
"papa" qiana berteriak dan berlari ke arah om bachtiar dengan gaya berlari yang masih sedikit ngeri untuk qiana
"jangan lari qiana" om bachtiar jadi khawatir dengan qiana yang berlari ke arahnya
om bachtiar bergegas menghampiri qiana dan memeluk balita itu "kangen papa ya" om bachtiar mengecup pipi mungil qiana
"iya papa" qiana balik mengecup pipi om bachtiar saking rindunya. tak bertemu hampir satu minggu
"ya ampun qiana" sheryl nampak terengah-engah karena berlari mengejar qiana yang berlari mendahuluinya
om bachtiar melirik qiana "kamu ngerjain mama ya" tanya om bachtiar
qiana hanya bisa nyengir kuda "abis mama jalannya lama, kan qiana kangen papa" balas balita itu dengan santainya bermanja di gendongan om bachtiar
om bachtiar memeluk sheryl dengan tetap menggendong qiana "seharusnya jangan jemput, kamu tahu kan kalau qiana tidak bisa diam" om bachtiar merasa kasihan pada sheryl yang terlihat begitu lelah karena mengejar qiana
"om juga kan tahu gimana sifat qiana, kalau dia sudah ada mau pasti harus di turutin. dia jemput ya harus jemput om. emang om mau kaya dulu di minta balik lagi ke bandara karena om pulang duluan sebelum kita jemput" balas sheryl
"gak mau sih" balas om bachtiar
om bachtiar menggendong qiana di tangan kirinya sedang tangan kanannya berada di pinggang sheryl "om pasti buru-buru pulang ya" tanya sheryl
"iya lumayan buru-buru" balas om bachtiar jujur
"maaf ya om, gara-gara qiana yang manja sama om jadi om yang kesusahan deh" sheryl jadi tidak enak dengan om bachtiar karena selalu merepotkan om bachtiar
"om kan sudah bilang jangan pernah merasa tidak enak dengan om, semua. yang om lakuin buat kamu itu tulus om lakuin nya karena pengen kamu bahagia" ungkap om bachtiar
"makasih ya om" sheryl mengecup pipi om bachtiar tanda sayang
"sheryl! " teriak seseorang menyita atensi sheryl dan om bachtiar
sheryl menoleh ke belakang dan sungguh ia begitu terkejut dengan orang yang meneriakinya
__ADS_1
"mas mario" gumam sheryl mulai gemetaran
om bachtiar melihat sheryl yang gemetaran om bachtiar dengan refleks menggenggam tangan sheryl untuk. menguatkannya
mario yang sudah naik pitam saat melihat sheryl dan om bachtiar terlihat begitu mesra, sekarang di tambah lagi harus melihat tangan sheryl di genggam oleh om bachtiar sungguh merasa level kemarahannya sedang berada di puncak
"lepaskan tangan istriku! " teriak mario bergegas menghampiri sheryl ingin memisahkan tangan pria kurang ajar menurut mario dari tangan sheryl
mario menarik tangan sheryl tapi om bachtiar dengan kuat menggenggamnya "jangan lupa dia itu mantan istri kamu" ucap om bachtiar penuh penekanan
"lepas"mario masih berusaha melepas tautan tangan om bachtiar ke tangan sheryl
"papa takut" adu qiana mulai ketakutan dengan mario yang dari awal terlihat kasar itu
suara mungil itu menyita atensi mario untuk sesaat "qiana" mario ingin meraih wajah putrinya
"takut pah" qiana langsung bersembunyi di ceruk leher om bachtiar
"tenang qiana ada papa" om bachtiar sibuk menenangkan qiana sehingga tautan tangannya dengan sheryl terlepas
mario menunjuk ke arah om bachtiar "anakku memanggil dia papa, sedangkan aku yang jelas ayah kandungnya tidak dia kenali" mario tak Terima dengan qiana yang lebih dekat dengan om bachtiar ketimbang dirinya yang jelas adalah ayah kandung qiana
