
Cindy masih menatap tak percaya ke arah Dion yang masih menangis di depannya. Hal yang belum pernah ia lihat sebelumnya bahwa seorang Dion Austin Xander bisa menangis karena seorang wanita, wanita yang sudah ia abaikan selama bertahun-tahun
"aku mohon Cindy jangan tinggalin mas" pinta Dion dengan suara lirih
"bukankah mas sudah menyiapkan rencana besar untuk menarik Qiana agar jadi milik mas dan mas akan menceraikan Cindy setelah semua rencana mas berjalan" ucap Cindy yang sudah tahu rencana Dion
Dion mengerutkan keningnya "kau tahu rencana itu" tanya Dion
"aku tidak bodoh mas, aku bekerja mati-matian untuk tahu seluk-beluk perusahaan adalah untuk ini salah satunya, kau pikir kenapa aku sampai memilih selingkuh dengan kakakmu " ucap Cindy yang kini jujur dengan Dion alasan kenapa dia memilih selingkuh dengan Alvian
Dion menggenggam erat kedua tangan Cindy "kali ini mas akan menghentikan rencana itu jadi mas mohon jangan minta cerai dari mas ya" mohon Dion dengan suara begitu prustasi "kalau kamu gak percaya kamu bisa mengeceknya sendiri, kamu kan punya kuasa untuk melihat pekerjaan mas ataupun kak Alvian" tambah Dion
Cindy menatap sendu Dion "tapi ini sudah terlambat mas, aku sudah bilang ke mas Alvian akan memilihnya dan akan minta cerai dari mas Dion" ucap Cindy
Dion menggelengkan kepalanya "mas gak mau cerai dari kamu" Dion beranjak dari duduknya dan mengambil pisau lalu mengarahkan ke tangannya
"kalau kamu mau jadi janda hanya saat mas sudah mati" Dion mengiris pergelangan tangannya di depan mata Cindy
"mas!" teriak Cindy begitu tercengang akan kelakuan enkat Dion
para pengawal yang berjaga di depan pintu langsung berlari masuk ke dalam ruangan "ada apa nyonya" tanya pengawal berkulit hitam itu
"ambil pisaunya" tunjuk Cindy pada Dion yang masih menyayat pergelangan tangannya dan mengucurkan darah segar dari pergelangan tangannya
buru-buru pengawal itu mendekati Dion "stop atau aku makin memperdalamnya" ancam Dion membuat para pengawal kelabakan sebab Dion juga tuan mereka jadi bagaimana bisa mereka melukai tuan mereka
Cindy jadi makin panik melihat darah segar sudah jatuh kelantai dan wajah Dion yang makin memucat " tenang ya mas, jangan nekat" mohon Cindy mencoba menenangkan Dion agar tidak kembali nekat
__ADS_1
Cindy beranjak dari duduknya dan menarik tiang infusnya berjalan ke arah Dion "berikan pisaunya sama Cindy ya mas" pinta Cindy
Dion menggelengkan kepalanya "gak mau, mas gak mau lihat kamu dengan kak Alvian, mas gak sanggup Cindy jadi lebih baik mas mati aja jadi kamu bebas nikah sama kak Alvian " Dion makin memperdalam sayatannya
"stopĀ mas" teriak Cindy meminta Dion berhenti "aku akan minta pengara untuk batalkan gugatan cerai kita jadi Cindy mohon berikan pisaunya " ucap Cindy menengadahkan tangannya meminta pisau yang ada di tangan Dion
Dion memberikan pisaunya pada Cindy dan Cindy langsung membuangnya ke sembarang arah "panggil Dokter" tiah Cindy pada para pengawal
Dion langsung memeluk Cindy "kamu bener kan gak akan minta cerai dari mas" tanya Dion memastikan
Cindy bingung harus bagaimana menjawabnya "mas yakin ingin mempertahankan pernikahan kita" menjawab pertanyaan Dion dengan pertanyaan kembali
Dion mengeratkan pelukannya "Ia mas yakin jadi tolong jangan minta cerai dari mas, mas akan menerima anak itu jadi jangan minta cerai dari mas" mohon Dion
