
Adinda tengah duduk di depan meja rias sembari memejamkan matanya karena sedang di dandani oleh MUA yang di siapkan khusus oleh mama Kayla untuk calon menantunya
"gimana, sudah selesai bob" sela mama Kayla yang muncul dari balik pintu
"bentar tante, dikit lagi" Bobby sangat MUA masih sibuk memoles wajah cantik Adinda dengan begitu fokusnya
mama Kayla menoleh je arah Adinda yang begitu cantik walau make up nya belum selesai "tambah klepek-klepek nih anak mama" sahut mama Kayla yang begitu takjub akan kecantikan Adinda
Adinda membuka matanya dan tersenyum ke arah calon mama mertuanya "Terima kasih mah" Adinda begitu bahagia saat calon mertuanya mengatakan cantik pada dirinya
mama Kayla melirik ke arah Bobby "cepet selesain ya bob setengah jam lagi acaranya di mulai" tuntut mama Kayla
"oke tante" Bobby kembali fokus merias Adinda agar tampil sempurna
Rain berdiri di depan altar yang sudah di siapkan pihak WO dalam mendekor acara resepsi pernikahannya yang terbilang cepat itu "grogi ya" ledek Damian yang masih setia mendampingi adiknya sebelum acara di mulai. Di tambah lagi Damian yang akan di jadikan pembawa acara
"apaan sih kak" kesal Rain karena terus di ledek oleh sang kakak
"salah sendiri kamu jadiin kakak MC, ya sudah kakak ledekin kamu aja sebelum acara di mulai" balas Damian dengan santai
"bantu adiknya itu harus ikhlas kak, kakak kan tahu gajiku sebagai guru berapa jadi harus hemat tahu kak selagi ada uang yang bisa di pangkas ya harus di pangkas, soalnya uang aku sudah aku kasih semua ke Adinda" tukas Rain
__ADS_1
Damian mencebikkan bibirnya kesal "jangan bilang uang kamu sedikit ya Rain, kakak jelas tahu penghasilan kamu di luar sekolah karena kakak sama kamu yang dapat royalti perusahaan ayah" ketus Damian yang tahu kalau dia dan Rain sudah mendapat bagian saham perusahaan dari ayahnya di tambah saham perusahaan kakek buyut mereka dari pihak keluarga kakek arkana, dimana ia dan qiana mendapat bagian yang sama seperti saudara yang lain termasuk Qiana
"itu kan tabungan buat anak-anak aku nanti kak" Rain sudah mulai menata masa depan di mana anak-anaknya nanti akan membutuhkan uang yang tidak sedikit untuk mengenyam pendidikan sedangkan ia ingin hanya konsen bekerja sebagai guru saja dan tak ingin pindah alih profesi sebagai pengusaha
"kenapa gak ganti alih profesi saja biar ada yang nerusin perusahaan ayah" tanya Damian
Rain melirik ke arah kakaknya "kakak saja gak mau, pakai nyuruh-nyuruh aku segala" balas Rain
Damian mendapat kode bahwa acara akan segera di mulai dan Damian mengangguk
"mau di mulai, jadi jangan berisik lagi" ucap Damian yang mendapat delikan dari Rain
Damian menghela nafas "Terima kasih atas kehadiran para undangan di acara bahagia adik saya Rain Seth Abraham dan juga Adinda Priska Putri" Damian menoleh ke arah adiknya yang terlihat begitu gugup dan itu membuat Damian menjadi tertawa kecil
suara musik pengiring pernikahan mulai terdengar dan suasana menjadi hening seketika. Pintu terbuka dan keluarlah sosok wanita yang sudah Rain tunggu kedatangannya sejak tadi membuat senyum terukir begitu indahnya di bibir Rain saat melihat wajah cantik Adinda yang tertutup oleh kain berenda
Adinda di gandeng oleh sang kakak ipar bernama Nicholas. Adinda berjalan dengan senyum yang terus terukir di wajahnya saat dirinya makin mendekat ke arah Rain
