Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Delano Edbert Xander (Season 2)


__ADS_3

“Tenang ya sayang” Dion terus menggenggam tangan Cindy yang terus  mengeluh sakit


“sakit banget mas” rengek Cindy sambil memegang perutnya dengan tangan sebelah kiri sedangkan tangan kanan terus menggenggam tangan Dion


“Duh gimana sayang buat ngurangin sakitnya “Dion begitu tidak tega melihat keadaan istrinya yang terus mengeluh sakit tapi ia tak tahu harus berbuat apa


Dion menoleh ke arah mami sarah yang duduk di kursi depan tepat di sebelah sang sopir “ini gimana mih, apa sesakit ini mau melahirkan” Tanya Dion pada mami Sarah


“melahirkan memang sakit Dion, terus genggam tangan Cindy saja bentar  lagi kita sampai rumah sakit kok” balas mami Sarah yang berusaha kuat padahal hatinya juga ketar-ketir melihat putri semata wayangnya kesakitan


Dion kembali menoleh ke arah Cindy “sabar ya sayang bentar lagi kita sampai kok tadi juga mas sudah nelpon Putera biar saat kamu sampai langsung di tangani” Dion mengusap perut Cindy dengan pelan dan penuh perasaan “nanti jangan lama-lama bikin mama sakit ya sayang langsung keluar saja saat sudah sampai di rumah sakit, kasihan mama ” ucap Dion dengan suara pelan


“sakit banget mas” Cindy menekan tangan Dion dengan begitu kuat sekedar menyalurkan rasa sakit yang sedang ia rasakan


Dion tak mempermasalahkan tangannya yang di remas begitu kuat, sekarang ini yang ia pikirkan hanya bagaimana agar istrinya tidak merasakan sakit lagi


Setelah sampai di rumah sakit, Cindy segera di bawa masuk ke dalam ruang khusus persalinan “kok istri saya gak segera di tangani dok” Tanya Dion dengan wajah paniknya karena Dokter hanya memeriksa jalan lahir Cindy tanpa melakukan hal lebih membuat dirinya kesal saja karena harus melihat Cindy kesakitan


"nyonya Cindy masih mengalami bukaan 4 pak, jadi kita masih harus nunggu sampai bukaannya lengkap” balas Dokter Rasti, Dokter yang akan menangani proses persalinan Cindy


“tapi istri saya sudah kesakitan dokter” protes Dion


Dokter Rasti hanya tersenyum menaanggapi Dion yang sedang panik sebab ia juga sudah biasa melihat paras suami yang ikut panik melihat istrinya kesakitan saat akan melahirkan “emang gitu prosedurnya pak, sabar dulu ya pak nanti setelah bukaannya lengkap baru kita mulai proses persalinannya” Dokter Rasti meninggalkan Dion yang memasang wajah kesal bercampur panik itu


“mas” Cindy mengangkat tangannya meminta Dion menggenggamnya


Dion segera meraih tangan Cindy “ iya sayang” Dion mengusap wajah Cindy yang sudah banjir keringat


“sakit banget ya” Tanya Dion begitu khawatir melihat keadaan istrinya


“masih tapi gak sesakit pas awal tadi” balas Cindy mencoba menahan sakit yang sedang ia rasakan saat ini agar tak membuat Dion makin cemas


“mas gak nyangka melahirkan sesakit ini” ucap Dion


Cindy memaksakan senyumnya agar suaminya tak terus merasa cemas akan dirinya “melahirkan memang sakit mas tapi sakit yang di rasakan gak akan sebanding dengan saat kita melihat wajah manis bayi yang sudah di lahirkan” balas Cindy

__ADS_1


Dion terus mengecupi tangan Cindy “yang kuat ya sayang, mas akan selalu nemenin kamu” ucap Dion


“iya mas” balas Cindy


“Cindy, ini kakak ipar dan keponakan kamu datang” Mami sarah masuk ruangan  di ikuti Alvian dan  di ikuti Hasley  yang datang setelah mendapat kabar Cindy akan segera melahirkan


“aunty” Hasley langsung memeluk Cindy dari sisi sebelah Dion “sakit banget ya aunty” Tanya Hasley saat melihat wajah Cindy yang sedang menahan sakit


“lumayan Hasley” balas Cindy memaksakan senyumnya


“mami keluar dulu ya, mau nelpon kakek dan nenek kamu” pamit mami Sarah ingin mengabari keluarga besarnya jika Cindy akan segera melahirkan


“iya mam” balas Cindy dan Dion bersamaan


Alvian yang sudah melihat punggung mami Sarah menghilang kembali menoleh ke arah Cindy “sudah bukaan berapa” Tanya Alvian


“bukaan empat kak” balas Cindy menggigit bibir bawahnya menahan sakit yang sering hilang dan muncul


Alvian menoleh ke arah Dion “apa boleh kakak nemenin Cindy lahiran” Tanya Alvian meminta izin pada adiknya untuk menemani Cindy melahirkan