"maaf" sheryl menunduk karena perasaan bersalahnya pada mario yang harus terpisah dengan qiana selama ini sampai qiana tidak bisa mengenali mario
"bagaimana caramu meminta maaf padaku" tanya mario
sheryl mendongakkan kepalanya "apa yang kamu inginkan" tanya sheryl
"kembali rujuk denganku" ajak mario
"apa?! " sheryl sudah menduga kalau mario akan meminta rujuk dengannya tapi saat sudah di hadapkan secara langsung rasa terkejut masih tetap ada
***
__ADS_1
qiana sedang bermain dengan pengasuhnya sedangkan mario kini duduk di hadapan sheryl dan om bachtiar
"kenapa kamu tidak mau kembali denganku" tanya mario
"saat vas kaca sudah pecah, walaupun di satukan kembali menggunakan lem terbaik tetap saja tidak akan bisa kembali utuh" balas sheryl
"aku sudah menyadari kesalahanku sheryl, dan bukankah om kamu sudah memberikan hukuman untuk Regina, dia tidak akan kembali mengacau di hidup kita" jelas mario
om bachtiar hanya tersenyum kecut akan ucapan mario
"aku sudah memaafkan Regina mas, aku tahu waktu itu dia sedang tertekan dan ingin kamu menikahinya " ucap sheryl
"tapi tetap saja aku gak bisa kembali padamu mas" balas sheryl
"kenapa? " mario menatap tajam. ke arah om bachtiar "apa kau sudah melupakanku dan tidak mencintaiku lagi" tanya mario
sheryl menatap sendu mario "rasa itu masih ada mas, tapi rasa kecewaku padamu jauh lebih besar dari rasa itu jadi aku tetap gak bisa kembali padamu" balas sheryl
"kalau kamu masih cinta sama aku, berarti kita bisa kembali lagi sayang, mas akan menebus semua kesalahan mas sama kamu" ucap mario
"pertama kali kamu membuatku kecewa karena menghina sifatku di depan wanita lain saat itu, aku sudah memaafkan mu mas" sheryl menghirup napas panjang "saat kau ingin menikahi wanita lain di belakangku aku juga memaafkan mu saat itu" sheryl mengerutkan keningnya ke arah mario "tapi hati kecewa seorang ibu yang melihat ayah dari anaknya masih memperdulikan orang yang dengan tega mencoba membunuh anak yang di lahirkannya dengan bertaruh nyawa dan proses mengandungnya yang begitu sulit dan berkali kali mengalami pendarahan dan hampir keguguran, mas pikir aku masih bisa hidup satu atap dengan mas" tanya sheryl
"itu... " mario kesulitan bicara
"aku akui salah jika memisahkan qiana dari mas, karena biar gimanapun qiana anak mas. mulai hari ini aku kan membebaskan mas bertemu qiana dan membiarkan qiana mengenal. mas tapi dengan satu syarat" sheeyl mengangkat jari telunjuknya ke arah mario
"qiana masih kecil mas, setahu dia om. bachtiar lah ayahnya, kami berperan sebagai orang tua qiana di depan qiana agar menjaga tumbuh kembangnya jadi tolong jangan paksa dia untuk menerima mas secara langsung, bertahap lah dalam mendekati qiana" pinta sheryl
"baik kalau gitu, agar aku lebih dekat dengan qiana, aku akan tinggal di sini" putus mario
"gak bisa gitu dong mas, ini rumah om bachtiar jadi mas gak ada hak maksa untuk tinggal di sini" balas sheryl
"ya sudah, kamu dan qiana bisa tinggal di apartemen milik mas" balas mario
__ADS_1
om bachtiar mengusap kepala Sheryl "it's oke, kalau dia mau tinggal biarkan saja" ucap om bachtiar
"maaf ya om" sheryl merasa tak enak dengan om bachtiar karena kelakuan mantan suaminya itu