Acara pemberkatan pernikahan pernikahan berjalan dengan khidmat dan tangis haru dari para pihak keluarga yang hadir tak terkecuali bagi sang kakak santi yang merupakan saudara satu-satunya Adinda
" aku bahagia banget Honey" ucap Sinta kakak dari Adinda pada suaminya yang duduk di sebelahnya
__ADS_1
Nicholas menggenggam tangan istinya dengan lembut "sekarang kau tidak perlu memikirkan adikmu terlalu keras sweety, sekarang sudah ada suaminya yang bisa menjaga Adinda dengan baik" balas Nicholas
"awalnya aku ragu saat pria itu mengajak Adinda menikah dalam waktu singkat, pernikahan macam apa yang akan di berikan untuk adikku jika waktunya begitu singkat tapi setelah aku melihat bagaimana megahnya pernikahan adikku, sekarang aku yakin kalau Adinda tidak salah memilih suami" ungkap Sinta
Nicholas memang meras pernikahan Adinda yang hanya di siapkan dalam kurun waktu tiga hari dengan pernikahannya bersama sinta yang di siapkan selama 6 bulan penuh berbeda jauh dan tentu perbedaan itu adalah pernikahan Adinda lah yang lebih baik
"maafkan aku honey yang hanya bisa memberikan pernikahan biasa untuk kamu padahal kita sudah mempersiapkan itu selama enam bulan dan bahkan aku sudah menabung selama dua tahun penuh untuk pernikahan kita" Nicholas tentu merasa bersalah pada sinta karena perniakhan mereka tidak jauh lebih megah dari perniakahan Adinda yang di siapkan dalam waktu jauh lebih singkat dari pernikahannya
Sinta langsung menggenggam erat tangan Nicholas "no Nicholas, jangan bicara sepert itu" Sinta menatap manik mata Nicholas "bagiku pernikahan kita adalah yang terbaik, kau memberikan pernikahan impianku dan tentu itu adalah pernikahan terbaik jadi jangan merasa bahwa pernikahan lebih megah itu lebih baik karena bagiku menikah denganmu adalah hal yang terbaik di bandingkan apapu" tukas SInta
"terima kasih sweety" Nicholas langsung memeluk SInta dengan eratnya
setelah acara pemberkatan selesai, acara di lanjutkan dengan pemberian selamat pada mempelai. Beruntung Undangan hanya sebanyak 300 undangan saja jadi acara bersalaman tidak berlangsung cukup lama dan bisa di lanjutkan ke acara hiburan yang sudah di persiapkan Rain untuk acara bahagianya
para sepupu Rain tentu menyumbangkan lagu sebagai hadiah dan tak lupa Qiana yang memberikan pertunjukan permainan pianonya dengan sangat indah dan tiba di bagian akhir Rain menyayikan sebuah lagu untuk Adinda
Saat Rain mulai bernyayi dengan terus menatap wajah Adinda tentu membuat hati Adinda haru dan bahagia saat suaminya tanpa malu mengatakan cinta di depan semua para tamu undangan termasuk rekan kerja di sekolah tempat mereka mengajar
"Aku mencintaimu Istriku" tunjuk Rain pada Adinda
"biar saja kisah perjalanan cinta kita terbilang singkat tapi akan aku pastikan perjalanan perniakahan kita sampai maut menjemput kita" ucap Rain dengan begitu tulus
__ADS_1
Adinda berkali-kali mengusap pipinya yang basah saking harunya mendengar kata-kata cinta Rain padanya. Adinda berjalan ke arah Rain dan memeluk suaminya begitu erat tak perduli para tamu undangan yang bersorak akan tingkahnya "Aku juga cinta kamu suamiku" Adinda begitu erat memeluk Rain dan menangis dalam pelukan Rain dan tentu ini bukanlah air mata kesedihan tapi air mata kebahagiaan tentunya