“itu…” Dion bingung harus menjawab apa sebab baru pagi tadi Cindy memintanya untuk menemani melahirkan tapi biar bagaimanapun anak yang di kandung Cindy adalah anak kakaknya jadi mungkin kakaknya ingin melihat wajah putera saat di lahirkan apalagi ia sudah pernah memberikan izin pada kakaknya untuk melakukan itu


“maaf ya kak, kalau kakak yang nemenin Cindy melahirkan pasti akan jadi pertanyaan mami dan papi jugaan yang boleh nemenin melahirkan hanya satu orang dari pihak keluarga jadi biar mas Dion saja yang menemani Cindy ya” sahut Cindy menolak secara halus alvian yang ingin menemani Cindy melahirkan


Walaupun hatinya begitu sakit tapi Alvian tetap maemaksakan senyumnya “iya juga, kakak lupa kalau di mata orang anak kita adalah anak Dion” ucap Alvian dengan senyum getirnya


Dion mengusap tangan kakaknya “biar pun di mata orang dia anakku tapi dia tetap anak kakak, jangan khawatir kalau aku akan menjauhkannya darimu, kamu adalah kakakku jadi biarpun kakak dekat dengannya nantti tidak akan ada yang protes” ucap Dion menenangkan kakaknya bahwa dia masih tetap bisa dekat dengan anak mereka nanti


“iya Dion” balas Alvian berusaha menerima keadan yang sebenarnya membuatnya begitu sesak tapi ia bisa apa


Setelah menunggu 10 jam di ruang persalinan akhirnya  pembukaan Cindy sudah lengkap dan proses persalinan pun segera di laksanakan dan Dion lah yang menemani Cindy melahirkan


Hasley menghampiri Alvian “sabar ya dad” ucap Hasley mengusap lengan Daddy yang nampak cemas menunggu proses lahiran anaknya dan Cindy


Alvian tersenyum ke arah Hasley, tak ingin putrinya tahu kalau hatinya sedang terluka “gak masalah sayang, ini memang sudah jalannya seperti ini” balas Alvian

__ADS_1


“oek oek oek oek..” terdengar suara tangis  bayi sampai keluar ruangan dan terdengar oleh telinga orang-orang yang berada tepat di depan ruang persalinan yang menunggu kelahiran anak Cindy dan juga Alvian itu


“adik aku lahir Dad” ucap Hasley dengan begitu girang karena di usianya yang menginjak usia 18 tahun iya akan memiliki seorang adik


“iya sayang, adik kamu lahir” Alvian mengucap syukur atas kelahiran anaknya yang mungkin tak bisa ia aku sebagai anak dengan bebas karena dia memiliki anak dari perempuan yang jelas masih terikat pernikahan dengan pria lain


Setelah bayi di bersihkan, Cindy dan bayinya di pindahkan ke ruang VIP yang sudah di siapkan khusus oleh Qiana sebagai kado atas kelahiran anak pertama Cindy


“wah Cuma oma ganteng banget ya” cicit Mami sarah begitu takjub melihat wajah cucunya


“sudah siapin nama belum Dion” Tanya Papi Mirza


“emmm” Dion menoleh ke arah Cindy dan Cindy yang paham arti tatapan mata Dion pun mengangguk pertanda mengizinkan Dion melaksanakan apa yang sudah pernah mereka bicarakan sebelumnya


“gini pih kalau kalian gak keberatan untuk nama anak kami ini, biar kak Alvian yang kasih nama boleh gak? Soalnya dari kecil Dion kan di urus kakak jadi Dion pengen anak Dion yang kasih nama kak Alvian, kalau Cindy sih gak keberatan tinggal mami sama papi keberatan atau tidak” tanya Dion


“kalau mami sama Papi sih gak keberatan sama sekali, kalian yang punya anak aja gak keberatan jadi buat apa papi keberatan” Papi Mirza menoleh ke arah mami sarah “iya kan mih” pinta Papi mirza agar mami Sarah ikut menyetujui anggapannya


“mami sih gak masalah sayang, it’s oke” balas mami sarah


Alvian yang mendengarnya pun langsung tersenyum sumringah karena di beri kesempatan memberi nama untuk anaknya “terim kasih Dion” ucap Alvian begitu bersyukur adiknya bisa mengerti keinginan untuk bisa memberikan sesuatu untuk anaknya


“terus mau di kasih nama apa kak” Tanya Dion


“ Delano Edbert Xander” seru Alvian lantang mengucapkan untaian nama yang sudah lama ia persiapkan untuk anaknya saat di beri tahu kalau anaknya berjenis kelamin laki-laki “Delano Edbert Xander, namanya” tukas Alvian mengucap lantang nama anaknya


“wah bagus banget namanya” celetuk mami sarah menyukai nama yang di berikan Alvian untuk anak yang baru di lahirkan Cindy


Dion menoleh ke arah Cindy “apa suka dengan nama itu” Tanya Dion


“mas suka gak” Tanya balik Cindy


"suka, itu bagus “ balas Dion


"kalau gitu, itu saja namanya” balas Cindy

__ADS_1


“baiklah” Dion  menoleh ke arah keluarganya “nama anak kami adalah ‘Delano Edbert Xander” tukas Dion memutuskan nama untuk anaknya


__ADS_2