
***
Om Arkana duduk di balkon rumah mewahnya sambil melihat matahari yang baru terbit sambil meminum kopi
“maaf tuan mengganggu, ada orang yang mencari anda” ucap pelayan di rumah om arkana
Om arkana mengernyitkan dahinya “siapa yang datang sepagi ini” Tanya om arkana heran kenapa ada tamu datang sepagi ini ke rumahnya
“tidak tahu tuan, tapi katanya ini sangat penting dan ada hubungannya dengan orang bernama Bianca” balas pelayan rumah om arkana menyampaikan apa yang di ucap akan tamu om arkana
Om arkana mengernyitkan dahinya makin tak mengerti kenapa dengan Bianca. Dalam ingatannya dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Bianca jadi kenapa orang ini menyari dirinya dan mengatasnamakan Bianca untuk bicara dengannya
“ya sudah, saya ke sana” om arkana berjalan ke arah ruang tamu untuk menemui tamu yang ingin menemuinya itu
arkana berjalan mendekat ke arah tamu yang datang ke rumahnya “ada apa anda mencari saya” Tanya om arkana pada pria yang sedang berdiri membelakanginya
Pria itu membalikan tubuhnya agar menghadap om arkana “kita bertemu lagi” ayah bimo tersenyum miring ke arah om arkana
Om arkana tentu terkejut kenapa ayah bimo mencarinya , karena om arkana merasa tak. ada masalah atau hubungan apappun dengan ayah bimo “kenapa kau mencariku dengan membawa nama Bianca, aku kan sudah tidak ada hubungan apapun dengannya, dulu hanya kesalahan saat aku masih muda saja dan bukankah kau juga
sudah bercerai darinya jadi kenapa mencariku dengan membawa nama Bianca” Tanya
om arkana yang jelas tidak suka dengan kedatangan ayah bimo ke rumahnya dengan mengatasnamakak bianca. nama yang tidak begitu penting di hidupnya yang di sebut-sebut oleh ayah Bimo
Ayah bimo duduk di sofa tanpa di minta oleh pemilik rumah “sebenarnya aku malas mencarimu, tapi ada hal yang membuatku terpaksa mencarimu” balas ayah bimo
Om arkana mengernyitkan dahinya “kalau kau malas bertemu denganku kenapa juga mencariku” Tanya om arkana dengan ketus
__ADS_1
"ada hal penting yang harus kita bicarakan" ucap ayah bimo
om arkana duduk di hadapan ayah bimo dan menatap lekat ayah bimo "apa itu" tanya om arkana
“kau ingat saat dulu kau sering tidur dengan Bianca” ucap ayah Bimo yang di balas dengan tatapan bingung oleh om arkana
arkana tentu bingung dengan arah pembicaraan ayah bimo yang membahas masalah perselingkuhan bianca dulu dengannya
“dia pasti cerita padamu tidak pernah ku sentuh setelah kami menikah karena itu dia mencari kepuasan diluar” tambah ayah bimo
“iya, dia menceritakan hal itu makanya tidak. ada ikatan apapun di antara kita ” om arkana berucap dengan terbata akan ucapan ayah Bimo mengingat kembali kejadian dulu dengan bianca
“tentu kau tahu aku punya anak ke dua padahal aku tidak pernah menyentuhnya lagi setelah memiliki jemina” jelas ayah bimo
“jadi apa maksudmu mencariku, apa kau pikir aku adalah ayah anak itu” om arkana terkekeh akan ucapan ayah bimo “ harusnya kau tahu mungkin akan bingung menentukan siapa ayah anak itu karena dia tidak hanya tidur denganku” tambah om arkana
“awalnya aku juga kebingungan siapa sebenarnya ayah anak itu tapi ada satu kejadian yang membuatku menemui titik terang” sahut ayah bimo
“waktu itu Sheryl pernah mendonorkan darah untuk Brian sewaktu brian kecelakaan karena golongan darah mereka sama” ucap ayah bimo
yang membuat om arkana jadi menyimak dengan baik ucapan ayah bimo dan apa yang akan ia lanjutkan
“entah kenapa saat itu aku curiga, jadi aku memeriksakan darah Sheryl dan brian dan ternyata benar saja dia masih ada kemungkinan hubungan kekerabatan” jelas ayah bimo
“anak itu anak burhan” Tanya om arkana lagi
ayah burhan menggelengkan kepalanya “awalnya aku mengira hal itu tapi setelah aku memeriksakannya mereka tidak ada hubungan darah sama sekali” jelas ayah bimo
__ADS_1
dulu sewaktu sheryl dan brian masih berpacaran, brian pernah mengalami kecelakaan dan sheryl yang mendonorkan darah untuk brian karena di keluarga brian tidak ada yang memiliki golongan darah ayng sama dengan brian.
