Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Obrolan Ringan Para Pria (Season 2)


__ADS_3

setelah acara resepsi selesai di gelar, anggota keluarga Rain dan Juga Adinda memutuskan untuk berbicang terlebih dulu sebab acara resepsi selesai saat masih sore jadi mereka rasa lebih baik menghabiskan waktu untuk mengobrol bersama


apalagi Rain dan Adinda tidak akan pergi berbulan madu jadi mereka rasa akan lebih baik mengobrol sesama keluarga saja agar cepat akrab. Pria dengan kumpulan para pria dan perempuan dengan perempuan. Mereka terpisahkan meja besar saja walaupun masih dalam satu ruangan besar di hotel tempat berlangsungnya acara resepsi pernikahan antara Adinda dan Rain


"selamat ya Rain sudah menikah lebih dulu dariku padahal dulu aku kira akan lebih dulu menikah" ucap Vansh tak mengira bahwa Rain yang tidak pernah menjalin hubugan dengan siapapun malah lebih dulu menikah darinya


"Terima kasih Vansh, semoga kau cepat dapat pengganti Hasley" balas Rain


Vansh menatap sinis ke arah Rain "jangan kau ingatkan aku tentang wanita itu lagi" Vansh tidak suka jika nama mantan kekasihnya di bahas dalam obrolan keluarga


Rain mengangkat kedua tangannya "sorry jika kau tak suka dengan apa yang aku bicarakan" Rain jadi tidak enak dengan Vansh


"andai ini bukan hari bahagiamu sudah ku sumpal mulutmu itu" kesal Vansh


putera mengusap punggung Vansh "jangan terlalu membenci karena itu akan membuatmu terus mengingatnya Vansh" nasehat Putera yang kebetulan duduk di sebelah Vansh


"aku hanya tidak habis pikir dengan wanita itu kak" Vansh menoleh ke samping agar berhadapan dengan Putera "aku sudah biasa saja saat dia menjalin hubungan dengan pria selingkuhannya yang katanya gara-gara aku selingkuh padahal aku tidak pernah melakukannya tapi laga nya saat kita bertemu seolah aku masih sangat mencintainya, dia bersikap seolah-olah aku harus menebus kesalahan yang sama sekali tidak aku buat" curhat Vansh


"jadikan hal ini menandakan bahwa dia bukanlah jodohmu dan kamu akan mendapatkan jodoh yang jauh lebih baik darinya" nasehat Damian


Dilan menyipitkan matanya ke arah Damian "jangan lupa kalau sudah berkali-kali menjaga jodoh orang lain kak, rasanya agak kurang pantas" tukas Dilan saat Damian yang notabenenya berkali-kali di tinggal menikah karena memang Damian yang seorang playboy memberikan saran membuat dia merasa risih saja


Damian menatap ketus ke arah Dilan "jangan lupa juga kau yang sudah berpacaran bertahun-tahun tapi masih stuck di situ saja padahal jelas usiamu sudah pantas untuk menikah "kesal Damian yang di ingatkan kembali kalau belum lama ini ia di tinggal menikah mantan kekasihnya yang baru 2 minggu putus tapi sudah akan menikah saja


"sudah-sudah jangan berdebat lagi, usia kita saat ini sudah tidak pantas untuk meributkan pasangan yang tidak jadi jodoh kita lagi" Putera meras perlu untuk menasehati sebab di antara mereka ialah yang paling tua dan dirinya lebih dulu menikah juga sudah memiliki anak

__ADS_1


Revano melirik ke arah Vansh "di pernikahan Hasley nanti mau datang atau tidak" tanya Revano ingin tahu apakah keponakannya itu akan hadir atau tidak


"lihat nanti saja, kalau aku ada wanita yang di gandeng mungkin saja datang tapi kalau tidak ya gak datang saja" ucap Vansh mengedikan kedua bahunya


