ini terasa begitu lelah karena ia harus bolak-balik di beberapa tempat untuk mengurus kuliahnya dan mengerjakan proyek yang baru di berikan ayahnya


"kenapa jadi kepikiran ucapan roland ya" putera nampak berpikir keras


"emang siapa musuh keluargaku ya, perasaan selama ini gak ada masalah setelah tante regina di penjara dan tante regina juga masih begitu lama untuk keluar dari penjara karena hukuman tante regina adalah 20 tahun penjara, dan ini masih kurang 7 tahun lagi  jika menunggu tante regina bebas " pikir putera


putera tahu keluarganya itu punya kuasa di dunia hitam tapi ia juga tahu keluarganya tidak terlalu aktif terjun di dunia itu jadi sepertinya bukan itu masalahnya "keluargaku dan qiana" gumam putera


"ah" putera seperti mendapat cahaya penerangan dalam sekejap mata " Dion, pasti Dion yang coba usik keluarga besarku karena aku sudah membuat harga dirinya jatuh dengan menjadikan qiana kekasihku" putera tersenyum miring akan usaha Dion yang mulai bersiap menyerang keluarganya

__ADS_1


"kita lihat saja nanti, siapa yang terkuat" putera merendam wajahnya sampai dasr bathup


__ADS_2