hal itu tentu membuat kecurigaan besar di benak ayah bimo, ayah bimo mencari akal mendapatkan sampel DNA ayah burhan untuk mengetes apakah brian anak ayah burhan atau bukan dan ternyata brian bukan anak ayah burhan
Om arkana tentu langsung menajamkan matanya ke arah ayah bimo untuk mendengarkan tujuan ayah bimo ke. rumahnya sepagi ini dan langsung membahas masalah bianca “ayo lakukan tes DNA terlebih dahulu untuk meyakinkannya “ ayah bimo menyerahkan beberapa helai rambut yang tersimpan dalam kantong plastik transparan kecil itu
ayah bimo menatap lekat om arkana “sebenarnya tanpa aku tahu siapa ayah kandung brian, aku merasa tidak masalah karena sudah menganggap dia sebagai anakku sendiri" ucap ayah bimo
"tapi sekarang aku butuh bantuanmu untuk mengatasi masalah anakku jadi aku harus memastikan dia adalah anakmu jika ingin melindunginya" tambah ayah bimo
ayah mengela nafas kasar "Lakukan tes DNA itu
secepatnya dan aku akan menagih tanggung jawabmu sebagai ayah kandungnya jika aku pikir apa yang aku duga adalah benar ” ayah bimo berdiri dari duduknya " kabari aku setelah kau tahu hasil tes DNA itu, karena ini berhubungan dengan nyawa brian" ayah bimo langsung meninggalkan rumah om arkana dengan langkah lebar
Om arkan memicingkan matanya ke arah kantong plastik transparan berisi beberapa helai rambut itu “masa dia anakku” gumam om arkana begitu terkejut akan hal yang tiba-tiba datang
menimpanya
om arkana kembali mengingat hubungannya dulu dengan bianca. dulu memang ia masih sangat muda dan dia senang mencoba hal baru.
bersama bianca mungkin hanya kesenangan sesaat tapi pola pikirnya yang masih picik karena masih muda itu membuatnya tak pernah memakai pengaman saat berhubungan dengan bianca
om arkana meminit keningnya "bagaimana jika benar dia anakku" tanya om arkana pada dirinya sendiri yang jelas saja om arkana tidak tahu Jawabannya
dirinya hanya biasa mengurus hal kasar ataupun membunuh bukan tanggung jawab sebagai seorang ayah yang jelas memiliki berbagai tanggung jawab besar
om arkana melirik kembali kantong plastik transparan itu "aku harus memastikannya " om arkana mengambil sampel itu dan bergegas keluar rumah untuk pergi ke rumah sakit
__ADS_1
di dalam perjalannya, om arkana merapalkan doa bahwa brian bukan anaknya, karena jika benar brian anaknya, keadaan akan jadi canggung dan nantinya om arkana akan bingung untuk menghadapi brian nantinya
dengan cepat km arkana meminta tes DNA segera di lakukan, tes yang harusnya seminggu selesai, om arkana meminta hanya tiga hari saja untuk diselesaikan dan lebih cepat dari jadwal akan jauh lebih baik