Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra Part 11


__ADS_3

Salma duduk termenung sambil memandangi jendela dalam diam, tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mungil Salma yang biasanya selalu terlontar kata-kata ceplas-ceplosnya yang mengalir begitu saja


Edzar yang sedang mengendarai mobil merasa aneh dengan Salma "kamu kenapa sih Salma, kok diam saja" tanya Edzar begitu heran dengan Salma yang tiba-tiba saja jadi pendiam dan seperti bukan salma yang ia kenal saja


"gak papa kok tuan, cuma capek saja kali" balas Salma tanpa menoleh ke arah Edzar


Edzar meutar kemudinya dan memarkirkan mobilnya di salah satu taman yang sempat ia lewati  "kamu kenapa sih Salma " Edzar memutar tubuh Salma Agar bisa menghadap ke arahnya


"gak papa kok tuan, cuma selama beberapa minggu ini saya berusaha keras ngusir wanita jelmaan itu tapi sayanya gak bisa, dan saat nyonya datang ke kantor saya merasa begitu buruk karena tuan jadi di salahkan nyonya" Salma memaksakan senyumnya "tapi saya bersyukur nyonya gak marah lagi dengan tuan karena tuan kan mau bawa calon tuan ke rumah buat di kenalin sama nyonya dan tuan besar" jelas Salma masih berusaha memaksakan senyumnya


Edzar memicingkan matanya ke arah Salma "kamu gak suka saya bilang mau bawa calon menantu bunda ke rumah" tanya Edzar dengan beraninya padahal biasanya ia paling takut menyinggung hubungan mereka dengan Salma


"enggak" Salma begitu gugup dengan pertanyaan Edzar " buat apa saya gak suka dengan rencana tuan buat bawa calon menantu nyonya ke rumah, saya kan cuma sekertaris tuan jadi gak ada hak ikut campur urusan pribadi tuan " balas Salma


Edzar terkekeh akan kegugupan Salma "kamu tahu gak siapa wanita yang saya maksud" tanya Edzar


"mana saya tahu lah tuan, saya kan bukan cenanyang" ketus salma yang entah kenapa jadi emosi saat Edzar membahas siapa yang di sukai Edzar


"sini saya kasih tahu siapa yang saya sukai" Edzar mengarahkan cermin yang kebetulan ada di dasboar miliknya sebab salma sering memakainya dan selalu lupa untuk mengambilnya


Edzar mengarakan cermin itu ke arah Salma "dia yang saya suka" ucap Edzar

__ADS_1


Salma memicingkan matanya ke arah cermin yang di hadapkan padanya "masa tuan suka cermin sih, aneh deh " gerutu Salma


Edzar makin terkekeh akan jawaban Salma "wajah siapa yang ada di sana " tanya Edzar menunjuk ke arah cermin yang masih ia pegang dengan kuat


Salma melihat kembali cermin yang ada di hadapannya "adanya wajah saya tuan, gak ada yang lain lagi" Salma menatap lurus ke arah Edzar "masa tuan suka sama saya" celetuk Salma dengan asal


"itu kamu tahu kalau saya suka kamu" sahut Edzar


"hah!" mulut Salma menganga lebar saat Edzar mengatakan menyukai dirinya


"tutup mulutnya atau saya lahap sekarang" titah Edzar


Salma langsung kicep menutup mulutnya rapat tapi sesaat kemudian Salma memicingkan matanya ke arah Edzar "tuan itu jangan ngeprank saya deh, saya gak lagi pengen di prank" kesal Salma


Salma begitu terkejut kalau Edzar menyukainya "bapak kok bisa suka sama saya" tunjuk salma pada dirinya "saya cuma orang biasa dan dari kalangan biasa, gak cantik dan gak pinter juga" tanya Salma


"kalau kamu tanya kenapa saya suka kamu alasanya karena itu kamu, kamu orang yang selalu memmbuat saya nyaman, orang yang selalu bisa mengerti saya, orang selalu sabar sama saya dan orang yang selalu aada untuk saya yang terpenting kamu adalah orang yang tulus dan tidak di buat-buat" jelas Edzar


