Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Itu urusan ku dan pilihanku (season 2)


__ADS_3

Qiana memicingkan matanya ke arah pria yang sedang menatap nyalang ke arahnya "dengan siapa kamu akan menikah" tanya seorang pria mengeraskan rahangnya menatap qiana dengan tatapan tajam


baru kali ini ia melihat tatapan tajam dari pria yang sudah ia kenal selama hampir empat tahun itu, saking kagetnya qiana dengan raut muka yang baru pertama kali ia saksikan membuat ia diam mematung "jawab qiana, dengan siapa!" bentak pria itu yang tak lain adalah Dion


tadi saat Dion melihat qiana sedang duduk di bangku seorang diri, Dion ingin menghampiri qiana untuk sekedar meyapa atau menghantarkan wanita pujaan hatinya itu pulang tapi saat ia sudah cukup dekat dengan qiana, dia bisa mendengar jelas obrolan qiana dengan seseorang di seberang telpon, dan Dion mendengar qiana yang meminta orang yang tidak di ketahui siapa untuk menabung agar bisa menikahinya


"jangan membentakku!" qiana paling tidasuka di bentak alhasil qiana jadi ikut membentak


mamanya saja yang jelas wanita yang sudah melahirkan jika sedang mode membentak qiana, qiana memilih kabur pada papanya, ini malah pria yang sedang berusaha keras menarik hatinya tiba-tiba datang dan membentak dirinya


Dion menyadari kesalahannya "maaf qiana" Dion mengusap mukanya kasar dan merubah mimik wajahnya "aku terlalu kaget saat kamu bilang menabung untuk menikahimu pada seseorang yang mas tidak tahu siapa" jelas Dion


"mau menikah dengan siapapun itu adalah urusanku mas, kita kan sudah pernah membahasnya kalau qiana itu gak ada ras sama mas Dion jadi jangan maksa deh" balas qiana


"Mas sudah mengejar kamu selama hampir empat tahun qiana" muka Dion memelas menatap qiana


qiana menghela nafas panjang "qiana gak pernah minta itu mas, lagian dari awal kita kan gak ada hubungan apapun dan qiana gak pernah menjanjikan apapun pada mas" balas Qiana


"tapi mas cinta sama kamu qiana " Dion berusaha mendekati qiana dan meraih tangan qiana


"tin tin tin" qiana menoleh ke arah suara klakson mobil orang tuanya  "maaf mas, qiana sudah di jemput" qiana bergegas berlari ke arah pak anto dan meminta pak anto segera jalan


pak anto melirik qiana dari balik kaca yang ada di depannya "kok  tuan dion ada di kampus nona" tanya pak anto penasaran kenapa guru SMA qiana bisa ada di kampus qiana


"dia jadi dosen pengganti sementara di kampus qiana pak" balas qiana

__ADS_1


"oh" pak anto hanya mengangguk saja tanpa ingin bertanya lebih lanjut


"nanti jangan cerita sama orang rumah ya pak kalau mas Dion jadi dosen sementara qiana" pinta qiana


"iya non" balas pak anto


qiana mengambil ponselnya dan langsung mengirim pesan pada putera bahwa pak anto sudah menjemputnya dan sekarang dia akan jalan pulang ke rumah


Dion menatap tajam mobil qiana yang makin menjauh "jadi kamu gak mau dengan cara lembut rupanya " Dion tersenyum miring ke arah mobil qiana yang sudah menghilang dan berbalik melangkah menuju mobilnya "kamu harus jadi miliku entah kamu mau atau tidak" gumam Dion menguatkan tekadnya untuk membuat qiana hanya jadi miliknya "kamu hanya akan jadi istri seorang Dion austin xanderdan tidak dengan pria manapun " gumam Dion segera masuk dalam mobilnya untuk kembali ke perusahaan miliknya


ia akan memakai trik lihai lainnya untuk membuat qiana hanya jadi miliknya seorang, entah ia harus memakai cara paksa atau lembut. langkah awal, ia akan mempelajari bisnis keluarga calon istrinya itu