Cindy bisa melihat Alvian yang diam mematung di pintu melihat Dion memeluk Cindy dan darah yang begitu banyak di lantai "Maaf kak" ucap Cindy dengan bahasa bibirnya ke arah Alvian membuat Alvian hanya bisa memejamkan matanya menahan sesak di dadanya
"terima kasih terima kasih" Dion makin mengeratkan pelukannya dan begitu lega saat Cindy mengurungkan niatnya untuk bercerai
Alvian menjauh dari sana tanpa kata, hatinya begitu hancur harus kembali mengalah pada sang adik padahal ia sempat bahagia Cindy menyerah dengan pernikahannya dan mengandung anaknya tapi lagi-lagi tuhan mempermainkan hatinya yang sempat terbang tinggi dan menghempaskan ke dasar bumi
"aku tetap kalah dengan suami sah" Alvian jatuh terduduk di bangku menangkup wajahnya dengan kedua tangannya "sadar alvian, sadar... kamu hanya selingkuhan yang bisa di buang kapanpun" gumam Alvian merasa begitu miris dengan hidupnya
dulu saat ia begitu susah jatuh cinta dan sekalinya jatuh cinta, ia harus kehilangan istrinya saat melahirkan putri pertamanya dan sekarang setelah sekian tahun ia bisa kembali jatuh cinta tapi sayangnya cinta itu jatuh pada wanita yang salah, cinta pada adik iparnya dan membuatnya kembali merasa kehilangan
****
"mau lagi" Dion sedang menyuapi Cindy buah mangga yang baru saja ia kupas tadi
__ADS_1
"sudah mas, tangan mas pasti masih sakit jadi istirahat saja" balas Cindy
Dion melirik ke arah tangannya yang sudah di perban karena tadi ia mencoba bunuh diri "ini gak papa kok, sudah gak sakit lagi" Dion kembali menyuapi Cindy dan Cindy hanya bisa pasrah saja dengan keinginan Dion
"Sayang" Mami sarah membuka pintu dan melirik ke arah Cindy yang terbaring di atas ranjang dan ada Dion di sana
"kamu gimana keadaannya sayang" tanya mami sarah
papi Mirza mendekat ke arah putrinya " maafin papi ya baru bisa datang lihat kamu, semalam waktu dapat kabar kamu yang di bawa ke rumah sakit papi langsung pesan penerbangan pertama tapi kamu tahu jarak Inggris dan Indonesia cukup jauh" jelas papi Mirza mengusap kepala Cindy
"jangan lhawatir pih ada Dion yang jaga Cindy kok" timpal Dion
Mirza melirik ke arah Dion "tumben kamu ada di dekat Cindy biasanya juga Alvian yang nemenin Cindy" ledek Papi Mirza
"tentu aku yang harusnya nemenin Cindy pih kan Cindy istri Dion " Dion mengusap kepala Cindy "Apalagi Cindy sedang hamil anak Dion" tambah Dion membuat Cindy membelalakan matanya lebar mendengar ucapan Dion
"apa sayang kamu hamil" mami sarah sudah heboh sendiri mendengar kabar kehamilan Cindy dan langsung memeluk Cindy "mami akan segera jadi oma" cicit mami sarah begitu bahagia mendengar kehamilan Cindy
papai mirza mengusap kepala Cindy dengan lembut "kenapa gak kasih tahu kami tentang kehamilan kamu" tanya papi mirza
"Cindy baru tahu kabar kehamilannya saat masuk ke rumah sakit makanya belum kasih kabar ke kalian" itu Dion yang menjawabnya
papi Mirza menatap tajam ke arah Dion "apa masih mau rahasiain pernikahan kalian" tanya papi mirza
"tentu saja tidak, Dion akan kasih tahu ke orang-orang kalau Cindy istri Dion bukan pacar kak Alvian" Dion mengusap perut Cindy yang masih rata " dan semua orang harus tahu kalau ini anak Dion " balas Dion dengan senyuman ke arah orang tua Cindy
Cindy hanya bisa diam tanpa berucap apapun karena tak mungkin dia mengatakan pada orang tuanya bahwa ayah dari anak yang ia kandung adalah Alvian, kakak iparnya sendiri
__ADS_1