Salma menggigit bibirnya, menahan gugup serta senyuman di wajahnya "emang tuan suka sama saya sejak kapan" tanya Salma penasaran sejak kapan Edzar menyukainya sebab selama ini ia merasa Edzar biasa saja padanya


"sejak pertama kita bertemu" balas Edzar

__ADS_1


Salma kembali mengingat saat awal mereka bertemu "saat wawancara kerja ya tuan" tanya Salma


Edzar menggelngkan kepalanya " bukan" balas Edzar


"emangnya kita pernah ketemu sebelum itu" tanya Salma


"pagi hari di lampu merah jalan ****, saat kamu sedang bertengkar dengan pengemudi motor  yang sudah nabrak ibu-ibu dan mau kabur gitu saja, itu adalah saat saya jatuh hati padamu untuk pertama kali" balas Edzar


Salma mulai mengingat kejadian saat ia harus marah-marah di lampu merah "ya ampun tuan!" teriak Salma kesal "tuan jatuh cinta sama saya saat saya lagi jelek-jeleknya " kesal Salma seetelah mengingat kejadian dulu


Keadaan Salma saat itu benar-benar kacau, ia menolong ibu-ibu yang di serempet oleh pengemudi motor yang berniat akan kabur dan terjadi adu mulut antara Salma dan pengemudi motor, di tambah ia yang harus di siram saos satu diligent karena pengemudi motor yang kebetulan adalah pedagang makanan ringan itu marah-marah pada Salma yang berani menghalanginya untuk pergi karena menurutnya kecelakaan itu bukan salah si pengemudi


tapi setelah para petugas polisi datang dan melihat rekaman CCTV yang ada di sekitar tempat itu barulah terbukti kalau sang pengemudi motor itu salah dan harus mengganti rugi pada ibu-ibu yang tertabrak.


Saat itu keadaan Salma begitu kacau karena rambutnya begitu berantakan dan penampilannya begitu kacau balau tak berbentuk


beruntung bagi Salma bahwa ibu yang di tolongnya mempunyai rumah di dekat tempat kejadian dan memiliki anak seusia Salma, jadi ibu itu memberikan pakaian ganti serta mempersilahkan Salma untuk membersihkan diri di rumah ibu yang ia tolong


"saat itu kan Salma lagi jelek-jeleknyaa, kok tuan bisa jatuh cinta sama saya" Salma menautkan kedua alisnya "jangan-jangan tuan bukan jatuh cinta sama saya, tapi merasa lucu dengan saya dan menjadikan saya huburan buat tuan" kesal Salma


"ya ampun Salma" Edzar berdecak kesal karena anggapan Salma tentangnya yang jelas-jelas tidak benar

__ADS_1


"dengar ya salma, saya akui emang kamu emmang membuat saya selalu tertawa karena kelucuan kamu tapi bukan karena saya menjadikan kamu hiburan dalam arti yang ada dalam pikiran kamu tapi saya bahagia karena segala tingkah lucu kamu, begitu nyaman buat saya


mungkin menurutmu, kamu itu adalah orang biasa tapi bagi saya kamu adalah orang yang luar biasa, walaupun kamu kehilangan sosok ayah sejak usia kamu 12 tahun tak menjadikanmu wanita yang lemah, kamu jadi wanita yang kuat agar bisa jadi contoh untuk adik-adik kamu bahkan aku juga sangat salut dengan ibumu yang selalu berjuang keras untuk kehidupan anak-anaknya, saya salut pada kedua adikmu yang selalu berusaha meringankan bebanmu dan juga ibumu, kalian keluarga yang saling menguatkan di tengah kekeurangan yang kalian miliki  bahkan saya merasa sangat nyaman setiap berkunjung ke rumahmu yang serasa rumah kedua untu saya" Edzar menghela nafas panjang '"saya mencintai kamu dengan segala yang ada di diri kamu baik itu kelebihan kamu maupun kekuranganmu" jelas Edzar dengan panjang lebar


__ADS_2