***


Seminggu kemudian


"ingat ya qiana, gak boleh nerima putera lama di apartemen kamu" ucap mama sheryl melirik ke arah putera yang ada di seberang sana dan hanya diam menunduk


kini semua keluarga besar mereka sudah tahu kalau putera dan qiana berpacaran. kalau di tanya kenapa bisa tahu, itu tentu gara-gara putera yang kelupaan merubah panggilannya pada qiana saat sedang bersama -sama membeli furniture untuk apartemen putera


dan entah Tuhan yang membuka lebar-lebar kesempatan keluarga besarnya untuk tahu atau memang karena putera yang sedang apes saja. saat mereka sedang asik memilih barang di mall ternyata mama kinan yang di temani mama sheryl dan bunda laras sedang belanja hal sama dan mendengar putera yang terus memanggil qiana sweetheart serta melingkarkan tangan nakalnya di pinggang qiana dan bodohnya qiana malah tak menolah denga tingkah putera yang nakal saat di tempat umum


"iya mah" balas qiana pasrah saja dengan ultimatum mamanya


mama kinan terkekeh "gak papa sih sheryl kalau mereka nyicil bikinin kita cucu, nanti bisa kakak yang urus kok, kakak jamin qiana tetap lanjut kuliah deh" ledek mama kinan

__ADS_1


"mah" papa hans mengingatkan istrinay untuk melirik tatapan adiknya yang benar-benar tajam bagaikan menembakan laser yang langsung mengenai sasaran


mama kinan melirik ke arah sheryl "jangan serius gitu sheryl, maaf deh kalau kamu tersinggung" ucap mama kinan masih belum menghilangkan tawanya


"sudah lah sayang" papa bachtiar mengusap punggung istrinya "kita dulu pacaran emang gimana" papa bachtiar ingin menenangkan istrinya


"pah" rajuk mama sheryl


"sudah lah" ayah mario melirik ke arah putera "om tahu kamu pasti bisa jaga qiana bukan" ucap ayah mario dengan serius


putera mengangguk "pasti om, putera pasti jaga qiana. Toh di gedung apartemen ada tiara juga, om dan tante, mama dan papa juga bisa ngecek ke tiara kalau-kalau kalian khawatir putera melebihi batas" ucap putera meyakinkan


"tante percaya sama kamu kok put, kamu kan sayang banget sama qiana" bunda laras merasa tenang qiana memilih pacaran dan itu dengan pria yang sudah lama ia kenal, dan ia yakin sebagai pria yang baik dan penyayang


mama sheryl melirik ke arah qiana "sebagai pengingat agar kamu gak ngapa-ngapain sama putera, mama, papa, bunda ataupun ayah kamu  akan ke apartemen kamu tanpa pemberitahuan jadi kamu harus jaga sikap kamu saat pacaran" ucap mama sheryl penuh peringatan


"iya mah" balas qiana


"oh ya" mama kinan melirik ke arah qiana " besok mampir ke butik milik tante ya, tante mau nyocokin gaun yang nantu mau kamu pakai sama putera di acara perkenalan putera sebagai penerus perusahaan Hendrawan" ucap mama kinan


qiana mengernyitkan dahinya "emangnya harus ya tan" tanya qiana hati-hati


mama kinan mengusap kepala qiana "jangan khawatir kalau tante akan kenalin kamu sebagai calon istri putera "kekeh mama kinan "kamu di sana hanya sebagai pasangan dansa putera, tante gak suka aja kalau dia dengan wanita yang gak tante kenal, semua orang kan tahu kalau kamu bagian keluarga jadi jangan terbebani" jelas mama kinan


"ya sudah kalau gitu" qiana tersenyum lega bahwa dirinya tidak akan di kenalkan sebagai calon istri putera

__ADS_1


qiana memang merasa belum siap untuk menikah, dirinya masih muda, barulah 18 tahun, masih banyak yang harus ia raih sebagai cita-citanya di masa depan nanti


__ADS_2