Neo yang masih agak bingung dengan pembahasan kumpulan di dekatnya jadi ingin bertanya "emang kenapa harus nunggu pendamping wanita kenapa gak datang sendiri atau dengan salah seorang di antara kita" tanya Neo, adik bungsu dari putera dengan begitu polosnya


para pria itu hanya berdecak akan pertanyaan Neo yang begitu polos sebab Neo Ocean Herlambang yang notabenenya adalah anak bungsu dari pasangan Mama kinan dan juga papa Hans itu hanya di sibukkan dengan belajar saja tidak pernah memikirkan yang namanya hubungan antara wanita dan pria


di usianya yang menginjak 22 tahun, ia begitu fokus dengan kuliah kedokterannya di tambah ia yang langsung mengambil kuliah spesialis mata. Neo menginginkan menjadi seorang dokter mata belum lama setelah kelulusannya sebagai dokter dan melanjutkan kuliah ke jenjang berikutnya untuk mengambil spesialis


"kalau Vansh nekat datang tanpa pasangan ada kemungkinan Hasley akan ragu menikah dengan kekasihnya itu, Hasley itu masih menaruh harap pada Vansh" jelas Damian


"masa sih" Neo tidak percaya hal itu sebab Hasley dan Vansh sudah putus hubungan empat tahun lalu


Putera melirik ke arah adik iparnya "putuskan apa yang terbaik saja dan jangan terlalu memikirkannya, cukup ingat bahwa tuhan menciptakan kita berpasang-pasangan jadi jangan terlalu di pikirkan


Obrolan ringang para pria itu berlanjut ke arah seputar pekerjaan mereka masing, pembicaraan tak jauh dari dunia bisnis dan juga seputar dunia kedokteran menjadi pilihan pembahasan mereka


***


seusai acara mengobrol selesai, putera memilih mengajaj Qiana dan anaknya untuk pulang ke rumah mereka sebab Ghaly sedari tadi sudah menguap dan terlihat sudah sangat lelah


Putera memarkirkan mobilnya di halaman kediamannya "sudah tidur ya " Putera melirik Ghaly yang ada di pangkuan Qiana


"sudah dari tadi kak" balas Qiana

__ADS_1


"ya sudah biar kakak yang gendong ke dalam" Putera bergegas turun dari mobil dan memutar untuk membuka pintu mobil di dekat Qiana agar ia bisa menggendong Ghaly


setelah putera menggendong Ghaly, Qiana turun dan berjalan mengiringi suami tercintanya "capek mas" adu Qiana dengan nada manjanya


"sehabis ini kita mandi air hangat dan segera istirahat sweetheart" balas Putera


putera menidurkan Ghaly di kamarnya dan mengajak Qiana ke kamar mereka agar bisa membersihkan diri


Putera menyiapkan air hangat terlebih dahulu untuk mereka berdua berendam "ayo sweetheart" ajak Putera setelah ai hangatnya sudah siap


Qiana melucuti pakaiannya dan juga Putera lalu memutuskan berndam air hangat berdua bersama suami tercintanya  "masih lelah Sweetheart" tanya Putera sembari melingkarkan tangannya di pinggang sang istri yang memang berada tepat di depannya


"sudah agak berkurang setelah berendam" balas Qiana


Putera menyandarkan dagunya di bahu sang istri "kakak ingin kasih adik untuk Ghaly apakah sudah boleh" tanya Putera  penuh harap


Qiana tersenyum simpul ke arah suaminya "bulan depan sudah jadwal Kb Qiana di lepas kok kak" balas Qiana menjawab pertanyaan Putera secara tidak langsung


wajah Putera langsung berubah sumringah "berarti bisa kasih adik buat ghaly" Putera kembali memastikan hal itu pada sang istri


Qiana terkekeh dan mencubit pelan pipi Putera "ya ampun mas" Qiana jadi gemas sendiri akan kelucuan wajah suaminya yang sedang menaruh harap akan sesuatu


"walaupun Qiana gak kasih izin buat kasih adik buat Ghaly dulu tapi kan kita setiap hari buat adiknya ya walaupun kita halangi di bagian proses akhirnya" ucap sarkas Qiana


Putera mengecup punggung polos Qiana "Kakak pengen rumah kita ramai dangan tawa anak-anak kita sweetheart "ucap putera yang sudah mulai serak dan berkabut gairah karena di sodori tubuh sang istri yang selalu bisa membuatnya candu

__ADS_1


__ADS_2